‎Kartini Masa Kini : Berani Bermimpi Berani Menjadi Pelaku Utama Perubahan

sorot24.id | TANGERANG – Semangat perjuangan emansipasi perempuan Indonesia kembali bergema dalam peringatan Hari Kartini tahun ini. Mengusung tema “Kartini Masa Kini : Berani Bermimpi dan Berkarya,” momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan untuk mengenang jasa R.A. Kartini, melainkan panggilan aksi bagi perempuan untuk terus berkontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan.

‎Di era modern, perempuan Indonesia telah membuktikan kapasitasnya dengan mengambil peran strategis di bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga kepemimpinan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa perempuan tidak hanya memiliki visi yang besar, tetapi juga ketangkasan dalam menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

‎Ketua Kopri Komisariat PMII UNIS, Amelia, menegaskan bahwa Hari Kartini harus menjadi penggerak aksi nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, potensi besar perempuan hanya bisa optimal jika didukung oleh ekosistem yang tepat.

‎”Dukungan dari keluarga, institusi pendidikan, hingga masyarakat luas adalah faktor kunci dalam menciptakan ruang aman dan setara bagi perempuan untuk berkembang,” ujar Amelia.

‎Ia menambahkan bahwa sosok Kartini di masa sekarang adalah mereka yang tidak gentar untuk mengambil langkah pertama meski menghadapi tantangan zaman.

“Kartini masa kini adalah perempuan yang berani bermimpi, berani melangkah, dan berani berkarya. Saatnya perempuan Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku utama perubahan,” tegas sosok yang akrab disapa Amel tersebut.

‎Amel juga mengajak kaum perempuan untuk aktif dalam organisasi dan terus meningkatkan kualitas diri sebagai wujud nyata menghidupkan semangat Kartini. Ia menekankan bahwa keraguan harus dibuang jauh-jauh karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, adalah bagian dari transformasi besar bangsa.

‎Melalui pesan ini, diharapkan perempuan Indonesia semakin percaya diri dalam menyuarakan gagasan dan menghadirkan karya yang bermanfaat. Semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” kini diterjemahkan sebagai optimisme perempuan untuk terus bergerak menuju masa depan yang lebih inklusif dan berdaya. Perjuangan Kartini tidak berhenti di buku sejarah, ia terus hidup dalam setiap langkah perempuan yang berani membawa perubahan.

red24_RAS

Ketua Umum DPP BM PAN,Sigit Purnomo : Ajak Seluruh Pihak Jaga Etika dan DFK (Disinformasi Fitnah Kebencian)

sorot24.id | JAKARTA – Ketua Umum DPP BM PAN,Sigit Purnomo (Pasha) mengajak seluruh pihak menjaga etika dalam kehidupan berdemokrasi di tengah perkembangan politik yang terjadi belakangan ini.

Ketua Umum DPP BM PAN Sigit Purnomo yang juga Anggota DPR RI Fraksi PAN, menyampaikan pesan menyusul maraknya narasi yang mengandung DFK (disinformasi, fitnah dan kebencian).

Sebuah kewajaran ketika terjadi perbedaan pandangan terhadap kinerja pemerintah,termasuk terhadap capaian Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

‎“Kami memahami bahwa tidak semua pihak memiliki pandangan yang sama terhadap capaian kinerja pemerintah, termasuk keberhasilan Bapak Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan. Dan ini sesuatu yang wajar dalam demokrasi,” ucapnya. Selasa, 21 April 2026.

Namun ia mengingatkan agar perbedaan pandangan ini disampaikan secara sehat, terbuka, dan bertanggung jawab. Menurutnya,perbedaan pandangan politik seharusnya dibangun di atas gagasan, program, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

‎Pasha juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan narasi yang mengandung disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK). Praktik semacam itu dinilai dapat merusak kualitas demokrasi sekaligus menyesatkan publik.

