Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memberikan keterangan kepada awak media terkait viralnya isu teror ‘pocong’ yang diduga menjadi modus kejahatan di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/2026). Polresta Tangerang meningkatkan patroli dan mengimbau warga mengaktifkan siskamling.(dok:istimewa/sorot24.id)

sorot24.id|TANGERANG — Kepolisian Resor Kota Tangerang merespons viralnya isu teror ‘pocong’ di Kecamatan Rajeg yang beredar di media sosial. Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan kejadian tersebut diduga bukan peristiwa mistis, melainkan modus tindak kriminal.

Dalam narasi yang beredar, sosok menyerupai pocong sengaja digunakan untuk menakuti penghuni rumah agar panik dan membuka pintu. Setelah pintu dibuka, pelaku disebut melancarkan aksi perampokan.

“Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” kata Indra Waspada, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, aksi menyerupai teror itu diduga sengaja dilakukan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Situasi tersebut kemudian dapat dimanfaatkan pelaku kriminal saat lingkungan dalam kondisi tidak kondusif.

Guna memberi rasa aman, Indra memastikan Bhabinkamtibmas bersama unsur Babinsa dan perangkat lingkungan akan meningkatkan patroli di permukiman warga, khususnya pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga didorong mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau ronda malam.

“Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Indra meminta warga tetap tenang namun waspada, serta tidak menyebarkan informasi yang belum tervalidasi kebenarannya. Ia menegaskan masyarakat diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan call center 110 yang aktif 24 jam.

“Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” kata Indra.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan terkait viralnya teror ‘pocong’ tersebut. “Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya,” pungkasnya.

red24-(molly)

Aktivitas alat berat jenis ekskavator meratakan tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Volume timbulan sampah di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan yang mencapai 1.500 ton per hari mendorong kedua daerah membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara mandiri untuk mengurangi beban pengangkutan lintas wilayah.(dok:istimewa/sorot24.id)

sorot24.id |Tangerang — Pemerintah Provinsi Banten mencatat tren baru dalam pengelolaan sampah. Kota Tangerang dan Tangerang Selatan memilih keluar dari skema Aglomerasi Tangerang Raya dan akan mengelola sampah secara mandiri melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy, mengatakan kedua daerah tersebut dinilai siap menangani pengelolaan sampah secara mandiri, mulai dari pengangkutan hingga pengolahan harian.

“Kota Tangerang dan Tangerang Selatan menyanggupi sendiri,” ujar Ari dikutip dari Antara, Selasa (19/5/2026).

Menurut Ari, sistem pengelolaan mandiri mampu mengurangi beban pengangkutan sampah lintas wilayah yang selama ini dinilai kurang efisien. Timbulan sampah di Kota Tangerang maupun Tangerang Selatan mencapai sekitar 1.500 ton per hari.

“Sekarang bayangkan saja 1.500 ton, satu kendaraan 24 ton. Bagi saja berapa unit kendaraan. Lebih baik sendiri, bisa terolah. Mengolah langsung, tidak perlu simpan, buang, belum macetnya,” jelas Ari.

Selain memangkas biaya transportasi, langkah tersebut juga dinilai dapat mengurangi kemacetan dan penumpukan sampah.

Kota Tangerang direncanakan membangun PSEL di kawasan Jatiuwung, Tangerang Selatan di Cipeucang, Kabupaten Tangerang di Jatiwaringin. Sementara itu, kawasan Serang Raya yang meliputi Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang tetap bergabung dalam skema Aglomerasi dan PSEL dipusatkan di Cilowong.

“Kalau mandiri tidak apa-apa. Jadi, empat PSEL nanti,” kata Ari.

Tren pembangunan PSEL juga mulai merambah daerah lain. Kabupaten Pandeglang turut mengajukan pembangunan fasilitas serupa.

Pemprov Banten menegaskan seluruh rencana pembangunan PSEL harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Danantara, hingga Kementerian Lingkungan Hidup.

red24-((Kanu)

Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan, Warga Keluhkan Aktivitas Galian Kabel PLN di Jalan Raya Kresek

sorot24.id | TANGERANG – Aktivitas pekerjaan galian kabel PLN di sepanjang Jalan Raya Kresek menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan. Pasalnya, proyek galian yang berada di tepi hingga badan jalan tersebut dinilai minim pengamanan serta tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas yang memadai. Selasa,19 Mei 2026.

