Massa dari Merah Muda Malaka melakukan orasi di depan Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot, Senin (25/5/2026). Mereka menuntut penindakan tegas terhadap peredaran minuman keras ilegal yang berkedok toko jamu. Foto: Dok. molly/sorot24.id

sorot24.id | KOTA TANGERANG – Sebanyak 7 orang dari kelompok Merah Muda Malaka menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot, Senin (25/5/2026) siang.

Mereka menuntut penindakan tegas terhadap peredaran minuman keras (miras) ilegal di Kota Tangerang.

Aksi dimulai pukul 13.55 WIB dipimpin Lukman. Dalam orasinya, massa menyebut masyarakat sudah resah karena maraknya peredaran miras yang berkedok toko jamu di kampung-kampung.

“Kota Tangerang adalah akhlakul karimah, namun masih banyak dijual yang berkedok toko jamu maupun yang lain,” kata Lukman di lokasi.

Massa juga menyinggung kinerja Satpol PP. “Jangan cuma sibuk menggusur pedagang yang menjual makanan halal saja. Tidak adanya kontrol dari anda-anda semua para Satpol PP,” ujar Lukman. Ia menegaskan aksi ini sebagai kontrol sosial agar Satpol PP tidak hanya menindas rakyat kecil.

Jajaran Satpol PP Kota Tangerang dan Polsek Tangerang foto bersama perwakilan Merah Muda Malaka usai audiensi soal tuntutan penindakan miras ilegal di Kantor Satpol PP, Senin (25/5/2026). Foto: Dok. molly/sorot24.id

Dua perwakilan massa kemudian diterima Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Tangerang Agapito De Araujo untuk audiensi pukul 14.10 WIB. Audiensi dihadiri Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, Kanit Intelkam Kompol Joko Suparto, Kasub Unit IV Satintelkam Ipda Kevin GP, dan Kabid Tibum Hadi Ismanto.

Menanggapi tuntutan massa, Agapito menyatakan Satpol PP rutin melakukan operasi penegakan perda. “Setiap tahun barang bukti selalu kami ekspose untuk dimusnahkan,” kata Agapito. Ia mengakui masih ada pelaku usaha yang kembali buka usai ditindak. “Kami tidak tinggal diam, apalagi adanya laporan dari masyarakat, kami akan tindak,” ujarnya.

Audiensi selesai pukul 14.22 WIB. Massa aksi membubarkan diri pukul 14.30 WIB. Kegiatan pengamanan dipimpin Wakapolsek Tangerang AKP Drs. Ponco Anggriyanto dan berlangsung kondusif hingga selesai pukul 14.35 WIB.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari dalam laporannya menyebut aksi ini dilaksanakan karena dugaan pelanggaran penjualan minuman alkohol di Lapo Na Buni, Pinang, Kota Tangerang.

red24molly

Senyum bangga pemain muda usai terima piagam dan medali dari Walikota Kota Tangerang Sachrudin pada penutupan salah satu kategori Liga PSSI Kota Tangerang 2026, Minggu (25/5/2026). Liga ini diikuti 80 tim U-13, U-15, dan U-17. 

sorot24.id | TANGERANG – Liga PSSI Kota Tangerang 2026 resmi bergulir. Kompetisi sepak bola kelompok umur bergengsi ini diikuti 80 tim dari seluruh wilayah di Kota Tangerang dan akan berlangsung sampai bulan depan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang mengatakan, Pemkot Tangerang memberikan dukungan penuh terhadap Asosiasi PSSI Kota Tangerang (Askot) untuk menyukseskan kompetisi yang diproyeksikan sebagai wadah pembinaan pemain sepak bola muda.

”Kami mengucapkan selamat dan sukses untuk penyelenggaraan Liga PSSI Kota Tangerang 2026 ini. Tidak sebatas kompetisi, adanya liga ini sangat penting sebagai wadah para pemain muda mengasah kemampuan, mencari pengalaman, dan membentuk karakter sportivitasnya di atas lapangan,” ujar Kaonang, Senin (25/5/6).

