Anak Lelaki Di Persimpangan Jalan Tegar Berdiri Menanti Pelanggan

Oleh : “Tanpa Nama” (Social Observer)

sorot24.id | JAKARTA – Di persimpangan jalan perkantoran yang agak lengang, ada seorang anak lelaki, yang setiap hari mengayuh sepeda, dengan tas ransel lusuh  ditangan. Tas ransel lusuh di terpa panas di “makan” hujan,berisi sikat, kain dan kaleng semir sepatu. Anak lelaki bernama Ending, cukup akrab dikenal dilingkungan perkantoran,dimana Ending mencari nafkah .

Orang mungkin melihatnya hanya sebagai penyemir sepatu. Pekerjaan kecil yang sering terlewat dari perhatian. Dia dikenal oleh banyak orang karena berprofesi membersihkan dan mengkilapkan sepatu mereka . Profesi Ending sebagai penyemir sepatu sudah di geluti bertahun tahun.

Namun dibalik profesi Ending, ada satu pelajaran besar yang tersembunyi dan tanpa kita sadari yaitu : tentang harga diri.

Setiap pagi ia datang lebih awal dari sibuknya orang – orang beraktifitas di lingkungan perkantoran itu. Ia menggendong tas lusuhnya, menata sikatnya dengan rapi, seolah itu bukan sekadar alat kerja, tetapi bagian dari kehormatannya. Ketika seseorang duduk di hadapannya, ia bekerja dengan penuh kesungguhan. Tidak terburu-buru, tidak asal-asalan.

‎Lelaki yang hanya lulusan Sekolah Dasar in, pernah berkata pelan kepada seorang pelanggan :

“Saya memang penyemir sepatu pak,  ‎tapi saya bangga dengan kerjaan ini dari pada meminta – minta”.

Ending mungkin hanya seorang penyemir sepatu.Namun dalam cara menjalani hidup,ia mengajarkan bahwa :

“Harga Diri tidak pernah ditentukan oleh profesi melainkan oleh cara kita menjaga Kehormatan Diri” .

‎Kalimat sederhana penuh makna,terasa begitu dalam. Bagi Ending, pekerjaan bukanlah ukuran rendah atau tingginya seseorang. Yang menentukan adalah cara seseorang menjaga marwahnya dalam pekerjaan itu. Ia tidak pernah meminta belas kasihan. Ia tidak pernah merendahkan dirinya sendiri. Ia hanya bekerja dengan jujur, dengan tangan yang tekun dan hati yang teguh.

Dan mungkin, tanpa banyak orang menyadari, ‎di setiap sepatu yang ia bersihkan, di setiap sepatu yang ia kilapkan,anak lelaki bernama Ending sedang mengingatkan pada dunia :

“bahwa manusia bisa tetap mulia bahkan dari pekerjaan yang paling sederhana sekalipun” . 🌿

red24

Akhirnya Political Will Elektrifikasi itu Datang ?

Oleh : Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi

sorot24.id | JAKARTA – Indonesia memasuki tahapan (fase) yang tidak mudah sejak perang meletus antara USA-Israel dengan Iran pada 28 Februari 2026. Yang tidak mudah itu adalah permasalahan di sektor energi yang berpengaruh pada ketahanannya dan sasaran swasembada energi yang dicita-citakan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Mengapa tidak mudah? Tidak lain penyebabnya, yaitu ketergantungan pasar domestik atas konsumsi minyak dan gas bumi (migas) serta Bahan Bakar Minyak (BBM) atau produk kilang yang sangat besar.

Di era pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (2014-2024) besarnya angka importasi migas dan BBM ini telah diungkapkan ke publik. Pada bulan Juni 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan permasalahan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terlalu besar, yaitu Rp502,4 triliun lebih.

Menurut Jokowi saat itu, justru alokasinya lebih besar dibandingkan dengan biaya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang sejumlah Rp446 triliun. Juga terhadap alokasi anggaran untuk pembangunan (pemberdayaan desa dan masyarakat desa) periode 2015-2020 sejumlah Rp332,32 triliun. Pernyataan Presiden RI Jokowi kala itu juga didukung data yang dipublikasikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mencatat realisasi subsidi energi selama lima (5) tahun terus meningkat.

Tidak hanya terjadi kenaikan alokasinya, melainkan juga meleset dari sasaran yang ditetapkan atas realisasinya. Rata-rata kenaikan alokasi dan realisasi subsidi energi ini berkisar diantara 8-20 persen. Sebagai contoh, pada tahun 2021 telah mencapai Rp131,5 triliun. Realisasi ini mengalami kenaikan sebesar 37,41 persen dibandingkan 2020 sekitar Rp95,7 triliun. Bahkan, jumlah realisasi subsidi energi tersebut pun telah melampaui sasaran (target) yang ditetapkan pemerintah sendiri sejumlah Rp110,5 triliun.

Angka realisasi subsidi energi tersebut lebih besar dari yang dianggarkan (over budget) sejumlah Rp21 triliun. Rinciannya, adalah digunakan sejumlah Rp47,8 triliun atau 36,35 persen untuk alokasi listrik. Sedangkan, subsidi energi fosil yaitu BBM dan Liquified Petroleum Gas (LPG) sejumlah Rp83,7 triliun atau sebesar 63,65 persen. Dan jika dibandingkan dengan realisasi subsidi energi pada tahun-tahun sebelumnya, maka porsi subsidi untuk BBM dan LPG meningkat 75,47 persen atau Rp36 triliun. Sebaliknya, subsidi listrik justru mengalami penurunan sebesar 0,42 persen atau Rp200 miliar.

Ditahun 2022 peningkatan alokasi subsidi kembali berulang, awalnya menetapkan sasaran (target) subsidi energi sejumlah Rp134 triliun. Menurut data Kementerian Keuangan, belanja subsidi energi justru meningkat menjadi Rp157,6 triliun. Kenaikannya sejumlah Rp26,1 triliun atau sebesar 19,8 persen (hampir 20%) dibandingkan tahun 2021. Sedangkan subsidi energi tahun 2023 mencapai Rp159,6 triliun, yangmana porsi terbesar digunakan untuk BBM dan LPG (3 kg), mencakup Rp95,6 triliun. Anggaran ini disalurkan untuk 16,5 juta kilo liter BBM subsidi,

Pertanyaannya, apakah pembengkakan alokasi subsidi energi ini akan terus dibiarkan terjadi? Bagaimana halnya kebijakan alokasi anggaran subsidi energi diera pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto ?

Tentu alokasinya dimulai pada tahun 2025, sebab 2024 merupakan kewenangan pemerintahan terdahulu. Alokasi anggaran subsidi energi dalam APBN ternyata berjumlah Rp203,4 triliun. Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia fokus utamanya pada subsidi listrik sejumlah Rp90,22 triliun (2024, Rp73,24 triliun) bagi 42,08 juta pelanggan, serta subsidi BBM dan LPG 3kg sekitar Rp114 triliun. Artinya, subsidi energi tetap semakin bertambah besar atau meningkat dibandingkan tahun 2024.

Begitu juga dalam RAPBN 2026, pemerintah mematok anggaran subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun, yang mana Rp105,4 triliun dialokasikan untuk subsidi BBM dan LPG 3 kg dan Rp25,1 triliun untuk jenis BBM tertentu. Untuk tujuan efisiensi, kuota Pertalite dipangkas 6,28% (menjadi 29,27 juta KL) dan Solar 1,32% (18,63 juta KL). Ternyata, alokasi subsidi energi tetap masih sangat besar, alias tak ada perubahan drastis Tiba-tiba, meletuslah perang antara USA-Israel dan Iran di kawasan teluk pada 28 Februari 2026 yang berpengaruh terhadap harga minyak dunia.

Kemudian, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan akan memprioritaskan elektrifikasi masif dan transisi energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mencapai swasembada energi. Sasaran utamanya, yaitu dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). Program ini difokuskan pada peningkatan rasio elektrifikasi hingga ke pelosok desa (3T) serta mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Apakah ini hanya sekedar tanggapan sesaat (temporer) atas kejadian perang teluk atau akan menjadi kebijakan permanen kebijakan elektrifikasi nasional ?

Sekali lagi pertanyaannya, seriuskah kemauan kebijakan (political will) transisi dari energi fosil ke EBT yang disampaikan oleh Presiden RI ini ? Banyak sekali hal yang patut dipersoalkan terkait komitmen dan konsistensi penganggarannya. Apalagi ketergantungan masyarakat selama ini pada energi fosil, seperti BBM dan LPG yang tidak mudah melakukan migrasinya. Selain itu, bagaimana halnya dengan alokasi subsidi energi bagi kelompok masyarakat miskin (maskin) yang bersedia untuk bertransisi ke EBT.

red24

Puskesmas Pasir Nangka Laksanakan Lokakarya Mini Bulanan Triwulan I

sorot24.id | TANGERANG – Puskesmas Pasir Nangka melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Bulanan yang bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Tigaraksa. Jum’at,13-03-2026 .

Lokakarya Mini Bulanan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebagai sarana koordinasi, evaluasi capaian program kesehatan, serta perencanaan kegiatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Kecamatan Tigaraksa. Melalui forum ini, Puskesmas Pasir Nangka bersama unsur lintas sektoral,melakukan pembahasan terkait perkembangan program kesehatan, berbagai tantangan di lapangan, serta langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan Pelaksanaan lokakarya mini kali ini, pembahasan utama difokuskan pada rencana pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit campak di wilayah Kecamatan Tigaraksa.

Pada kesempatan ini,Kepala Puskesmas Pasir Nangka dr. Herlin Hidayati Puskesmas menyampaikan,

“Pentingnya pelaksanaan ORI sebagai respons cepat untuk mencegah potensi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, sekaligus meningkatkan kekebalan masyarakat terutama pada anak-anak yang menjadi sasaran imunisasi,” ungkapnya .