Warga mengaku khawatir dengan kondisi galian terbuka yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat malam hari maupun ketika arus lalu lintas sedang padat. Di lokasi pekerjaan, warga menilai tidak terlihat adanya pemasangan pembatas, garis pengaman, maupun papan peringatan yang dapat memberikan informasi kepada pengguna jalan.

Salah seorang warga,Pudin (34) mengatakan,

“Aktivitas galian tersebut sudah berlangsung beberapa waktu lalu, namun pengamanan di sekitar lokasi dinilai belum maksimal. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari”, ujarnya.

Selain persoalan keselamatan, dampak pekerjaan galian juga dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan debu saat cuaca panas dan jalan menjadi licin ketika turun hujan. Material tanah bekas galian yang menumpuk di sekitar lokasi juga dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta berpotensi menyebabkan kemacetan.

Di sisi lain, pengawasan dari pihak PLN juga dinilai tidak terlihat secara langsung di lapangan. Kondisi tersebut turut menjadi sorotan warga karena sulitnya komunikasi untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan pekerjaan galian tersebut. Warga berharap adanya petugas atau pengawas yang dapat memberikan penjelasan apabila terjadi keluhan maupun kendala selama proyek berlangsung.

Warga meminta pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Mereka berharap standar keselamatan kerja diterapkan secara maksimal dengan menyediakan rambu lalu lintas, lampu peringatan, serta pengaman di area galian demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana pekerjaan galian kabel PLN belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut.

red24_JIS

Dispora Banten Gelar Pelatihan Barbershop Angkatan ke-2, Cetak Wirausaha Muda di Kota Tangerang

sorot24.id | TANGERANG – Kota Tangerang- Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten melalui Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Kepemudaan kembali menggelar Pelatihan Barbershop Angkatan ke-2 di Cipondoh Indah Kota Tangerang.Selasa, (19/5/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Kepemudaan Dispora Banten, Tito Istianto, SE., M.Si didampingi Anggota DPRD Provinsi Banten Komisi V, Dr. Jeremia Mandrofa, ST, MM, MBA.

Pelatihan ini diikuti 41 pemuda dari Kota Tangerang dan sekitarnya. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis, manajemen usaha kecil, serta etika pelayanan, agar mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.

Dalam sambutannya, Tito Istianto menegaskan bahwa pelatihan keterampilan praktis menjadi strategi utama Dispora Banten dalam menghadapi tantangan pengangguran pemuda.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan ijazah. Pemuda harus punya skill yang bisa dijual. Barbershop adalah salah satu sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh dan bisa langsung menghasilkan. Ini bagian dari komitmen kami menjalankan amanat Perda Kepemudaan,” ujar Tito.

Senada dengan itu, Dr. Jeremia Mandrofa selaku Anggota DPRD Komisi V mengapresiasi konsistensi Dispora Banten dalam menjalankan program pemberdayaan.

“Komisi V DPRD Banten akan terus mengawal anggaran dan kebijakan agar program seperti ini tidak berhenti di pelatihan saja. Harapannya, setelah lulus, para peserta bisa terhubung dengan jaringan usaha,” kata Jeremia.

Pelatihan Barbershop Angkatan ke-2 berlangsung selama 1 hari dengan metode 70% praktik dan 30% teori. Instruktur berasal dari praktisi barber profesional.

Dispora Banten menargetkan minimal 60% peserta mampu membuka usaha mandiri atau terserap di industri jasa dalam 3 bulan setelah pelatihan selesai.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan Angkatan ke-1 yang telah melahirkan 41 wirausaha muda baru di wilayah Banten.

red24_RG

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni bersama peserta Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji yang diikuti 100 pelaku usaha katering, restoran, hotel, dan relawan SPPG di Aula Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Selasa (19/5/2026).

sorot24.id|TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji di Aula Kecamatan Pinang, Selasa (19/5/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah strategis sekaligus preventif pemerintah dalam mengawal kualitas konsumsi masyarakat. Menurut dia, mata rantai pengolahan makanan harus diawasi ketat dari hulu ke hilir.

“Kami ingin memastikan setiap makanan siap saji yang dikonsumsi warga Kota Tangerang telah melalui proses yang benar-benar higienis,” ujar Dini.

Pelatihan diikuti 100 peserta yang terdiri dari pemilik dan penjamah pangan dari usaha katering, restoran, hotel, instalasi gizi rumah sakit, hingga relawan SPPG yang telah terdaftar melalui aplikasi SIKASEP.

Dalam pelatihan, peserta dibekali pemahaman mendalam terkait tata cara pengolahan makanan sesuai standar higiene sanitasi. Materi meliputi pemilihan bahan baku segar, proses pengolahan yang bersih, penyimpanan aman, hingga teknik penyajian.

Edukasi ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan pengetahuan komprehensif mengenai keamanan pangan serta menekan risiko penyakit bawaan pangan atau _foodborne diseases_ akibat kontaminasi bakteri maupun zat berbahaya.

“Kami berharap pelatihan ini melahirkan penjamah pangan yang kompeten untuk menekan angka keracunan makanan. Ini langkah nyata bersama pelaku usaha demi mewujudkan Kota Tangerang yang sehat dan aman pangannya,” kata Dini.

red24- molly

Aktivis pemerhati kebijakan publik Hendra Primitif. Hendra mengajak masyarakat membangun kesadaran sosial mulai dari menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan

sorot24.id | TANGERANG — Aktivis pemerhati kebijakan publik, Hendra Primitif, mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran sosial mulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar.

Menurut Hendra, kepedulian bersama terhadap kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan menjadi kunci terciptanya kehidupan masyarakat yang sehat dan harmonis.

“Persoalan lingkungan saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat juga dibutuhkan, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga menjaga ketertiban lingkungan,” kata Hendra di Kabupaten Tangerang, Senin.

Hendra menilai, kepedulian sederhana yang dilakukan bersama-sama akan berdampak besar bagi kehidupan bermasyarakat. Ia menyebut, budaya gotong royong dan rasa peduli antarwarga perlu terus ditumbuhkan di tengah kehidupan modern.

“Lingkungan yang bersih dan nyaman akan berdampak positif pada kesehatan, keamanan wilayah, hingga hubungan sosial yang harmonis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra berharap pemerintah daerah memperkuat program edukasi lingkungan dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum serta ketertiban lingkungan.

“Kepedulian kecil yang dilakukan bersama akan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan tertib. Kalau kesadaran sosial terus dibangun, beban persoalan di masyarakat juga akan berkurang,” kata dia.

Ketua Umum PERBASI Kota Tangerang periode 2026-2030 Andri S. Permana, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono, dan Jajaran Pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kota Tangerang periode 2026-2030, perwakilan KONI Kota Tangerang, dan tamu undangan foto bersama  usai pelantikan di Hall Pacific Garden Square, Alam Sutera, Kota Tangerang, Selasa (19/5/2026). 

sorot24.id|Tangerang – Andri S. Permana resmi kembali menakhodai Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Kota Tangerang periode 2026-2030. Ia menyatakan kesiapannya membawa semangat baru untuk menjadikan Kota Tangerang sebagai barometer prestasi bola basket di Provinsi Banten.

Pelantikan pengurus PERBASI Kota Tangerang digelar di Hall Pacific Garden Square, Alam Sutera, Kota Tangerang, Selasa (19/5/2026). Acara dihadiri Ketua Umum DPD PERBASI Banten Ahmed Zaki Iskandar, perwakilan KONI Kota Tangerang, tokoh olahraga, serta sejumlah klub basket lokal.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru. Ia menekankan pentingnya konsistensi pembinaan usia dini agar bola basket semakin inklusif dan digemari seluruh lapisan masyarakat, terlebih menjelang POPDA dan Porprov 2026.

“Pemerintah Kota Tangerang mengucapkan selamat bekerja kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Kami berharap PERBASI di bawah kepemimpinan Bung Andri dapat melahirkan bibit atlet unggul yang mengharumkan nama kota di kancah nasional maupun internasional,” kata Maryono.