“Dalam kehidupan politik, prinsip ‘sepakat untuk tidak sepakat’ harus tetap dijunjung tinggi, selama bertujuan menjaga keseimbangan demokrasi dan pengawasan publik terhadap kinerja pemerintah,” ujar Ketum DPP BM PAN yang juga Anggota DPR RI PAN Komisi VIII ini.

Lanjut Pasha,kritik terhadap pemerintah dijamin oleh undang-undang. Namun, kritik harus dibedakan dengan ujaran kebencian yang bersifat tendensius dan serangan personal.

‎“Kritik dijamin UU. Tapi beda dengan ujaran kebencian yang tendensius dan serangan personal (ni melanggar UU),” tegasnya .

‎Di tambahkan, jika kritik telah bergeser menjadi upaya pembusukan karakter dan pembunuhan reputasi terhadap pejabat publik, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat luas.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama membangun iklim politik yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

‎“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun iklim politik yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.

red24_KANU

Terkait Framing yang Menyudutkan Ketum Zulhas, Ketua DPP BM PAN : Kami Akan Lawan Segala Bentuk Fitnah !

sorot24.id | JAKARTA – Ketua DPP BM PAN Riyan Hidayat (yang juga Anggota DPRD Provinsi Banten),menyampaikan pembelaan tegas terhadap Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, terkait beredarnya narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa beliau pernah mengatakan “tugas rakyat hanya satu yaitu bayar pajak”.

‎Dalam pernyataan resminya, Ketua DPP BM PAN menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar, tidak memiliki sumber kredibel, serta merupakan bentuk distorsi publik yang berbahaya.

‎“Setelah kami telusuri secara serius, tidak ditemukan satu pun rekaman utuh, rilis resmi, maupun pemberitaan dari media manapun yang kredibel. Yang beredar hanyalah potongan video tanpa konteks yang jelas,” ujarnya.

Ia menilai, pola penyebaran informasi seperti ini merupakan bagian dari manipulasi opini publik yang sengaja dibungkus secara dramatis untuk membangun persepsi negatif terhadap pemimpin kami.

‎“Ini bukan sekadar kesalahan informasi, tetapi berpotensi menjadi upaya sistematis untuk mendelegitimasi figur publik. Dalam politik modern, framing semacam ini sering digunakan untuk membentuk persepsi tanpa basis fakta,” tambahnya.

‎Ketua DPP BM PAN Riyan Hidayat menegaskan bahwa Zulkifli Hasan selama ini dikenal sebagai tokoh yang konsisten mendorong partisipasi rakyat dalam pembangunan, bukan sebaliknya mereduksi peran publik hanya sebatas kewajiban fiskal.

‎“Kami sudah konfirmasi kepada pak Zulhas, itu 100% hoaks. Kami mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang tidak memiliki sumber jelas. Verifikasi adalah kunci dalam menjaga kualitas demokrasi kita. Kita akan lawan segala bentuk fitnah itu,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan informasi yang tidak benar untuk segera menghentikan praktik tersebut, serta mengedepankan etika dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

‎”Bahwa klarifikasi ini penting bukan hanya untuk menjaga nama baik Zulkifli Hasan, tetapi juga untuk memastikan bahwa ruang publik tetap diisi oleh informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab”,pungkasnya.

red24_KANU

Ketua FRAKSI PAN Sri Panggung Lestari : Usulkan Nyimas Melati Jadi Tokoh Nasional

sorot24.id | TANGERANG – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung Lestari, berencana mengusulkan Nyimas Melati sebagai tokoh nasional. Upaya ini dilakukan untuk mengangkat figur perempuan lokal yang dinilai belum banyak dikenal publik.

‎Sri Panggung menyebut, Nyimas Melati merupakan tokoh perempuan asal Desa Sukamulya yang dikenal memiliki peran dalam melawan penjajahan Belanda.

‎“Ini tokoh perempuan asli Kabupaten Tangerang yang berani melawan Belanda, tetapi belum pernah diangkat secara serius,” ujarnya .

