Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain kontra Arsenal digelar malam ini 30 Mei 2026, 23.00 WIB

sorot24.id| BUDAPEST — Puskas Arena, Hungaria bersiap jadi saksi. Sabtu (30/5) pukul 23.00 WIB, Paris Saint-Germain bertemu Arsenal di final Liga Champions. Satu misi _back to back_ juara, satu lagi berburu trofi pertama.

Musim lalu, PSG mencabik Inter Milan 5-0 di final. Dembele dkk menang tanpa balas. Musim ini, mereka datang sebagai tim tersubur: 44 gol sepanjang Liga Champions. Jaminan hujan gol lagi?

Pelatih PSG Luis Enrique menolak besar-besarkan skor tahun lalu. “Final tahun lalu menunjukkan superioritas yang tidak nyata antara PSG dan Inter,” ungkapnya dilansir BBC.

Baginya, Arsenal beda cerita. “Final sekarang, saya tidak melihat adanya tim favorit. Arsenal pantas memenangkan Liga Inggris karena mereka konsisten. Kami dan mereka adalah tim yang sangat baik dalam bertahan dan menyerang.”

Enrique memprediksi laga ketat. “Final akan ditentukan oleh selisih tipis, oleh kemampuan untuk tetap fokus setiap saat,” ujarnya.

PSG datang dengan status juara bertahan dan mesin gol paling gacor di Eropa. 44 gol bukan angka main-main. Dembele, Kvaratskhelia, dan Barcola siap menguji lagi.

Arsenal tak kalah mengerikan. Konsistensi mereka di Liga Inggris jadi bukti. Meriam London lapar gelar. Trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub jadi taruhannya.

5-0 musim lalu adalah sejarah. Sabtu malam di Budapest, papan skor kembali 0-0. Enrique sudah kasih peringatan: tak ada yang superior di final.

Data Kunci Final:

1. Waktu*: Sabtu, 30 Mei 2026, 23.00 WIB
2. Venue*: Puskas Arena, Budapest, Hungaria
3. Rekor PSG*: Juara bertahan, hantam Inter 5-0 di final 2025, 44 gol UCL musim ini
4. Rekor Arsenal*: Juara Liga Inggris, incar trofi UCL pertama sepanjang sejarah
5. Kata Enrique*: “Tidak ada favorit. Ditentukan selisih tipis dan fokus”

red24

Leandro Trossard selebrasi usai mencetak gol tunggal kemenangan Arsenal 1-0 atas West Ham di London Stadium, Minggu 10/5/2026. Gol itu membuat Arsenal selangkah lagi kunci gelar Premier League pertama sejak 2004. (Sorot24.id)

sorot24.id – LONDON – Arsenal selangkah lagi mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun. Kemenangan 1-0 atas West Ham United, Minggu 10/5/2026, membuat _The Gunners_ bisa mengunci titel juara paling cepat pada Selasa 19/5/2026 dini hari WIB.

Gol tunggal Leandro Trossard di London Stadium, ditambah dianulirnya gol Callum Wilson, memastikan Arsenal pulang dengan tiga poin krusial. Tim asuhan Mikel Arteta kini nyaman di puncak klasemen dengan 79 poin dari 36 laga, unggul 5 poin dari Manchester City yang baru main 35 kali.

Skenario Tercepat: Juara vs Burnley

Laga Arsenal vs Burnley, Selasa 19/5/2026 pukul 02.00 WIB, bisa jadi partai penentuan. Syaratnya: Manchester City gagal menang lawan Crystal Palace pada Kamis 14/5/2026 pukul 02.00 WIB. Jika City seri atau kalah dari Palace, maka kemenangan atas Burnley langsung bikin Arsenal juara.

Sebab, Arsenal akan unggul 7-8 poin dari City dan tak mungkin disalip Erling Haaland dkk dengan dua laga sisa. Ini jadi skenario tercepat _The Gunners_ angkat trofi.

Skenario Kedua: Tunggu Bournemouth vs City

Jika City menang lawan Palace tapi gagal kalahkan Bournemouth pada Rabu 20/5/2026 pukul 01.30 WIB, Arsenal juga bisa juara lebih cepat. Syaratnya tetap: Arsenal harus kalahkan Burnley dulu.

Namun jika City sapu bersih Palace dan Bournemouth, penentuan gelar baru terjadi di pekan terakhir, terlepas hasil Arsenal vs Burnley.