Maryono juga meminta PERBASI mengoptimalkan fasilitas olahraga yang telah dibangun pemerintah. “Dengan susunan dan orang-orang baru yang hadir dengan kompetensinya, saya yakin PERBASI dapat semakin membawa olahraga basket berprestasi,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Andri S. Permana menegaskan komitmennya memperkuat fondasi kompetisi lokal. “Terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Komitmen kami ke depan adalah memastikan basket di Kota Tangerang tidak hanya sekadar olahraga prestasi, melainkan juga gaya hidup positif bagi generasi muda,” kata Andri.

red24-(bgx)

Mendesaknya Transisi Energi dan Migrasi Mobilisasi

sorot24.id | JAKARTA – Kondisi _Liquefied Petroleum Gas_ (LPG/elpiji) langka di beberapa daerah Indonesia pada awal April 2026 lalu kemudian langka kembali seminggu terakhir di bulan Mei 2026 muncul lagi.

Penyebabnya, tidak lepas dari situasi energi nasional yang sedang mengalami tekanan. Hal ini disebabkan oleh dua (2) faktor, yaitu kebijakan energi di dalam negeri dan dinamika global khususnya perang USA-Israel dengan Iran.

“Di satu sisi, pemerintah menetapkan kuota LPG 3 kg yang lebih rendah dibandingkan dengan realisasi sebelumnya sebagai upaya menyeimbangkan subsidi. Di sisi lain, permintaan terhadap LPG 3kg lebih besar dibanding persediaan yang ada”, ungkap Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, di Jakarta pada Selasa (19/5/26).

Meskipun, kelangkaan itu telah diatasi oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan menambah penyaluran sejumlah 5,8 juta tabung LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh tanah air selama libur panjang pekan ini. Demikian disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta .

Tapi, persoalan sebenarnya bukanlah terletak pada kelangkaan LPG 3kg di beberapa daerah tersebut. Defiyan menilai justru ketergantungan pada energi fosil atau Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya yang bersubsidi telah terlalu akut. Ditambah konsumsi BBM bersubsidi pada kendaraan bermotor yang berjumlah pada 2025 meningkat menjadi 173.703.373 unit (data Korps Lalu Lintas Polri). Atau dalam satu tahun terjadi penambahan sekitar 7,23 juta unit.

Jumlah lonjakan paling signifikan berasal dari kategori sepeda motor, yaitu dari 139.450.013 unit pada 2024, meningkat menjadi 145.679.527 unit. Kenaikan penjualannya mencapai 6.229.514 unit (4,46%) di tahun 2025. Sepeda motor inilah pengomsumsi terbesar BBM bersubsidi sehingga harus dibatasi pemakaian jenis Pertalitenya. Disamping itu, beban LPG 3kg dan BBM bersubsidi tidak saja soal kelancaran pengangkutan dan distribusi dari negara sumber minyak mentahnya.

“Yang lebih pelik, nilai pembeliannya semakin meningkat sebagai akibat depresiasi mata uang Rupiah terhadap kurs US dollar yang telah mencapai 6,7 persen. Permasalahan mendesak yang harus segera diatasi terkait ruang fiskal dan keterbatasan anggaran negara. Tidak ada cara lain untuk mengurangi ketergantungan energi impor tersebut adalah dengan melakukan kebijakan transisi energi melalui migrasi konsumsi”,ujarnya.

Kebijakan ini khususnya berlaku untuk BBM dan LPG yang terlalu besar alokasi subsidinya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Seperti yang pernah disampaikannya melalui berbagai media, situasi dan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama di tengah sasaran (target) swasembada energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Selain risiko pasokan, perang juga berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya membebani anggaran subsidi energi dalam APBN juga kebiasaan atau budaya (kultur) konsumsi masyarakat yang sulit diubah cepat. Namun, jika tidak diubah, maka alokasi subsidi energi Indonesia terus meningkat setiap tahun.