Liga PSSI Kota Tangerang 2026 sudah dibuka dengan sejumlah pertandingan di tiga kategori kelompok usia, yakni U-13, U-15, dan U-17. Beberapa pertandingan pembuka berjalan ketat. Diklat Pinang berhasil menaklukkan Tiger City dengan skor 2-1, Bintang Kota Junior menang 3-0 atas Family 7 FC, dan Ark Soccer unggul telak 7-0 dari Cikokol United.

“Kami juga ikut menyaksikan beberapa pertandingan pembuka kemarin, semua berjalan seru, animonya juga sangat ramai. Liga ini akan menjadi hiburan yang menarik bagi supporter, keluarga, sampai penonton umum sampai sebulan ke depan,” tambah Kaonang.

Liga PSSI Kota Tangerang 2026 diselenggarakan di tiga stadion sintetis berkualitas tinggi di Kota Tangerang, yakni Stadion Mini Sudimara Barat, Stadion Mini Cipondoh, dan Stadion Mini Cibodas.

Pemkot Tangerang berharap Liga PSSI Kota Tangerang 2026 berhasil melahirkan talenta lapangan hijau terbaik. “Siap berprestasi mengharumkan dunia sepak bola Kota Tangerang di kancah regional, nasional, sampai internasional,” kata Kaonang.

red24molly

Keceriaan 800 atlet muda peserta Hobby Land Taekwondo Championship IV 2026 berfoto bersama di Tangcity Mall, Kota Tangerang, Ajang ini bagian dari Tangcity Hobby Land Olympics 2026. dok : panitia Molly/sorot24.id

sorot24.id |TANGERANG – Hobby Land Taekwondo Championship IV 2026 yang digelar di Tangcity Mall, Kota Tangerang, pada 15-17 Mei 2026 berlangsung kompetitif. Kejuaraan yang diinisiasi Taekwondo Garuda Club ini diikuti sekitar 800 atlet muda dari sejumlah klub dan sekolah di Kota Tangerang.

Ketua Tim Kerja Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Elvida Nuke Nilvana mengapresiasi kesuksesan ajang tersebut.

“Kami dari Pemkot Tangerang memberikan apresiasi sebesar-besarnya serta akan terus mendukung langkah sejumlah pihak termasuk Taekwondo Garuda Club yang telah berkontribusi memajukan pembinaan cabor taekwondo lewat kompetisi seperti ini. Semoga tahun depan bisa diselenggarakan lagi dengan jumlah peserta yang berpartisipasi bisa lebih banyak lagi,” ujar Elvida, Senin (25/5/26).

Pada kejuaraan ini, Prabu Taekwondo Team keluar sebagai Juara Umum 1. Posisi Juara Umum 2 diraih Fun Eagle 23 dan Juara Umum 3 ditempati Sporta.

“Pemenang di ajang bergengsi ini akan diproyeksikan sebagai atlet masa depan yang akan mewakili Kota Tangerang di ajang kompetisi regional, nasional, sampai internasional,” kata Elvida.

Ketua Pelaksana Hobby Land Taekwondo Championship IV 2026 Edo Rizki Fauzi menyebut kompetisi menjadi ruang positif bagi atlet muda. “Kami ingin kompetisi ini menjadi ruang positif bagi para atlet muda untuk belajar berkembang, berkompetisi sehat, sampai menambah pengalaman bertanding pastinya,” ujarnya.

Menurut Edo, ajang ini juga mempererat silaturahmi. “Kompetisi ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar atlet, pelatih, sampai komunitas untuk bersama-sama memajukan cabor taekwondo di Kota Tangerang,” ucapnya.

Semangat sportivitas terjalin selama tiga hari pelaksanaan kejuaraan. Hobby Land Taekwondo Championship IV 2026 merupakan bagian dari Tangcity Hobby Land Olympics 2026 yang masih berlangsung sampai akhir bulan ini.

Selain taekwondo, Tangcity Mall juga menyelenggarakan Indonesia Breaking League/IODI Got Talent, Cheerleading Stunt Battle, Pushbike Tangerang Mini Competition, Kejurda ASBKI Open Tournament, dan Nunchaku Skill Competition and Martial Arts Festival.

red24molly

Ribuan pelajar dari berbagai sekolah memadati lapangan dan tribun stadion. Dalam acara tersebut juga diluncurkan Aplikasi SIP PAUD PNF dan Aplikasi Cisadane (25/05/2026). Foto: Dok. molly/sorot24.id

sorot24.id| TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang meluncurkan dua aplikasi digital pendidikan bersamaan dengan pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N), dan Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat kota di Stadion Benteng Reborn, Senin (25/5/2026) pagi.