Kepala Puskesmas Pasir Nangka dr.Herlin Hidayati,memberikan paparan terkait penyakit Campak IRO .foto/dok : istimewa . [red24] .

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai strategi pelaksanaan kegiatan ORI, mulai dari pendataan sasaran, koordinasi dengan sekolah, dukungan kader kesehatan, hingga keterlibatan lintas sektoral dalam mensukseskan pelaksanaan imunisasi di wilayah masing-masing.

‎”Kami berharap melalui sinergi lintas sektoral,Stake Holder yang ada di Kecamatan Tigaraksa beserta organisasi kemasyarakatan dan para tokoh masyarakat,bisa berjalan beriringan, berbagi peran dan menunjukan komitmen dalam mendukung pelaksanaan ORI Campak,sehingga dapat berjalan maksimal dalam upaya peningkatan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya anak – anak di wilayah Kecamatan Tigaraksa”, pungkas Kepala Puskesmas Pasir Nangka dr.Herlin Hidayati .

‎Kegiatan ini sendiri di hadiri oleh Camat Tigaraksa, Polsek Tigaraksa dan Koramil 05 Tigaraksa serta Lurah/Kepala Desa se-Kecamatan Tigaraksa,Organisasi Kemasyarakatan,para kader kesehatan serta jajaran tenaga kesehatan dari Puskesmas Pasir Nangka dan Puskesmas Tigaraksa.

red24_HP

Kasad : Pembinaan Prajurit Harus Selaras dengan Pembinaan Keagamaan

sorot24.id | SERANG – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menegaskan bahwa pembinaan prajurit untuk membentuk karakter yang kuat, disiplin, dan pantang menyerah harus berjalan seiring dengan pembinaan keagamaan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama prajurit dan keluarga besar Grup 1 Kopassus di Markas Grup 1 Kopassus, Serang, Banten. Senin,16/3/2026.

foto/dok : istimewa .[red24] .
Menurut Kasad, kegiatan keagamaan di lingkungan satuan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian prajurit, sekaligus menjadi landasan moral dalam pelaksanaan tugas.

“Itu harus terus dilakukan. Anda tidak bisa membina anggota anda menjadi baik tanpa pendampingan keagamaan yang baik,” ujar Kasad.

Selain itu, Kasad juga mengingatkan para prajurit agar terus membangun kualitas diri sebagai prajurit yang tangguh dan siap menghadapi dinamika tugas yang semakin beragam.

foto/dok : istimewa . [red24] .
“Anda harus membentuk diri anda menjadi prajurit-prajurit yang kuat, karena tantangan (tugas) akan terus bervariasi,” tambahnya.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Momentum Ramadhan kali ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara pimpinan TNI AD dengan prajurit serta keluarga besar Kopassus, khususnya di jajaran Grup 1.

Pada kesempatan tersebut, Kasad juga meninjau pangkalan serta sejumlah fasilitas di lingkungan asrama Grup 1 Kopassus. Orang nomor satu di Angkatan Darat itu mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme prajurit Kopassus yang selama ini terus menunjukkan kinerja terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas, serta mendorong prajurit untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Udtadz Adi Hidayat, dilanjutkan doa bersama serta buka puasa bersama yang diikuti prajurit dan keluarga besar Grup 1 Kopassus dengan penuh khidmat.

red24_RG

DPK KNPI Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan Adakan Diskusi dan santunan Yatim

sorot24.id | JAKARTA – Komite Nasional Pemuda lndonesia Setiabudi mengadakan agenda acara diskusi dan santunan anak Yatim serta di tutup dengan buka puasa bersama di gedung muhammadiyah 15 Karet Setiabudi Jakarta Selatan.

Acara ini dihadiri oleh Richard Achmad Supriyanto Pimpinan KNPl Kota Adm Jakarta Selatan , Pimpinan OKP serta tokoh masyarakat dan para undangan.

Dalam diskusi , Richard Achmad mrnyampaikan,”pemuda adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda harus kritis dalam menyikapi situasi nasional saat ini serta situasi geopolitik dunia yang akhir akhir ini tidak ada kepastianya”, ungkapnya .

foto/dok : Istimewa . [red24] .
Pria yang juga berprofesi sebagai akademisi ini menambahkan bahwa pemuda adalah kontrol sosial dalam menjaga keseimbangan program pemerintah.

Sementara di tempat yang sama,Ketua Panitia khomaini Malak menambahkan,  “bahwa pemuda/ KNPl Setiabudi siap mengawal serta mengkritisi program – program pemerintah yang tidak sesuai pelaksanaanya untuk masyarakat”, pungkasnya .

Setelah berdiskusi dan memberikan santunan kepada anak yatim acara di tutup dengan tausyiah ramadhan oleh ustad gofur dan di akhiri dengan menyantap hidangan buka puasa bersama yang telah disiapkan oleh panitia.

red24_KANU

Pemkab Tangerang Apresiasi Inisiatif Tangerang Youth Center dalam Program Santunan Anak Yatim di Tigaraksa

sorot24.id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan apresiasi tinggi terhadap kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh organisasi Tangerang Youth Center (TYC) melalui kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Acara yang berlangsung khidmat di Rumah Joglo Ardes Cafe, Tigaraksa ini menjadi bukti nyata peran aktif pemuda dalam mendukung program kesejahteraan sosial pemerintah. Sabtu,15/03/26

Hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyid menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah mulia yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menyambut hari kemenangan.