Fakta beberapa tahun terakhir membuktikannya, yaitu tahun 2021 subsidi energi tercatat Rp131,5 triliun, lebih besar dibanding tahun 2020 yang hanya sejumlah Rp95,7 triliun atau naik Rp35,8 triliun (37,4%). Begitu juga di 2022, realisasi subsidi energi naik menjadi Rp157,6 triliun, dan kembali meningkat menjadi Rp159,6 triliun pada 2023, dengan porsi terbesar untuk subsidi BBM dan LPG impor.

Apakah ada perubahan kebijakan alokasi subsidi? Ternyata tidak, justru pada 2024 tak ada evaluasi atas alokasi subsidi energi yang semakin membengkak. Malah angkanya kembali naik menjadi Rp203,4 triliun. Yangmana Rp114 triliun dialokasikan untuk subsidi BBM dan LPG 3 kilogram. Kenaikannya sebesar 1,9 persen dalam APBN 2025 (subsidi dan kompensasi) dibanding tahun 2024. Yang bertambah, yaitu subsidi BBM dan LPG sejumlah Rp900 miliar menjadi Rp204,3 triliun. Sedangkan, subsidi listrik hanya Rp89,7-90,22 triliun untuk 42,1 juta pelanggan.

“Anehnya, pemerintah justru kembali mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun, termasuk Rp105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG,” jelas tak masuk akal kata sang Ekonom Konstitusi ini. Seharusnya pemerintah mengubah pola konsumsi LPG subsidi (3 kg) di Indonesia yang mencapai 8,5 juta ton pada 2025. Jika dikonversi ke dalam satuan tabung konsumsinya setara dengan sekitar 2,83 miliar tabung per tahun. Luar biasa jumbonya yang didistribusikan oleh para agen LPG di berbagai daerah Indonesia,ungkapnya .

Pemerintah cq. Kementerian ESDM mesti berupaya kuat melakukan migrasi konsumsi LPG 3kg bersubsidi masyarakat tersebut. Salah satunya, dengan cara mempercepat kebijakan elektrifikasi dan memperluas insentif energi berbasis listrik guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil. Perang di timur tengah dan depresiasi mata uang Rupiah terhadap US dollar adalah momentum tepat bagi pemerintah Indonesia melakukan migrasi energi. Yaitu, konversi konsumsi LPG 3kg ke kompor listrik bersubsidi dan kendaraan BBM ke kendaraan listrik bersubsidi.

Defiyan menilai besarnya alokasi subsidi energi berbasis fosil tersebut perlu dievaluasi, terutama di tengah meningkatnya risiko geopolitik global. Ia menilai pemerintah dapat menggeser sebagian subsidi BBM dan LPG impor ke program elektrifikasi, termasuk kompor listrik dan kendaraan listrik. Hal lain, juga dapat dilakukan dengan kampanye penggunaan motor listrik yang lebih massif melalui berbagai kebijakan pendukung.

Atau ajakan menggunakan angkutan umum jika bepergian ke suatu tempat tujuan. Sebagaimana contoh aksi korporasi PT PLN (Persero) dengan memberikan voucher listrik kepada pengguna MRT dan bus listrik Transjakarta. Program ini merupakan kampanye Green Future Powered Today yang diluncurkan pada 17 Mei 2026. Cara yang cukup efektif dan efisien mendukung transisi dan migrasi konsumen.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk mempercepat transisi energi baru dan terbarukan melalui program elektrifikasi nasional, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah terpencil serta mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Kebijakan migrasi subsidi dan insentif ke elektrifikasi tentu harus mengikutinya.

“Selain itu, beberapa proyek percontohan elektrifikasi perlu dilakukan pemerintah untuk memulai transisi dan migrasu energi di beberapa wilayah. Agar percepatan migrasi penggunaan energi dari BBM dan LPG bersubsidi menuju subsidi elektrifikasi menjadi nyata. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk meningkatkan penerimaan terhadap penggunaan energi listrik. Maka, Presiden RI beserta para pembantunya di pemerintahan harus menjadi panutan (role model) dalam mensukseskan kebijakan migrasi mobilisasi ke elektrifikasi ini” pungkasnya.

red24_LUNAS

Kepedulian Kecil Mampu Ciptakan Lingkungan Sehat dan Nyaman

Oleh : Hendra Primitif (Pemerhati Kebijakan Publik)

sorot24.id | TANGERANG – Pemerhati Kebijakan Publik Hendra Primitif mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran sosial dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar.

