Anggota Kelompok Self Help Group (SHG) penyandang disabilitas psikososial mempraktikkan komunikasi efektif seusai memaparkan hasil pendataan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kepercayaan diri dan partisipasi di ruang publik. DOK. SHG/sorot24.id

sorot24.id |Kota Tangerang — Kelompok Self Help Group (SHG) kembali menggelar kegiatan rutin sebagai wadah belajar bersama dan penguatan kapasitas bagi ragam disabilitas, terutama penyandang disabilitas psikososial pada hari Jumat (22/05/2026) .

Kegiatan kali ini mengangkat tema _“Hasil Temuan Pendataan dan Cara Berkomunikasi Secara Efektif di Depan Publik”_.bertempat di Aula Balai Warga RW 12 Sukasari  Tangerang Kota Banten.

Dalam sesi tersebut, para peserta memaparkan berbagai hasil pendataan yang mereka lakukan terkait kondisi sosial, kebutuhan dasar, akses terhadap layanan publik, serta tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas di lingkungan sekitar.

Temuan ini menjadi dasar penting untuk mendorong advokasi, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan layanan yang lebih inklusif.

Selain membahas data, peserta juga mendapat penguatan keterampilan komunikasi publik. Mereka dilatih cara menyampaikan pendapat dengan percaya diri, membangun interaksi yang baik, hingga menyuarakan aspirasi secara jelas dan terarah.

Materi ini diharapkan mampu mendorong ragam disabilitas, khususnya disabilitas psikososial, untuk lebih berani tampil, berbicara, dan terlibat aktif dalam forum sosial maupun kegiatan masyarakat.

Suasana Pertemuan Rutin Bulanan Kelompok Self Help Group (SHG) Sukasari yang digelar di Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang, 2025. Kegiatan yang didukung Program INKLUSI dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM ini menjadi ruang aman bagi ragam disabilitas, khususnya disabilitas psikososial, untuk memaparkan hasil temuan pendataan serta berlatih komunikasi efektif di depan publik. Peserta duduk lesehan berdiskusi, didampingi fasilitator yang memegang mikrofon. DOK. SHG SUKASARI/sorot24.id

Melalui kegiatan rutin ini, SHG menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan ruang yang aman, setara, dan inklusif.

Tujuannya agar penyandang disabilitas dapat berkembang, mandiri, serta menjadi bagian penting dalam proses pembangunan sosial di masyarakat.

red24-bgx

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto (tengah) memberikan keterangan pers soal aturan baru usia masuk SD usai acara Komitmen Bersama SPMB Ramah di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).dok/istimewa 

sorot24.id | JAKARTA — Kabar baik bagi orang tua yang anaknya belum genap 7 tahun tapi sudah siap sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan anak di bawah 7 tahun kini bisa masuk Sekolah Dasar (SD) dengan syarat tertentu.

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menegaskan aturan ini sudah resmi lewat Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Kuncinya adalah anak siap untuk mengikuti pembelajaran di SD. Jadi tidak harus tujuh tahun, tidak harus punya ijazah TK,” kata Gogot usai penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Ini 2 Syarat Wajibnya:

1. Surat Keterangan Kesiapan dari Psikolog Terpercaya membuktikan anak siap fisik dan mental untuk belajar di SD.

2. Surat Rekomendasi Dewan Guru jika tidak ada surat psikolog, bisa pakai rekomendasi dari sekolah SD yang dituju. Aturan ini ada di Pasal 11 ayat 7 Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025.

Selain itu, anak tersebut harus memiliki kecerdasan atau bakat istimewa.

Wakil Ketua Komisi X DPR Himmatul Aliyah mendukung penuh kebijakan ini. Menurutnya, usia tidak boleh jadi penghalang anak masuk sekolah. “Kecerdasan anak bervariasi. Ada yang sudah siap belajar pada usia lima atau enam tahun,” ujarnya.

