Kapolres Lebak Dampingi Kapolda Banten Tanam 1.000 Pohon dan Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi

sorot24.id | LEBAK – Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, SIK, MH mendampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, SIK, MH dalam kegiatan penanaman 1.000 pohon serta peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Lebak, para Pejabat Utama Polda Banten, PJU Polres Lebak, Forkopimcam, tokoh masyarakat serta warga setempat.

Adapun kegiatan penanaman 1.000 pohon dilaksanakan di Kampung Pasir Konci, sedangkan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi dilaksanakan di Kampung Cikaduen, Desa Sangiang Tanjung, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, SIK, MH menyampaikan bahwa Polda Banten mengemban amanah untuk selalu hadir dan mengayomi masyarakat, salah satunya melalui gerakan peduli lingkungan dengan menanam pohon guna mendukung gerakan Indonesia Asri, yakni Aman, Sehat, Resik dan Indah.

“Menanam pohon merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini masyarakat semakin peduli menjaga kebersihan lingkungan, menjaga pohon-pohon yang ada serta menjaga kelestarian alam agar anak cucu kita dapat menikmati udara yang segar di Kabupaten Lebak,” ujar Kapolda Banten.

Selain kegiatan penghijauan, Kapolda Banten juga meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun untuk membantu mempermudah akses masyarakat.

“Kami juga meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi yang diharapkan dapat membantu menunjang aktivitas masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga sekitar,” ungkapnya.

Kapolda Banten menambahkan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran DIPA dan saat ini Polda Banten tengah membangun sebanyak 42 Jembatan Presisi sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, SIK, MH mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan hidup serta menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, menjaga pohon yang telah ditanam serta merawat jembatan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tutup Kapolres Lebak.

red24_RG

Menelusuri Jejak Keturunan Ki Mauk Putra Bangsawan Banten yang ber Ibu Putri Tionghoa

Oleh : Kang Hamdan Nata Baschara
Ketum Waruga Wangsa Dan
Penggiat Sejarah, Budaya Tangerang

sorot24.id | TANGERANG – Pesisir utara Tangerang sejak dahulu dikenal sebagai wilayah yang menjadi titik pertemuan berbagai budaya.Dahulu daerah tersebut dikenal Muara yang wilayahnya sekarang Kosambi sampai wilayah Kronjo. Jalur perdagangan yang ramai membuat kawasan ini didatangi banyak pendatang dari berbagai daerah dan bangsa.

Di tengah dinamika sejarah tersebut, masyarakat masih menyimpan kisah tentang seorang tokoh yang dipercaya memiliki peran penting dalam perkembangan wilayah Mauk dan sekitarnya, yakni Ki Mawuk.

Berdasarkan keterangan salah satu keturunannya kang lihin bahwa Ki Mawuk yang memiliki nama bangsawan Pangeran Daka dan memiliki nama tionghoa lie Manwoek adalah Sosok putra bangsawan Banten keturunan Pangeran Muhammad Chan/Pangeran Mawuk yang menikah dengan Cie lie Ning Roudhoh Can binti Bukhori Ning Chan, Pangeran Muhammad Chan/Pangeran Mawuk adalah putra Pangeran Arya Abdul Alim yang menikahi Putri Arya Yudhanegara / AriaTanggeran II, Nyi Rade Ratna Komala.

Nama Ki Mawuk hingga kini tetap hidup dan melekat menjadi identitas salah satu Kecamatan di Kabupaten Tangerang, yaitu Mauk. Bagi masyarakat setempat, nama itu bukan sekadar penanda wilayah, melainkan simbol sejarah panjang tentang perjuangan, kepemimpinan, dan percampuran budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun di pesisir utara Tangerang, hal tersebut diperkuat oleh pengakuan dari salah satu pengurus kenadziran Maulana Yusuf Kasunyatan, Tubagus syafarudin yg dikenal ntus plituk.

Cerita mengenai Ki Mauk diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan. Masyarakat tua di kawasan pesisir percaya bahwa Ki Mauk merupakan keturunan bangsawan atau pejabat penting Kesultanan Banten yang diberi tugas membantu ayahnya menjaga wilayah pesisir utara dari ancaman luar.

Pada masa itu, pesisir Tangerang menjadi jalur strategis perdagangan sekaligus pintu masuk bagi bangsa asing yang datang ke Pulau Jawa.

Kesultanan Banten sendiri dikenal sebagai kerajaan maritim besar yang memiliki hubungan dagang luas dengan berbagai negara, termasuk pedagang dari Tiongkok, Arab, India, hingga Eropa.

