Kondisi Jembatan Wika di perbatasan Gunung Putri-Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang akan dibongkar total mulai Juni 2026. Beton jembatan berusia 36 tahun dinilai tak layak dan ada bagian yang patah di atas penopang. Foto: Dok. istimewa/sorot24.id

sorot24.id | BOGOR – Pemerintah akan membongkar total Jembatan Wika yang menghubungkan Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mulai Juni 2026. Jembatan di ruas Jalan Cileungsi–Cibinong KM.JK 62+440 itu berusia 36 tahun dan dinilai tak layak lagi.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, membenarkan rencana rekonstruksi total tersebut. “Jembatan Wika sudah berumur. Pertama kali dibangun sekitar 1990-an, sekarang 2026. Betonnya juga sudah tidak layak,” ujarnya, Ahad (24/5/2026).

Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu enam hingga tujuh bulan, dari Juni hingga Desember 2026. Selama itu, akses lalu lintas ditutup total. Kendaraan kecil dialihkan ke jalur Walahir–Nambo–Gunung Putri. Sedangkan kendaraan sedang dan besar wajib lewat Cileungsi–Cibubur.

Ujang mengaku khawatir dengan kondisi jalur alternatif. “Kalau anggaran saya tidak tahu pasti, karena status jalannya milik provinsi. Apakah bekerja sama dengan PT Wika, karena di sana juga ada tempat produksi gelagar jembatan,” katanya.

Kekhawatiran serupa disuarakan Sekretaris Desa Tlajung Udik, Abdul Harly. Ia menyebut kondisi fisik jembatan sangat mengkhawatirkan. “Ada bagian yang terlihat patah di atas penopang, kami khawatir jembatan bisa roboh atau amblas,” ujarnya.

Meski mendukung perbaikan demi keselamatan, pemerintah desa menyuarakan aspirasi warga. Mereka meminta jalur penghubung darurat untuk pejalan kaki dan sepeda motor. “Aktivitas masyarakat di sini sangat tinggi, terutama anak-anak sekolah dari Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, menuju Klapanunggal,” kata Harly.

Tanpa jalur darurat, warga harus memutar lewat jalur lain yang jaraknya jauh lebih jauh. Harly berharap Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat merealisasikan jembatan sementara sebelum penggalian untuk pemasangan sling dimulai.

Proyek ini tercatat sebagai penggantian Jembatan Kedep pada ruas Jalan Cileungsi–Cibinong. Harly mengapresiasi perhatian Gubernur Jawa Barat, namun menegaskan konektivitas harian warga tak boleh putus. “Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memperlancar konektivitas,” ujarnya.

red24-bgx