Sebagai langkah awal, ia akan membentuk Yayasan Nyimas Melati yang bertujuan mengkaji sejarah, menghimpun dukungan, serta mendorong pengakuan secara nasional.

‎Pembentukan yayasan akan diawali dengan silaturahmi kepada tokoh masyarakat dan keluarga Nyimas Melati guna meminta restu dan masukan.

‎“Kalau masyarakat mendukung, baru kita melangkah lebih jauh,” katanya.

‎Selain mengumpulkan referensi dari perpustakaan daerah, Sri juga telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk tokoh perempuan dan Komnas Perempuan, untuk mendukung rencana tersebut.

‎Ia menambahkan, yayasan tersebut tidak hanya fokus pada pengusulan tokoh nasional, tetapi juga akan bergerak dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

‎“Orientasinya untuk perlindungan perempuan dan anak, bukan untuk bisnis,” pungkasnya.

Sri Panggung Lestari menargetkan pembentukan yayasan dapat terealisasi tahun ini, sebelum melangkah ke tahap pengusulan melalui DPRD.

Melalui inisiatif ini, ia berharap Nyimas Melati dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda sekaligus memperkuat identitas sejarah Kabupaten Tangerang.

red24_J.U 

GMNI Desak BPN Kab. Tangerang Pecat KJSB Gogo Martondi : Jangan Biarkan Dugaan Pungli Berkedok Jasa Profesional Menghisap Rakyat

sorot24.id | Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak BPN Kabupaten Tangerang untuk segera mengevaluasi dan memutus kerja sama dengan KJSB Gogo Martondi Rambe setelah muncul dugaan praktik pungutan liar dalam penetapan tarif jasa pengukuran tanah kepada masyarakat.

Desakan tersebut mencuat setelah adanya aduan warga yang keberatan atas tagihan biaya pengukuran yang dinilai tidak wajar dan tidak memiliki dasar regulasi yang jelas. Dalam aduan tersebut, disebutkan tarif pengukuran untuk lahan sekitar 571 meter persegi mencapai Rp6.057.000, sementara lahan 1.672 meter persegi ditagih Rp8.158.000. Pihak pemohon menilai biaya tersebut memberatkan dan tidak transparan.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Tangerang, Ahmad Saepul Bahri,menilai kondisi ini berpotensi mencederai semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik di sektor pertanahan. Menurutnya, BPN sebagai institusi negara tidak boleh membiarkan mitra kerjanya menjalankan praktik bisnis yang menekan masyarakat kecil.

Kalau benar ada pungutan yang tidak memiliki dasar hukum jelas, maka ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi bentuk ketidakadilan dalam pelayanan publik. Negara tidak boleh kalah oleh praktik rente di sektor agraria,” tegasnya.

GMNI menilai keberadaan KJSB sebagai mitra teknis seharusnya membantu percepatan layanan pertanahan, bukan justru menambah beban biaya masyarakat.

TUNTUTAN

  1. BPN Kabupaten Tangerang segera memutus kerja sama dengan KJSB Gogo Martondi Rambe jika terbukti melanggar aturan.
  2. Audit menyeluruh terhadap seluruh mekanisme penetapan tarif jasa pengukuran tanah.
  3. Transparansi biaya layanan pertanahan kepada publik.
  4. Aparat penegak hukum menyelidiki dugaan pungutan liar yang merugikan masyarakat.

GMNI juga mengingatkan bahwa pelayanan pertanahan menyangkut hak dasar warga negara atas kepastian hukum tanah. Jika dikelola dengan pola bisnis tanpa kontrol, maka ruang penyalahgunaan kewenangan akan semakin terbuka.

GMNI menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan menggelar aksi massa apabila dalam waktu 3 hari tuntutan evaluasi ini tidak segera dijalankan.

red24_IF

Sekda Buka Sosialisasi Penguatan Budaya Hukum Dalam Kehidupan Masyarakat Desa

sorot24.id | TANGERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Tangerang, Soma Atmaja membuka acara Sosialisasi Penguatan Budaya Hukum Dalam Kehidupan Masyarakat Desa di wilayah Kec. Tigaraksa, Senin (20/04/26).

Dalam sambutannya Sekda Soma yang hadir mewakili Bupati Tangerang sangat mengapresiasi inisiatif Kecamatan Tigaraksa yang telah memfasilitasi acara tersebut sebagai salah satu upaya menguatkan budaya hukum kepada para kades, sekdes perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan desa lainnya.

foto/dok : Prokopim/Setda Kab.Tangerang . [red24] .
“Atas nama pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada Camat Tigaraksa yang telah memfasilitasi kegiatan ini sebagai fondasi penting dalam mewujudkan tata kehidupan yang tertib, aman, dan berkeadilan,” ujar Soma.

Lanjut dia, desa sebagai garda terdepan pemerintahan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran hukum masyarakat, sehingga setiap kebijakan, program, dan aktivitas dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dia berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan pemahaman hukum para kades, sekdes dan lembaga kemasyarakatan desa serta mampu menerapkannya dalam tata pengelolaan pemerintahan desa dengan baik.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat meningkatkan pemahaman hukum, sekaligus mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tata kelola pemerintahan desa,” harapnya.

Soma juga menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemangku kepentingan dan masyarakat yang harus terus diperkuat.

“Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencegah terjadinya pelanggaran hukum, meningkatkan transparansi, serta menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan akuntabel serta pembangunan desa yang berjalan lebih optimal,” tandasnya.

Menurut dia, kesadaran dan kepatuhan hukum dari penyelenggaran pemerintahan dan masyarakat juga harus terus ditingkatkan agar mampu menciptakan lingkungan desa yang tertib, aman dan berkeadilan. Pihaknya pun meminta seluruh aparatur desa, anggota lembaga kemasyarakatan dan masyarakat mampu menjadi teladan bagi lainnya.

“Saya minta setiap aparatur desa, anggota lembaga kemasyarakatan dan masyarakat mampu menjadi teladan bagi yang lainnya. Sadar dan patuh terhadap segala peraturan yang berlaku sebagai bentuk kontribusi bagi terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan berkeadilan,” pintanya.

Sementara itu, Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied melaporkan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum di tengah masyarakat desa khususnya di wilayah kecamatan Tigaraksa.

“Kegiatan ini diikuti oleh para kepala desa, perangkat desa, ketua BPD, lembaga desa serta tokoh masyarakat desa dengan tujuan satu meningkatkan sejarah hukum bagi masyarakat, mencegah terjadinya pelanggaran hukum di tingkat desa hingga tata kelola Pemerintah desa yang taat aturan, transparan dan akuntabel,” jelasnya.

SIARAN PERS 

NO: 400.14.4.3/29-Prokopim/IV/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

BAPENDA Banten Dalam Pusaran Indisipliner

sorot24.id | SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten menggelar apel bersama dalam rangka penataan dan optimalisasi pemungutan pajak kendaraan bermotor pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Plaza Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Apel tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Bapenda Provinsi Banten, mulai dari pejabat struktural hingga staf pelaksana. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen aparatur dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pajak kendaraan bermotor, yang menjadi salah satu tulang punggung penerimaan daerah.

Dalam arahannya, pimpinan apel menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Penataan sistem pemungutan pajak kendaraan bermotor juga menjadi fokus utama, termasuk optimalisasi digitalisasi layanan dan penegakan kepatuhan wajib pajak.

Namun, kegiatan apel tersebut menjadi sorotan publik setelah beredar video yang menunjukkan sejumlah pegawai melakukan aksi joget bersama usai pelaksanaan apel. Aksi tersebut dinilai sebagian pihak kurang mencerminkan sikap profesional sebagai aparatur sipil negara (ASN), terlebih dilakukan di lingkungan resmi pemerintahan.

foto/dok : istimewa . [red24]
Menanggapi hal tersebut, seorang narasumber dari kalangan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Banten menyampaikan bahwa perilaku ASN harus tetap mengacu pada norma dan aturan kedisiplinan yang berlaku.

“ASN terikat pada aturan hukum yang jelas terkait disiplin dan etika. Dalam konteks ini, tindakan yang dianggap tidak mencerminkan kesopanan atau profesionalitas di ruang publik dapat dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin, tergantung pada tingkat dan dampaknya,” ujarnya.

Ia merujuk pada ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa ASN wajib menjaga martabat dan kehormatan sebagai aparatur negara, serta menaati ketentuan jam kerja dan perilaku yang mencerminkan integritas.

Lebih lanjut, dalam Pasal 3 disebutkan bahwa setiap ASN wajib berperilaku sesuai norma, etika, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, pelanggaran terhadap ketentuan disiplin dapat dikenakan sanksi mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, hingga hukuman disiplin sedang dan berat, tergantung tingkat pelanggaran.

“Jika aktivitas tersebut dilakukan di luar konteks formal dan tidak mengganggu tugas pokok, mungkin masih bisa ditoleransi. Namun jika dilakukan dalam rangkaian kegiatan resmi dan berpotensi merusak citra institusi, tentu perlu evaluasi serius dari pimpinan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bapenda Provinsi Banten terkait evaluasi internal atas kejadian tersebut. Namun, publik berharap adanya pembinaan dan penegakan disiplin ASN agar kejadian serupa tidak terulang.

Apel bersama ini diharapkan tetap menjadi momentum penting dalam meningkatkan kinerja aparatur, khususnya dalam upaya penataan dan peningkatan Kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Provinsi Banten.

red24_RG

Sambut Harlah ke-92 PAC GP Ansor Sepatan Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Organisasi

sorot24.id | ‎TANGERANG – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sepatan menggelar kegiatan Halal Bihalal sekaligus Konsolidasi Organisasi dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-92 GP Ansor. Kegiatan yang penuh khidmat ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Muawanah, kediaman Sahabat Ibnu Mubarok, S.Pd.I, pada Minggu (19/04/26).

‎Selaku tuan rumah sekaligus Ketua PAC Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor, Sahabat Ibnu Mubarok, S.Pd.I menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kehadiran para kader.

PAC GP Ansor Kecamatan Sepatan menggelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Organisasi dalam rangka menyambut Hari Lahir GP Ansor ke – 92 . foto/dok : [red24] .

‎”Kami sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabat PA”C GP Ansor Kecamatan Sepatan yang telah memberikan kepercayaan menjadikan Pondok Pesantren Al-Muawanah sebagai tempat silaturahmi ini. Ini adalah momentum berharga bagi kita untuk mempererat ukhuwah di momentum Harlah ke-92 Ansor,” ujar Ibnu.

‎Beliau juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun jamuan selama acara berlangsung dan berharap semoga kegiatan ini tidak hanya jadi seremonial saja dan harus berlanjut kedepannya.

‎Senada dengan hal tersebut, Sahabat Riki Ade Suryana, Ketua Ranting GP Ansor Kelurahan Sepatan, menekankan pentingnya refleksi di usia ke-92 tahun GP Ansor. Menurutnya, harlah bukan sekadar seremonial, melainkan bahan bakar untuk penguatan organisasi.

‎Harlah ke-92 ini adalah bukti ketangguhan Ansor. Di level ranting, kita harus memastikan roda organisasi terus bergerak melalui konsolidasi yang masif.

“Kita harus memastikan bahwa setiap napas perjuangan Ansor dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah,” tegas Riki.

‎Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sepatan, Sahabat Hans Aminullah, S.H, dalam sambutannya memaparkan visi strategis dan arah gerak organisasi ke depan. Ia menekankan bahwa eksistensi organisasi di tingkat akar rumput harus sejalan dengan kebesaran Ansor di tingkat pusat.