Aktivitas perdagangan di pelabuhan Banten menciptakan hubungan sosial yang erat antara masyarakat lokal dengan komunitas pendatang. Dari hubungan inilah muncul berbagai bentuk akulturasi budaya, termasuk pernikahan antar etnis.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat dan para keturunannya bahwa Ki Mawuk menikahi seorang putri dari keluarga Tionghoa terpandang yang memiliki pengaruh dalam perdagangan pesisir yaitu Cie Liening Roudhoh Chan Binti Bukhori Ning Chan, dari sinilah gelar Marga Chan yang diambil dari marga istrinya.

Keluarga sang putri disebut-sebut memiliki hubungan erat dengan jaringan perdagangan di wilayah Banten dan Batavia. Pernikahan tersebut dianggap sebagai simbol persatuan antara kalangan bangsawan Banten dengan komunitas Tionghoa yang saat itu mulai berkembang di kawasan pesisir utara Jawa.

Kisah ini memperlihatkan bahwa hubungan masyarakat Banten dengan etnis Tionghoa pada masa lalu tidak selalu dipenuhi konflik seperti yang sering digambarkan dalam sejarah kolonial. Sebaliknya, hubungan itu juga diwarnai kerja sama ekonomi, persaudaraan, hingga ikatan keluarga. Di wilayah pesisir Tangerang, percampuran budaya tersebut bahkan melahirkan identitas masyarakat yang unik.

Jejak akulturasi budaya Banten dan Tionghoa masih dapat ditemukan hingga sekarang di kawasan Mauk dan sekitarnya. Hal itu terlihat dari tradisi masyarakat, kuliner khas pesisir, hingga bahasa sehari-hari yang banyak dipengaruhi unsur Betawi, Sunda Banten, dan Tionghoa. Beberapa keluarga tua di kawasan tersebut juga masih menyimpan cerita tentang leluhur mereka yang dipercaya memiliki hubungan darah dengan Ki Mauk.

Sebagian masyarakat meyakini bahwa keturunan Ki Mauk tersebar di sejumlah desa pesisir utara Tangerang. Garis keturunan itu diwariskan melalui silsilah keluarga yang dijaga secara turun-temurun. Walaupun belum banyak catatan sejarah tertulis yang dapat membuktikan secara detail hubungan tersebut, cerita tentang Ki Mauk tetap menjadi bagian penting dari identitas masyarakat lokal.

Di sejumlah kampung tua, kisah tentang bangsawan Banten yang menikahi putri Tionghoa itu masih sering diceritakan dalam acara keluarga, pengajian, hingga tradisi adat. Cerita tersebut tidak hanya dianggap sebagai sejarah keluarga, tetapi juga sebagai simbol keharmonisan masyarakat pesisir yang sejak dahulu hidup dalam keberagaman.

Selain dikenal sebagai tokoh bangsawan, Ki Mauk juga dipercaya memiliki peran penting dalam menjaga pertahanan wilayah pesisir Banten. Pada masa kolonial, wilayah Tangerang utara menjadi daerah yang rawan konflik karena berada di jalur strategis antara Banten dan Batavia. Banyak tokoh lokal yang berusaha mempertahankan wilayah tersebut dari pengaruh penjajah.

Masyarakat pesisir percaya bahwa Ki Mauk termasuk salah satu tokoh yang ikut menjaga wilayah utara Banten dari ancaman luar. Karena itu, namanya dikenang sebagai sosok pemberani sekaligus pemimpin masyarakat. Hingga kini, makam yang terletak di Tanara dipercaya berkaitan dengan tokoh tersebut masih sering diziarahi warga, terutama pada waktu-waktu tertentu, masyarakat sekitar mengenalnya dengan Ki Buyut Jenggot.

Kisah tentang Ki Mauk juga mencerminkan bagaimana budaya pesisir terbentuk dari proses panjang pertemuan berbagai etnis. Di kawasan Tangerang utara, masyarakat pribumi, Tionghoa, Arab, dan pendatang lain hidup berdampingan sejak masa perdagangan maritim berkembang pesat. Interaksi tersebut melahirkan budaya baru yang khas dan berbeda dengan wilayah pedalaman.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh budaya Tionghoa di pesisir Tangerang dapat terlihat dari berbagai tradisi masyarakat. Beberapa makanan khas, bentuk rumah tua, hingga tradisi perayaan tertentu memperlihatkan adanya perpaduan budaya yang telah berlangsung lama. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara masyarakat lokal dan komunitas Tionghoa telah menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Tangerang.

Namun seiring perkembangan zaman, banyak generasi muda yang mulai tidak mengenal sejarah lokal di daerahnya sendiri. Kisah tentang Ki Mauk perlahan mulai jarang dibicarakan, terutama di tengah derasnya arus modernisasi dan pembangunan wilayah pesisir. Padahal sejarah lokal memiliki nilai penting untuk memperkuat identitas budaya masyarakat.