“Hari ini saya ditugaskan oleh Pak Bupati dan Bu Wakil menghadiri acara santunan anak yatim piatu dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Tangerang Youth Center. Ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan tentunya sangat bermanfaat buat masyarakat yang hari ini sedang persiapan untuk merayakan Idul Fitri,” ujar Camat Cucu.

Lanjutnya, ia juga berharap dengan diadakan nya santunan anak yatim ini, bisa membantu masyarakat yang kurang beruntung, dan bisa lebih bahagia lagi dalam menyambut perayaan Idul Fitri.

“Mudah-mudahan santunan ini juga membantu masyarakat kita yang belum beruntung untuk bisa lebih bahagia dalam menyambut hari raya idul fitri,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Banten fraksi PAN  sekaligus Dewan Pembina Tangerang Youth Center, Riyan Hidayat, menggarisbawahi pentingnya kehadiran pemerintah di tengah-tengah kreativitas pemuda. Ia menilai kolaborasi ini memiliki nilai spiritual yang mendalam bagi jalannya roda pemerintahan.

Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Tangerang selalu hadir di kegiatan Tangerang Youth Center. Artinya, pemerintah selalu peduli terhadap kegiatan anak muda. Santunan anak yatim itu merupakan satu bentuk kepedulian tidak hanya sosial, tapi juga spiritual. Anak yatim itu punya energi tersendiri di dalam mendoakan dan men-support pemerintah,” ungkap Riyan Hidayat.

Direktur Eksekutif Tangerang Youth Center, Febri. foto/dok : Istimewa . [red24] .
Dalam laporannya, Direktur Eksekutif Tangerang Youth Center, Febri, menyebutkan bahwa terdapat 27 anak yatim yang menjadi penerima manfaat dalam agenda tahunan ini. Ia menegaskan komitmen organisasi untuk terus menjadi mitra strategis Pemkab Tangerang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Kegiatan ini sebagai wujud komitmen kita dalam mitra strategis dan mitra kritis Pemkab Tangerang untuk partisipasi aktif dalam pembangunan, tidak hanya infrastruktur tapi juga pembangunan sumber daya manusianya,” jelas Febri.

foto/dok : Istimewa . [red24] .
Ia juga optimis bahwa dengan dukungan pembina yang kini berada di tingkat legislator, sinergi pemuda dan pemerintah akan semakin kuat.

Tahun ini ada dewan pembina kita yang sekarang sudah duduk di legislator, itu justru akan menjadi power bagi kita untuk lebih giat lagi melaksanakan kegiatan semacam ini,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Tangerang Youth Center berharap kolaborasi positif seperti ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi organisasi kepemudaan lainnya untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.

red24_J.U

Ketua MPC PP Lebak Mendukung Penuh Panitia Dalam Giat Santunan Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

sorot24.id | LEBAK – Acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lebak berlangsung sangat meriah pada hari Minggu sore (15/03/2026). Kegiatan yang digelar di Kantor Sekretariat MPC PP  Kabupaten Lebak tidak hanya menghadirkan ratusan anggota dan keluarga besar Pemuda Pancasila, tetapi juga dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Lebak mewakili Bupati Lebak, dan Kapolsek Rangkasbitung mewakili Kapolres Lebak.

Dalam giat Bukber di bulan Ramadhan tahun ini, MPC PP Kabupaten Lebak menyediakan hidangan buka puasa bagi seluruh peserta serta melakukan kegiatan berbagi  ratusan paket takjil yang disalurkan kepada masyarakat sekitar dan sebanyak 50 paket santunan juga diberikan kepada anak yatim. Setiap paket santunan berisi uang tunai dan paket makanan.

Kabag Kesra Kabupaten Lebak, Iyan Fitriyana yang menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada MPC PP Kabupaten Lebak atas inisiatif yang sangat positif.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan kepedulian yang terkandung dalam Pancasila. Ormas sebagai agen perubahan telah menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian kepada masyarakat, seperti kegiatan di bulan suci Ramadhan ini,” ucap Iyan dalam sambutannya.

Sementara, Ketua MPC PP Kabupaten Lebak, M.Y Sutrisna menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama dan berbagi ini merupakan bagian dari program tahunan yang bertujuan untuk memperkuat hubungan antara organisasi dengan masyarakat serta memberikan dukungan nyata kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Ormas PP di Kabupaten Lebak tidak hanya fokus pada pembinaan anggota, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi kecil namun bermakna bagi kesejahteraan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” jelas Ketua MPC.

