Pentingnya Independensi Pers dan Transparansi Gerakan Sosial di Banten

sorot24.id | SERANG – Polemik terkait rangkap jabatan wartawan yang juga aktif dalam organisasi masyarakat maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kembali menjadi perhatian publik di Provinsi Banten. Sejumlah aktivis menilai, independensi pers harus tetap dijaga demi menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan objektif.

foto/dok : istimewa. [red24] .
Pendiri Perkumpulan Bocah Pribumi Banten, Asep Sudrajat, mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa menjadi anggota organisasi sosial merupakan hak setiap warga negara, termasuk wartawan. Namun demikian, menurutnya, etika profesi tetap harus menjadi prioritas utama.

“Pers memiliki fungsi kontrol sosial yang sangat penting. Karena itu independensi dan profesionalitas wartawan harus dijaga agar tidak menimbulkan konflik kepentingan di tengah masyarakat,” ujar Asep. Jumat,15.05.2026.

Ia menjelaskan, Dewan Pers sendiri telah mengeluarkan Seruan Nomor 02/S-DP/XI/2023 tentang Perangkapan Profesi Wartawan dan Keanggotaan LSM. Dalam seruan tersebut ditegaskan bahwa wartawan tidak dilarang menjadi anggota organisasi tertentu, namun wajib menjaga objektivitas dan menghindari konflik kepentingan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut Asep, situasi tersebut harus menjadi pembelajaran bersama agar ruang demokrasi tetap sehat dan tidak dipenuhi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan kepada media maupun gerakan sosial hanya karena adanya dugaan kepentingan yang tumpang tindih. Semua pihak harus mengedepankan etika dan transparansi,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Banten untuk tetap menjaga kondusivitas serta menghormati proses hukum dan mekanisme yang berlaku dalam menyampaikan aspirasi publik.

“Kontrol sosial itu penting, kritik juga penting, tapi harus tetap berdasarkan fakta, data, dan etika,” tutupnya.

red24_RG

The Ascott Limited Hadirkan Oakwood Yogyakarta, Menandai Debut Brand OakWood di Kota Budaya

sorot24.id | Yogyakarta – The Ascott Limited (Ascott), perusahaan perhotelan internasional terkemuka sekaligus unit bisnis penginapan yang sepenuhnya dimiliki oleh CapitaLand Investment Limited, mengumumkan pembukaan Oakwood Yogyakarta, yang menandai debut brand Oakwood di salah satu destinasi budaya terkenal di Indonesia.

Oakwood Yogyakarta menghadirkan pengalaman hunian modern yang dirancang bagi wisatawan bisnis maupun rekreasi. Properti ini kini menyambut para tamu dengan pilihan kamar yang menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dan berkelas di jantung kota.

Oakwood menghadirkan pengalaman tinggal melampaui kenyamanan rumah. foto/dok : istimewa . [red24] .
Para tamu dapat menikmati berbagai pengalaman selama menginap, termasuk sajian all-day dining di Oakbistro dengan beragam pilihan kuliner dari pagi hingga malam hari. Kolam renang infinity di rooftop menghadirkan suasana relaksasi dengan pemandangan kota, sementara Oakbar menawarkan atmosfer santai namun elegan, dilengkapi panorama Kota Yogyakarta dan pemandangan Gunung Merapi. Sejalan dengan filosofi Oakwood yang menghadirkan pengalaman tinggal melampaui kenyamanan rumah, properti ini menghadirkan ruang dan fasilitas yang dirancang untuk mendukung gaya hidup modern serta kebutuhan perjalanan masa kini.

Philip Barnes, Country General Manager The Ascott Limited – Indonesia, mengatakan,

“Yogyakarta tetap menjadi destinasi utama yang dikenal dengan kekayaan warisan budayanya serta daya tariknya yang terus berkembang di kalangan wisatawan rekreasi maupun pelaku perjalanan bisnis. Dengan hadirnya Oakwood Yogyakarta, kami berharap dapat berkontribusi terhadap perkembangan industri perhotelan kota ini melalui pengalaman hunian modern yang selaras dengan karakter unik Yogyakarta. Melalui properti ini, kami juga berharap dapat mendukung pertumbuhan destinasi secara berkelanjutan dengan menghadirkan standar internasional yang disesuaikan dengan ekspektasi lokal”, ujarnya .

Sementara itu, Vicky G. K. Sulengkar, General Manager Oakwood Yogyakarta, turut menyampaikan pandangannya mengenai pencapaian ini.

“Momen ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan yang hangat dan personal dengan standar internasional. Kami ingin menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman dengan keseimbangan antara kenyamanan, fungsionalitas, dan kualitas, yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan rekreasi maupun bisnis di Yogyakarta,” ujarnya.

Untuk memperingati debut pertama Oakwood di Yogyakarta, acara dimulai dengan upacara blessing (doa bersama), dilanjutkan dengan sesi pembukaan yang ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kemakmuran, yang dihadiri oleh perwakilan manajemen serta para mitra bisnis.

Dengan lokasi yang strategis serta konsep hunian modern yang mengutamakan kenyamanan, Oakwood Yogyakarta siap menjadi destinasi pilihan bagi para wisatawan leisure maupun pelaku perjalanan bisnis di Yogyakarta.

Untuk merasakan pesona Yogyakarta dengan kenyamanan modern, tamu dapat menikmati tarif kamar mulai dari IDR 1,240,000 net per kamar per malam, sudah termasuk sarapan untuk dua orang. Sementara itu, member baru dapat menikmati hingga 25% hemat untuk masa inap pertama di seluruh properti Ascott di seluruh dunia. Manfaat ini merupakan bagian dari program keanggotaan gratis ASR yang terdiri dari empat tingkatan : Classic, Silver, Gold, dan Platinum, yang masing-masing menawarkan keuntungan bertahap seperti bonus poin, peningkatan tipe kamar gratis, voucher diskon kamar, serta fasilitas early check-in atau late check-out.

Reservasi kini telah tersedia melalui discoverasr.com. Untuk mendapatkan informasi terbaru dan berbagai pembaruan mengenai Oakwood Yogyakarta, ikuti @oakwoodyogyakarta di Instagram.

red24

Sedikitnya 30 Merek Rokok Diduga Illegal Jadi Incaran KPK, Kepolisian dan Bea Cukai di Madura

sorot24.id | JAKARTA – Sebanyak 30 merek rokok diduga illegal (tanpa cukai/tidak bayar pajak) yang beredar di Madura, kini menjadi incaran Aparat Penegak Hukum (APH), baik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kepolisian dan Bea Cukai. Ormas Tanduk Majeng Nusantara kenyebutkan nama-nama pemilik rokok illegal tersebut sudah dikantong KPK.

Menurut Ormas Tanduk Majeng Nusantara kepada media di Jakarta, hasil investigasi disebutkan daerah Jawa Timur, khususnya Madura menjadi target operasi KPK. Madura jadi pusat perhatian setelah sebelumnya pengusaha Rokok H. Khaerul Umam (H.Her) diperiksa KPK untuk dimintai keterangan atas dugaan suap pengusaha rokok kepada oknum Bea Cukai yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK.

Sementara Tanduk Majeng Nusantara merupakan ormas penggiat anti korupsi guna mengawasi abuse of power (penyalahgunaan wewenang), aparat dan pejabat di Madura. Tanduk Majeng membantu pemerintahan Prabowo Subianto berantas korupsi di Pulau Madura yang ditengarai salah satu penyebab Madura masuk daerah termiskin se-Jawa Timur.

Adapun 30 merek rokok yang diduga ilegal antara lain: 1. HMIN Bold 2. Angker, 3. GF, 4. Geboy, 5. Gico, 6. RJ99, 7. Balveer, 8. Humer, 9. LS, 10. Suryaku, 11. Just, 12. Lacoste, 13. LBaik. 14. ST16MA, 15. SOL, 16. Classy, 17. Fantastic, 18. Everest, 19. Dalil. 20. Milde, 21. Manchester, 22. Smith, 23. Luxio, 24. Dubai, 25. Newcastle,
‎26. M4, 27. Aswad, 28. Sanmarino, 29. Marbol, 30. Avatar Masterclass dan lainnya.

Ormas Tanduk Majeng Nusantara menyebutkan wilayah Madura sebagai “lumbung peredaran rokok ilegal”.

Berjalan masif dan terorganisir yang ditengarai di backup oknum aparat hukum, Bea Cukai, LSM, Dewan, maupun preman di wilayah tersebut. Peredaran dan pemasarannya sampai Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan hingga Batam Kepulauan Riau.