Para tokoh masyarakat dan pegiat sejarah lokal kini mulai mendorong upaya pelestarian sejarah Ki Mauk dan warisan budaya pesisir Tangerang. Mereka berharap cerita tentang bangsawan Banten yang menikahi putri tokoh Tionghoa ini dapat menjadi bagian dari pendidikan sejarah lokal bagi generasi muda. Dengan memahami sejarah daerahnya, masyarakat diharapkan lebih menghargai keberagaman budaya yang telah diwariskan leluhur mereka.

Selain itu, kisah Ki Mauk juga mengandung pesan penting tentang toleransi dan persatuan. Pernikahan antara bangsawan Banten dengan putri Tionghoa pada masa lalu menunjukkan bahwa hubungan antar etnis dapat terjalin harmonis melalui rasa saling menghormati dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut masih relevan untuk kehidupan masyarakat Indonesia saat ini yang hidup dalam keberagaman budaya dan agama.

Menelusuri jejak keturunan Ki Mauk bukan hanya soal mencari hubungan darah atau silsilah keluarga. Lebih dari itu, perjalanan sejarah ini menjadi cara untuk memahami akar budaya masyarakat pesisir Tangerang yang terbentuk dari perpaduan berbagai tradisi dan bangsa. Kisah tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberagaman telah menjadi bagian dari sejarah panjang Nusantara sejak dahulu.

Di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung, cerita tentang Ki Mauk tetap hidup dalam ingatan masyarakat pesisir utara Tangerang. Nama itu bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga lambang persaudaraan lintas budaya yang pernah tumbuh kuat di tanah Banten. Dari pesisir Mauk, masyarakat belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun hubungan yang harmonis, melainkan kekuatan yang dapat memperkaya identitas dan warisan budaya bersama.

Sumber : Ikhtisar Riwayat Keluarga Waruga Wangsa dan sejarah Kabupaten Tangerang

red24

Sosok Pemimpin yang Peduli Rakyatnya : Pemdes Pasirangin Salurkan BLT DD serta Bantuan Mesin Rumput

sorot24.id | BOGOR – Pemerintah Desa Pasirangin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Pada Selasa (20/05/2026).

Pemdes Pasirangin menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 13 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menyerahkan bantuan mesin potong rumput untuk 13 RW di wilayah desa.

Kegiatan yang berlangsung di kantor desa tersebut dihadiri perangkat desa, para ketua RW, serta masyarakat penerima manfaat. Suasana berlangsung tertib dan penuh antusiasme warga.

Kepala Desa Pasirangin, Ismail, mengatakan penyaluran BLT DD merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan ekonomi.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan beban ekonomi warga penerima manfaat,” ujar Ismail.

Selain menyalurkan BLT DD, Pemerintah Desa Pasirangin juga menyerahkan bantuan mesin potong rumput kepada masing-masing RW sebagai upaya mendukung kebersihan lingkungan dan kegiatan gotong royong warga
Sebanyak 13 RW menerima bantuan tersebut. Setiap RW nantinya akan memperoleh dua unit mesin potong rumput, namun pada tahap pertama ini baru dialokasikan satu unit untuk setiap RW.

Ismail berharap bantuan alat kebersihan tersebut dapat menjadi pemicu meningkatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga lingkungan desa.

“Untuk bantuan mesin potong rumput ini, harapan saya bisa memicu semangat kegotongroyongan masyarakat agar lebih peduli lagi dengan lingkungan dan semakin semangat menjaga kebersihan di wilayah masing-masing,” katanya.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain membantu warga penerima manfaat BLT DD, bantuan sarana kebersihan dinilai mampu menunjang kegiatan kerja bakti serta menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

red24_ER

SDN Grogol 01 Pagi Sekolah Terbaik di Jakarta Barat

sorot24.id | JAKARTA – Di tengah ketatnya persaingan pendidikan di Jakarta Barat, SDN Grogol 01 Pagi muncul sebagai bukti bahwa sekolah negeri mampu bersaing dan unggul.

Dengan status akreditasi A, sekolah ini konsisten mencetak prestasi gemilang di bidang olahraga, akademik, dan seni.
​Capaian tersebut tidak lepas dari tangan dingin Rizki, S.Pd, Kepala Sekolah yang lebih dikenal dengan sapaan Pak Boy.

Sejak memimpin, ia mendorong perubahan budaya sekolah ke arah yang lebih profesional, disiplin, dan berorientasi pada prestasi.

​Manajemen Mutu Berstandar Tinggi Untuk Hasil Nyata

​Pak Boy menerapkan sistem manajemen sekolah yang ketat dan transparan untuk memastikan setiap proses berjalan terukur. Mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan ekstrakurikuler, hingga evaluasi prestasi siswa, semuanya memiliki standar operasional yang jelas demi menjaga mutu pendidikan.