Meski aturan dilonggarkan, Kemendikdasmen tetap memprioritaskan anak berusia 7 tahun untuk masuk SD.

red24

Petugas gabungan melakukan olah TKP penemuan mayat wanita di kebun warga Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (18/5/2026) malam. Foto: Istimewa/sorot24

sorot24.id|SERANG – Kasus penemuan mayat wanita tergantung di kebun milik warga Cipocok Jaya, Kota Serang, memasuki babak baru. Satreskrim Polresta Serang Kota mengamankan satu pria berinisial S yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.

Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, membenarkan penangkapan tersebut. “Alhamdulillah, semalam sudah ditangkap terduga pelaku pembunuhan wanita tergantung,” ujarnya di Serang, Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa identitas di kebun rambutan milik almarhum SN, Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya. Kapolsek Cipocok Jaya AKP Juwandi mengatakan jasad ditemukan pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kondisinya tergantung di pohon, berpakaian lengkap, tapi tubuh sudah menghitam dan membusuk. Diperkirakan meninggal sekitar lima hari,” kata Juwandi.

Dokter forensik RS Bhayangkara, Donald Rinaldi, memastikan korban tewas bukan karena bunuh diri. Hasil autopsi menemukan banyak luka memar di lengan kanan korban. Fakta lain, korban masih hidup saat digantung.

“Jadi pada saat digantung itu dia masih hidup. Kalau bunuh diri apa bukan, saya bilang bukan bunuh diri. Kalau dia mati karena dianiaya, saya bilang bisa,” tegas Donald, Rabu (20/5/2026).

Hingga kini, polisi belum mengungkap motif pembunuhan maupun hubungan pelaku dengan korban. Identitas korban juga masih dalam penelusuran.

red24

Gubernur Banten Andra Soni (tengah, kemeja putih) didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau lokasi pengerukan sedimentasi Situ Bulakan di Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rabu (20/5/2026).

sorot24.id |Kota Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau peningkatan kapasitas Situ Bulakan Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Peningkatan kapasitas daya tampung air situ seluas 30 hektare itu dilakukan dengan pengerukan sedimentasi dan penertiban bangunan liar di tepian situ.

“Hari saya bersama Wali Kota Tangerang Pak Sachrudin memantau pengangkatan sedimentasi atau normalisasi Situ Bulakan. Daya tampung situ saat ini kurang lebih 350 ribu kubik. Dengan upaya ini kita harapkan kapasitasnya meningkat menjadi 600 ribu kubik,” ungkap Andra Soni.

“Sehingga ada dampak positifnya untuk mengatasi atau mengurangi beban air yang masuk ke lingkungan perumahan di sekitar sini,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan normalisasi Sungai Cirarab. Sungai ini menjadi pendukung utama pengendalian banjir di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Andra Soni juga menekankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten untuk saling berkoordinasi dengan Dinas PUPR kabupaten dan kota. Koordinasi dilakukan agar normalisasi Sungai Cirarab bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya.

“Karena kita lihat banyak bangunan liar, pemanfaatan aliran sungai yang tidak sesuai dengan peruntukan, dan banyak hal lain yang membuat beban kita pada saat curah hujan tinggi menjadi luar biasa,” jelasnya.

“Maka upaya-upaya ini kita lakukan secara perlahan, saling berkoordinasi yang nantinya kita lanjutkan dengan balai besar,” tambah Andra Soni.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Andra Soni yang terus melakukan pemantauan dan mengantisipasi persoalan banjir Kota Tangerang.

Kepala daerah menjadi terpacu karena mendapatkan bantuan semua pihak. Termasuk, mengapresiasi atas koordinasi Pemprov Banten bersama DKI Jakarta untuk bersama menangani persoalan banjir wilayah Tangerang dan Jakarta.

“Bukan hanya itu, antisipasi banjir wilayah timur Kali Angke juga sedang berjalan atau sedang dilakukan. Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Tangerang berjalan,” kata Sachrudin.