Dua aplikasi itu adalah Sistem Informasi Pendampingan PAUD dan PNF (SIP PAUD PNF) serta Aplikasi Cisadane, atau _Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif_.

“Ini ikhtiar kita memajukan pendidikan dan pelayanan publik berbasis digital,” kata Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin dalam sambutannya.

Sachrudin menegaskan O2SN, FLS2N, dan GSI bukan sekadar ajang mencari juara. “Ini ruang pembinaan karakter, pengembangan bakat, kreativitas, sportivitas, disiplin, serta semangat kompetisi yang sehat bagi para pelajar,” ujarnya.

Menurut dia, olahraga menempa anak menjadi disiplin dan tangguh. Sementara seni dan sastra mengasah kreativitas serta kecintaan pada budaya bangsa.

“Menang memang membanggakan, tetapi pengalaman, proses belajar, persahabatan, dan keberanian untuk terus berkembang jauh lebih berharga,” kata Sachrudin.

Pendidikan Inklusif Berbasis Data

Momen Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama dan Forkopimda menekan tombol peresmian pembukaan O2SN, FLS2N, GSI serta launching Aplikasi SIP PAUD PNF dan Cisadane di Stadion Benteng Reborn, Senin (25/5/2026). Foto: Dok.molly/sorot24id

SIP PAUD PNF dirancang untuk pendampingan, monitoring, evaluasi, serta pembinaan status PAUD dan pendidikan nonformal secara terpadu berbasis data.

Adapun Aplikasi Cisadane mengintegrasikan sekolah, Dinas Pendidikan, Unit Layanan Disabilitas, tenaga ahli, guru, hingga orang tua untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif.

“Kehadiran kedua aplikasi ini bentuk komitmen Pemkot Tangerang menghadirkan layanan pendidikan yang modern, inklusif, adaptif, dan responsif,” ucap Sachrudin.

Ia menambahkan, “Kami ingin memastikan seluruh anak di Kota Tangerang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.”

Sachrudin juga mengapresiasi guru, kepala sekolah, pengawas, pelatih, hingga orang tua. “Pemkot Tangerang memastikan akan terus mendukung pengembangan potensi siswa demi mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

*Hadir Forkopimda*

Pembukaan dihadiri Wakil Wali Kota H. Maryono Hasan, Sekda H. Herman Suwarman, Ws. Kasdim 0506/Tangerang Mayor Inf. Heru Eko P, dan Kasat Samapta Polres Metro Tangerang Kota Kompol Ubai Dilah.

Tampak pula Kepala BPMP Banten Aria Ahmad Mangunwibawa dan Kasi Intelijen Kejari Kota Tangerang Anak Agung Made Suarja Teja Buana.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari melaporkan situasi selama kegiatan aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan jajaran Samapta.

O2SN, FLS2N, dan GSI merupakan agenda tahunan untuk menjaring bakat siswa di bidang olahraga, seni, dan sains.

red-molly

Kondisi Jembatan Wika di perbatasan Gunung Putri-Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang akan dibongkar total mulai Juni 2026. Beton jembatan berusia 36 tahun dinilai tak layak dan ada bagian yang patah di atas penopang. Foto: Dok. istimewa/sorot24.id

sorot24.id | BOGOR – Pemerintah akan membongkar total Jembatan Wika yang menghubungkan Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mulai Juni 2026. Jembatan di ruas Jalan Cileungsi–Cibinong KM.JK 62+440 itu berusia 36 tahun dan dinilai tak layak lagi.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, membenarkan rencana rekonstruksi total tersebut. “Jembatan Wika sudah berumur. Pertama kali dibangun sekitar 1990-an, sekarang 2026. Betonnya juga sudah tidak layak,” ujarnya, Ahad (24/5/2026).

Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu enam hingga tujuh bulan, dari Juni hingga Desember 2026. Selama itu, akses lalu lintas ditutup total. Kendaraan kecil dialihkan ke jalur Walahir–Nambo–Gunung Putri. Sedangkan kendaraan sedang dan besar wajib lewat Cileungsi–Cibubur.

Ujang mengaku khawatir dengan kondisi jalur alternatif. “Kalau anggaran saya tidak tahu pasti, karena status jalannya milik provinsi. Apakah bekerja sama dengan PT Wika, karena di sana juga ada tempat produksi gelagar jembatan,” katanya.

Kekhawatiran serupa disuarakan Sekretaris Desa Tlajung Udik, Abdul Harly. Ia menyebut kondisi fisik jembatan sangat mengkhawatirkan. “Ada bagian yang terlihat patah di atas penopang, kami khawatir jembatan bisa roboh atau amblas,” ujarnya.

Meski mendukung perbaikan demi keselamatan, pemerintah desa menyuarakan aspirasi warga. Mereka meminta jalur penghubung darurat untuk pejalan kaki dan sepeda motor. “Aktivitas masyarakat di sini sangat tinggi, terutama anak-anak sekolah dari Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, menuju Klapanunggal,” kata Harly.

Tanpa jalur darurat, warga harus memutar lewat jalur lain yang jaraknya jauh lebih jauh. Harly berharap Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat merealisasikan jembatan sementara sebelum penggalian untuk pemasangan sling dimulai.

Proyek ini tercatat sebagai penggantian Jembatan Kedep pada ruas Jalan Cileungsi–Cibinong. Harly mengapresiasi perhatian Gubernur Jawa Barat, namun menegaskan konektivitas harian warga tak boleh putus. “Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memperlancar konektivitas,” ujarnya.

red24-bgx

Legenda AC Milan Marco van Basten saat masih aktif bermain periode 1987-1995. Ia nyaris diculik penjahat kelas kakap Renato Vallanzasca yang ternyata fans berat Rossoneri. Foto: Dok. AC Milan/Getty Images

sorot24.id | MILAN – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari dunia kriminal Italia. Marco van Basten, legenda AC Milan, ternyata pernah menjadi target penculikan oleh penjahat kelas kakap pada masa jayanya 1987-1995.

Hal itu diungkap Giampaolo Manca, mantan narapidana, dalam wawancara dengan harian _Corriere della Sera_. Manca mengaku mendapat cerita langsung dari Renato Vallanzasca, penjahat paling ditakuti di Italia, saat keduanya mendekam bersama di penjara.

“Vallanzasca sering menceritakan detail kejahatan dan rencananya kepada saya,” kata Manca. Salah satunya adalah rencana menculik Van Basten saat sang striker masih membela AC Milan.

Selama berbulan-bulan, Van Basten diintai oleh Vallanzasca dan anak buahnya. Namun rencana itu dibatalkan pada menit-menit terakhir. Alasannya unik: Vallanzasca takut AC Milan kehilangan bintang utamanya dan justru menguntungkan rival sekota, Inter Milan.

“Akhirnya dia membatalkannya karena tidak ingin memberi keuntungan bagi Inter,” ujar Manca. Jika Van Basten tidak berstatus bintang AC Milan, hasilnya mungkin berbeda.

Vallanzasca sendiri bukan penjahat sembarangan. Ia dikenal kejam dan terlibat banyak perampokan bersenjata, pembunuhan, dan penculikan. Ia dijatuhi hukuman empat kali seumur hidup plus 295 tahun penjara. Total ia menghabiskan 52 tahun di balik jeruji, tulis _De Telegraaf_.

“Kami bisa akur satu sama lain, karena dia sama seperti saya, pendukung AC Milan,” kata Manca soal persahabatannya dengan Vallanzasca. “Dia mengaku telah menyiapkan rencana menculik Marco van Basten dan meminta tebusan.”

Antara 1987 dan 1995, Van Basten adalah bintang dunia di AC Milan. Di bawah kepemimpinannya, Rossoneri meraih segudang trofi. Seandainya penculikan itu terjadi, dampaknya akan mengguncang dunia olahraga.

Sumber Primer : Wawancara Giampaolo Manca dengan harian _Corriere della Sera_[Italia]

red24

Kapolsek Tangerang KOMPOL SUYATNO, S.H., M.H. yang di dampingi oleh Waka Polsek AKP. Drs Ponco Anggriyanto memimpin Apel dan Personil Polsek Tangerang mengikuti apel pagi yang di gelar dalam rangka ” Jaga Jakarta Bersih dan Asri ” menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan Mako di halaman Polsek Tangerang.dok : molly/sorot24.id

Sorot24.id |KOTA TANGERANG – Polsek Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota menggelar Apel “Jaga Jakarta Bersih dan Asri” di halaman Mapolsek, Sabtu [23/5/2026]. Kegiatan diikuti 25 personel untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari sampah.