​”Sistem manajemen yang tertata membantu kami menjaga konsistensi mutu pembelajaran. Tapi yang lebih penting, kami ingin setiap anak merasa dihargai dan punya ruang untuk berkembang sesuai potensinya,” kata Pak Boy.

​Pendekatan ini membuat SDN Grogol 01 Pagi tidak hanya fokus pada tertib administrasi, tetapi langsung berdampak nyata pada capaian siswa di lapangan.

​Gudang Juara Atletik, Gulat, Senam Lantai dan Bulutangkis

​Nama SDN Grogol 01 Pagi sudah dikenal luas sebagai gudang atlet muda di Jakarta Barat. Sekolah ini rutin mengirim wakilnya di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan berhasil meraih juara di tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi.

​Prestasi paling mencolok terjadi pada ajang SAC Open 2026 Kabupaten Tangerang. Kontingen SDN Grogol 01 Pagi berhasil membawa pulang 17 medali emas, mengukuhkan posisi sekolah sebagai salah satu pusat pembinaan atlet pelajar terbaik. Cabang olahraga atletik, gulat, dan senam lantai menjadi pilar unggulan utama.

​Pelatih dan guru olahraga bekerja sama erat dengan Pak Boy untuk menyusun program latihan yang terstruktur dan intensif, tanpa sedikit pun mengabaikan kewajiban akademik siswa.

​Seimbang : Akademik, Seni, dan Karakter

​Keunggulan SDN Grogol 01 Pagi tidak berhenti di bidang olahraga saja. Sekolah ini juga aktif berpartisipasi dan mengukir prestasi dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Sains Nasional (OSN).

​Pak Boy menekankan pentingnya keseimbangan aspek perkembangan anak.

“Kami ingin anak-anak kami kuat fisiknya, cerdas otaknya, dan baik karakternya. Itu modal utama mereka untuk masa depan,” ujarnya.

​Lingkungan sekolah yang bersih, tertib, dan penuh semangat gotong royong menjadi ciri khas sehari-hari. Guru, siswa, dan orang tua terlibat aktif dalam mendukung setiap program sekolah.

Pak Boy sendiri dikenal sangat dekat dengan siswa; ia sering hadir langsung memantau latihan pagi, memberikan motivasi, dan menjadi teladan kedisiplinan.

​Menjadi Rujukan Sekolah Negeri Terbaik

​Dengan akreditasi A dan deretan prestasi yang konsisten, SDN Grogol 01 Pagi Jakarta Barat layak disebut sebagai salah satu sekolah negeri percontohan di wilayahnya.

​Sekolah ini membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang fokus, manajemen internal yang rapi, dan komitmen guru yang kuat, sekolah negeri mampu melahirkan generasi juara yang siap bersaing di tingkat nasional.

​Bagi orang tua di Jakarta Barat yang mencari sekolah dengan pembinaan karakter dan bakat yang menyeluruh, SDN Grogol 01 Pagi menjadi pilihan utama yang sangat layak di pertimbangkan.

red24_LUNAS

Ketum DPP KNPI Ajak Pemuda Jadi Perekat Persatuan di Hari Kebangkitan Nasional

sorot24.id | JAKARTA – Ketua Umum DPP KNPI Dr. H. Ali Hanafiah, SE, SH, MSi mengajak seluruh pemuda Indonesia menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai semangat untuk memperkuat nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsa dan negara.

Ali Hanafiah menyampaikan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei menjadi momentum bersejarah untuk membangkitkan kembali semangat persatuan di tengah tantangan global saat ini.

“Pemuda harus menjadi perekat persatuan bangsa di tengah situasi dunia yang sedang menghadapi perang, krisis ekonomi, dan berbagai tantangan global lainnya,” ujar Ali Hanafiah dalam keterangannya, Selasa (20/5/2026).

Sebagai Ketua Umum KNPI, Ali mengimbau seluruh pemuda Indonesia, khususnya kader KNPI, agar mengambil peran aktif dalam menjaga keutuhan bangsa dan mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, saat ini menjadi waktu yang tepat bagi generasi muda untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.

Ia menegaskan, DPP KNPI mendukung berbagai program pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Salah satunya melalui pembangunan dari desa dan pemberdayaan masyarakat.

“KNPI di bawah kepemimpinan saya mendukung seluruh program yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia demi membangun bangsa Indonesia ke depan dan mempersiapkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Ali berharap para pemuda dapat mengisi ruang-ruang pembangunan yang dijalankan pemerintah dan terus menjaga semangat persatuan demi kemajuan Indonesia.

“Peran pemuda sebagai perekat persatuan bangsa harus dibuktikan dengan karya nyata dan semangat kebersamaan,” pungkasnya.

red24_RG

Media Center DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Diskusi Reboan, Soroti Nasib Guru Madrasah

sorot24.id | TANGERANG – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud menyoroti kondisi memprihatinkan yang masih dialami para guru madrasah di Kabupaten Tangerang. Mulai dari rendahnya kesejahteraan, status yang belum jelas, hingga minimnya sarana belajar.