Ucapan terimakasih saya kepada bapak Sekjen Arif Rahman, S.H., yang juga sebagai anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Nasdem yang sudah mendukung terlaksananya acara santunan yatim, bagi2 takjil dan buka puasa bersama dengan memberikan bantuan berupa sembako untuk kader Pemuda Pancasila yang datang, semoga tetap menjadi wakil rakyat dan mewakili rakyat khususnya warga masyarakat Kab. Lebak dan Kab. Pandeglang Provinsi Banten yang amanah juga tetap dapat ada bagi masyarakat yang sangat membutuhkan, disamping itu tentunya dapat mendorong program- program yang dapat mensejahterakan dan turut mendukung pembangunan daerah.

Selain itu, Sutrisna juga menyampaikan terima kasih serta apresiasi tertinggi kepada seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak, terlebih kepada segenap panitia pelaksanaan giat Bukber yang diisi dengan berbagi takjil dan pemberian santunan kepada anak yatim yang berjalan sukses dan meriah.

Menurutnya, kegiatan ini terselenggara berkat rasa tanggung jawab secara kolektif kolegial dan kepedulian yang tinggi ditunjukan oleh seluruh kader PP, mulai dari pengurus MPC dan PAC serta peran dari Srikandi PP yang saling bahu membahu untuk suksenya penyelenggaraan kegiatan sosial ini.

“Saya juga berterima kasih kepada semua pihak terutama kepada unsur Forkopimda Kabupaten Lebak yang telah mendukung acara ini,” ujarnya.

Pada bagian penutupan acara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak, Hj. Hesty Yuliawati mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk memperluas skala kegiatan serupa di tahun depan, dengan target memberikan bantuan kepada lebih banyak anak yatim dan keluarga kurang mampu.

“Kami berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Hesty.

Dikatakannya, kegiatan ini berhasil menunjukan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi dalam menyambut bulan suci Ramadhan, serta memperkuat peran Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang peduli dengan kesejahteraan masyarakat.

Acara buka puasa bersama dan berbagi ratusan takjil serta santunan yatim yang dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Lebak ditutup dengan foto bersama seluruh peserta.

red24_RG

Bangunan Gedung Jakarta : Laboratorium Hidup, Ekosistem Ekonomi dan Bangunan Berkelanjutan

Oleh: Eduard B. Hutagalung
Direktur Eksekutif TERAS Institute

sorot24.id | JAKARTA – Jakarta adalah kota yang tak pernah tidur. Gedung-gedung tinggi menjulang, jalanan dipenuhi kendaraan, dan aktivitas ekonomi terus bergerak. Namun di balik gemerlap ini, tersimpan persoalan serius yang jarang terlihat: banyak gedung masih mengandalkan sumur dalam sebagai sumber air, sementara jutaan warga bergantung pada air bersih PAM JAYA. Pola ini menimbulkan ketidakadilan, beban lingkungan tersembunyi, dan kerugian ekonomi nyata.

Lebih dari 4.000 sumur bor dalam aktif di Jakarta, menyedot sekitar 20 juta meter kubik air tanah per tahun. Eksploitasi ini menyebabkan penurunan muka tanah 1–10 cm per tahun, intrusi air laut, meningkatnya risiko banjir, serta kerusakan infrastruktur. Kerugian ekonomi akibat penurunan tanah diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah, termasuk biaya perbaikan tanggul dan penguatan gedung. Penggunaan sumur dalam juga membebani energi kota: pompa sumur membutuhkan listrik besar dan menambah emisi karbon. Gedung yang masih bergantung sumur dalam menimbulkan biaya sosial dan ekonomi tersembunyi yang harus ditanggung seluruh kota.

Namun, Jakarta memiliki peluang besar untuk berubah. Gedung-gedung tinggi dapat menjadi laboratorium hidup bagi efisiensi sumber daya sekaligus ekosistem ekonomi produktif. Transformasi ini bukan sekadar renovasi fisik, tetapi perubahan menyeluruh dalam cara gedung mengelola air, energi, material, teknologi, dan aktivitas ekonomi.

Landasan Regulasi: Fondasi Strategis Transformasi

Transformasi gedung di Jakarta didukung oleh regulasi yang mengalir dan terintegrasi, menuntun langkah kota menuju efisiensi, keberlanjutan, dan keadilan sosial.

Pergub DKI No. 5 Tahun 2026 mendorong migrasi gedung dari sumur dalam ke sistem air perpipaan PAM JAYA, menekan eksploitasi air tanah, menjaga stabilitas muka tanah, dan memastikan akses air bersih yang adil bagi seluruh warga, termasuk UMKM. Gedung menjadi bagian dari upaya keadilan air kota.

Perda DKI No. 2 Tahun 2019 tentang Bangunan Gedung menekankan manajemen air dan energi secara sistematis. Gedung diwajibkan menggunakan smart meter, HVAC hemat energi, dan memanfaatkan air hujan. Penerapan standar ini tidak hanya memenuhi hukum, tetapi juga menurunkan biaya operasional, meningkatkan nilai properti, dan memperkuat daya saing ekonomi.

