Leandro Trossard selebrasi usai mencetak gol tunggal kemenangan Arsenal 1-0 atas West Ham di London Stadium, Minggu 10/5/2026. Gol itu membuat Arsenal selangkah lagi kunci gelar Premier League pertama sejak 2004. (Sorot24.id)

sorot24.id – LONDON – Arsenal selangkah lagi mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun. Kemenangan 1-0 atas West Ham United, Minggu 10/5/2026, membuat _The Gunners_ bisa mengunci titel juara paling cepat pada Selasa 19/5/2026 dini hari WIB.

Gol tunggal Leandro Trossard di London Stadium, ditambah dianulirnya gol Callum Wilson, memastikan Arsenal pulang dengan tiga poin krusial. Tim asuhan Mikel Arteta kini nyaman di puncak klasemen dengan 79 poin dari 36 laga, unggul 5 poin dari Manchester City yang baru main 35 kali.

Skenario Tercepat: Juara vs Burnley

Laga Arsenal vs Burnley, Selasa 19/5/2026 pukul 02.00 WIB, bisa jadi partai penentuan. Syaratnya: Manchester City gagal menang lawan Crystal Palace pada Kamis 14/5/2026 pukul 02.00 WIB. Jika City seri atau kalah dari Palace, maka kemenangan atas Burnley langsung bikin Arsenal juara.

Sebab, Arsenal akan unggul 7-8 poin dari City dan tak mungkin disalip Erling Haaland dkk dengan dua laga sisa. Ini jadi skenario tercepat _The Gunners_ angkat trofi.

Skenario Kedua: Tunggu Bournemouth vs City

Jika City menang lawan Palace tapi gagal kalahkan Bournemouth pada Rabu 20/5/2026 pukul 01.30 WIB, Arsenal juga bisa juara lebih cepat. Syaratnya tetap: Arsenal harus kalahkan Burnley dulu.

Namun jika City sapu bersih Palace dan Bournemouth, penentuan gelar baru terjadi di pekan terakhir, terlepas hasil Arsenal vs Burnley.

Akhiri Puasa 22 Tahun

Arsenal terakhir kali juara Premier League pada 2004 di era _Invincibles_ Arsene Wenger. Kini, setelah 22 tahun, Mikel Arteta berpeluang mengulang sejarah.

Kemenangan atas West Ham membuat publik Emirates mulai berhitung. Dengan City masih punya tabungan 1 laga, semua mata kini tertuju ke Selhurst Park saat Palace menjamu City Kamis dini hari nanti.

red24-(BGX)

Skuad timnas Indonesia saat melakoni laga sebelumnya. Garuda dijadwalkan hadapi Oman peringkat 79 FIFA pada 5 Juni 2026 dan Mozambik peringkat 101 FIFA pada 9 Juni 2026 di SUGBK. (Dok: PSSI/Sorot24.id)

 

sorot24.id| Jakarta – PSSI resmi mengumumkan dua lawan timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026. Skuad Garuda akan menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni 2026. Kedua laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi di GBK Arena, Senayan, Jumat 8/5/2026. Kepada awak media termasuk http://BolaSport.com, Yunus menyebut timnas Indonesia akan melawan negara dari Asia dan Afrika.

“Insya Allah pada 5 Juni 2026, timnas Indonesia melawan Oman. Setelah Kongres FIFA dan proses surat menyurat, timnas Indonesia juga akan melawan Mozambik pada 9 Juni 2026,” kata Yunus Nusi.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Oman sudah mengumumkan akan melawan timnas Indonesia. Oman saat ini duduk di peringkat 79 FIFA dan hampir lolos ke Piala Dunia 2026.

Mozambik Mau Usai Lobi di Kongres FIFA

Kepastian Mozambik melawan Indonesia didapat setelah PSSI bertemu federasi sepak bola mereka pada Kongres FIFA di Kanada, 30 April 2026. Yunus Nusi mengaku senang Mozambik menerima tawaran PSSI.

“Kami berterima kasih karena Pak Erick Thohir kenal baik dengan presiden federasi sepak bola Mozambik. Saya menyaksikan sendiri ketika di Kanada beberapa waktu lalu ketika Kongres FIFA,” ungkapnya.

Yunus menambahkan, tidak butuh waktu lama untuk mengajak Mozambik uji coba. “Kita tahu bersama Mozambik dihuni pemain-pemain di Eropa,” ujarnya. Salah satunya bermain di Sunderland, klub Liga Inggris.

Mozambik kini berada di peringkat 101 FIFA, di atas Indonesia dan di bawah Thailand. “Melawan Mozambik menjadi pertandingan yang akan menarik untuk timnas Indonesia,” kata Yunus.

Main di SUGBK, Minta Doa

Yunus memastikan dua laga tersebut digelar di SUGBK. “Insya Allah pertandingan akan digelar di SUGBK, mohon doanya,” tutupnya.

Setelah melawan Oman dari Asia, timnas Indonesia akan menghadapi Mozambik dari Afrika dalam jeda FIFA Matchday Juni 2026.

red24-(bgx)

Jeremy Doku merayakan gol penyeimbang 3-3 pada menit ke-97 saat Manchester City imbang lawan Everton di Hill Dickinson Stadium, Selasa 5/5/2026 dini hari WIB. Gol telat Doku selamatkan City dari kekalahan usai sempat tertinggal 1-3. (AP Photo/Sorot24.id)

 

LIVERPOOL|sorot24.id– Manchester City harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, Selasa 5/5/2026 dini hari WIB. Gol Jeremy Doku pada menit ke-97 menyelamatkan The Citizens dari kekalahan setelah sempat tertinggal 1-3. Hasil ini membuat jarak City dengan Arsenal di puncak klasemen Premier League melebar menjadi lima poin.

Sejak awal pertandingan, tempo permainan langsung tinggi dengan tekanan dari tim tamu. Rayan Cherki dan Antoine Semenyo sempat mengancam gawang Jordan Pickford, meski upaya mereka belum membuahkan hasil. Everton bertahan disiplin dan mampu meredam dominasi City.

Tuan rumah sesekali membalas lewat serangan balik cepat yang cukup berbahaya. Kiernan Dewsbury-Hall dan Beto nyaris membuka keunggulan, tetapi Gianluigi Donnarumma tampil sigap di bawah mistar. Penyelamatan-penyelamatannya menjaga City tetap dalam permainan.

Kebuntuan akhirnya pecah jelang turun minum. Umpan tarik Rayan Cherki disambut sepakan melengkung Jeremy Doku dari luar kotak penalti yang tak mampu dihentikan Pickford. City menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0.

Blunder Fatal Marc Guehi

Reaksi Bernardo Silva (kanan) dan pemain Manchester City setelah kebobolan lawan Everton, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson (sorot24.id)

Memasuki babak kedua, City tetap menguasai permainan dengan tempo cepat. Everton mencoba mencuri peluang lewat serangan balik, termasuk melalui Iliman Ndiaye yang sempat mengancam. Namun, Donnarumma kembali menjadi penyelamat dalam situasi satu lawan satu.

Masalah muncul dari kesalahan sendiri di lini belakang. Marc Guehi melakukan back pass yang lemah dan langsung dimanfaatkan Thierno Barry untuk mencetak gol penyama kedudukan 1-1. Gol tersebut memengaruhi kepercayaan diri pemain City.

Sebaliknya, Everton justru semakin berani menekan dan mulai mendominasi duel-duel penting di lapangan. The Toffees berbalik unggul pada menit ke-70 melalui situasi bola mati. Jake O’Brien menyambut umpan James Garner dengan sundulan yang tak mampu dibendung Donnarumma. Sorakan penonton langsung memenuhi stadion.

Keunggulan itu bertambah setelah Thierno Barry mencetak gol keduanya. Ia memanfaatkan bola muntah hasil penetrasi Merlin Rohl untuk mengubah skor menjadi 3-1. City berada dalam tekanan besar.