Apel dipimpin langsung Kapolsek Tangerang KOMPOL SUYATNO, S.H., M.H., pada pukul 08.30 WIB hingga selesai. Hadir dalam apel Waka Polsek AKP Drs. PONCO ANGGRIYANTO,. Kanit Intelkam KOMPOL JOKO SUPARTO, Kanit Propam IPTU EDI MAKMUR, S.H., Kanit Lantas IPTU JUHENDA, dan seluruh personel Polsek Tangerang.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan wilayah kerja yang bersih dan asri, bebas dari sampah organik, anorganik, maupun Bahan Berbahaya dan Beracun.[B3]

Personil memilah sampah organik, anorganik, dan B3 setelah kegiatan bersih-bersih di lingkungan Polsek Tangerang. Dok: Humas Pokdar Kamtibmas Resor Tangerang molly/sorot24.id

Usai apel, personel melakukan pengumpulan sampah di ruang kerja dan sekitar Mako. Sampah kemudian dipilah sesuai jenisnya sebelum dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan.

Kapolres Metro Tangerang Kota KOMBES POL. Dr. RADEN MUHAMMAD JAUHARI, S.H., S.I.K., M.Si. melaporkan kegiatan tersebut kepada Kapolda Metro Jaya melalui laporan resmi.

Red24-Molly

Anggota Kelompok Self Help Group (SHG) penyandang disabilitas psikososial mempraktikkan komunikasi efektif seusai memaparkan hasil pendataan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kepercayaan diri dan partisipasi di ruang publik. DOK. SHG/sorot24.id

sorot24.id |Kota Tangerang — Kelompok Self Help Group (SHG) kembali menggelar kegiatan rutin sebagai wadah belajar bersama dan penguatan kapasitas bagi ragam disabilitas, terutama penyandang disabilitas psikososial pada hari Jumat (22/05/2026) .

Kegiatan kali ini mengangkat tema _“Hasil Temuan Pendataan dan Cara Berkomunikasi Secara Efektif di Depan Publik”_.bertempat di Aula Balai Warga RW 12 Sukasari  Tangerang Kota Banten.

Dalam sesi tersebut, para peserta memaparkan berbagai hasil pendataan yang mereka lakukan terkait kondisi sosial, kebutuhan dasar, akses terhadap layanan publik, serta tantangan yang masih dihadapi penyandang disabilitas di lingkungan sekitar.

Temuan ini menjadi dasar penting untuk mendorong advokasi, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan layanan yang lebih inklusif.

Selain membahas data, peserta juga mendapat penguatan keterampilan komunikasi publik. Mereka dilatih cara menyampaikan pendapat dengan percaya diri, membangun interaksi yang baik, hingga menyuarakan aspirasi secara jelas dan terarah.

Materi ini diharapkan mampu mendorong ragam disabilitas, khususnya disabilitas psikososial, untuk lebih berani tampil, berbicara, dan terlibat aktif dalam forum sosial maupun kegiatan masyarakat.

Suasana Pertemuan Rutin Bulanan Kelompok Self Help Group (SHG) Sukasari yang digelar di Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang, 2025. Kegiatan yang didukung Program INKLUSI dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM ini menjadi ruang aman bagi ragam disabilitas, khususnya disabilitas psikososial, untuk memaparkan hasil temuan pendataan serta berlatih komunikasi efektif di depan publik. Peserta duduk lesehan berdiskusi, didampingi fasilitator yang memegang mikrofon. DOK. SHG SUKASARI/sorot24.id

Melalui kegiatan rutin ini, SHG menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan ruang yang aman, setara, dan inklusif.