Perda DKI No. 1 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air menegaskan perlindungan sumber daya air kota, mengurangi tekanan terhadap akuifer, menjaga kualitas air tanah, dan menciptakan lingkungan stabil bagi aktivitas ekonomi dan sosial.

Regulasi nasional seperti Peraturan Menteri PUPR No. 14/2020 dan Peraturan Menteri ESDM No. 18/2020 mendorong penerapan smart building, sistem manajemen energi, dan energi terbarukan, sehingga gedung hemat energi menurunkan biaya, emisi karbon, dan memperkuat ketahanan energi kota.

SNI 03-2391:2017 tentang Bangunan Gedung Hijau memberikan panduan teknis menyeluruh: efisiensi air & energi, pengelolaan limbah, penggunaan material ramah lingkungan, serta kenyamanan dan kesehatan penghuni. Gedung hijau menjadi laboratorium nyata bagi inovasi kota berkelanjutan.

Dengan semua regulasi ini, Jakarta menegaskan satu prinsip utama: efisiensi air dan energi bukan pilihan, melainkan kewajiban strategis yang menyatukan kepatuhan hukum, perlindungan lingkungan, dan keadilan sosial.

Transformasi Gedung: Dari Sumur Dalam Menuju Efisiensi

Transformasi gedung adalah perjalanan menyeluruh yang menyentuh semua aspek: air, energi, lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. Gedung yang sebelumnya mengandalkan sumur dalam kini menjadi laboratorium hidup dan ekosistem ekonomi bagi kota Jakarta.

Air dan Efisiensi Air

Gedung beralih ke air perpipaan PAM JAYA, menurunkan tekanan terhadap akuifer dan risiko penurunan tanah. Daur ulang air hujan dan greywater digunakan untuk toilet, pendingin, dan taman, menghemat 30–50% air bersih. Smart meter dan sensor memantau konsumsi real-time, mendeteksi kebocoran, dan mengoptimalkan penggunaan.

Energi dan Efisiensi Energi

HVAC hemat energi, LED, skylight, dan sistem smart building menurunkan konsumsi energi hingga 30–60%. Panel surya dan energi terbarukan lain menurunkan biaya listrik, emisi karbon, dan memperkuat ketahanan energi gedung.

Bangunan Hijau dan Lingkungan Sehat

Material ramah lingkungan, ruang hijau vertikal, dan taman atap menurunkan suhu mikro, meningkatkan kualitas udara, dan kenyamanan penghuni. Gedung hijau menjadi laboratorium hidup untuk praktik efisiensi air & energi yang dapat direplikasi di seluruh kota.

Laboratorium Hidup : Gedung yang Belajar dan Berinteraksi

Gedung Jakarta kini tidak hanya berdiri diam, tetapi berinteraksi dengan lingkungan dan penghuninya. Gedung ini memantau, mengukur, dan mengoptimalkan air, energi, dan kondisi mikroklimat secara real-time.

Air yang mengalir ke gedung tidak lagi pasif; sensor cerdas memantau setiap liter, menyesuaikan kebutuhan, dan mendaur ulang sumber daya. Energi dikelola layaknya organisme hidup: lampu, pendingin udara, dan peralatan listrik menyala sesuai kebutuhan, panel surya menyuplai energi bersih, dan emisi karbon berkurang drastis.

Ruang hijau vertikal dan taman atap menurunkan panas, meningkatkan kualitas udara, dan menyediakan kenyamanan psikologis bagi penghuni. Data dari gedung ini menjadi sumber nyata untuk perencanaan kota berkelanjutan, menciptakan model kota masa depan yang hijau, cerdas, dan resilient.

Gedung sebagai Ekosistem Ekonomi

Selain laboratorium hidup, gedung juga berfungsi sebagai ekosistem ekonomi yang hidup dan produktif. Efisiensi energi dan air menurunkan biaya operasional, menjadikan ruang fleksibel sebagai daya tarik bagi UMKM, start-up, dan perusahaan modern.

Perkantoran dan co-working space mendukung kolaborasi dan inovasi, sementara laboratorium teknologi, ruang pelatihan, dan fasilitas riset memfasilitasi eksperimen energi terbarukan, sistem air cerdas, dan praktik bangunan hijau. Pengetahuan dan keterampilan yang lahir dari laboratorium ini menciptakan dampak ekonomi dan sosial berlipat ganda.

Gedung menjadi motor ekonomi mini: menghasilkan nilai finansial, lapangan kerja, peluang usaha baru, dan ruang inovasi yang mendorong kreativitas dan kolaborasi. Setiap lantai, ruang, dan sistem berperan dalam membangun Jakarta yang efisien, hijau, dan tangguh secara ekonomi.

Bangunan Gedung Berkelanjutan

Transformasi gedung di Jakarta tidak berhenti pada efisiensi air, energi, atau peran ekonomi. Gedung yang terkelola dengan baik menjadi bangunan berkelanjutan, yang membawa dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan kota.

Bangunan berkelanjutan menekan tekanan terhadap akuifer, memperlambat penurunan tanah, dan mengurangi risiko intrusi air laut.