Ssmentara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, dengan pekerjaan normalisasi, daya tampung Situ Bulakan naik dua kali lipat.

Tampungan air Sungai Cirarab juga sebagian bisa masuk Situ Bulakan. Terhadap penertiban banguna liar, ia juga mengaku bersyukur karena prosesnya berjalan lancar.

“Dengan koordinasi Pemerintah Kota Tangerang, para pemilik bangunan luar menerima. Cuma mereka minta waktu untuk melakukan pembongkaran mandiri,” katanya.

Salah satu pemilik bangunan liar di pinggiran Situ Bulakan, Iwan (45 tahun) mengaku pasrah dan mendukung penertiban bangunan liar di pinggiran Situ Bulakan.

Pemilik warung yang menjual mie, kelapa muda, dan kopi itu mengaku sedang berusaha mencari lokasi baru untuk melanjutkan usaha warungnya.

“Ya bagaimana lagi, kita dukung. Kita pasrah untuk membongkar. Saya sedang mencari tempat untuk melanjutkan jualan,” ucap Iwan.

sumber: Pemprov Banten 

red24

Puluhan mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang membentangkan spanduk bertuliskan “KAMI TIDAK LUPA, KAMI TIDAK TAKUT, KEKUASAAN MELAWAN” saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026). dok:botay/molly/sorot24.id

sorot24.id|Tangerang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT) menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Jl. Taruna Raya, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kamis (21/5/2026) sore.

Aksi yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut diikuti sekitar 25 orang dengan koordinator lapangan Fajar, Presiden Mahasiswa BEM UMT. Massa membawa sejumlah atribut berupa TOA, spanduk, poster, hingga ban.

Dalam orasinya, Presma BEM UMT Fajar menegaskan aksi ini sebagai pengingat runtuhnya Orde Baru dan alarm bagi pemerintah. “Kita ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat karena kesewenangan pemerintah.

Disini terjadi perampasan ruang hidup, ada pembangunan berkedok penjajah, berkedok pangan dan iming-iming pekerjaan, namun itu semua ada perampasan tanah oleh orang besar dengan korporasi penjajahan modern,” ujar Fajar.

Mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melanjutkan aksi malam hari dengan menyalakan lilin dan membakar ban saat unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026). Di bawah spanduk bertuliskan “KAMI TIDAK LUPA KAMI TIDAK TAKUT #BEM UMT”, seorang orator menyampaikan tuntutan melalui megaphone. Aksi yang diwarnai pembacaan puisi dan teatrikal ini menyoroti isu oligarki, perampasan lahan, hingga pembungkaman kritik. Aksi berakhir pukul 19.50 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.dok:molly/sorot24.id

Massa juga menyoroti isu pagar laut yang disebut masih berlanjut dan dikerjakan oleh Agung Sedayu Group, monopoli bisnis “9 Naga”, hingga kasus pembungkaman aktivis seperti Andre Yunus yang disiram air keras.

Selain orasi, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Kekuasaan Melupakan Rakyat” dan “KAMI TIDAK LUPA KAMI TIDAK TAKUT #BEM UMT”. Sejumlah poster tokoh juga dibawa, di antaranya Amien Rais, Fadli Zon, Budiman Sudjatmiko, dan Fahri Hamzah yang fotonya dicoret, serta poster Munir, Widji Thukul, dan Marsinah.

Rangkaian aksi diisi dengan pembacaan press release, sumpah mahasiswa, pembacaan puisi, menyalakan lilin, teatrikal, hingga pembakaran ban pada pukul 18.40 WIB meski sempat diimbau aparat untuk tidak dilakukan.

Jajaran personel Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang melakukan apel konsolidasi pengamanan usai aksi unjuk rasa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026) malam. Dipimpin Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH, MH, pengamanan melibatkan 8 personel kepolisian, 2 personel Kodim 0506/Tgr, dan 1 personel Kesbangpol. Aksi yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB tersebut berakhir pukul 19.50 WIB dalam keadaan aman dan tertib.dok: botay-molly/sorot24.id

Pengamanan dilakukan oleh 8 personel Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang dipimpin Kapolsek Kompol Suyatno, SH, MH, 2 personel Kodim 0506/Tgr, dan 1 personel Kesbangpol Kota Tangerang. Turut hadir Kabag Ops AKBP Bayu Suseno dan Kasat Reskrim AKBP Parikhesit di lokasi.

Aksi berakhir pukul 19.50 WIB. Massa membubarkan diri dengan tertib. Apel konsolidasi pengamanan dipimpin Kapolsek Tangerang pukul 19.55 WIB. “Kegiatan pelayanan aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib,” demikian laporan petugas.

red24molly

Kejari Kota Tangerang Awa Made Agung Teja didampingi Camat Tangerang,Yudi Pradana, SH ,dan jajaran saat memberikan materi Penerangan Hukum di Aula Kecamatan Tangerang, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan menjadikan pengurus RW/RT sebagai garda terdepan penyebaran informasi hukum di lingkungan warga.dok:molly/sorot24.id

Sorot24.id|Tangerang -Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menggelar kegiatan Penerangan Hukum untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di tingkat rukun warga dan rukun tetangga. Acara ini berlangsung di wilayah Aula Kecamatan Tangerang dan disambut antusias oleh ratusan peserta. Kamis (21/05/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Tangerang, 8 Lurah se-Kecamatan Tangerang, serta Kasi Dirjen Kejaksaan Kota Tangerang, Awa Made Agung Teja*. Kehadiran unsur pemerintahan kecamatan dan kelurahan menunjukkan dukungan penuh terhadap program edukasi hukum yang menyentuh langsung ke masyarakat dasar.

Sebanyak 83 Ketua RW dan 417 Ketua RT turut hadir sebagai peserta. Mereka mewakili lebih dari 125.000 jiwa warga Kecamatan Tangerang.

Materi yang disampaikan fokus pada pencegahan pelanggaran hukum, bahaya narkotika, dan pemahaman tentang tugas pokok kejaksaan dalam penegakan hukum.

“Dengan penerangan hukum ini, kami ingin para pengurus RW dan RT bisa menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi hukum yang benar di lingkungan masing-masing,” ujar Awa Made Agung Teja dalam pemaparannya.

 

Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait persoalan hukum yang sering terjadi di lingkungan warga. Diharapkan, setelah kegiatan ini, pengetahuan hukum dapat menyebar lebih cepat dan menekan potensi konflik serta pelanggaran di masyarakat.

red24-(Molly)

Kepala Desa Sindang Sono Muhamad Apandi, AKP Sutikno dari Polsek Pasar Kemis, Pendamping Desa, serta unsur perangkat desa tampak duduk di meja utama saat Rapat Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Narkoba Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang di Aula Kantor Desa, Rabu (21/5/2026). dok:Asep/sorot24.id

sorot24.id| Sindang Jaya, – Pemerintah Desa Sindang Sono menggelar sosialisasi pencegahan bahaya narkoba sebagai langkah proaktif dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Acara yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sindang sono. (21/05/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sindang Sono, Pendamping Desa, serta narasumber dari Kepolisian Sektor (Polsek) Pasar Kemis yang memberikan materi terkait dampak negatif narkoba, upaya pencegahan, serta langkah-langkah pemberantasan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sindang Sono Muhamad Apandi menyampaikan bahwa peran seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahaya narkoba dan bersama-sama menjaga lingkungan desa agar tetap aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Warga dan tokoh masyarakat Desa Sindang Sono antusias mengikuti Rapat Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Narkoba Tahun 2026 di Aula Kantor Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/5/2026). Kegiatan yang dihadiri Kepala Desa Muhamad Apandi dan AKP Sutikno dari Polsek Pasar Kemis ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.dok:Asep/sorot24.id

Narasumber AKP Sutikno dari Polsek Pasar Kemis juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar serta terus meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan remaja.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait upaya pencegahan narkoba di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Sindang Sono berharap terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba demi masa depan generasi muda yang lebih baik.

red24-(asep)

sorot24.id|Tangerang – Empat narapidana kasus terorisme di Lapas Kelas I Tangerang menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Lapas Kelas I Tangerang mulai pukul 09.00 WIB dan berjalan aman serta kondusif.