Hal itu ia ungkapan saat menjadi pembicara di Diskusi Reboan Media Center DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu 20 Mei 2026.

Amud mengatakan, persoalan guru madrasah tidak bisa lagi hanya menjadi bahan diskusi semata. Menurutnya, perjuangan para guru madrasah harus dikawal hingga menjadi program nyata yang dapat direalisasikan melalui kebijakan pemerintah daerah.

“Ini keberhasilan kita semua, termasuk teman-teman media yang ikut memperjuangkan nasib guru madrasah di Kabupaten Tangerang. Jadi tidak hanya berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dikawal menjadi kegiatan program yang bisa direalisasikan pemerintah daerah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil diskusi dengan Forum Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri Kabupaten Tangerang, Amud mengungkapkan ada tiga klaster persoalan utama yang dihadapi para guru madrasah.

Persoalan pertama adalah kesejahteraan. Ia menyebut masih banyak guru madrasah yang menerima honor sangat kecil, bahkan jauh dari kata layak.

“Ada yang menerima honor paling besar Rp350 ribu, bahkan ada yang hanya Rp60 ribu. Ini tentu jauh dari angka cukup. Jangan dipaksa mereka mendidik dengan ikhlas lahir batin sementara mereka juga punya tanggung jawab keluarga,” kata Amud.

Menurutnya, kesejahteraan yang minim dikhawatirkan berdampak pada kualitas pendidikan dan semangat pengabdian para guru. Karena itu, DPRD mendorong adanya perhatian serius agar profesi guru madrasah tidak sekadar menjadi pengisi waktu luang.

Cluster kedua yang menjadi perhatian adalah status guru madrasah yang hingga kini dinilai masih menggantung. Berbeda dengan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan yang telah mendapatkan kesempatan menjadi PPPK maupun ASN, guru madrasah belum memperoleh kepastian serupa.

“Status mereka sampai hari ini tidak jelas. Diangkat PPPK tidak, ASN tidak, paruh waktu juga tidak. Padahal kewajibannya sama, mencerdaskan masyarakat Kabupaten Tangerang menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Sementara persoalan ketiga adalah sarana dan prasarana belajar di madrasah yang masih jauh dari memadai. Amud mengaku menerima laporan bahwa masih banyak madrasah yang kegiatan belajarnya dilakukan secara lesehan karena keterbatasan fasilitas.

“Masih banyak madrasah yang belajarnya lesehan, tidak punya sarana dan tempat yang memadai,” ujarnya.

DPRD Kabupaten Tangerang, lanjut Amud, akan membahas kemungkinan intervensi melalui APBD terhadap persoalan-persoalan tersebut. Namun, ia menegaskan tidak semua persoalan bisa disentuh pemerintah daerah karena adanya keterbatasan kewenangan.

Amud mengatakan, dua hal yang memungkinkan untuk dibantu melalui APBD adalah kesejahteraan serta pembangunan sarana dan prasarana madrasah.

“Teknisnya seperti apa, regulasinya harus kita pelajari dulu supaya tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” jelasnya.

Untuk sarana dan prasarana, Amud menilai bantuan hibah bisa menjadi solusi, sebagaimana program bantuan yang selama ini diberikan pemerintah daerah kepada pondok pesantren maupun tempat ibadah.

Ia mencontohkan program seperti Sanitren dan bantuan untuk pondok pesantren yang sebelumnya telah berjalan menggunakan intervensi APBD.

“Kalau pondok pesantren bisa dibantu, tentu madrasah juga bisa kita dorong agar mendapatkan perhatian yang lebih maksimal,” katanya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Nur Rozab, menegaskan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru madrasah dan tenaga pendidik di Kabupaten Tangerang.

“Sebetulnya mungkin tidak hanya guru agama, tetapi dunia pendidikan itu intinya adalah tenaga guru. Baik guru bidang agama maupun tenaga pendidik lainnya, kesejahteraan mereka ini menjadi PR kita semua,” ujarnya.

Menurutnya, DPRD Kabupaten Tangerang memandang persoalan kesejahteraan guru sebagai hal yang harus menjadi prioritas perjuangan. Ia menyebut, berdasarkan berbagai diskusi dengan para guru, masih banyak persoalan yang dirasakan tenaga pendidik, mulai dari keterbatasan status kepegawaian hingga kesejahteraan yang belum merata.

Nur Rozab juga menyinggung kondisi kekurangan tenaga guru di Kabupaten Tangerang yang semakin terasa setiap tahun akibat banyaknya guru yang memasuki masa pensiun. Sementara di sisi lain, regulasi yang ada belum memungkinkan penambahan tenaga pendidik secara maksimal.

“Kalau kita menyoroti Kabupaten Tangerang, setiap bulan ada tenaga pendidik yang pensiun. Sementara secara regulasi belum bisa melakukan penambahan. Ini menjadi persoalan penting karena kekurangan guru, terutama di tingkat sekolah dasar, cukup banyak,” katanya.

Ia menilai, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan. Karena itu, DPRD terus mendorong Pemkab Tangerang untuk mencari solusi, termasuk mempercepat penyelesaian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru.

Nur Rozab menjelaskan, saat ini banyak tenaga pendidik yang masih berstatus PPPK paruh waktu. Menurutnya, status tersebut kerap memengaruhi semangat kerja para guru karena belum adanya kepastian dan kesetaraan kesejahteraan.

“Minimal DPRD mendorong percepatan penyelesaian PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu. Semoga dengan itu bisa menambah semangat dan meningkatkan kesejahteraan guru,” ucapnya.

red24_KDL

Bupati Tangerang Tegaskan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Harus Transparan dan Obyektif

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran 2026/2027 harus benar-benar transparan dan obyektif

Hal tersebut ditegaskan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara sosialisasi dan deklarasi komitmen bersama SPMB Tahun 2026 di Hotel Lemo, Selasa (19/20/26)

“Alhamdulillah, acara ini dihadiri langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Banten untuk bersama-sama berkomitmen penerimaan murid baru harus betul-betul transparan dan obyektif, tidak ada pungutan apapun untuk penerimaan murid baru tahun 2026,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa acara tersebut merupakan langkah awal menguatkan semangat, keyakinan dan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

“Tadi sudah dibacakan deklarasi, ada 7 poin salah satunya adalah poinnya transparan dan metode pelaksanaan. Ini adalah awal komitmen kita bersama untuk menguatkan keyakinan dan semagat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Selain transparansi yang menjadi salah satu dari 7 point deklarasi, dia juga menyoroti metode pelaksanaan penerimaan SPMB tahun 2026. Dia mengungkapkan ada 4 metode penerimaan yang akan digunakan untuk SPMB di seluruh jajaran satuan pendidikan negeri yang ada di Kab. Tangerang.

“Ada 4 metode yang masih kita laksanakan antara lain melalui metode afirmasi, metode prestasi, domisili dan juga mutasi. Ini masih kita gunakan juga karena undang-undangnya masih mengatur itu dan sistemnya ada dua, sistem online dan offline,” jelasnya.

Dia juga meminta seluruh pihak yang terlibat langsung dengan pelaksanaan SPMB untuk konsisten melaksanakan 7 point yang telah dideklarasikan agar pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026-2027 dapat berjalan lebih tertib, lancar dan transparan.

“Lebih penting lagi adalah supaya anak-anak usia sekolah tidak putus sekolah. Saya minta kepada seluruhnya, konsisten dan loyal melaksanakan point-poin yang dideklarasikan hari ini, supaya pelaksanaan SPMB bisa lebih tertib administrasi, tertib teknis dan benar-benar transparan,” tegasnya.

Pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak kecewa apabila anaknya tidak bisa diterima di sekokah negeri. Pemerintah daerah berkomitmen tidak ada perbedaan pengakuan dan perlakuan.

“Tidak ada perbedaan perlakuan dan pengakuan. Enggak masuk di negeri, di swasta pun kita sudah memulai gratiskan secara bertahap. InsyaAllah, mudah-mudahan tahun 2028 atau maksimal 2029, SD-SMP swasta umum gratis bisa tuntas semua,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Dadan Gandana mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan dalam rangka mewujudkan pelaksanaan SPMB yang transparan, akuntabel, objektif serta berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Pelaksanaan SPMB tahun ini menggunakan basis sistem daring dan luring, kita sesuaikan dengan kondisi kewilayahan yang ada di Kabupaten Tangerang. Penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027, penggunaan sistem daring ada di 51 SMPN dari 95 SMPN yang ada,” ungkap Dadan.

Lanjut dia, kegiatan sosialisasi diikuti oleh seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Tangerang, baik langsung maupun secara virtual daring. Pihaknya berharap melalui kegiatan sosialisasi in, seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait kebijakan mekanisme tahapan serta prinsip pelaksanaan SPMB tahun 2026.

“Perbaikan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini antara lain adalah penguatan sistem teknologi bekerjasama dengan Dinas Kominfo dan Pusdatin Dikdasmen, kemudian peningkatan proses transparansi dan proses seleksi penguatan verifikasi dan validasi data calon murid, optimalisasi layanan pengaduan masyarakat serta pengawasan bersama lintas sektor,” jelasnya.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/36-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Buka Festival Literasi 2026, Bupati Tangerang Harap Budaya Literasi Meningkat

sorot24.id | TANGERANG – Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 yang digelar di Area Parkir Sektor C Kompleks Perkantoran Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid berharap dengan adanya festival tersebut bisa semakin meningkatkan budaya literasi di masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya festival ini, budaya literasi di kalangan masyarakat semakin meningkat, mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa,” harap Bupati Maesyal.