Akhiri Puasa 22 Tahun

Arsenal terakhir kali juara Premier League pada 2004 di era _Invincibles_ Arsene Wenger. Kini, setelah 22 tahun, Mikel Arteta berpeluang mengulang sejarah.

Kemenangan atas West Ham membuat publik Emirates mulai berhitung. Dengan City masih punya tabungan 1 laga, semua mata kini tertuju ke Selhurst Park saat Palace menjamu City Kamis dini hari nanti.

red24-(BGX)

Skuad Arsenal merayakan keberhasilan lolos ke final Liga Champions usai singkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. The Gunners buka jalan dominasi Inggris di Eropa musim ini, selangkah lagi raih trofi UCL perdana. (Dok: UEFA/Sorot24.id)

sorot24.id|London – Klub-klub Inggris mencatat sejarah baru di kompetisi Eropa musim ini. Untuk pertama kalinya, wakil Premier League berhasil mencapai final di tiga turnamen antarklub UEFA dalam satu musim yang sama: Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League.

Arsenal Jadi Pembuka Jalan di Liga Champions

Arsenal menjadi tim pertama yang memastikan tempat di final Liga Champions usai menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. Tim asuhan Mikel Arteta menang 1-0 di Emirates dan imbang 1-1 di Wanda Metropolitano.

Keberhasilan itu menjadi pencapaian besar bagi The Gunners yang dalam beberapa musim terakhir terus berkembang di bawah Arteta. Arsenal kini tinggal selangkah lagi untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka.

Aston Villa ke Final Liga Europa via Comeback
Tidak lama berselang, Aston Villa memastikan tiket ke final Liga Europa setelah membalikkan keadaan secara impresif melawan Nottingham Forest. Sempat kalah 0-1 pada leg pertama, tim racikan Unai Emery bangkit dan menang agregat 4-1.

Villa tampil dominan pada leg kedua dan memastikan tempat di final yang akan digelar di Istanbul pada 20 Mei mendatang. Mereka akan menghadapi wakil Bundesliga, Freiburg. Keberhasilan ini memperlihatkan kapasitas Emery sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman di kompetisi Eropa. Villa kini memiliki peluang meraih trofi Eropa pertama mereka dalam beberapa dekade terakhir.

Crystal Palace Lanjutkan Kisah Sensasional

Di saat bersamaan dengan keberhasilan Aston Villa, Crystal Palace juga memastikan tempat di final Conference League. Klub asal London tersebut mengalahkan Shakhtar Donetsk dengan agregat 5-2.

Palace sebelumnya menang 3-1 pada leg pertama sebelum kembali menang 2-1 di Selhurst Park. Hasil itu membawa mereka ke final Conference League menghadapi Rayo Vallecano pada 27 Mei.

Conference League sendiri baru diperkenalkan UEFA lima tahun lalu sebagai kompetisi antarklub Eropa ketiga setelah berakhirnya era Cup Winners’ Cup pada 1999. Meski masih tergolong baru, turnamen ini kini memberi peluang lebih besar bagi klub-klub nonelite untuk bersaing di level kontinental.

Inggris Pernah Dominan, tapi Belum Seperti Sekarang

Sebelum musim ini, Premier League sebenarnya beberapa kali hampir menguasai seluruh final Eropa. Pada 2019 misalnya, Liverpool mengalahkan Tottenham di final Liga Champions, sementara Chelsea menundukkan Arsenal di final Liga Europa.

Dua tahun kemudian, Chelsea kembali menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan Manchester City di final sesama klub Inggris. Pada musim yang sama, Manchester United juga mencapai final Liga Europa meski akhirnya kalah.

Meski begitu, belum pernah sebelumnya Inggris memiliki wakil di tiga final kompetisi berbeda sekaligus. Itulah yang membuat pencapaian musim ini terasa istimewa.

Catatan serupa terakhir kali terjadi pada era 1980-an. Pada 1984, Liverpool memenangkan European Cup usai mengalahkan AS Roma, sementara Tottenham menjuarai UEFA Cup setelah menundukkan Anderlecht. Liverpool juga pernah menjuarai European Cup pada 1981 setelah mengalahkan Real Madrid di Paris. Di tahun yang sama, Ipswich Town sukses memenangkan UEFA Cup dengan mengalahkan AZ Alkmaar.

red24