Sapi brangus bernama Sambo berbobot 1,1 ton milik peternak Muhammad Roji di Cipondoh, Kota Tangerang, yang dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Iduladha 1447 H/2026. Sapi berusia hampir 5 tahun ini telah dinyatakan negatif antraks dan PMK setelah uji laboratorium oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang. (Dok: Peternakan Muhammad Roji)

sorot24.id| TANGERANG – Presiden Prabowo Subianto membeli satu ekor sapi jenis brangus berbobot 1,1 ton untuk dikurbankan bagi masyarakat Kota Tangerang pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 M.

Sapi hitam bernama Sambo itu dibeli dari peternakan milik Muhammad Roji di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Sapi berusia hampir lima tahun tersebut dibeli dengan harga Rp122 juta setelah menjalani proses penggemukan selama tiga tahun.

“Alhamdulillah, bapak presiden telah membeli sapi saya untuk kurban Hari Raya Iduladha tahun 2026. Ini jenis sapi brangus dengan bobot 1,1 ton, perawatan selama tiga tahun ini hasilnya,” kata Muhammad Roji, Selasa 12/5/2026.

Selama masa perawatan, Sambo mendapatkan pakan khusus berupa ampas tahu, konsentrat, dan singkong. Perawatan harian dilakukan intensif mulai dari mandi dua kali sehari, pemberian vitamin B kompleks dan B12, hingga vaksinasi rutin dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang.

Sebelum dibeli Presiden Prabowo, Sambo telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Hasil uji laboratorium dari sampel darah, air liur, dan kotoran menyatakan Sambo negatif antraks maupun penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurut Roji, nama Sambo diberikan sejak sapi tersebut masih kecil karena memiliki bulu hitam pekat. Rencananya, sapi Sambo akan disalurkan untuk masyarakat Kota Tangerang pada Iduladha mendatang. Lokasi pemotongan Sambo masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kota Tangerang.

 

red24-(BGX)

Grafis data hewan kurban Kabupaten Tangerang: 2025 tersedia 32.936 ekor (Sapi 8.367, Kerbau 66, Kambing 4.410, Domba 20.093), 2026 diproyeksi 35.000 ekor naik 10% dari 635 lapak pedagang. (Dok: DPKP Kab. Tangerang/Sorot24.id)

sorot24.id | TANGERANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Banten memproyeksikan kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 35.000 ekor. Jumlah itu naik sekitar 10 persen dibanding tahun 2025.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Joko [nama lengkap jika ada], menyatakan proyeksi 35.000 ekor tersebut didasarkan pada tren kenaikan permintaan dan bertambahnya lapak pedagang hewan kurban.

“Estimasi nambah sekitar 10 persen persediaan hewan kurban di tahun ini, soalnya ada beberapa tambahan lapak pedagang,” jelasnya, Senin 11/5/2026.

Sebagai perbandingan, pada Idul Adha 2025 ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Tangerang tercatat sebanyak 32.936 ekor. Rinciannya: *8.367 ekor sapi, 66 ekor kerbau, 4.410 ekor kambing, serta 20.093 ekor domba*.

“Kalau dari data tahun 2025 ketersediaan hewan kurban itu sekitar 32.000 ekor. Ketersediaan puluhan ribu ekor hewan kurban tersebut berasal dari 635 lapak pedagang hewan,” ucap Joko.

Joko menambahkan, puluhan ribu hewan kurban di Kabupaten Tangerang berasal dari berbagai daerah sentra ternak di Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara. DPKP memastikan akan memperketat pengawasan kesehatan hewan menjelang Idul Adha untuk mencegah penyakit menular seperti PMK dan antraks.

“Kita mulai cek kesehatan, kelengkapan SKKH, dan umur hewan mulai H-30. Masyarakat diimbau beli di lapak resmi yang sudah terdata DPKP agar terjamin sehat dan layak kurban,” tegasnya.

Dengan proyeksi 35.000 ekor, DPKP optimistis kebutuhan masyarakat Tangerang untuk ibadah kurban tahun 2026 dapat terpenuhi tanpa gejolak harga signifikan.

red24-(Kanu)