Sistem air cerdas dan daur ulang air hujan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, sementara penggunaan energi terbarukan menurunkan jejak karbon gedung secara signifikan.

Ruang hijau vertikal, taman atap, dan sirkulasi udara alami tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan internal gedung, tetapi juga menyumbang pada keseimbangan mikroklimat kota. Gedung berfungsi sebagai “paru-paru kota”, menurunkan suhu mikro, menyaring polusi, dan meningkatkan kenyamanan visual serta psikologis bagi warga sekitar.

Lebih dari sekadar dampak ekologis, bangunan berkelanjutan menjadi pilar ekonomi dan sosial. Efisiensi operasional menurunkan biaya, menarik UMKM dan start-up, serta mendorong inovasi. Gedung menjadi laboratorium nyata, menghasilkan data, pengetahuan, dan praktik terbaik yang dapat direplikasi di seluruh kota, mempercepat pembangunan Jakarta yang hijau, inklusif, dan tangguh.

Bangunan berkelanjutan menyatukan seluruh elemen: air, energi, ekonomi, teknologi, dan manusia. Setiap lantai, sistem, dan interaksi penghuni berkontribusi pada kota yang efisien dan resilient. Gedung bukan lagi beban lingkungan tersembunyi, melainkan motor perubahan kota, menegaskan bahwa pembangunan modern Jakarta harus selaras dengan keberlanjutan, inovasi, dan keadilan sosial.

Dengan demikian, bangunan gedung yang berkelanjutan bukan hanya simbol efisiensi, tetapi fondasi nyata bagi kota Jakarta yang hijau, cerdas, dan produktif, menutup narasi transformasi gedung dengan kekuatan dan visi masa depan yang jelas.

Kesimpulan

Transformasi gedung di Jakarta adalah perjalanan menyeluruh yang menggabungkan regulasi, teknologi, efisiensi sumber daya, ekonomi, dan keberlanjutan kota. Gedung bukan hanya tempat bekerja, tetapi laboratorium hidup, ekosistem ekonomi, dan bangunan berkelanjutan, menciptakan kota yang efisien, adil, dan resilient.

Regulasi yang jelas dan transformasi teknis yang terukur memastikan setiap gedung berkontribusi pada keadilan sosial, pengurangan dampak lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal. Gedung menjadi motor pengubah Jakarta yang modern, hijau, dan berkelanjutan, bukan sekadar beban lingkungan tersembunyi.

Saatnya bertindak. Gedung Jakarta bukan sekadar bangunan, tetapi laboratorium masa depan kota berkelanjutan dan ekosistem ekonomi yang nyata.

red24

DPD KNPI Kabupaten Tangerang : PEKAN AMALIYAH RAMADHAN 1447 H Perkuat Silaturahmi dan Peran Pemuda

sorot24.id | TANGERANG – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Pekan Amaliyah Ramadan 1447 H / 2026 M yang dirangkaikan dengan acara silaturahmi Ramadhan di Gedung Graha Pemuda, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang . Senin, 16/03/2026.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, anggota DPRD Provinsi Banten Muklis, Direktur Visi Nusantara Subandi, serta para senior KNPI dan pengurus KNPI Kabupaten Tangerang.

‎Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyampaikan apresiasi terhadap peran KNPI sebagai wadah berhimpunnya generasi muda dari berbagai latar belakang organisasi dan pemikiran.

Menurutnya, KNPI memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan pemuda di daerah.

“KNPI merupakan kawah candradimuka bagi anak-anak muda dari berbagai latar belakang organisasi dan warna pemikiran. Di sinilah proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta penguatan kepemimpinan pemuda berlangsung,” ujar Soma Atmaja.

Ia berharap organisasi kepemudaan tersebut terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

‎“Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap KNPI semakin maju dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing. Teruslah bergerak dan berkarya untuk masyarakat,” tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Tangerang, M. Yusuf Basnar yang akrab disapa bung Basnar Chaniago, menegaskan bahwa momentum Ramadhan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kebersamaan dan mempererat hubungan antar pemuda. Semangat persahabatan dan saling melengkapi antar elemen pemuda merupakan kunci bagi lahirnya berbagai gagasan dan gerakan positif di tengah masyarakat.

‎“Kami ingin KNPI menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda. Dalam suasana Ramadhan ini, kami memperkuat silaturahmi, membangun hubungan yang sehat dan saling melengkapi. Dari hubungan yang baik itulah akan lahir berbagai hal positif bagi kemajuan organisasi maupun masyarakat,” ujar Basnar.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pekan Amaliyah Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum refleksi bagi pemuda untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sekaligus menjadi wadah mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan di Kabupaten Tangerang.

‎red24_J.U

Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa : RAMADHAN CERIA Berbagi Kebahagiaan Dengan 55 Anak Yatim

sorot24.id | TANGERANG – Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadhan Ceria” dengan mengajak puluhan anak yatim mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari belanja pakaian Lebaran hingga buka puasa bersama . Senin,16/03/2026.