Ia menegaskan bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berinovasi, serta membangun karakter masyarakat yang berkualitas. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi sekaligus membangun sumber daya manusia Kabupaten Tangerang yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.

Festival literasi ini merupakan momentum yang sangat penting dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat harus semakin cerdas dalam menyaring informasi. Oleh karena itu budaya membaca dan semangat belajar harus terus kita hidupkan, terutama bagi generasi muda Kabupaten Tangerang.

Bupati menandaskan bahwa investasi di bidang literasi merupakan investasi jangka panjang yang manfaat dan pahalanya akan terus mengalir bagi generasi mendatang. Semakin banyak sumber literasi yang dimiliki juga akan mendorong meningkatkannya kualitas SDM.

“Kami percaya bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Buku-buku yang dihibahkan hari ini akan menjadi jembatan ilmu bagi generasi muda yang kelak tumbuh menjadi pengusaha, pemimpin, dan penggerak pembangunan Kabupaten Tangerang di masa depan,” tandasnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan budaya baca, pada kesempatan tersebut, dia juga menginisiasi gerakan moral hibah buku secara kolektif yang melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Hari ini saya mengawali dengan membeli paket buku untuk didistribusikan ke kecamatan, desa, dan taman bacaan masyarakat. Alhamdulillah seluruh Kepala OPD ikut menyisihkan rezekinya untuk membeli paket buku ini,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Disperpusip Kabupaten Tangerang yang terus mengembangkan fasilitas literasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Saat ini, ruang perpustakaan dan sudut baca informal telah hadir di seluruh kecamatan, bahkan mulai berkembang di desa-desa lengkap dengan ruang bermain anak. Ketika orang tua datang mengurus administrasi, anak-anak mereka bisa memanfaatkan ruang baca yang bisa menambah ilmu pengetahuannya.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Kadis dan jajarannya. Di kecamatan-kecamatan sekarang sudah ada tempat khusus untuk belajar mengajar secara informal bagi masyarakat setempat, bahkan dilengkapi ruang bermain anak,” ungkapnya.

Bupati juga mengungkapkan rasa kagumnya atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap fasilitas perpustakaan daerah. Menurutnya, setiap hari gedung Disperpusip dipenuhi kunjungan pelajar mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa yang datang mencari referensi akademik dan memperluas wawasan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, komunitas literasi, para narasumber, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti bazar buku murah, bedah buku, diskusi literasi, hingga perlombaan minat dan bakat pelajar sebagai upaya meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Tangerang.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/38-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penangkapan 3 jurnalis Indonesia oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, Selasa (19/5/2026). Dewan Pers mendesak pemerintah memakai jalur diplomasi untuk membebaskan seluruh WNI yang ditahan.

sorot24.id|Jakarta – Dewan Pers mengecam keras tindakan tentara Israel yang menangkap sejumlah jurnalis yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Dewan Pers mendorong pemerintah memakai jalur diplomasi demi membebaskan jurnalis dan warga sipil.

“Mengecam tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina,” kata Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam pernyataan resminya, Selasa (19/5/2026).

Untuk diketahui, dalam rombongan ini ada sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Tiga di antaranya adalah jurnalis. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Dewan Pers juga telah berkomunikasi dengan pemimpin redaksi dua media tersebut. Informasi penangkapan ini telah terkonfirmasi.

“Dewan Pers berkomunikasi dengan pemimpin redaksi dari Republika dan Tempo TV untuk mengetahui perkembangan peristiwa ini. Kedua media tersebut mendapatkan informasi yang terkonfirmasi soal penangkapan terhadap jurnalisnya pada Senin malam waktu Jakarta,” ungkapnya.

Dewan Pers pun mendorong agar Indonesia menggunakan jalur diplomatik untuk membebaskan jurnalis dan warga sipil. Hal ini termasuk pemulangan mereka.

“Meminta pemerintah Indonesia menggunakan jalur diplomatiknya untuk membebaskan wartawan dan warga sipil Indonesia lainnya yang ditangkap militer Israel. Termasuk membantu pemulangannya ke Indonesia,” ujarnya.

5 WNI Ditangkap Israel

Sebelumnya diberitakan, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan lima orang warga negara Indonesia (WNI) diculik dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka diculik oleh tentara Zionis Israel saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengatakan per Senin (18/5/2026) pukul 21.20 WIB, sejumlah kapal telah diintersep oleh tentara Israel. Kelima WNI yang ditangkap Israel adalah aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize, lalu 3 WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.