Tujuannya agar penyandang disabilitas dapat berkembang, mandiri, serta menjadi bagian penting dalam proses pembangunan sosial di masyarakat.

red24-bgx

Yoo…Warga Banten Ramaikan Fun Run 5K Wisata Kreatif Tangerang 2026 di Summarecon Serpong

sorot24.id | TANGERANG – Semangat hidup sehat dipadukan dengan promosi budaya lokal akan hadir dalam kegiatan Fun Run 5 Kilometer – Wisata Kreatif Tangerang 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026 di kawasan SQP Park Summarecon Serpong, Kabupaten Tangerang.

Mengusung tema “Gaya Sehat, Budaya Hebat”, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan olahraga lari santai, tetapi juga dirancang menjadi ruang interaksi masyarakat melalui berbagai hiburan, promosi potensi budaya, serta penguatan gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan panitia, peserta akan mengikuti kategori Fun Run 5 Km yang terbuka bagi masyarakat umum, baik pelari pemula, komunitas, maupun peserta yang rutin berolahraga.

Selain kegiatan lari, panitia juga menyiapkan sejumlah rangkaian acara pendukung seperti live performance, area produk sponsor, doorprize, serta berbagai permainan interaktif (fun games) guna menambah pengalaman peserta selama kegiatan berlangsung.

Ketua Panitia Fun Run Wisata Kreatif Tangerang 2026, Indra Irawan atau yang akrab disapa Bang Indra Bakul Kebo, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan hanya menjadi agenda olahraga semata, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan masyarakat dan memperkenalkan potensi budaya daerah.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui Fun Run 5 Km ini. Bukan sekadar berlari, tetapi bagaimana masyarakat bisa menikmati suasana sehat, hiburan, serta mengenal lebih dekat potensi wisata dan budaya yang ada di Tangerang dan Banten,” ujar Bang Indra.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang maupun tingkat pengalaman dalam berlari.

“Acara ini terbuka untuk semua kalangan, baik pelari pemula, komunitas, keluarga, maupun masyarakat umum. Harapan kami, kegiatan ini menjadi momentum membangun gaya hidup sehat dan memperkuat semangat kebersamaan,” lanjutnya.

Panitia juga menyediakan akses masuk kawasan SQP Park secara gratis bagi peserta sesuai ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan acara.

Bang Indra turut mengajak masyarakat untuk segera melakukan pendaftaran mengingat jumlah peserta yang disediakan terbatas.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera mendaftar karena kuota peserta terbatas. Mari bersama-sama meramaikan Fun Run Wisata Kreatif Tangerang 2026 dan bertemu di garis start,” pungkasnya.

Pendaftaran peserta telah dibuka melalui platform penjualan tiket yang ditunjuk panitia. Masyarakat juga dapat mengikuti kanal informasi resmi penyelenggara untuk memperoleh pembaruan seputar teknis dan pelaksanaan kegiatan.

red24_KANU

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto (tengah) memberikan keterangan pers soal aturan baru usia masuk SD usai acara Komitmen Bersama SPMB Ramah di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).dok/istimewa 

sorot24.id | JAKARTA — Kabar baik bagi orang tua yang anaknya belum genap 7 tahun tapi sudah siap sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan anak di bawah 7 tahun kini bisa masuk Sekolah Dasar (SD) dengan syarat tertentu.

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menegaskan aturan ini sudah resmi lewat Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Kuncinya adalah anak siap untuk mengikuti pembelajaran di SD. Jadi tidak harus tujuh tahun, tidak harus punya ijazah TK,” kata Gogot usai penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).

Ini 2 Syarat Wajibnya:

1. Surat Keterangan Kesiapan dari Psikolog Terpercaya membuktikan anak siap fisik dan mental untuk belajar di SD.

2. Surat Rekomendasi Dewan Guru jika tidak ada surat psikolog, bisa pakai rekomendasi dari sekolah SD yang dituju. Aturan ini ada di Pasal 11 ayat 7 Permendikdasmen No. 3 Tahun 2025.

Selain itu, anak tersebut harus memiliki kecerdasan atau bakat istimewa.

Wakil Ketua Komisi X DPR Himmatul Aliyah mendukung penuh kebijakan ini. Menurutnya, usia tidak boleh jadi penghalang anak masuk sekolah. “Kecerdasan anak bervariasi. Ada yang sudah siap belajar pada usia lima atau enam tahun,” ujarnya.

Meski aturan dilonggarkan, Kemendikdasmen tetap memprioritaskan anak berusia 7 tahun untuk masuk SD.

red24