‎Beberapa poin utama yang disampaikan Hans Aminullah antara lain :

  • ‎ Program Rutin : Penguatan silaturahmi melalui pertemuan rutin antara PAC dan seluruh Ranting se-Kecamatan Sepatan setiap dua minggu sekali.
  • ‎ Eksistensi Akar Rumput : Menegaskan bahwa meski Ansor sudah besar di pusat, kader di tingkat bawah tidak boleh kalah dalam menunjukkan eksistensi yang signifikan melalui kerja nyata.
  • ‎ Pengembangan SDM : Meningkatkan kualitas daya saing kader melalui sinergitas dan kolaborasi lintas sektor.

‎”Kebesaran Ansor hari ini adalah buah dari kontribusi dan kehadiran sahabat-sahabat semua. Kita harus menyiapkan kader yang berdaya untuk menyongsong Ansor masa depan yang digdaya,” ungkap Hans.

‎Sebagai penutup, Hans Aminullah memberikan kutipan motivasi bagi seluruh kader yang hadir agar senantiasa menjaga soliditas tim.

‎”Jika ingin jalan cepat, silakan jalan sendiri. Namun, jika ingin berkembang dan mencapai tujuan besar, mari kita bersinergi dan jalan bersama,” tutupnya.

‎Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sahabat Asep Supriyadi, M.Si untuk keselamatan bangsa dan kejayaan Gerakan Pemuda Ansor yang kini memasuki usia hampir satu abad.pungkasnya.

red24_RAS

Perkuat Solidaritas IKA PMII Tangerang Gelar Konsolidasi Akbar

sorot24.id | TANGERANG – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Tangerang meneguhkan perannya sebagai simpul pengikat lintas generasi dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII yang dirangkaikan dengan halal bihalal.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Tangerang, Kapolres, serta perwakilan Kodim bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta kader dan alumni PMII ini menjadi momentum memperkuat posisi alumni sebagai penyangga keberlanjutan gerakan.

Ketua IKA PMII Kabupaten Tangerang, Hasan Basri, menegaskan bahwa ikatan alumni tidak berhenti pada relasi emosional, tetapi harus bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang terorganisir dan berdampak.

“IKA PMII harus hadir sebagai ruang yang menjaga kesinambungan nilai sekaligus memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, pada usia ke-66, PMII dihadapkan pada tantangan untuk memastikan kaderisasi tidak terputus, sementara alumni tetap menjadi penopang arah gerakan.

“Alumni bukan hanya bagian dari masa lalu organisasi, tetapi bagian penting dari masa depan gerakan,” kata Hasan.

Dalam rangkaian kegiatan, diskusi panel bertajuk “Mereka Bicara” menjadi ruang refleksi yang dimoderatori oleh Yunihar Arsyad. Ia menekankan pentingnya menjadikan forum tersebut sebagai ruang pertemuan antara pengalaman dan gagasan.

Menurut Yunihar, peran alumni hari ini tidak lagi cukup ditempatkan sebagai simbol keberhasilan kaderisasi, melainkan harus aktif dalam merespons realitas sosial.

“Alumni harus mampu membaca zaman, sekaligus menjaga nilai. Di titik itu, IKA PMII menjadi penting sebagai ruang yang menghubungkan keduanya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa hubungan antara kader aktif dan alumni tidak boleh terputus, melainkan harus terus dirawat dalam bentuk dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan.

“Ketika kaderisasi melahirkan gagasan, alumni memastikan gagasan itu menemukan jalannya di ruang-ruang sosial yang nyata,” ujar Yunihar.

Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, serta konsolidasi organisasi guna memperkuat sinergi antar alumni.

Momentum halal bihalal dimaknai sebagai ruang rekonsiliasi dan penguatan relasi, di mana semangat saling memaafkan dan saling menguatkan menjadi fondasi menjaga soliditas organisasi.

