sorot24.id | TANGERANG – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Tangerang menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu 10/6/2026. Rapat dipimpin Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin dan dihadiri Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi, Ketua DPRD H. Rusdi, serta Ketua PN Tangerang M Alfi Syahrin.

Rapat yang berlangsung pukul 10.30-14.00 WIB itu membahas 4 isu strategis, salah satunya evaluasi program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

SPPG Polres Diklaim Terbaik, Baru 15 Kantongi SLHS

Dalam paparannya, Wakapolres AKBP Eko Bagus Riyadi menyebut SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi milik Polres Metro Tangerang Kota merupakan yang terbaik se-Polda Metro Jaya.

3 Isu Lain: Gereja BNKP, Ahmadiyah, dan Sengketa Lahan

  1. Gereja BNKP Karawaci: Verifikasi dukungan warga 3-4 Juni 2026 gagal memenuhi syarat. Dari 88 undangan, hanya 39 yang mendukung. Minimal butuh 60. Panitia diminta cari dukungan di luar Kelurahan Sukajadi tapi masih di Kecamatan Karawaci.
  2. Ahmadiyah Cipondoh: MUI bentuk tim khusus untuk pendekatan persuasif. Pengikut ditaksir lebih dari 1.000 orang. Pemkot mengimbau agar kegiatan tidak mengundang massa dari luar saat hari ulang tahun.
  3. Sengketa Lahan Cipondoh: Pemkot mengklaim Jl. Kemuliaan RT 001/002 adalah jalan umum. Warga memasang portal karena klaim ahli waris. Ketua PN minta Pemda melengkapi data aset.

Wali Kota Sachrudin juga menyoroti isu inflasi, stunting, pengangguran, dan program “Gampang Kerja”. Rapat ditutup pukul 14.00 WIB dalam keadaan aman kondusif.

red24/avriyani

sorot24.id |TANGERANG – Aliansi Lingkar Aspirasi Publik (LAP) menyoroti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan APH TNI-Polri saat menggelar aksi di Bundaran Tugu Adipura, Kota Tangerang, Rabu 10 Juni 2026. Massa menuntut aparat hukum mengusut dugaan mafia dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) ditangkap KPK.

Aksi dimulai pukul 14.30 WIB di Taman Gajah Tunggal, Cikokol. Sekitar 30 orang kemudian long march ke Tugu Adipura pukul 15.40 WIB sambil membawa pengeras suara, bendera Merah Putih, bendera LAP, dan kain putih sepanjang 50 meter bertuliskan “Jangan Jadikan Program Ladang Korupsi Oknum Pejabat”.

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H. memimpin pengamanan dengan 34 personel gabungan Polres Metro Tangerang Kota, dibantu 3 personel TNI dan 10 anggota Satpol PP.

Desak Penutupan SPPG Bermasalah

Koordinator LAP Saipul Basri alias Bung Marcel menegaskan aksi ini bukan untuk menghambat program strategis nasional. “Kami minta evaluasi total SPPG. Banyak yang melanggar administrasi dan diduga jadi sarang korupsi,” ujarnya saat orasi.

Orator Lukman dan Ijat secara khusus menyoroti SPPG milik Yayasan APH TNI-Polri. “Aparat hukum harus berani tindak mafia MBG. Jangan ada yang kebal hukum, termasuk SPPG milik yayasan,” teriak Ijat. Massa juga membentangkan spanduk “Tindak Tegas SPPG Bermasalah”.

Tuntutan LAP lainnya meliputi pengawasan ketat dan transparan, perlindungan hak penerima manfaat, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan mengevaluasi BGN.

Lanjut Orasi di Depan Polres, Singgung Tragedi 98

Usai dari Tugu Adipura pukul 16.40 WIB, massa melanjutkan orasi di depan Polres Metro Tangerang Kota pukul 16.57 WIB. Mereka meminta SPPG milik Polri dikelola secara bersih dan bebas korupsi.

Orator Roni sempat menyinggung penangkapan pimpinan BGN oleh KPK. “Tragedi 98 akan terulang kembali jika korupsi di BGN dibiarkan,” katanya. Aksi bubar pukul 17.20 WIB dalam keadaan aman kondusif.

Dinkes: Baru 15 dari 88 SPPG Punya SLHSIsu MBG sebelumnya menjadi atensi Forkopimda Kota Tangerang pagi harinya. Kepala Dinas Kesehatan melaporkan dari 88 SPPG yang direncanakan, baru 15 yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).Sorot24.id masih berupaya mengonfirmasi pihak Yayasan APH TNI-Polri terkait sorotan massa LAP tersebut.

Red24Molly