Ikrar dipimpin langsung oleh para narapidana dengan pembacaan teks Pancasila, pengambilan sumpah NKRI, dan penciuman bendera Merah Putih. Prosesi ini disaksikan jajaran Kementerian Hukum dan HAM, BNPT, Densus 88 Anti Teror, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Banten, aparat kepolisian, TNI, serta pihak pengadilan.

Kalapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil pembinaan kepribadian dan deradikalisasi yang berjalan di dalam lapas. “Proses ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan. Mereka sudah berada pada tingkat radikal hijau dan menyatakan komitmen kembali ke NKRI,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Pembinaan Kepribadian & Kemandirian Ditjen PAS Moch. Maulana, Sub Koordinator Bina Narapidana BNPT Mallysa Fatma Paramita, Kompol Raditya dari Densus 88 Anti Teror, serta Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno. SH., MH.

Keempat narapidana yang mengikrarkan kesetiaan adalah Mohammad Jamhuri dari kelompok JAD Jakarta, serta Widodo alias Waris, Abdul Latief, dan Rahmat Nur Arif dari kelompok JI Riau. Mereka telah menjalani vonis antara 3 tahun 10 bulan hingga 5 tahun.

Keterangan foto Pembacaan Ikrar Setia NKRI oleh Narapidana Terorisme
Empat narapidana kasus terorisme membacakan teks ikrar setia NKRI disaksikan pejabat dari Kementerian Hukum dan HAM, BNPT, Densus 88 Anti Teror, dan aparat keamanan dalam kegiatan yang digelar di Aula Lapas Kelas I Tangerang. Para narapidana berasal dari kelompok JAD Jakarta dan JI Riau dengan tingkat radikal hijau yang telah menyatakan komitmen kembali ke NKRI

Rangkaian acara dimulai dengan apel pengamanan pukul 08.30 WIB, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan doa, ikrar, pemutaran video kegiatan pembinaan di lapas, sambutan, dan ditutup dengan lagu Bagimu Negeri serta sesi foto bersama pada pukul 10.20 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program deradikalisasi pemerintah untuk mengembalikan warga binaan kasus terorisme ke dalam bingkai NKRI.

red24-molly

sorot24TANGERANG, KOTA – Puluhan pengemudi dari Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia [SEPETA] Indonesia Kota Tangerang pagi-pagi sudah bergerak. Mereka berkumpul di SPBU Vivo Modernland sebelum konvoi menuju Jakarta untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa gabungan di depan TVRI dan Gedung DPR RI.

Berdasarkan laporan resmi Polres Metro Tangerang Kota kepada Kapolda Metro Jaya, keberangkatan massa terjadi Selasa 20 Mei 2026 pukul 06.45-07.45 WIB. Sekitar 30 orang dengan 15 unit motor berangkat di bawah komando Ketua SEPETA Indonesia Kota Tangerang, Iwan Setiawan alias Toyang.

“Titik kumpul di SPBU Vivo Jl. Jend. Sudirman, seberang TangCity Mall. Massa memakai bendera SEPETA, seragam organisasi, dan jaket ojol Gojek,” bunyi laporan tersebut.

Konvoi melintasi rute Jl. Benteng Betawi – Jl. Maulana Hasanudin – Jl. Daan Mogot – Kalideres – Cengkareng – Fly Over Pesing – Grogol – Jl. Letjen S. Parman sebelum berhenti di Kantor TVRI dan Kantor DPR RI.

Ada 9 tuntutan utama yang dibawa massa. Inti tuntutannya: pengakuan status pekerja platform, upah layak, transparansi algoritma aplikator, jaminan sosial dan keselamatan kerja, serta hak berserikat.

Keterangan foto Ketua SEPETA Indonesia Kota Tangerang, Iwan Setiawan alias Toyang, memberikan briefing kepada massa sebelum konvoi berangkat menuju TVRI dan Gedung DPR. Dok: Botay/Molly sorot24.id

Mereka juga mendesak pemerintah membangun persatuan nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, mengesahkan UU Ketenagakerjaan baru yang lebih adil, dan merevisi Permenaker No. 7 Tahun 2026.

Menurut catatan laporan, aksi di Jakarta akan lebih besar. SEPETA menargetkan 300 massa dari wilayah Jabodetabek bakal berkumpul di Senayan.

Polres Metro Tangerang Kota memastikan kegiatan keberangkatan berjalan aman dan terpantau. Laporan ini ditembuskan ke Wakapolda, Irwasda, Karo Ops, dan Dirintelkam Polda Metro Jaya.

red24-molly

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penangkapan 3 jurnalis Indonesia oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, Selasa (19/5/2026). Dewan Pers mendesak pemerintah memakai jalur diplomasi untuk membebaskan seluruh WNI yang ditahan.

sorot24.id|Jakarta – Dewan Pers mengecam keras tindakan tentara Israel yang menangkap sejumlah jurnalis yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Dewan Pers mendorong pemerintah memakai jalur diplomasi demi membebaskan jurnalis dan warga sipil.

“Mengecam tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina,” kata Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam pernyataan resminya, Selasa (19/5/2026).

Untuk diketahui, dalam rombongan ini ada sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Tiga di antaranya adalah jurnalis. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Dewan Pers juga telah berkomunikasi dengan pemimpin redaksi dua media tersebut. Informasi penangkapan ini telah terkonfirmasi.

“Dewan Pers berkomunikasi dengan pemimpin redaksi dari Republika dan Tempo TV untuk mengetahui perkembangan peristiwa ini. Kedua media tersebut mendapatkan informasi yang terkonfirmasi soal penangkapan terhadap jurnalisnya pada Senin malam waktu Jakarta,” ungkapnya.

Dewan Pers pun mendorong agar Indonesia menggunakan jalur diplomatik untuk membebaskan jurnalis dan warga sipil. Hal ini termasuk pemulangan mereka.

“Meminta pemerintah Indonesia menggunakan jalur diplomatiknya untuk membebaskan wartawan dan warga sipil Indonesia lainnya yang ditangkap militer Israel. Termasuk membantu pemulangannya ke Indonesia,” ujarnya.

5 WNI Ditangkap Israel

Sebelumnya diberitakan, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan lima orang warga negara Indonesia (WNI) diculik dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka diculik oleh tentara Zionis Israel saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengatakan per Senin (18/5/2026) pukul 21.20 WIB, sejumlah kapal telah diintersep oleh tentara Israel. Kelima WNI yang ditangkap Israel adalah aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize, lalu 3 WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.

“Terkini, 5 delegasi diculik, 4 (WNI) masih berlayar,” kata Harfin kepada wartawan di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, saat ini masih ada empat WNI yang kapalnya masih berlayar sampai malam ini. Keduanya ialah Asad Aras dan Hendro Prasetyo dengan kapal Kasri Sadabad. Kemudian Zefiro, dua WNI juga masih berlayar di perairan Mediterania. Mereka ialah Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla. Kemlu terus berkomunikasi untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan itu.

Kemlu saat ini juga masih menghubungi kapal yang membawa jurnalis Republika. Kemlu meminta Israel membebaskan kapal dan semua aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu. Kemlu mendesak agar bantuan sampai ke Palestina.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” kata juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin (18/5).

red24