Melalui peringatan Harlah ke-66 ini, IKA PMII Kabupaten Tangerang diharapkan mampu mempertegas perannya sebagai penghubung nilai, penguat jaringan, serta penggerak kontribusi alumni di tengah masyarakat.

red24_RAS

Rumah Marenda Hadirkan Diskusi Sastra Kupas Proses Kreatif dari Ide ke Karya

sorot24.id | Kab.DHARMASRAYA – Rumah Baca Marenda bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), UKM Gema, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Undhari, Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, serta Sekolah Menulis Elipsis menggelar kegiatan temu tokoh sastrawan, pegiat literasi, dan penulis. Kegiatan bertajuk :

“Lapau Literasi Sastra : Ngobrol Santai Proses Kreatif dari Ide Jadi Karya”

ini berlangsung di Rumah Baca Marenda, Jorong Sungai Lomak, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (19/4/2026).

Rumah Baca Marenda Hadirkan Diskusi Sastra, Kupas Proses Kreatif dari Ide ke Karya. foto/dok : istimewa . [red24] .
Hadir sebagai narasumber, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., seorang sutradara teater, pendiri Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, sekaligus dosen ISI Padangpanjang, serta Muhammad Subhan, penulis dan founder Sekolah Menulis Elipsis. Diskusi dipandu oleh Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., selaku pendiri dan pimpinan Rumah Baca Marenda.

Dalam pengantarnya, Dr. Amar Salahuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar, diskusi, mengeksplorasi ide, dan berkarya untuk memperkuat ekosistem literasi sastra di daerah.

“Lapau literasi sastra ini kita hadirkan sebagai ruang belajar bersama yang santai, tetapi tetap bernas, agar siapa pun berani memulai menulis dari ide-ide sederhana,” ujarnya.

Dalam suasana santai namun berbobot, Dr. Sulaiman Juned menekankan pentingnya keberanian dalam menangkap ide. Ia mengingatkan agar penulis tidak menunggu ide datang.

“Ide itu jangan ditunggu. Ide harus direbut, diintip, dan dirasakan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap orang sejatinya memiliki sumber ide yang melimpah, terutama dari pengalaman empirik, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Ia menyayangkan banyaknya ide yang terbuang sia-sia, termasuk kenangan masa kecil yang seharusnya bisa diolah menjadi karya.

Ia menjelaskan bahwa proses kreatif dalam sastra berangkat dari perpaduan antara fenomena sosial dan realitas sastra, masing-masing sebesar 50 persen. Imajinasi, khayalan, dan pengalaman empirik kemudian diramu menjadi teks sastra yang utuh.

“Dari satu gagasan, bisa lahir banyak karya, puisi, cerpen, naskah lakon, hingga novel,” tambahnya.

Kepada penulis pemula, ia menyarankan untuk membuat “jembatan keledai” berupa draf atau peta konsep sebelum menulis. Hal ini mencakup penentuan tema, topik, latar, peristiwa, tokoh, hingga karakter. Ia juga menegaskan bahwa ide yang baik adalah ide yang diolah dengan menarik. Kemampuan mengelola pikiran menjadi pilihan diksi yang tepat menjadi kunci utama dalam menulis. Tak kalah penting, ia mengingatkan pentingnya membaca sebagai fondasi utama dalam menulis. “Iqra, iqra, baru nun,” katanya, menekankan bahwa membaca harus didahulukan sebelum menulis.

Sementara itu, Muhammad Subhan memperkuat pemaparan dengan menguraikan tiga sumber utama ide bagi penulis. Pertama, apa yang dilihat. Ia menilai bahwa lingkungan sekitar, termasuk media sosial, merupakan ladang ide yang tak terbatas jika diamati dengan cermat. Kedua, apa yang dirasakan. Emosi seperti suka, duka, marah, kecewa, hingga pengalaman fisik dapat menjadi bahan mentah yang kuat untuk karya. Ketiga, apa yang dikerjakan. Aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi sumber inspirasi jika dimaknai secara reflektif.

Diskusi ini berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda, khususnya mahasiswa dan pegiat literasi, untuk lebih aktif menulis serta berani mengeksplorasi ide menjadi karya nyata.

red24_RG