Jelang Idul Adha 1447 H, Bupati Tangerang Monitoring Pastikan Harga Bahan Pokok Aman dan Stabil

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melakukan pantauan dan monitoring ketersediaan bahan pokok dan fluktuasi harga menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M di Pasar Curug, Jumat (22/5/26).

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati didampingi oleh Direktur Utama PD Pasar, Direktur PT Mitra Kerta Raharja (MKR), para asisten daerah, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, Bupati Maesyal Rasyid memastikan bahwa harga 15 jenis bahan pokok di Pasar Curug terpantau stabil dan harganya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Hari ini kami bersama tim melihat langsung kondisi di pasar, khususnya di Pasar Curug. Alhamdulillah, ada 15 jenis bahan pokok yang kami cek, mulai dari beras premium, beras medium, beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, hingga berbagai jenis cabai dan bawang, semuanya masih dijual di bawah harga eceran tertinggi,” ujar Maesyal Rasyid.

Secara rinci, dia memaparkan beberapa komoditas yang mengalami penyesuaian harga, di antaranya :

  • Beras Premium : Dijual di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.667 per kilogram (dari HET sekitar Rp14.900)
  • Beras Medium & SPHP : Stabil di harga Rp12.500 per kilogram
  • ⁠Gula Pasir Kemasan : Terpantau di harga Rp17.500 per kilogram

Selain komoditas tersebut, kebutuhan penting lainnya seperti minyak goreng (termasuk Minyakita), daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang putih, serta komoditas cabai (cabai rawit, cabai merah, cabai hijau, hingga cabai setan) dipastikan aman dan harganya normal.

Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pedagang di Pasar Curug yang dinilai konsisten dan berkomitmen menjaga harga tetap stabil demi meringankan beban masyarakat. Dia berharap ketersediaan bahan pokok yang aman bisa terus terjaga dan harganya tidak mengalami kenaikan yang cukup tinggi, khususnya pada perayaan Idul adha nanti.

“Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada para pedagang yang konsisten menjaga harga kebutuhan sehari-hari ini tetap di bawah HET. Komitmen ini sangat membantu menjaga daya beli masyarakat Kecamatan Curug menjelang Iduladha,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menerjunkan beberapa tim lainnya secara simultan yang hasilnya kemudian dibahas bersama dan menentukan langkah-langkah penanganan seperti operasi pasar di berbagai pasar tradisional di wilayah Kabupaten Tangerang guna memastikan keadilan harga dan kelancaran pasokan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/45-Prokopim/V/2026( Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto (tengah) memberikan keterangan pers soal aturan baru usia masuk SD usai acara Komitmen Bersama SPMB Ramah di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).dok/istimewa 

sorot24.id | JAKARTA — Kabar baik bagi orang tua yang anaknya belum genap 7 tahun tapi sudah siap sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan anak di bawah 7 tahun kini bisa masuk Sekolah Dasar (SD) dengan syarat tertentu.

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menegaskan aturan ini sudah resmi lewat Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Kuncinya adalah anak siap untuk mengikuti pembelajaran di SD. Jadi tidak harus tujuh tahun, tidak harus punya ijazah TK,” kata Gogot usai penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Ini 2 Syarat Wajibnya:

1. Surat Keterangan Kesiapan dari Psikolog Terpercaya membuktikan anak siap fisik dan mental untuk belajar di SD.

2. Surat Rekomendasi Dewan Guru jika tidak ada surat psikolog, bisa pakai rekomendasi dari sekolah SD yang dituju. Aturan ini ada di Pasal 11 ayat 7 Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025.

Selain itu, anak tersebut harus memiliki kecerdasan atau bakat istimewa.

Wakil Ketua Komisi X DPR Himmatul Aliyah mendukung penuh kebijakan ini. Menurutnya, usia tidak boleh jadi penghalang anak masuk sekolah. “Kecerdasan anak bervariasi. Ada yang sudah siap belajar pada usia lima atau enam tahun,” ujarnya.

Meski aturan dilonggarkan, Kemendikdasmen tetap memprioritaskan anak berusia 7 tahun untuk masuk SD.

red24

Petugas gabungan melakukan olah TKP penemuan mayat wanita di kebun warga Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (18/5/2026) malam. Foto: Istimewa/sorot24

sorot24.id|SERANG – Kasus penemuan mayat wanita tergantung di kebun milik warga Cipocok Jaya, Kota Serang, memasuki babak baru. Satreskrim Polresta Serang Kota mengamankan satu pria berinisial S yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.

Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, membenarkan penangkapan tersebut. “Alhamdulillah, semalam sudah ditangkap terduga pelaku pembunuhan wanita tergantung,” ujarnya di Serang, Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa identitas di kebun rambutan milik almarhum SN, Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya. Kapolsek Cipocok Jaya AKP Juwandi mengatakan jasad ditemukan pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kondisinya tergantung di pohon, berpakaian lengkap, tapi tubuh sudah menghitam dan membusuk. Diperkirakan meninggal sekitar lima hari,” kata Juwandi.

Dokter forensik RS Bhayangkara, Donald Rinaldi, memastikan korban tewas bukan karena bunuh diri. Hasil autopsi menemukan banyak luka memar di lengan kanan korban. Fakta lain, korban masih hidup saat digantung.

“Jadi pada saat digantung itu dia masih hidup. Kalau bunuh diri apa bukan, saya bilang bukan bunuh diri. Kalau dia mati karena dianiaya, saya bilang bisa,” tegas Donald, Rabu (20/5/2026).

Hingga kini, polisi belum mengungkap motif pembunuhan maupun hubungan pelaku dengan korban. Identitas korban juga masih dalam penelusuran.

red24

S i n e r g i s i t a s  K o p e r a s i

Oleh : M Husni Mubarok-MH

sorot24.id | Pada tahun 1994 Alm. KH Abdurrahman Wahid memanggil Kyai Manarul Hidayah. Ketika itu Gus Dur memerintahkan Kyai Manarul agar mendirikan Koperasi khusus untuk Pesantren, dengan syarat Koperasi tersebut tidak boleh diberikan kepada Kyai Pimpinan Pondok Pesantren dalam Pengelolaannya, tetapi harus diberikan kepada Putra sang Kyai yang minimal lulusan S 1.

Begitulah sekilas sejarah berdirinya Induk Koperasi Pesantren yang hari ini dinahkodai oleh Prof. DR. KH Aqil Siraj sebagai Ketua Dewan Pembina dan Dr. KH Mashudi Suud sebagai Ketua umum.

Pada perjalanannya Induk Koperasi Pesantren (Inkopotren) tersebut pernah mengalami “Layu sebelum Berkembang”, karna faktor minimnya Perhatian Pemerintahan orde baru ketika itu.

Namun dengan semangat juang yang tinggi, para petinggi NU masa itu melakukan langkah – langkah strategis sehingga Induk Koperasi Pesantren tetap eksis sampai hari ini.

Pada tanggal 20 – 21 Mei 2026 Induk Koperasi Pesantren merumuskan Progam jangka Pendek, Menengah dan jangka panjang dikemas secara konstruktif melalui Rapat Kerja Nasional Induk Koperasi Pesantren digedung Smesco Jakarta yang dihadiri oleh Pengurus Inkopotren seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pembina Ikopontren Prof. DR KH Said Aqil Siraj menekankan agar Pesantren tidak dijadikan sebagai Kuburan bagi Koperasi. Santri dan Para Putra Putri Pimpinan Pondok Pesantren harus cerdas secara spiritual dan cerdas secara intelektual dalam menghadapi Perkembangan zaman, sehingga dapat mengelola Inkopotren secara profesional.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Inkopotren Dr. KH Mashudi Suud menghimbau agar santri harus mampu bersaing secara konstruktif untuk menjadi orang Kaya yang Berkah dan dermawan, lebih baik tangan diatas, dari pada tangan dibawah.

Peserta Rakernas mengharapkan agar Keberadaan Koperasi Merah Putih Gagasan Presiden Prabowo Subianto dapat bekerja sama dengan baik , sinergi dalam membangun Bangsa melalui Koperasi unsur manapun terlebih Induk Koperasi Pesantren.

red24

GANN Gelar Aksi di Mabes Polri, Desak Pemberantasan Dugaan Peredaran Obat-Terlarang di Tanah Abang

sorot24.id | JAKARTA– Aktivis Generasi Anti Narkoba dan Narkotika (GANN) menggelar aksi demonstrasi di depan Mabes Polri, Jumat (22/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat kepolisian agar segera memberantas dugaan kartel narkoba yang disebut marak beroperasi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam aksi tersebut, massa membawa tuntutan agar Mabes Polri dan Polda Metro Jaya turun langsung melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika yang diduga berada di sekitar kawasan Gedung Ijo (GI), tepatnya di Jalan Jati Baru Raya dan Jalan KH Mas Mansyur.

Desakan itu muncul setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sekitar rel kereta api kawasan tersebut. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah orang datang secara bergantian dan melakukan interaksi singkat yang diduga sebagai transaksi narkoba jenis sabu.

Ketua GANN, Jefrin, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya meminta aparat penegak hukum tidak tinggal diam terhadap dugaan aktivitas peredaran narkoba yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

“Kami meminta Mabes Polri segera memberantas kartel narkoba di Tanah Abang. Jangan sampai wilayah ibu kota menjadi tempat bebas peredaran barang haram yang merusak generasi muda,” ujar Jefrin di sela aksi.

Menurutnya, lokasi di sekitar rel kereta api dengan bangunan semi permanen diduga dimanfaatkan sebagai titik transaksi karena dianggap minim pengawasan. Para terduga pelaku disebut menjalankan aktivitas secara terorganisir dan cepat untuk menghindari perhatian warga maupun aparat.

Selain meminta penindakan terhadap jaringan narkoba, massa aksi juga mendesak Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Metro Jakarta Pusat beserta jajaran Satresnarkoba yang dinilai belum maksimal dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Warga sekitar sebelumnya juga mengaku kawasan tersebut telah lama dikaitkan dengan dugaan aktivitas peredaran narkoba. Bahkan, sempat beredar informasi mengenai insiden seorang pria yang diduga terkait aktivitas narkotika tertabrak kereta api di lokasi yang sama pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Hingga aksi berlangsung, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait video viral tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.

Aksi di depan Mabes Polri itu menjadi bentuk tekanan publik agar aparat segera melakukan penyelidikan menyeluruh serta mengambil langkah tegas dalam memberantas peredaran narkoba di kawasan Tanah Abang dan sekitarnya.

red24_RG

Wabup Intan Resmikan Ruang Kelas Baru SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kresek

sorot24.id | TANGERANG – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus meresmikan ruang kelas baru SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kecamatan Kresek, Kamis (21/05/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Riyadlul Jannah atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dunia pendidikan, khususnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter generasi muda.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami ucapkan selamat kepada SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kresek atas ruang kelas barunya dan apresiasi juga kepada pihak yayasan yang terus peduli menghadirkan ruang kelas yang aman dan nyaman bagi para siswa-siswinya,” ujar Wabup Intan

Menurut dia, peresmian ruang kelas baru tersebut bukan hanya acara seremonial semata, namun juga merupakan simbol semangat dan komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Sarana pendidikan yang memadahi merupakan salah satu pondasi penting untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan nyaman.

“Peresmian ruang kelas baru ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang. Sarana pendidikan yang memadai merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan proses belajar-mengajar yang nyaman, efektif, dan mampu melahirkan generasi unggul, berakhlakul karimah, serta berdaya saing,” jelasnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen meningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan dan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak lainnya untuk menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas baik formal maupun nonformal.

“Pemerintah daerah tidak mungkin berjalan sendiri, kami juga terus mendorong pihak lainnya untuk berkolaborasi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas, baik formal dan nonformal agar anak-anak Kabupaten Tangerang bisa menjadi generasi penerus yang tangguh, berkarakter dan mampu bersaing nantinya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat menuntut ilmu, hormat kepada guru dan orang tua serta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Gunakan kesempatan belajar ini dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta isi masa muda dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMP Riyadlul Jannah Boarding School, Abdul Rojak menyampaikan bahwa sekolah SMP Riyadlul Jannah Boarding School berdiri sejak tahun 2023 dan saat ini telah memiliki ratusan siswa. Pihaknya berharap ruang kelas yang baru bisa memberikan kelancaran dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Kehadiran ruang kelas baru diharapkan mampu menunjang kebutuhan belajar mengajar serta mendukung pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren. Selain itu kualitas pendidikan di SMP Riyadlul Jannah Boarding School semakin meningkat dan mampu mencetak generasi muda yang unggul, religius, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya.

Selain peresmian ruang kelas baru, kegiatan juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pendukung pendidikan sebagai simbol komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/44-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Gubernur Banten Andra Soni (tengah, kemeja putih) didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau lokasi pengerukan sedimentasi Situ Bulakan di Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rabu (20/5/2026).

sorot24.id |Kota Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau peningkatan kapasitas Situ Bulakan Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Peningkatan kapasitas daya tampung air situ seluas 30 hektare itu dilakukan dengan pengerukan sedimentasi dan penertiban bangunan liar di tepian situ.

“Hari saya bersama Wali Kota Tangerang Pak Sachrudin memantau pengangkatan sedimentasi atau normalisasi Situ Bulakan. Daya tampung situ saat ini kurang lebih 350 ribu kubik. Dengan upaya ini kita harapkan kapasitasnya meningkat menjadi 600 ribu kubik,” ungkap Andra Soni.

“Sehingga ada dampak positifnya untuk mengatasi atau mengurangi beban air yang masuk ke lingkungan perumahan di sekitar sini,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan normalisasi Sungai Cirarab. Sungai ini menjadi pendukung utama pengendalian banjir di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Andra Soni juga menekankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten untuk saling berkoordinasi dengan Dinas PUPR kabupaten dan kota. Koordinasi dilakukan agar normalisasi Sungai Cirarab bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya.

“Karena kita lihat banyak bangunan liar, pemanfaatan aliran sungai yang tidak sesuai dengan peruntukan, dan banyak hal lain yang membuat beban kita pada saat curah hujan tinggi menjadi luar biasa,” jelasnya.

“Maka upaya-upaya ini kita lakukan secara perlahan, saling berkoordinasi yang nantinya kita lanjutkan dengan balai besar,” tambah Andra Soni.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Andra Soni yang terus melakukan pemantauan dan mengantisipasi persoalan banjir Kota Tangerang.

Kepala daerah menjadi terpacu karena mendapatkan bantuan semua pihak. Termasuk, mengapresiasi atas koordinasi Pemprov Banten bersama DKI Jakarta untuk bersama menangani persoalan banjir wilayah Tangerang dan Jakarta.

“Bukan hanya itu, antisipasi banjir wilayah timur Kali Angke juga sedang berjalan atau sedang dilakukan. Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Tangerang berjalan,” kata Sachrudin.

Ssmentara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, dengan pekerjaan normalisasi, daya tampung Situ Bulakan naik dua kali lipat.

Tampungan air Sungai Cirarab juga sebagian bisa masuk Situ Bulakan. Terhadap penertiban banguna liar, ia juga mengaku bersyukur karena prosesnya berjalan lancar.

“Dengan koordinasi Pemerintah Kota Tangerang, para pemilik bangunan luar menerima. Cuma mereka minta waktu untuk melakukan pembongkaran mandiri,” katanya.

Salah satu pemilik bangunan liar di pinggiran Situ Bulakan, Iwan (45 tahun) mengaku pasrah dan mendukung penertiban bangunan liar di pinggiran Situ Bulakan.

Pemilik warung yang menjual mie, kelapa muda, dan kopi itu mengaku sedang berusaha mencari lokasi baru untuk melanjutkan usaha warungnya.

“Ya bagaimana lagi, kita dukung. Kita pasrah untuk membongkar. Saya sedang mencari tempat untuk melanjutkan jualan,” ucap Iwan.

sumber: Pemprov Banten 

red24

Puluhan mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang membentangkan spanduk bertuliskan “KAMI TIDAK LUPA, KAMI TIDAK TAKUT, KEKUASAAN MELAWAN” saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026). dok:botay/molly/sorot24.id

sorot24.id|Tangerang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT) menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Jl. Taruna Raya, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kamis (21/5/2026) sore.

Aksi yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut diikuti sekitar 25 orang dengan koordinator lapangan Fajar, Presiden Mahasiswa BEM UMT. Massa membawa sejumlah atribut berupa TOA, spanduk, poster, hingga ban.

Dalam orasinya, Presma BEM UMT Fajar menegaskan aksi ini sebagai pengingat runtuhnya Orde Baru dan alarm bagi pemerintah. “Kita ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat karena kesewenangan pemerintah.

Disini terjadi perampasan ruang hidup, ada pembangunan berkedok penjajah, berkedok pangan dan iming-iming pekerjaan, namun itu semua ada perampasan tanah oleh orang besar dengan korporasi penjajahan modern,” ujar Fajar.

Mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melanjutkan aksi malam hari dengan menyalakan lilin dan membakar ban saat unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026). Di bawah spanduk bertuliskan “KAMI TIDAK LUPA KAMI TIDAK TAKUT #BEM UMT”, seorang orator menyampaikan tuntutan melalui megaphone. Aksi yang diwarnai pembacaan puisi dan teatrikal ini menyoroti isu oligarki, perampasan lahan, hingga pembungkaman kritik. Aksi berakhir pukul 19.50 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.dok:molly/sorot24.id

Massa juga menyoroti isu pagar laut yang disebut masih berlanjut dan dikerjakan oleh Agung Sedayu Group, monopoli bisnis “9 Naga”, hingga kasus pembungkaman aktivis seperti Andre Yunus yang disiram air keras.

Selain orasi, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Kekuasaan Melupakan Rakyat” dan “KAMI TIDAK LUPA KAMI TIDAK TAKUT #BEM UMT”. Sejumlah poster tokoh juga dibawa, di antaranya Amien Rais, Fadli Zon, Budiman Sudjatmiko, dan Fahri Hamzah yang fotonya dicoret, serta poster Munir, Widji Thukul, dan Marsinah.

Rangkaian aksi diisi dengan pembacaan press release, sumpah mahasiswa, pembacaan puisi, menyalakan lilin, teatrikal, hingga pembakaran ban pada pukul 18.40 WIB meski sempat diimbau aparat untuk tidak dilakukan.

Jajaran personel Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang melakukan apel konsolidasi pengamanan usai aksi unjuk rasa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026) malam. Dipimpin Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH, MH, pengamanan melibatkan 8 personel kepolisian, 2 personel Kodim 0506/Tgr, dan 1 personel Kesbangpol. Aksi yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB tersebut berakhir pukul 19.50 WIB dalam keadaan aman dan tertib.dok: botay-molly/sorot24.id

Pengamanan dilakukan oleh 8 personel Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang dipimpin Kapolsek Kompol Suyatno, SH, MH, 2 personel Kodim 0506/Tgr, dan 1 personel Kesbangpol Kota Tangerang. Turut hadir Kabag Ops AKBP Bayu Suseno dan Kasat Reskrim AKBP Parikhesit di lokasi.

Aksi berakhir pukul 19.50 WIB. Massa membubarkan diri dengan tertib. Apel konsolidasi pengamanan dipimpin Kapolsek Tangerang pukul 19.55 WIB. “Kegiatan pelayanan aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib,” demikian laporan petugas.

red24molly

Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang

sorot24.id | JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menanggapi pemberitaan mengenai penahanan dan penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Serang beserta sejumlah jajaran terkait dugaan tindak pidana korupsi. Kementerian ATR/BPN menegaskan akan menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang tengah berjalan.

“Kami prihatin atas peristiwa ini. Kementerian ATR/BPN menghormati proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum dan akan bersikap kooperatif guna mendukung penegakan hukum yang objektif dan transparan,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Shamy Ardian, saat ditemui di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (21/05/2026).

Sebagai tindak lanjut, Kementerian ATR/BPN juga telah mengambil langkah administratif terhadap enam pegawai dimaksud.

“Untuk mendukung kelancaran proses hukum dan menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat, keenam pegawai tersebut telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya,” jelas Shamy Ardian.

Kepala Biro Humas dan Protokol menambahkan, seluruh hak kepegawaian tetap diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk hak pendampingan hukum sebagai bagian dari hak administratif ASN.

Kementerian ATR/BPN menegaskan dugaan perbuatan yang sedang diproses hukum ini merupakan tanggung jawab individual dan tidak mencerminkan komitmen institusi yang terus mendorong tata kelola pertanahan yang profesional, transparan, dan berintegritas. Shamy Ardian memastikan bahwa pelayanan pertanahan di Kantah Kota Serang tetap berjalan sebagaimana mestinya sehingga masyarakat tetap memperoleh pelayanan secara optimal.

Lebih lanjut, Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid telah menerima laporan terkait kasus tersebut dan meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek pengawasan serta penguatan sistem pelayanan.

“Bapak Menteri menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum perbaikan dan penguatan pengawasan internal agar pelayanan pertanahan semakin bersih, profesional, dan akuntabel,” tutup Shamy Ardian.

red24_RG

Potret Buram Sekolah di Kabupaten Tangerang : SDN Prahu Satu Tak Bertuan Gedung Sekolah Menjadi Saksi Bisu Kemanakah Larinya Anggaran Perawatan ?

sorot24.id | TANGERANG – SDN Prahu Satu dibiarkan “tak bertuan”,padahal gedungnya masih berdiri, ruang kelas layak masih bisa dipakai dan siswa di Sukamulya masih butuh tempat belajar.

Pada kenyataannya yang terjadi sebaliknya,perawatan nihil,halaman kotor, fasilitas rusak perlahan seiring waktu berjalan.Dan Aset Negara dibiarkan “Diam Membisu” .

SDN Prahu Satu, nasibmu kini … “tak bertuan” . foto/dok : istimewa. [red24] .
Kondisi bangunan SDN Prahu Satu belum masuk kategori rusak berat. Artinya, dengan perawatan rutin dan perbaikan kecil, sekolah ini masih bisa dipakai penuh.

Namun real nya kondisi dilokasi sekolah, tak seindah mata memandang. Tidak ada perawatan berarti. Cat mengelupas, saluran air mampet, lingkungan tidak dirawat. Bilamana di biarkan,kerusakan kecil jadi besar dan akhirnya biaya perbaikan pun ikut membesar.

“Miris melihat keadaan sekolah yang terbengkalai di kabupaten Tangerang. SDN Prahu Satu yang masih layak untuk digunakan, namun dibiarkan terbengkalai tak terurus. Sementara masih banyak yang membutuhkan sarana yang lebih layak,” kata warga setempat yang tak ingin disebutkan namanya.

Inilah Potret Buram Sekolah di Kabupaten Tangerang .Di satu sisi ada sekolah kekurangan ruang kelas dan mebeleur,di sisi lain ada gedung sekolah yang sengaja dibiarkan “mati berdiri”.

Perawatan Sekolah Dasar adalah tanggung jawab bersama Pemdes Prahu dan Dinas Pendidikan Kab.Tangerang. Dana BOS untuk pemeliharaan rutin juga turun tiap tahun. Terkesan ada unsur pembiaran. Lalu “lari” kemanakah anggaran perawatan itu ?

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dan Pemdes Prahu harus segera turun, jangan biarkan sekolah layak pakai, menjadi rusak dan akhirnya tak layak pakai,hanya karena “mengincar” anggaran yang lebih besar.

red24