“Terkini, 5 delegasi diculik, 4 (WNI) masih berlayar,” kata Harfin kepada wartawan di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, saat ini masih ada empat WNI yang kapalnya masih berlayar sampai malam ini. Keduanya ialah Asad Aras dan Hendro Prasetyo dengan kapal Kasri Sadabad. Kemudian Zefiro, dua WNI juga masih berlayar di perairan Mediterania. Mereka ialah Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla. Kemlu terus berkomunikasi untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan itu.

Kemlu saat ini juga masih menghubungi kapal yang membawa jurnalis Republika. Kemlu meminta Israel membebaskan kapal dan semua aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu. Kemlu mendesak agar bantuan sampai ke Palestina.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” kata juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin (18/5).

red24

Wabup Intan Nurul Hikmah Ingatkan Generasi Muda Tangerang Waspadai Dampak Era Post-Truth

sorot24.id | TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam acara Dialog Interaktif Literasi Digital yang diinisiasi oleh Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang,dengan tema :

“Menghadapi Era Post-Truth melalui Penguatan Literasi dan Publikasi Bahaya Hoaks bagi Generasi Muda”

Acara tersebut digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Tigaraksa, Selasa, (19/05/26).

Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah,membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam acara Dialog Interaktif Literasi Digital. foto/dok : istimewa. [red24] .
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengingatkan generasi muda untuk lebih bijak menyikapi setiap informasi yang diperoleh dari berbagai platform digital yang saat ini semaking canggih dan luar biasa cepat dan masif dampaknya.

Ketergantungan penggunanan gawai/gadget oleh generasi muda yang sangat tinggi mengakibatkan dampak tantangan psikologis dan teknis yang tidak mudah dan komplek serta bisa menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.

“Kita saat ini hidup di era Post-Truth, sebuah era di mana emosi dan giringan opini lewat video yang dipotong-potong, sering kali lebih dipercaya daripada fakta objektif. Terlebih karena anak-anak muda kita punya kecenderungan hanya membaca judul tanpa memahami isi berita secara utuh,” ujar Wabup Intan.

Dia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan organisasi profesi termasuk media untuk terus memperkuat literasi dan edukasi bagi para generasi muda agar mereka tidak mudah cepat terpengaruh dan menyebarkan berita yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan organisasi profesi termasuk media sangat dibutuhkan dan terus diperkuat untuk menanamkan budaya “Saring Sebelum Sharing” agar pikiran selalu bergerak lebih cepat daripada jempol sebelum menyebarkan sebuah informasi,” tandasnya.

Ia menambahkan penyampaian aspirasi dan kritik melalui berbagai platform media sosial hendaknya dilakukan dengan santun dan beretika. Pemkab Tangerang pun terus menguatkan komitmen untuk responsif terhadap aduan masyarakat secara objektif. Untuk itu, dia juga menghimbau kepada pihak media untuk tidak hanya mampu menyuguhkan informasi untuk mengejar umpan balik namun juga bisa memberikan edukasi dan tuntunan kepada para pembacanya.

“Menyampaikan aspirasi dan kritik itu hak, silakan dilakukan lewat media sosial. Namun, sampaikanlah dengan santun, berbasis data yang valid, dan tidak sekadar menghujat. Media juga kami ingatkan agar tidak sekadar mengejar umpan klik (clickbait) tapi juga edukasi dan tuntunan,” tambahnya.

Dia pun mengapresiasi KWRI Kabupaten Tangerang yang mau turun langsung memberikan edukasi ke sekolah-sekolah dan kampus. Dia berharap melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi seperti KWRI, dapat mendorong lahirkan masyarakat yang lebih melek informasi dan partisipatif dalam pembangunan daerah.

“Tujuan akhir kita adalah mewujudkan generasi muda yang cerdas, bijak, dan adaptif dalam memilah informasi, demi membawa Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Ardiansyah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan perwujudan nyata komitmen KWRI untuk berperan aktif dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“KWRI berkomitmen penuh menjalankan program berkelanjutan seperti ‘KWRI Goes to Campus’ dan ‘KWRI Goes to School’ guna mendukung keterbukaan informasi publik. Kami siap menjadi mitra strategis dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045 dan memastikan informasi-informasi penting tersampaikan dengan baik dan benar kepada masyarakat,” ujar Ardiansyah.

Hal sama juga ditegaskan Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Heri Yanto. Pihaknya akan menggelar program-progam yang mendukung keterbukaan informasi publik dan penguatan literasi, bekerja sama dengan sekolah, kampus dan penyelenggara pendidikan lainnya.

“Dalam waktu dekat, KWRI akan melakukan penandatanganan MoU dengan PKBM Bintang dan PKBM Melati di Kecamatan Tigaraksa untuk menyelenggarakan kajian-kajian literasi secara berkala,” ujarnya.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/37-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL