ANTARA STRUKTUR KATA dan LUKA

Oleh : Ocit Abdurrosyid Siddiq                  (Pengamat Media dan Kebijakan Publik)

sorot24.id | BANTEN – Dalam bentang dialektika kebangsaan kita, kata-kata bukan sekadar deretan fonem yang meluncur dari lisan, melainkan entitas hidup yang mampu membangun jembatan atau justru menyulut api. Pernyataan Jusuf Kalla (JK) di Masjid Kampus UGM menjadi pintu masuk untuk meneliti bagaimana struktur kalimat yang tidak simetris, ketika bertemu dengan publik yang sensitif dan pola konsumsi informasi yang fragmentaris, dapat bermutasi menjadi kegaduhan hukum dan sosial.

Sebagai alumni Aqidah dan Filsafat yang kini menetap di pesisir Binuangeun Banten Selatan, saya melihat fenomena ini sebagai kegagalan kita dalam menjaga kejernihan nalar di tengah kepungan arus informasi yang serba instan dan sering kali nyalahan.

Secara teknis-linguistik, pernyataan JK mengenai “syahid” di Poso dan Ambon sejatinya merupakan sebuah otopsi sosiologis yang berani. Beliau mencoba membedah bagaimana instrumen agama sering kali dipinjam untuk menjustifikasi kekerasan yang akarnya adalah ketidakadilan ekonomi. Namun, struktur kalimat yang beliau pilih mengandung risiko tinggi. Meski di awal kalimat beliau menyebut “Islam dan Kristen” secara setara sebagai subjek yang terjebak dalam logika salah kaprah tersebut, pada bagian pengandaian berikutnya, beliau hanya menggunakan satu variabel: Kristen.

Dalam logika mutatis mutandis, satu contoh memang dianggap cukup untuk mewakili proposisi umum. Namun, di hadapan publik yang sedang terluka atau memiliki sensitivitas identitas yang tinggi, ketiadaan contoh simetris – seperti tidak menyebutkan “Islam membunuh Kristen” – dianggap sebagai ketidakadilan naratif yang berujung pada tuduhan penistaan.

Persoalan ini kian meruncing karena kebiasaan masyarakat kita yang gemar mencecap informasi secara parsial. Sebuah ceramah berdurasi panjang yang kaya akan konteks sejarah dan nuansa filosofis, sering kali direduksi menjadi potongan video belasan detik yang hanya menyisakan bagian paling kontroversial. Di sinilah letak bahayanya: ketika teks kehilangan konteks, ia menjadi liar dan mudah dipelintir sesuai dengan kepentingan pihak-pihak yang memang nyiar batékeun.

Kita seolah kehilangan kemampuan untuk ngaji rasa dan ngaji rupa, yakni kemampuan untuk melihat sebuah pesan secara utuh sebelum memberikan penghakiman. Informasi yang dipenggal bukan lagi menjadi sarana edukasi, melainkan menjadi amunisi untuk melakukan pembunuhan karakter atau mobilisasi kemarahan massal.

Fenomena “pemenggalan makna” ini bukan hanya menimpa Pak JK. Kita ingat bagaimana pernyataan Menteri Agama mengenai sejarah zakat di masa Nabi atau imbauan kurban dalam bentuk uang melalui BAZNAS menuai badai kritik. Secara substantif, ada argumen fikih yang bisa didiskusikan di sana, namun ketika narasi tersebut masuk ke ruang publik dalam bentuk potongan judul berita yang provokatif, esensinya lenyap tertimbun sentimen “serangan terhadap tradisi”.

Publik sering kali lebih cepat tersulut oleh pécécéan (hal-hal kecil yang mengganggu) daripada mencoba memahami visi besar di balik sebuah kebijakan. Sensitivitas keagamaan yang tidak dibarengi dengan literasi informasi yang mumpuni membuat ruang diskusi kita menjadi sangat rapuh dan mudah meledak.

Dampak paling mengerikan dari informasi parsial dan rekayasa digital adalah apa yang menimpa mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Narasi yang menyebut “guru itu beban negara” adalah puncak dari fitnah yang difasilitasi oleh teknologi deepfake. Meskipun itu adalah rekayasa total, dampak nyatanya sangatlah destruktif hingga memicu tindakan anarkis berupa penjarahan.

Ini adalah bukti bahwa di era pasca-kebenaran (post-truth), emosi publik lebih mudah digerakkan oleh sesuatu yang terasa “benar” (karena menyentuh sentimen keadilan sosial) daripada sesuatu yang benar-benar nyata. Kita telah sampai pada titik di mana kebohongan yang dikemas dengan potongan narasi yang pas dapat mengalahkan fakta objektif yang sudah diklarifikasi berulang kali.

Kita harus menyadari bahwa menjaga lisan bagi seorang tokoh publik adalah keharusan, namun menjaga nalar bagi audiens adalah kewajiban yang tak kalah beratnya. Struktur kalimat yang tidak sempurna mungkin bisa diperbaiki dengan klarifikasi, tetapi luka sosial akibat informasi yang diparut dan dipelintir jauh lebih sulit untuk disembuhkan.

‎Di Binuangeun, sembari ngadubako menatap laut, saya merenung bahwa kedewasaan berbangsa kita sangat ditentukan oleh sejauh mana kita mau bersabar dalam mencecap informasi secara utuh. _Ulah waka seuri mun can ngarti, ulah waka duka mun can nyata._ Perdamaian sejati hanya bisa tegak jika kita mau melihat kebenaran bukan sebagai potongan-potongan kecil yang menguntungkan kelompok kita, melainkan sebagai sebuah bangunan utuh yang menaungi kemanusiaan kita bersama. Wallahualam.

red24

foto ilustrasi tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat 

 

sorot24.id |JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali terpuruk ke level terlemah sepanjang April 2026. Pada penutupan pasar spot Kamis 30 April 2026, mata uang Garuda ditutup melemah Rp20 atau 0,12 persen ke posisi Rp17.346/US$.

Ini menjadi pelemahan tiga hari berturut-turut bagi rupiah. Dalam sepekan terakhir, rupiah sudah melemah 0,35 persen. Sementara sejak awal 2026, depresiasi rupiah tercatat hampir 4 persen dari posisi Rp16.680/US$ di awal tahun.

Kurs Jisdor Bank Indonesia atau BI juga mencatat pelemahan lebih dalam. Rupiah melemah Rp54 atau 0,31 persen ke level Rp17.378/US$. Secara mingguan turun 0,40 persen, dan sejak awal tahun sudah anjlok 3,93 persen dari Rp16.720/US$.

*Tekanan dari Fiskal dan Inflasi*
Tekanan terhadap rupiah dipicu dua faktor utama, yakni kekhawatiran pasar terhadap defisit fiskal serta meningkatnya inflasi. Kenaikan harga minyak dunia akhir April 2026 ikut memicu potensi kenaikan harga barang.

Di sisi lain, pemerintah menahan harga BBM bersubsidi sehingga berpotensi menambah beban anggaran subsidi energi. Indonesia masih berstatus net importir energi dengan ketergantungan impor minyak yang tinggi.

Meski neraca perdagangan nonmigas masih surplus, sektor migas tetap defisit. Akibatnya permintaan dolar AS meningkat signifikan di akhir April untuk pembayaran impor dan repatriasi dividen perusahaan.

*Cadangan Devisa Dinilai Kecil*
Peneliti Center of Macroeconomics and Finance Indef, Abdul Manap Pulungan, menyebut cadangan devisa Indonesia per Maret 2026 berada di level yang dinilai cukup kecil yakni 148,2 miliar dollar AS.

“Memang salah satunya yang harus dilakukan selain intervensi di pasar adalah BI, Kemenkeu, dan KSSK dapat memberikan sinyal yang positif, bukan yang hanya narasi,” kata Pulungan.

Menurut dia, masalah rupiah bukan hanya dari sisi moneter, tetapi juga fiskal hingga ketahanan energi. Kondisi ini membuat investor urung mengkoleksi portofolio dari Tanah Air.

“Ini menjadi sinyal bagi pemerintah, tingkat kepercayaan investor global sedang menurun yang terlihat dari bagaimana investor melepas portofolio di dalam negeri,” imbuhnya.

*Mata Uang Asia Ikut Melemah*
Di kawasan Asia, sejumlah mata uang juga tertekan. Ringgit Malaysia melemah 0,60 persen, dolar Taiwan turun 0,31 persen, dan rupee India melemah 0,11 persen secara harian.

Namun secara tahunan, rupiah masih lebih baik dibanding rupee India yang melemah 5,52 persen maupun peso Filipina yang turun 4,12 persen. Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama dunia melemah 0,16 persen ke level 98,80.

 

Red24

Giatkan Syiar Keagamaan, STQ Tingkat Kecamatan Tangerang 2026 Resmi Digelar

 

sorot24.id| TANGERANG,* – Pemerintah Kecamatan Tangerang menggelar Seleksi Tilawatil Qur’an atau STQ Tingkat Kecamatan Tangerang 2026 di halaman kantor Kecamatan Tangerang, Kamis 30 April 2026.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan defile pawai yang diikuti perwakilan kelurahan se-Kecamatan Tangerang. Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan susunan acara meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta laporan ketua panitia.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang, H. Malqan, hadir memberikan sambutan. Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug bersama oleh unsur Muspika dan tokoh agama. Kegiatan ditutup dengan doa oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kecamatan Tangerang dan sesi foto bersama.

Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir antara lain Camat Tangerang, perwakilan Dewan Masjid Indonesia atau DMI Kota Tangerang, MUI Kecamatan Tangerang, Kantor Urusan Agama atau KUA Kecamatan Tangerang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an atau LPTQ Kota Tangerang, serta para lurah se-Kecamatan Tangerang.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan registrasi peserta. STQ tahun ini melombakan tiga cabang, yaitu tilawah Al-Qur’an, murattal Al-Qur’an, dan fahmil Qur’an. Masing-masing cabang lomba dinilai oleh tiga orang dewan hakim.

foto dok/para peserta

Panitia menyebut kegiatan berjalan tertib, lancar, dan penuh semangat dalam rangka syiar keagamaan di tingkat kecamatan.

Red24(molly)

Apel Gelar Pasukan May Day 2026, Pemkab Tangerang Pastikan Pengamanan Hari Buruh Internasional Optimal dan Humanis

sorot24.id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang menggelar Apel Gelar Pasukan Pengamanan May Day Tahun 2026 sebagai bentuk kesiapan lintas instansi dalam mengawal peringatan Hari Buruh Internasional dapat berlangsung aman dan kondusif .

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menekankan lima poin penting kepada seluruh personel pengamanan, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban, mengedepankan profesionalisme, memastikan kesiapan perlengkapan, menjaga sinergitas lintas instansi, hingga melaksanakan pengamanan secara humanis dan simpatik .

“Dengan kesiapan yang matang, kami yakin seluruh rangkaian kegiatan pengamanan May Day Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Tangerang dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar,” ungkap Bupati Maesyal di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Kamis (30/04/26) .

Ia menyampaikan bahwa peringatan May Day 2026 yang bertema :

“Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”

dinilai relevan dengan kondisi saat ini. “Ini merupakan momentum penting, tidak hanya untuk menyuarakan aspirasi pekerja, tetapi juga refleksi bersama dalam membangun dunia kerja yang lebih adil d itan manusiawi,” ujarnya .

Menurutnya, peran buruh sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sehingga kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan .

Bupati Maesyal menyampaikan apresiasinya atas kesiapan seluruh pihak, termasuk kehadiran unsur Brimob yang turut memastikan kesiapsiagaan daerah.

“Kami berterima kasih, apresiasi kehadiran Brigadir Jenderal Pradah dari Brimob yang langsung hadir melihat kesiapan Kabupaten Tangerang bersama Forkopimda dan seluruh personel,” ucapnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada apel, tetapi dilanjutkan dengan doa bersama dan kegiatan sosial bersama serikat buruh.

“Nanti malam di Masjid Al-Amjad kita melaksanakan selamatan, membacakan Surah Yasin bersama perwakilan serikat buruh, termasuk anak-anak yatim dari buruh, agar May Day berjalan lancar, tertib, dan aman,” katanya .