‎Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Camat Tigaraksa, Hj. Rita Wulan Sari, S.KM., S.IP., M.Si, yang mewakili pihak kecamatan. Hadir pula dalam kegiatan itu unsur Koramil, Lurah Tigaraksa, tokoh MUI, serta unsur organisasi kepemudaan yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut.

Ramadhan Ceria Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa bersama Anak Yatim. foto/dok : KTI Tigaraksa . [red24] .

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Tigaraksa Hj. Rita Wulan Sari menyampaikan apresiasi atas inisiatif Karang Taruna yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

‎“Kami dari Pemerintah Kecamatan Tigaraksa sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Ramadhan Ceria ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk kepedulian nyata dari generasi muda terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Ia juga mengaku bangga dengan semangat para pemuda Karang Taruna yang mampu menggerakkan berbagai pihak untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

‎“Kami bangga melihat semangat gotong royong para pemuda Karang Taruna Tigaraksa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap Ramadhan,” tambahnya.

Belanja Baju Lebaran hingga Buka Puasa Bersama

‎Sebanyak 55 anak yatim dari 12 Desa dan 2 Kelurahan di Kecamatan Tigaraksa mengikuti kegiatan ini. Rangkaian acara diawali dengan program “Jemput Ceria”, kemudian dilanjutkan dengan Shopping Fun di Pasar Gudang Tigaraksa, di mana anak-anak diberi kesempatan memilih sendiri kebutuhan pakaian Lebaran mereka.

‎Setiap anak menerima uang belanja sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu, yang digunakan untuk membeli baju koko, celana, sepatu, hingga perlengkapan lain sesuai pilihan masing-masing. Bahkan, beberapa anak memilih membeli tas sekolah untuk digunakan setelah libur Lebaran.

Ketua Panitia Pelaksana Ramadhan Ceria,Bung M.Tajuddin berbagi santunan . foto/dok : KTI Tigaraksa . [red24] .

‎Setelah kegiatan belanja, rombongan melaksanakan shalat Ashar berjamaah di Mesjid Al-Amjad. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif untuk anak-anak, sebelum akhirnya mereka diajak ngabuburit dan bermain bersama di Alun-alun Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Puspemkab).

Kebersamaan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama serta santunan anak yatim di McDonald’s, yang menjadi puncak acara Ramadhan Ceria tahun ini.

Karang Taruna bersama Anak Yatim laksanakan Sholat Magrib berjama’ah di Mesjid Al-Amjad Pemda Tigaraksa . foto/dok : KTI Tigaraksa . [red24] .

‎Kegiatan tersebut juga menghadirkan kebahagiaan bagi para orang tua maupun wali yang mengantar anak-anak yatim mengikuti acara tersebut.

Anis, seorang nenek yang mengantar cucunya dari Desa Tapos, mengaku sangat bersyukur dan terharu dengan kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna tersebut.

“Saya sangat senang melihat cucu saya bisa ikut kegiatan ini. Dari Desa Tapos ada lima anak yang ikut. Mereka bisa belanja baju Lebaran sendiri, jalan-jalan, dan bermain bersama teman-temannya. Terima kasih kepada panitia dan semua yang sudah peduli,” tuturnya.

‎Hal senada disampaikan Yuyun, orang tua dari salah satu peserta asal Desa Pasir Bolang. Ia menilai kegiatan tersebut sangat berarti bagi anak-anak, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

‎“Anak saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Selain dapat santunan, mereka juga diajak belanja sendiri dan jalan-jalan. Ini pengalaman yang sangat membahagiakan bagi anak-anak,” katanya.

‎Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa, Saiful Rahayu, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kecamatan Tigaraksa, pemerintah desa, para donatur, sponsor, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan Ramadhan Ceria ini,” ujarnya.

‎Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

‎“Kami mohon maaf kepada adik-adik jika dalam kegiatan ini masih ada yang belum maksimal. Ini adalah kegiatan pertama yang kami selenggarakan, dan insya Allah ke depan akan menjadi agenda rutin setiap Ramadhan,” katanya.

‎Saiful berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan lebih besar lagi pada tahun-tahun mendatang dan ini sudah masuk dalam program kerja kami masa jabatan lima tahun kedepan.

“Tahun ini mungkin kegiatannya masih sederhana, hanya sampai buka puasa bersama di McDonald’s. Namun ke depan, dengan dukungan semua pihak, kami berharap bisa menghadirkan kegiatan yang lebih besar dan membawa adik-adik yatim ini menikmati pengalaman yang lebih luas lagi,” tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua Pelaksana Ramadhan Ceria, Bung M.Tajuddin, juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

‎“Alhamdulillah kegiatan Ramadhan Ceria ini dapat terlaksana berkat dukungan para donatur, sponsor, serta partisipasi seluruh anggota Karang Taruna,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang lebih meriah.

‎“Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa semakin meriah dan menjangkau lebih banyak anak yatim, sehingga semakin banyak yang merasakan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan,” pungkasnya.

‎red24_J.U