‎Pernyataan ini dinilai bukan tanpa dasar. Selama bertahun-tahun, peredaran rokok ilegal di Jawa Timur terutama di wilayah kepulauan seperti Madura kerap menjadi rahasia umum. Harga yang jauh lebih murah (berkisar Rp.10 ribu per bungkus), distribusi terbuka, serta minimnya penindakan menunjukkan lemahnya sistem pengawasan.

‎Untuk itu Ormas Tanduk Majeng mendesak KPK agar tidak berhenti pada pemeriksaan formal terhadap individu pengusaha yang diduga terlibat. Tanduk Majeng menekankan pentingnya membongkar jejaring yang lebih luas, termasuk milibas oknum APH yang terlibat, karena praktek penjualan rokok tanpa cukai ini dapat merusak ekosistim industri rokok dalam negeri.

red24_RG

Surat dari RRC Bukti Ketidakpercayaan Investor

Oleh : Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi

sorot24.id | JAKARTA – Tak berselang lama kami mempersoalkan kepercayaan (trust) dan jadwal ulang utang (rescheduling), terbitlah surat dari Kamar Dagang China di Indonesia kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, para pengusaha menyoroti berbagai kebijakan pemerintah dan beberapa kekhawatiran yang menyertainya. Salah satu diantaranya, yaitu keluhan (complaint) terkait kenaikan pajak dan royalti, pengetatan aturan devisa hasil ekspor (DHE), pengurangan kuota bijih nikel, hingga dugaan praktik penegakan hukum yang dinilai berlebihan serta membuka celah korupsi maupun pemerasan model baru.

Melalui surat itu, para pengusaha dan investor China tersebut juga menegaskan dukungan yang telah diberikan kepada pemerintah. Khususnya, kebijakan pemerintah Indonesia dalam menjalankan bisnis sesuai aturan hukum yang berlaku. Termasuk mengeklaim telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri hilir, serta tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR).

Lalu, apakah tulisan yang mengingatkan pemerintah dari kami sebelumnya terkait menumbuhkan kepercayaan (trust) adalah sebuah kebetulan ? Atau memang sebenarnya kebijakan pemerintahlah yang mengakibatkan ketidakpercayaan (distrust) pihak lain di luar Indonesia yang tidak pernah serius dibenahi ? Yang lebih penting ditunggu publik tentunya adalah apa sikap dan tindak lanjut pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto atas surat dari Kadin China itu.

Kebijakan dan Iklim Investasi

Secara teknis administratif, surat itu juga mencermati perkembangan kebijakan pemerintah yang mutakhir. Diuraikan, bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia secara umum menghadapi persoalan serius, yaitu kebijakan investasi (regulasi) yang terlalu ketat. Selain itu, penegakan hukum berlebihan, bahkan korupsi dan pemerasan oleh otoritas terkait tidak pernah diselesaikan secara tuntas.

Artinya, kondisi yang telah dialami para pengusaha atau investor negara lain sungguh sangat serius. Sebab, secara nyata telah mengganggu operasi atau aliran kas (Cash Flow) normal perusahaannya. Sebagaimana yang kami ingatkan, bahwa masalah ini jelas merusak kepercayaan investasi jangka panjang. Dampaknya, menimbulkan keraguan atas kepastian keamanan dan kenyamanan investasi serta operasi bisnis mereka. Kekhawatiran ini akan semakin meluas di kalangan perusahaan investasi negara manapun terhadap lingkungan bisnis Indonesia di masa depan.

Salah satu sorotan utama dalam surat Kadin China itu adalah kenaikan pajak dan pungutan yang disebut terjadi berulang kali. Para investor China juga mengeluhkan pemeriksaan pajak yang makin intensif disertai ancaman denda sangat besar. Sangat layak dipertanyakan,apakah kebijakan dan model iklim yang berbiaya tinggi dan terlalu berbelitnya urusan perizinan akan terus dipertahankan oleh pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto ?

Oleh karena itu, Presiden RI Prabowo Subianto harus segera memastikan bahwa implementasi Visi-Misi Asta Cita khususnya dalam hal penguatan ideologi Pancasila (nomor 1) dijalankan sebagaimana mestinya. Pelaksanaan Sistem Ekonomi Konstitusi yang telah ditekadkan harus dibuktikan melalui perbaikan kebijakan dan iklim investasi termasuk personalia kabinet yang mendukungnya.

red24

Perkumpulan Bocah Pribumi Banten Angkat Bicara soal Polemik Dugaan E-Purchasing di Biro Umum Provinsi Banten

sorot24.id | SERANG – Pendiri Perkumpulan Bocah Pribumi Banten, Asep Sudrajat, menanggapi beredarnya isu dan rencana aksi unjuk rasa terkait dugaan konspirasi E-Purchasing pada paket jasa kebersihan dan pemeliharaan kendaraan di lingkungan Biro Umum Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026.

Menurut Asep Sudrajat, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi. Namun ia mengingatkan agar setiap tuduhan disampaikan secara objektif, proporsional, dan berdasarkan fakta hukum yang dapat dipertanggung jawabkan.

“Kami menghormati hak setiap kelompok masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Tetapi tuduhan seperti pengondisian penyedia, slot setting, maupun konspirasi pengadaan tidak boleh dibangun hanya berdasarkan asumsi dan opini,” ujar Asep Sudrajat, Jumat (15/5/2026).

Ia menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada putusan resmi dari lembaga pengawas ataupun aparat penegak hukum yang menyatakan adanya pelanggaran hukum dalam proses pengadaan tersebut.

“Dalam negara hukum, semua pihak harus menjunjung asas praduga tak bersalah. Jangan sampai opini liar berkembang lebih cepat daripada fakta dan proses hukum itu sendiri,” katanya.

Asep juga menjelaskan bahwa sistem E-Purchasing dan E-Katalog nasional memiliki mekanisme administratif serta verifikasi tersendiri yang sangat memungkinkan suatu produk dapat segera tayang ketika kebutuhan pengadaan diumumkan.

“Cepatnya tayang produk dalam E-Katalog belum tentu merupakan bentuk pelanggaran. Harus dilihat secara utuh mekanisme administrasi, kesiapan penyedia, dan prosedur sistem elektronik yang berlaku,” jelasnya.

Terkait isu pemecahan paket pekerjaan jasa kebersihan, ia menilai hal tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai pelanggaran tanpa adanya audit menyeluruh terhadap dasar perencanaan dan kebutuhan teknis masing-masing pekerjaan.

“Kalau memang ada indikasi penyimpangan, silakan dibuktikan melalui audit resmi, bukan sekadar membangun narasi di ruang publik,” tambahnya.

Pendiri Perkumpulan Bocah Pribumi Banten itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah dan mengedepankan penyelesaian melalui jalur hukum serta mekanisme pengawasan yang sah.

“Kritik yang sehat harus menghadirkan solusi dan data yang objektif, bukan sekadar membangun kegaduhan yang berpotensi menyesatkan opini publik,” tutup Asep Sudrajat.

red24_RG

Darurat Sampah Kabupaten Tangerang : TPS Ilegal Menjamur, Mesin Mangkrak, Armada Minim, sopir di peras dan Nasib Petugas Kebersihan Terabaikan

Oleh : Muhamamd Agus _ Ketua PGK (Perkumpulan Gerakan Kebangsaan)

sorot24.id | TANGERANG – Persoalan sampah di Kabupaten Tangerang saat ini semakin kompleks dan mencerminkan lemahnya tata kelola lingkungan hidup yang dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya oleh UPT yg mengelola sampah dan DLHK Kabupaten Tangerang. Permasalahan tersebut bukan hanya soal tumpukan sampah, tetapi juga menyangkut dugaan pembiaran TPS ilegal, mesin pengolahan sampah yang mangkrak, armada pengangkut yang tidak optimal, hingga persoalan kesejahteraan para petugas kebersihan yang masih jauh dari kata layak.

Maraknya TPS ilegal di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang menjadi bukti bahwa pengawasan dan penindakan belum berjalan maksimal. Sampah rumah tangga maupun limbah non-rumah tangga terus dibuang sembarangan tanpa solusi nyata. Akibatnya, lingkungan tercemar, saluran air tersumbat, bau menyengat meresahkan masyarakat, dan ancaman penyakit semakin meningkat.

Di sisi lain, kami juga mempertanyakan keberadaan mesin pengolahan sampah yang telah dianggarkan menggunakan uang rakyat namun diduga tidak pernah digunakan secara maksimal oleh UPT maupun DLHK Kabupaten Tangerang.

Mesin yang seharusnya menjadi solusi pengurangan volume sampah justru terkesan mangkrak dan tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kondisi ini menimbulkan dugaan lemahnya perencanaan, minimnya evaluasi, serta tidak optimalnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.

Permasalahan armada sampah juga menjadi sorotan serius. Banyak armada pengangkut sampah yang dinilai sudah tua, sering mengalami kerusakan, jumlahnya tidak sebanding dengan volume sampah harian, hingga menyebabkan keterlambatan pengangkutan di berbagai wilayah. Dampaknya, sampah menumpuk berhari-hari di lingkungan warga dan memperburuk kondisi kebersihan Kabupaten Tangerang.

Ironisnya, di tengah beratnya pekerjaan para petugas kebersihan dan sopir armada sampah yang setiap hari berjibaku dengan risiko kesehatan dan kondisi kerja yang berat, persoalan upah serta kesejahteraan masih menjadi keluhan. Banyak pihak menilai perhatian pemerintah terhadap petugas lapangan belum maksimal, padahal mereka merupakan garda terdepan dalam menjaga kebersihan daerah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kabupaten Tangerang bukan sekadar masalah teknis, melainkan sudah menjadi persoalan tata kelola, transparansi anggaran, dan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi lingkungan hidup serta hak masyarakat atas lingkungan yang sehat.

Pemerintah Kabupaten Tangerang khususnya DLHK harus segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pengelolaan sampah, mulai dari :

  1. Penertiban TPS ilegal secara tegas
  2. Audit pengadaan dan penggunaan mesin pengolahan sampah
  3. Peremajaan dan penambahan armada pengangkut sampah
  4. Transparansi anggaran persampahan
  5. Peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan dan sopir armada
  6. Pengawasan ketat terhadap kinerja UPT persampahan
  7. Berantas mafia armada

Jika tidak segera dibenahi, persoalan sampah dan kesejahteraan petugas kebersihan dan sopir sopir armada di Kabupaten Tangerang akan terus menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

red24

Dirjen Bea Cukai Djaka Terseret Korupsi Rp.61,3 Milyar, LSM LIRA Desak Presiden dan Menkeu Segera Pecat

sorot24.id | JAKARTA – Institusi Bea Cukai kembali tercoreng. Kali ini nama Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama ikut terseret dalam kasus suap importasi barang Rp 61,3 milyar yang melibatkan pimpinan Blueray Cargo, John Field. LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) pun mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa agar segera memecat petinggi Bea dan Cukai itu.

“Sebaiknya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan harus segera memecat Dirjen Bea Cukai. Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melakukan perubahan dan pembersihan di Direktorat Bea dan Cukai, guna menciptakan pemerintahan yang bersih” tegas KRH.HM.Jusuf Rizal,SH, Presiden LSM LIRA kepada media di Jakarta.

Pernyataan Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo Subianto itu disampaikan menjawab pertanyaan media usai diskusi Tipikor yang dilaksanakan Pemuda Lira, Adam Irham, terkait nama Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama yang muncul dalam dakwaan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat belum lama ini.

LSM LIRA merupakan LSM yang kerap mengkritisi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, bahkan seringkali membongkar berbagai kasus penyelundupan yang merugikan negara. Terkait kasus Dirjen Bea dan Cukai, LSM LIRA akan turun aksi demo ke Kementerian Keuangan dan secara khusus mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto maupun DPR agar Dirjen Bea Cukai segera di pecat.

Sebagaimana dilansir media nama Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama terseret kasus suap importasi barang diluar ketentuan dengan memberikan fasilitas jalur hijau (tanpa pemeriksaan) kepada Blueray Cargo milik John Field. Penyalahgunaan wewenang ini dilakukan bersama-sama aparat Bea Cukai dan diketahui Dirjen Bea dan Cukai.

Dalam dakwaan Jaksa KPK, nama Djaka Budi disebut hadir dalam rangkaian pertemuan antara pejabat DJBC dengan pengusaha kargo sebelum dugaan pengondisian jalur impor terjadi. Pertemuan dengan pengusaha ini dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, sekitar Juli 2025.

“Dilakukan pertemuan antara pejabat-pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai antara lain Djaka Budi Utama, Rizal Fadillah, Sisprian Subiaksono dan Orlando Hamonangan Sianipar dengan pengusaha-pengusaha kargo,” bunyi surat dakwaan jaksa KPK.

Setelah pertemuan ini, pada periode Juli 2025 hingga Januari 2026, John Field diketahui bersama memberikan uang total Rp61.301.939.000 dalam bentuk dolar Singapura kepada para pejabat DJBC. Selain itu, dari dakwaan, tercatat ada juga fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1.845.000.000 yang diberikan kepada sejumlah pejabat.

Rizal selaku mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC disebut menerima Rp2 miliar hampir di setiap penyerahan uang dan Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono menerima Rp1 miliar. Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan menerima Rp450 juta hingga Rp600 juta a.l. fasilitas hiburan senilai Rp1,45 miliar dan jam tangan Tag Heuer senilai Rp65 juta.

Pihak Dirjen Bea dan Cukai merespon Dakwaan Jaksa KPK, Budi Prasetiyo, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, menyatakan bahwa mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara,” kata Budi Prasetiyo, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Kamis (7/5/2026).

Jusuf Rizal, Ketum Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara itu, juga menghargai pendapat Budi Prasetiyo. Namun tambah Jusuf Rizal, sepanjang pemahamannya dalam tindak pidana korupsi, kehadiran Dirjen Bea dan Cukai dalam pertemuan-pertemuan dengan pengusaha Cargo, kemudian adanya pemberian fasilitas jalur hijau dan ada aliran suap Rp 61,3 milyar, sudah masuk dalam penyalahgunaan wewenang.

LSM LIRA mendukung KPK agar membongkar kasus ini agar terang benderang, serta mengusut kemana saja aliran dana haram Rp 61,3 milyar itu. Patut diduga aliran dananya mengalir ke oknum-oknum diatasnya, misalnya di Kementerian Keuangan,” tegas Jusuf Rizal, aktivis penggiat anti korupsi itu.

red24_RG

 

Corporate HR EMC Gelar Family Gathering Hangat di Scientia Square Park

sorot24.id | TANGERANG – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Family Gathering 2026 yang digelar tim Corporate HR EMC di Scientia Square Park, Gading Serpong.Kamis, 14/05/2026.

Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi seluruh anggota tim beserta keluarga untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan sekaligus mempererat hubungan emosional antarpegawai di luar lingkungan kantor.

Dengan mengusung semangat “We’re Engaged”, acara berlangsung santai namun penuh makna. Berbagai aktivitas sederhana seperti bercengkerama, bermain bersama anak-anak, hingga menikmati suasana alam terbuka menjadi warna tersendiri dalam kebersamaan tersebut.

Tidak hanya menjadi ajang rekreasi, kegiatan ini juga dinilai sebagai bentuk nyata membangun employee engagement dan budaya kerja yang lebih sehat serta harmonis.

“Di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari, momen seperti ini sangat berarti. Bisa tertawa bersama, ngobrol santai, teka-teki bapak-bapaks hingga membangun rasa kekeluargaan di luar rutinitas kantor,” ungkap salah satu peserta kegiatan.

Keceriaan tampak jelas dari antusiasme keluarga yang hadir. Anak-anak terlihat menikmati berbagai wahana dan interaksi dengan satwa di Scientia Square Park, sementara para karyawan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat komunikasi dan solidaritas tim.

Dalam suasana penuh keakraban, seluruh peserta berharap kebersamaan seperti ini dapat terus terjalin dan menjadi energi positif dalam mendukung produktivitas kerja di lingkungan EMC.

Acara juga diwarnai ucapan terima kasih kepada seluruh rekan dan keluarga yang telah hadir serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Engagement bukan hanya soal pekerjaan, tetapi tentang hubungan antarmanusia yang tulus dan rasa saling memiliki sebagai satu tim,” ujar HR Director EMC.

Melalui Family Gathering ini, Corporate HR EMC menunjukkan bahwa hubungan kerja yang kuat tidak hanya dibangun di ruang kantor, tetapi juga melalui momen kebersamaan yang hangat dan penuh makna bersama keluarga.

red24

Kapolsek Metro Tambora Dampingi Kapolres Jakbar Tinjau Kegiatan Kenaikan Isa Almasih Di Tambora

sorot24.id | JAKARTA – Jajaran Polres Metro Jakarta Barat dalam rangka memperingati hari Kenaikan Isa Almasih, melakukan monitoring beberapa gereja guna memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Peringatan Kenaikan Yesus Kristus (Isa Al Masih) dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi pada kesempatan tersebut melakukan monitoring langsung pelayanan pengamanan gereja di wilayah Jakarta Barat, salah satunya Gereja Santapan Rohani di Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat. Kamis,14/5/2026.

Kapolres bersama Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan dan jajaran serta Kapolsek Metro Tambora Akp Wahyu Hidayat. foto/dok : istimewa . [red24] .
Didampingi Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Rezi Dharmawan beserta jajaran pejabat utama Polres Metro Jakarta Barat Dan Kapolsek Metro Tambora Akp Wahyu Hidayat.

Kapolres Metro Jakarta Barat sebelumnya memastikan kesiapan personel pengamanan sekaligus berdialog langsung dengan pengurus gereja dan jemaat.

“Polri hadir untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan damai. Momentum peringatan Kenaikan Yesus Kristus ini juga menjadi simbol kebersamaan serta mempererat nilai toleransi antar umat beragama,” ujar Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keamanan rumah ibadah serta memperkuat nilai toleransi antar umat beragama.

Semoga semangat kebersamaan, kedamaian, dan toleransi terus terjaga demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Jakarta Barat khususnya di Tambora, Jakarta Barat.

Sumber : Pol.Tbr

red24_PUJI

Mahar Inna Rayhaana Siswi SDN Grogol 01 Kembali Mengukir Prestasi di FLS3N

sorot24.id | JAKARTA – Siapa bilang mempertahankan prestasi itu mudah ? Mahar Inna Rayhaana, siswi kelas 5A SDN Grogol 01 Jakarta Barat baru saja membuktikan bahwa bakat yang diasah dengan latihan keras tidak akan mengkhianati hasil.

Tahun ini, Mahar Inna Rayhaana kembali mengukir prestasi di ajang bergengsi FLS3N (Festival Lomba Seni & Sastra Siswa Nasional) tingkat kecamatan dalam cabang lomba Kriya yang, diselenggarakan di SDN Wijaya Kusuma 01 Jakarta Barat pada Kamis, 30 April 2026 lalu.

Karya Mahar Inna Rayhaana kembali mengukir prestasi di ajang bergengsi FLS3N (Festival Lomba Seni & Sastra Siswa Nasional) tingkat kecamatan foto/dok : red24 .

Berkat ketekunan dan kecintaannya pada seni kerajinan tangan, ia berhasil membawa pulang gelar Juara Harapan 1.

Ananda Inna berpose bersama karya kriyanya yang bertemakan permainan tradisional pasar malam. Menggunakan material alam dari lingkungan sekitar, ia berhasil mengonstruksi miniatur Biang Lala, Kora-Kora, dan Ontang-Anting dengan detail yang presisi. Karya ini mencerminkan kreativitas siswa dalam mengolah potensi alam sekaligus mendukung visi sekolah berwawasan lingkungan (Adiwiyata). Kompetisi tahun ini,Inna panggilannya menghadirkan karya yang sangat unik dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dengan memanfaatkan bahan alam khas lingkungan sekitar, ia berhasil menyulapnya menjadi miniatur permainan tradisional yang identik dengan kemeriahan pasar malam.
Karya kreatif Inna ini terdiri dari tiga wahana ikonik yang dibuat dengan tingkat ketelitian tinggi :

  • Kora-kora, yang menggambarkan semangat keceriaan.
  • Biang Lala, yang melambangkan keindahan sudut pandang.
  • Ontang-anting, yang menonjolkan detail konstruksi yang rumit namun artistik.

Melalui karyanya, Inna tidak hanya menunjukkan bakat seni kriyanya, tetapi juga mengangkat kembali memori dan budaya lokal melalui media bahan-bahan alami yang ada di sekitarnya.

Terinspirasi dari kemeriahan pasar malam, Ananda Inna menciptakan sebuah mahakarya kriya yang memukau. Dengan memanfaatkan bahan alam khas lingkungan sekitar, Inna menyulap bambu, kayu, dan serat alam menjadi tiga wahana ikonik : Kora-Kora, Biang Lala, dan Ontang-Anting.

Karya ini bukan sekadar miniatur, melainkan simbol ketekunan dan kepedulian lingkungan. Melalui tangan kreatifnya, Inna membuktikan bahwa semangat Sekolah Adiwiyata dapat diwujudkan menjadi karya seni bernilai tinggi yang membawanya meraih Juara Harapan 1 FLS3N Kriya tahun ini.

Sebuah perpaduan apik antara bakat alami, bimbingan guru, dan dukungan penuh orang tua. Permainan tradisional yang digambarkan Inna lewat pasar malam bahkan bisa bergerak dengan menggunakan dynamo layaknya permainan tradisional yang siap dijalankan atau dimainkan
Perjalanan ini bukanlah hal baru baginya. Mengingat kilas balik tahun lalu, Inna sukses meraih posisi Juara 2 di bidang yang sama. Konsistensi inilah yang patut kita acungi jempol.

“Bagi saya, kriya bukan sekadar lomba, tapi soal ketelitian dan kesabaran dalam setiap detailnya,” ujar Inna.

Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan. Di balik karya-karya kreatif yang ia ciptakan, ada kedisiplinan tinggi dan semangat berlatih tanpa lelah. Menariknya, bakat dan ide-ide kreatif Inna tumbuh subur berkat pengaruh luar biasa dari semua pihak guru, kepala sekolah dan dukungan orangtua.

Darah seni mengalir kuat dari Sang Bunda yang merupakan seorang pekerja seni , sementara ketekunan dan kerangka berpikir sistematisnya didapat dari Sang Ayah yang merupakan seorang dosen. Perpaduan ini membuktikan bahwa dukungan serta latar belakang orang tua memegang peranan krusial dalam melejitkan potensi anak.

Menurut kepala Sekolah SDN Grogol 01 Jakarta Barat, Rizki, S.Pd, yang akrab disapa Pak Boy, hasil ini merupakan perjuangan dari berkomitmen menciptakan lingkungan kreatif bagi siswa. Melalui program daur ulang sampah dan pelatihan kerajinan tangan, sekolah mendorong siswa untuk memanfaatkan tidak hanya bahan alam, tetapi juga bahan bekas pakai menjadi karya yang bernilai guna. Program ini dirancang agar setiap siswa memiliki wadah untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

“Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puji bagi Allah SWT atas karunia dan keberkahan yang dilimpahkan kepada kita semua. Kami segenap keluarga besar SDN Grogol 01 merasa sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh ananda Mahar Inna Rayhaana dalam ajang FLS3N Kriya tahun ini. Kami bangga melihat ketekunanmu yang luar biasa dalam berlatih hingga kembali berhasil menjadi juara tahun ini. Terima kasih telah mengharumkan nama sekolah dengan disiplin dan kerja kerasmu. Teruslah berkarya dan jangan pernah berhenti mengasah bakatmu,” ungkap Pak Boy .

Di sekolah, peran guru kelas Inna juga menjadi kunci sukses. Ibu Fatim Firman Sari, S.Pd yang merupakan wali kelas Inna tidak hanya memberikan motivasi harian, tetapi juga aktif memberikan masukan ide-ide segar serta membimbing proses kreatif agar karya yang dihasilkan semakin berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Beliau juga berperan penting dalam memantau perkembangan bakatnya setiap hari, memberikan tantangan baru agar imajinasinya terus berkembang, serta menjadi sosok pendukung utama yang memastikan disiplin berlatih tetap terjaga di sela-sela waktu belajar.

“Alhamdulillah, bangga sekali dengan Ananda Inna. Terima kasih sudah membuktikan bahwa dengan tekun mengasah bakat dan menjaga semangat, prestasi akan datang mengikuti. Teruslah berkarya dengan ide-ide kreatifmu yang luar biasa. Keep spirit and stay creative!” ungkap Ibu Fatim.

Selanjutnya, wali murid dari Inna menuturkan, bahwa kepemimpinan Pak Boy sangat mendukung dan memperhatikan prestasi siswa.

“Alhamdulillah, kami mewakili orang tua ingin mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Kepala Sekolah. Terima kasih atas dukungan, fasilitas, dan ruang yang diberikan sekolah sehingga anak kami bisa menyalurkan bakatnya di bidang Kriya. Kepemimpinan Bapak yang begitu peduli terhadap bakat non-akademik sangat berarti bagi perkembangan mental dan kreativitas anak-anak kami. Semoga sekolah kita semakin maju dan terus mencetak generasi berprestasi,” ujarnya.

Harapan besar agar prestasi yang diraih Inna menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa lainnya. Bahwa karya Inna yang memanfaatkan bahan alam dan limbah lingkungan ini adalah cerminan nyata dari identitas SDN Grogol 01 sebagai Sekolah Adiwiyata.

“Kami berharap melalui keberhasilan Inna, seluruh warga sekolah semakin semangat untuk beradiwiyata dan berkarya, bahwa lingkungan sekitar adalah sumber inspirasi yang tak terbatas. Prestasi ini membuktikan semangat Adiwiyata bukan sekadar menjaga kebersihan, tapi juga tentang bagaimana kita berinovasi dan berkarya secara kreatif demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Semoga SDN Grogol 01 terus konsisten melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berbakat, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

SDN GROGOL 01 SIAP (SEHAT, ILMU, AKHLAK, PRESTASI) 

red24_LUNAS