Proses pengecekan dokumen calon jemaah haji di counter Mecca Route Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. dok:istimewa/sorot24.id)

sorot24.id | TANGERANG – Sebanyak 30 ribu calon jemaah haji diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan layanan Mecca Route. Dengan layanan ini, proses keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di Indonesia sehingga jemaah tak perlu lagi antre panjang setibanya di Tanah Suci.

Pantauan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu 17/5/2026, para jemaah tiba menggunakan bus DAMRI. Petugas imigrasi dan kepolisian tampak membantu jemaah, bahkan ada yang menggendong calon jemaah yang kesulitan berjalan.

“Untuk Bandara Soekarno-Hatta sendiri kita terjadwalkan untuk menyelesaikan sekitar 35.285 dan saat ini baru 30.000 something yang telah dilakukan clearance-nya,” kata Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Gali Perdhana kepada wartawan.

Bus pertama yang datang berisi para lansia dan penyandang disabilitas. Mereka dibantu turun dari bus menggunakan kursi roda hingga tongkat.

Setelah tiba, jemaah diarahkan ke lobi untuk pengecekan di layanan Mecca Route. Layanan ini memindahkan proses imigrasi yang seharusnya dilakukan di Saudi ke Indonesia, sehingga waktu perjalanan menjadi lebih efisien.

“Adanya layanan Mecca Route membantu calon jemaah haji lebih cepat saat proses masuk Saudi. Sehingga jemaah yang telah tiba dapat langsung menuju hotel atau tempat tujuan,” jelas Gali.

Ia menyebut antrean panjang saat proses imigrasi di bandara Saudi sangat melelahkan secara fisik dan mental, terutama bagi jemaah yang fokus beribadah.

“Saya sendiri pernah umrah, ketika harus dihadapkan dengan antrean yang panjang, pertama itu exhausting secara physical, yang kedua mentally. Ketika kita sedang fokus untuk beribadah harus direpotkan dengan antrean yang panjang saya rasa itu sangat tidak menguntungkan,” ujarnya.

Layanan Mecca Route sendiri sudah berjalan sejak 2018 dan dinilai efektif. Saat ini tersedia di empat bandara Indonesia dengan 10 counter.

“Untuk counter, saat ini ada 10 counter Mecca Route, dan ada di empat bandara. Tambahan baru ada di Makassar. Jadi ada di Soekarno-Hatta, Adi Soemarmo Solo, Surabaya Juanda, dan Hasanuddin Makassar. Nantinya semoga bisa ditambahkan kembali,” ungkap Gali.

Ia berharap layanan ini bisa diperluas ke titik pemberangkatan haji lain di Indonesia. Menurutnya, clearance di negara asal sangat membantu mengingat jumlah jemaah haji Indonesia yang besar.

“Ketika mungkin kita bisa bayangkan seluruh negara ketika belum di-clearance di negara asal, khususon yang jumlahnya besar, itu semuanya akan berkumpul ke satu titik ataupun dua titik. Jadi akan sangat chaotic. Maka dari itu clearance di negara asal, ini akan sangat membantu,” imbuhnya.

(red24/bgx)

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengibarkan bendera start melepas keberangkatan 382 jemaah calon haji Kloter 15 JKB di halaman Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Senin 11/5/2026|10:30 Wib. Wabup berpesan jemaah jaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi. (Dok: Prokopim Kab. Tangerang/Sorot24.id)

sorot24.id | Tangerang – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah secara resmi melepas keberangkatan 382 jemaah calon haji Kabupaten Tangerang Kloter 15 JKB Tahun 1447 H/2026 M di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Senin 11/5/2026. Wabup Intan berpesan agar jemaah fokus ibadah dan menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengingatkan seluruh jemaah akan kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci yang bisa memengaruhi kondisi fisik dan mental. “Saat ini di Arab Saudi suhu cukup panas. Disiplin menjaga kesehatan dengan rutin minum air putih dan membawa perlengkapan pelindung seperti kipas angin portable,” tegasnya.

Ia menyebut kesempatan berhaji merupakan nikmat dan panggilan istimewa dari Allah SWT. “382 jemaah yang diberangkatkan hari ini merupakan representasi dari doa, harapan, dan penantian panjang. Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan,” ujar Intan.

Wabup Intan juga menegaskan pemerintah menjamin penuh layanan konsumsi jemaah. “Tidak perlu khawatir mengenai konsumsi, karena layanan makan sudah disediakan tiga kali sehari. Pemerintah sudah menjamin, jadi bapak dan ibu tidak perlu membawa rice cooker, kompor, apalagi beras dan minyak goreng. Cukup fokus beribadah agar menjadi haji yang mabrur,” katanya.

Tahun ini, Pemkab Tangerang memberikan uang saku sebesar Rp750 ribu kepada setiap jemaah. Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Tangerang mencapai hampir 3.000 orang. Dua kloter tersisa dijadwalkan berangkat pekan depan.

“Jemaah haji Kabupaten Tangerang tahun ini memiliki rentang usia yang cukup beragam, mulai dari jemaah termuda berusia 13 tahun hingga jemaah tertua berusia 83 tahun,” tutur Wabup Intan.

Ia berpesan agar seluruh jemaah menjaga kebersamaan, saling membantu, serta mengikuti arahan petugas selama di Tanah Suci. “Saya percaya jemaah haji Kabupaten Tangerang akan menjadi duta-duta kebaikan yang membawa nama baik daerah dan bangsa Indonesia. Tunjukkan sikap santun, tertib, ramah, dan penuh kepedulian,” tutupnya.

red24-(Kanu)