Harapan dari Haaland, Doku Jadi Juru Selamat

Harapan tim tamu muncul ketika Erling Haaland mencetak gol balasan. Ia lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Pickford dengan tendangan cungkil. Skor 3-2 membuat City terus menekan demi mengejar ketertinggalan.

Memasuki injury time, tekanan City semakin intens dan memaksa Everton bertahan total. Kekalahan akan semakin menjauhkan peluang mereka dalam perebutan gelar. Seluruh pemain tuan rumah fokus menjaga area pertahanan.

Pada menit ke-97, Jeremy Doku kembali menjadi penentu. Ia memanfaatkan situasi sepak pojok dan melepaskan tembakan keras ke sudut gawang. Gol tersebut menyamakan kedudukan 3-3 sekaligus menyelamatkan City.

Hasil imbang ini tetap terasa merugikan bagi City dalam perburuan gelar. Selisih poin dengan Arsenal menjadi 5 poin dengan satu pertandingan di tangan. Mampukah Man City menjegal The Gunners di sisa musim ini, atau justru Arsenal yang berpesta dan tersenyum di akhir kompetisi?

Susunan Pemain

*Everton*: Pickford, O’Brien, Keane, Tarkowski, Mykolenko, Garner, Iroegbunam, Rohl, Dewsbury-Hall, Ndiaye, Beto
*Cadangan*: Travers, Patterson, McNeil, Barry, George, Dibling, Coleman, Alcaraz, Armstrong

*Manchester City*: Donnarumma, Nunes, Khusanov, Guehi, O’Reilly, Nico, Bernardo, Semenyo, Cherki, Doku, Haaland
*Cadangan*: Trafford, Reijnders, Stones, Ake, Marmoush, Kovacic, Ait-Nouri, Savinho

red24

Juergen Klopp 

 

Sorot24.id | Sport – Jurgen Klopp dijadwalkan kembali ke Anfield pada bulan ini untuk memimpin laga amal yang mempertemukan legenda Liverpool melawan legenda Borussia Dortmund.

Setelah kepergian Klopp, Liverpool tetap meraih sukses dengan pelatih baru Arne Slot yang langsung memenangkan Premier League pada musim pertamanya. Namun, performa Liverpool pada musim 2025/2026 mengalami penurunan.

Penampilan Liverpool di liga tidak stabil, ditambah hasil kurang meyakinkan di kompetisi Eropa meski berhasil lolos ke perempat final UEFA Champions League. Liverpool juga tersingkir lebih awal dari Carabao Cup setelah kalah dari Crystal Palace.

Situasi tersebut membuat Arne Slot mulai mendapat sorotan, bahkan muncul suara-suara yang berharap Klopp kembali melatih Liverpool. Meski begitu, kemungkinan tersebut dinilai masih kecil. Klopp akan kembali ke bangku pelatih di Anfield pada 28 Maret, tetapi hanya untuk memimpin pertandingan amal legenda Liverpool melawan legenda Borussia Dortmund.

Laga tersebut akan menghadirkan sejumlah legenda klub, termasuk Steven Gerrard dan Kenny Dalglish. Klopp sendiri masih terlibat sebagai duta kehormatan LFC Foundation.

“Bisa kembali ke Anfield untuk pertandingan Legends, bersama Sir Kenny dan timnya, melawan legenda BVB, itu sesuatu yang sangat spesial. Ini akan menjadi hari yang sangat emosional dan istimewa bagi saya, bagi LFC Foundation, dan bagi semua yang terlibat.

Saya tidak sabar dan saya sangat berharap bisa bertemu kalian semua di sana.” Klopp juga sempat mengungkapkan bahwa jika suatu saat kembali melatih, ia ingin melatih klub yang benar-benar fokus pada sepak bola, bukan pada bisnis atau pemasaran.

Sebelum bergabung dengan Liverpool pada 2015, Klopp sempat mendapat ketertarikan dari beberapa klub besar seperti Manchester United dan Real Madrid. Namun ia memilih Liverpool karena merasa klub tersebut memiliki filosofi sepak bola yang sesuai dengannya.

red24.id