Menurutnya, kepedulian bersama terhadap kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan menjadi langkah penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat dan harmonis.

Hendra Primitif menilai, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Mulai dari menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, hingga menjaga ketertiban lingkungan merupakan bentuk kepedulian sederhana yang memiliki dampak besar bagi kehidupan bersama.

Kepedulian kecil yang dilakukan bersama akan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan tertib. Mari bangun kesadaran sosial demi kenyamanan bersama .

Ia juga menegaskan bahwa budaya gotong royong dan rasa peduli antar warga perlu terus ditumbuhkan di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan nyaman akan berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat, keamanan wilayah, hingga terciptanya hubungan sosial yang harmonis.

Selain itu, Hendra berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong program edukasi lingkungan dan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum serta ketertiban lingkungan.

Ketika kepedulian sosial terus dibangun, maka beban persoalan di masyarakat juga akan berkurang. Lingkungan yang nyaman lahir dari kesadaran bersama.

red24

Riyan Hidayat Resmi Maju Calon Ketum BM PAN 2026–2031, Targetkan PAN Masuk Tiga Besar 2029

sorot24.id | JAKARTA – Kader muda Partai Amanat Nasional yang juga anggota DPRD Provinsi Banten, Riyan Hidayat, resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional periode 2026–2031.

Pendaftaran Riyan diterima secara resmi pada Minggu malam (17/5) dan menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi sayap PAN menjelang Kongres BM PAN mendatang.

Riyan Hidayat Kandidat Ketua Umum DPP BM PAN. foto/dok : istimewa. [red24] .
Selama ini, Riyan dikenal aktif dalam berbagai agenda strategis partai dan organisasi. Ia terlibat dalam penyelenggaraan sekolah kader, kepanitiaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), hingga penguatan mesin kampanye pencalegan. Kiprahnya dinilai mencerminkan karakter kader muda yang aktif bekerja di lapangan dan konsisten membangun organisasi.

Dalam proses pendaftaran, Riyan hadir bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari berbagai provinsi, di antaranya Jambi, Bengkulu, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, dan Sumatera Barat.

Dukungan terhadap pencalonan Riyan juga datang dari kalangan aktivis mahasiswa dan mantan Presiden Mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, dan IPB University.

Dalam sambutannya, Riyan menegaskan bahwa pencalonannya bertujuan memperkuat peran BM PAN sebagai wadah perjuangan generasi muda sekaligus instrumen kemenangan partai pada Pemilu 2029.

“Kami ingin BM PAN menjadi organisasi yang bukan hanya besar secara struktur, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap kemenangan Partai Amanat Nasional di pemilu mendatang, termasuk mencapai target tiga besar nasional pada 2029,” ujar Riyan.

Untuk mencapai target tersebut, Riyan memaparkan tiga program prioritas yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai Ketua Umum BM PAN.

Agenda pertama adalah konsolidasi organisasi secara menyeluruh melalui penguatan struktur dari tingkat pusat hingga daerah untuk membaca kebutuhan kader dan dinamika akar rumput secara lebih terukur.

Kedua, menjalankan kaderisasi yang sistematis dan masif melalui gerakan pengkaderan berjenjang dari tingkat nasional hingga ranting desa dan sub-desa atau PAR.

Ketiga, memperkuat pengawalan kemenangan PAN melalui pembentukan jaringan relawan dan saksi berbasis data di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), guna memastikan suara partai tetap terjaga secara optimal.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Riyan Hidayat, Hendri Satrio, mengatakan dukungan dari berbagai daerah dan elemen aktivis menjadi sinyal kuat bahwa BM PAN membutuhkan kepemimpinan baru yang progresif dan mampu menyatukan energi kader muda di seluruh Indonesia.

Tahapan pencalonan Ketua Umum BM PAN selanjutnya akan memasuki agenda debat kandidat serta penyampaian visi dan misi sebelum pemilihan resmi dilaksanakan dalam Kongres BM PAN 2026.

red24_KANU