Opini  

Mengetuk Kembali Jati Diri dan Adab Nusantara untuk Pemimpin dan Rakyatnya

Hendra Primitif {Penggiat Sosial dan Pemerhati Kebijakan Publik}. red24 .

Mengetuk Kembali Jati Diri dan Adab Nusantara untuk Pemimpin dan Rakyatnya

Oleh : Hendra Primitif {Penggiat Sosial dan Pemerhati Kebijakan Publik}

sorot24.id | TANGERANG – Di setiap zaman, sebuah bangsa tidak runtuh terlebih dahulu karena habisnya kekayaan alam, melainkan ketika adab mulai ditinggalkan, nurani kehilangan suara, dan kekuasaan berjalan tanpa kebijaksanaan. Setinggi apa pun gedung yang dibangun, jika hati manusianya rapuh, maka peradaban hanya akan menjadi bangunan tanpa jiwa

Anak Bangsa Hendra Primitif mengajak seluruh pemimpin dan rakyat Indonesia untuk kembali menapaki jalan jati diri Nusantara. Sebab, warisan terbesar leluhur bukan hanya tanah yang luas dan lautan yang membentang, melainkan budi pekerti, gotong royong, rasa malu ketika berbuat salah, serta kebijaksanaan dalam memimpin dan mengabdi.

Filsafat Nusantara mengajarkan, pohon yang tinggi akan tetap kokoh karena akarnya menghujam ke bumi. Demikian pula sebuah bangsa, semakin tinggi cita-citanya, semakin kuat ia harus berakar pada adab, kejujuran, dan kemanusiaan.

Ketika akar itu mulai lapuk, angin kecil pun mampu merobohkan pohon yang tampak megah.

Hari ini bangsa Indonesia tidak hanya membutuhkan pemimpin yang cerdas, tetapi juga pemimpin yang berhati bening, mampu mendengar suara rakyat, merasakan penderitaan mereka, dan menjadikan jabatan sebagai amanah, bukan kemewahan.

Rakyat pun memiliki tanggung jawab yang sama, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton.

Jangan biarkan kemajuan teknologi mengalahkan kebijaksanaan, jangan biarkan gemerlap kekuasaan memadamkan cahaya hati nurani. Karena sejarah selalu mencatat, peradaban besar lahir dari manusia yang memuliakan adab, bukan sekadar mengejar ambisi.

Hendra Primitif mengajak seluruh anak bangsa untuk merenung sejenak. Jika hari ini kita sibuk mencari siapa yang salah, mungkin sudah saatnya kita juga bertanya, apa yang telah kita lakukan untuk negeri ini. Sebab perubahan besar selalu lahir dari keberanian memperbaiki diri sebelum menuntut orang lain berubah.

Mari kita seluruh rakyat Indonesia untuk menundukkan kepala, merendahkan hati, dan mengangkat doa,kembali kepada jati diri dan adab Nusantara.

Bangsa yang besar bukan hanya dikenang karena kekuatannya, tetapi karena keluhuran akhlaknya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menjaga Indonesia, melembutkan hati para pemimpinnya, menguatkan rakyatnya, serta menjadikan negeri ini rumah yang penuh keadilan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh anak bangsa yang tetap terus mengedepankan rasa kasih dan sayang dengan sesama umat NYA.

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *