Puluhan mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang membentangkan spanduk bertuliskan “KAMI TIDAK LUPA, KAMI TIDAK TAKUT, KEKUASAAN MELAWAN” saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026). dok:botay/molly/sorot24.id

sorot24.id|Tangerang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT) menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Jl. Taruna Raya, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kamis (21/5/2026) sore.

Aksi yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut diikuti sekitar 25 orang dengan koordinator lapangan Fajar, Presiden Mahasiswa BEM UMT. Massa membawa sejumlah atribut berupa TOA, spanduk, poster, hingga ban.

Dalam orasinya, Presma BEM UMT Fajar menegaskan aksi ini sebagai pengingat runtuhnya Orde Baru dan alarm bagi pemerintah. “Kita ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat karena kesewenangan pemerintah.

Disini terjadi perampasan ruang hidup, ada pembangunan berkedok penjajah, berkedok pangan dan iming-iming pekerjaan, namun itu semua ada perampasan tanah oleh orang besar dengan korporasi penjajahan modern,” ujar Fajar.

Mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melanjutkan aksi malam hari dengan menyalakan lilin dan membakar ban saat unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026). Di bawah spanduk bertuliskan “KAMI TIDAK LUPA KAMI TIDAK TAKUT #BEM UMT”, seorang orator menyampaikan tuntutan melalui megaphone. Aksi yang diwarnai pembacaan puisi dan teatrikal ini menyoroti isu oligarki, perampasan lahan, hingga pembungkaman kritik. Aksi berakhir pukul 19.50 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.dok:molly/sorot24.id

Massa juga menyoroti isu pagar laut yang disebut masih berlanjut dan dikerjakan oleh Agung Sedayu Group, monopoli bisnis “9 Naga”, hingga kasus pembungkaman aktivis seperti Andre Yunus yang disiram air keras.

Selain orasi, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Kekuasaan Melupakan Rakyat” dan “KAMI TIDAK LUPA KAMI TIDAK TAKUT #BEM UMT”. Sejumlah poster tokoh juga dibawa, di antaranya Amien Rais, Fadli Zon, Budiman Sudjatmiko, dan Fahri Hamzah yang fotonya dicoret, serta poster Munir, Widji Thukul, dan Marsinah.

Rangkaian aksi diisi dengan pembacaan press release, sumpah mahasiswa, pembacaan puisi, menyalakan lilin, teatrikal, hingga pembakaran ban pada pukul 18.40 WIB meski sempat diimbau aparat untuk tidak dilakukan.

Jajaran personel Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang melakukan apel konsolidasi pengamanan usai aksi unjuk rasa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026) malam. Dipimpin Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH, MH, pengamanan melibatkan 8 personel kepolisian, 2 personel Kodim 0506/Tgr, dan 1 personel Kesbangpol. Aksi yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB tersebut berakhir pukul 19.50 WIB dalam keadaan aman dan tertib.dok: botay-molly/sorot24.id

Pengamanan dilakukan oleh 8 personel Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang dipimpin Kapolsek Kompol Suyatno, SH, MH, 2 personel Kodim 0506/Tgr, dan 1 personel Kesbangpol Kota Tangerang. Turut hadir Kabag Ops AKBP Bayu Suseno dan Kasat Reskrim AKBP Parikhesit di lokasi.

Aksi berakhir pukul 19.50 WIB. Massa membubarkan diri dengan tertib. Apel konsolidasi pengamanan dipimpin Kapolsek Tangerang pukul 19.55 WIB. “Kegiatan pelayanan aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib,” demikian laporan petugas.

red24molly

Kejari Kota Tangerang Awa Made Agung Teja didampingi Camat Tangerang,Yudi Pradana, SH ,dan jajaran saat memberikan materi Penerangan Hukum di Aula Kecamatan Tangerang, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan menjadikan pengurus RW/RT sebagai garda terdepan penyebaran informasi hukum di lingkungan warga.dok:molly/sorot24.id

Sorot24.id|Tangerang -Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menggelar kegiatan Penerangan Hukum untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di tingkat rukun warga dan rukun tetangga. Acara ini berlangsung di wilayah Aula Kecamatan Tangerang dan disambut antusias oleh ratusan peserta. Kamis (21/05/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Tangerang, 8 Lurah se-Kecamatan Tangerang, serta Kasi Dirjen Kejaksaan Kota Tangerang, Awa Made Agung Teja*. Kehadiran unsur pemerintahan kecamatan dan kelurahan menunjukkan dukungan penuh terhadap program edukasi hukum yang menyentuh langsung ke masyarakat dasar.

Sebanyak 83 Ketua RW dan 417 Ketua RT turut hadir sebagai peserta. Mereka mewakili lebih dari 125.000 jiwa warga Kecamatan Tangerang.

Materi yang disampaikan fokus pada pencegahan pelanggaran hukum, bahaya narkotika, dan pemahaman tentang tugas pokok kejaksaan dalam penegakan hukum.

“Dengan penerangan hukum ini, kami ingin para pengurus RW dan RT bisa menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi hukum yang benar di lingkungan masing-masing,” ujar Awa Made Agung Teja dalam pemaparannya.

 

Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait persoalan hukum yang sering terjadi di lingkungan warga. Diharapkan, setelah kegiatan ini, pengetahuan hukum dapat menyebar lebih cepat dan menekan potensi konflik serta pelanggaran di masyarakat.

red24-(Molly)