Selain itu, peringatan May Day di Kabupaten Tangerang juga diisi kegiatan positif seperti olahraga antar serikat, hingga donor darah dan cek kesehatan gratis. “Semuanya dari, oleh, untuk buruh di Tangerang,” jelasnya .

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara menyeluruh sejak sore hingga dini hari, termasuk pengawalan keberangkatan buruh menuju Jakarta .

“Kami melibatkan 778 personel bersama TNI dan seluruh jajaran forkopimda, tidak hanya pengawalan tetapi juga pengamanan jalur lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif,” ungkapnya.

red24_KDL

Sorot24.id | TANGERANG* – Tim Penilai Lomba Sistem Keamanan Lingkungan atau Siskamling Tingkat Polres Metro Tangerang Kota menyambangi Pos Kamling Melati di Gang Anggrek, RT 002 RW 001, Kelurahan Sukasari, Rabu 30 April 2026.

Penilaian dimulai pukul 09.00 WIB dan diterima langsung oleh Ketua RT 002 bersama warga serta anggota Linmas setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Benteng Kompol Suyatno SH, Lurah Sukasari Setyo Pambudi S.Kom.,M.AP, Aiptu Anto Pranoto dari Satbinmas Polres Metro Tangerang Kota, Ipda Solihin selaku Kanit Kamsa Polres Metro Tangerang Kota, serta Aiptu Budi Setiawan.

Ketua RT 002 RW 001 Kelurahan Sukasari mengatakan kunjungan tim penilai menjadi motivasi bagi warga untuk terus aktif menjaga keamanan lingkungan.

*Lima Aspek Penilaian*

Tim penilai memfokuskan penilaian pada lima indikator utama. Pertama, kondisi bangunan dan lingkungan pos kamling meliputi kekokohan, kebersihan, kerapian ruang jaga, serta kelengkapan atribut seperti peta wilayah dan papan nama pos.

Kedua, perlengkapan operasional.

foto dok/di lingkungan pos kampling di GG, anggrek kelurahan Sukasari kota Tangerang, Kapolsek Benteng Kompol Suyatno SH, Lurah Sukasari Setyo Pambudi S.Kom.,M.AP, Aiptu Anto Pranoto dari Satbinmas Polres Metro Tangerang Kota, Ipda Solihin selaku Kanit Kamsa Polres Metro Tangerang Kota, serta Aiptu Budi Setiawan.

 

Pos kamling wajib memiliki alat keamanan seperti kentongan, senter, lampu darurat, dan APAR. Selain itu fasilitas pos seperti meja, kursi, jam dinding, kotak P3K, jas hujan, hingga atribut negara berupa foto Presiden dan Wakil Presiden serta bendera Merah Putih.

Ketiga, administrasi pos kamling. Tim memeriksa SK pendirian, struktur organisasi, buku mutasi kejadian, buku tamu, dan jadwal piket ronda.

Keempat, keaktifan dan sumber daya manusia. Aspek ini menilai rutinitas ronda malam, kekompakan warga, simulasi penanganan kejadian seperti pencurian atau bencana, serta pemahaman warga tentang prosedur lapor cepat.

Kelima, hubungan dengan aparat. Dinilai sejauh mana sinergitas antara petugas ronda dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

*Tingkatkan Partisipasi Masyarakat*
Lomba Pos Kamling atau Satkamling ini digelar dalam rangka HUT Bhayangkara dan program pembinaan keamanan lingkungan. Tujuannya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas.

“Melalui lomba ini kami harap warga makin peduli dan aktif. Pos kamling bukan hanya bangunan, tapi pusat kekompakan warga menjaga lingkungannya,” ujar salah satu anggota tim penilai.

Pos Kamling Melati sendiri merupakan salah satu pos yang mewakili Kecamatan dalam ajang lomba tingkat Polres Metro Tangerang Kota tahun 2026.

 

HUMAS
Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng

red24(molly)

Miris !! MI Al Khairiyah Tanjung Angsana Mancak Rusak Parah, Siswa Belajar di Tengah Keterbatasan

sorot24.id | SERANG – Kondisi memprihatinkan masih membayangi dunia pendidikan di Kabupaten Serang. Salah satu potret nyata terlihat di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Khairiyah yang berlokasi di Kampung Tanjung, Desa Angsana, Kecamatan Mancak. Sekolah tersebut kini mengalami kerusakan fisik yang cukup parah dan jauh dari standar kelayakan sebagai tempat belajar.

foto/dok : istimewa. [red24] .
Sejumlah ruang kelas di sekolah itu tampak tidak layak digunakan. Jendela tanpa kaca membuat ruangan terbuka terhadap terpaan angin dan hujan. Sementara itu, plafon yang sudah rusak dan sebagian hilang semakin memperburuk kondisi bangunan, menciptakan suasana belajar yang kurang nyaman dan berisiko bagi keselamatan siswa.

Meski berada dalam keterbatasan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Para siswa dan guru menunjukkan semangat tinggi untuk terus menjalankan proses pendidikan, meskipun harus menghadapi berbagai kendala fasilitas.

Kepala sekolah, Maksum, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya bantuan perbaikan dari pihak terkait. Ia mengaku telah berupaya mencari berbagai solusi, namun hingga kini belum mendapatkan akses bantuan yang jelas.

“Kami tetap berusaha menjalankan kegiatan belajar mengajar semaksimal mungkin, meskipun dengan kondisi seadanya. Anak-anak tetap semangat, tapi tentu kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Menurut Maksum, keterbatasan sarana dan prasarana tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran siswa. Kondisi semakin sulit saat musim hujan tiba, di mana air kerap masuk ke dalam ruang kelas dan mengganggu aktivitas belajar.

Pihak sekolah pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan peninjauan langsung serta memberikan bantuan renovasi. Upaya tersebut dinilai sangat penting guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.

Kondisi MI Al Khairiyah Tanjung Angsana Mancak ini menjadi cerminan bahwa pemerataan pembangunan di sektor pendidikan masih perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah pedesaan. Diharapkan, perhatian serius dan langkah konkret dari pemerintah dapat segera menjawab kebutuhan mendesak tersebut demi masa depan generasi penerus bangsa.

red24_RG

Polemik Perizinan Pembangunan dan Penegakan Perda di Kabupaten Tangerang, Hendra Primitif Soroti Konsistensi Regulasi

sorot24.id | TANGERANG – Polemik seputar perizinan pembangunan dan penegakan peraturan daerah (Perda) di Kabupaten Tangerang kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah isu yang mencuat di ruang publik dan media online memperlihatkan adanya persepsi ketidaksinkronan antara proses perizinan dengan implementasi pengawasan di lapangan.

Pemerhati Kebijakan Sosial, Hendra Primitif, menilai bahwa persoalan ini perlu disikapi secara serius namun tetap proporsional. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi antara regulasi yang ditetapkan dengan praktek pelaksanaannya.

“Perizinan dan penegakan perda adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Ketika salah satunya tidak berjalan optimal, maka akan muncul persepsi ketidakadilan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perlu memastikan bahwa setiap proses perizinan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Di sisi lain, pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan juga harus dilakukan secara konsisten tanpa tebang pilih.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian. Kepastian bahwa aturan berlaku sama bagi semua, serta ditegakkan dengan prinsip keadilan,” tegasnya.

Hendra juga menyoroti pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi, khususnya dalam memastikan tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun celah dalam pengawasan. Ia menilai bahwa dinamika yang terjadi saat ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh.

“Evaluasi harus dilakukan secara terbuka dan menyentuh akar persoalan. Bukan hanya pada aspek administratif, tetapi juga pada mekanisme pengawasan dan pengambilan keputusan,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penegakan perda tidak hanya soal penindakan, tetapi juga tentang membangun kesadaran hukum dan kepatuhan bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Penegakan aturan yang baik adalah yang mampu menghadirkan kepastian sekaligus keadilan. Di situlah kepercayaan publik akan tumbuh,” pungkasnya.

Dengan berbagai sorotan yang berkembang, Hendra berharap pemerintah daerah dapat memperkuat komitmen dalam menghadirkan tata kelola perizinan yang lebih tertib, transparan, dan berintegritas, sehingga pembangunan yang berjalan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

red24_J.U

Wabup Intan Tekankan Pentingnya Penguatan Penanaman Idiologi Pancasila Di Era Globalisasi

sorot24.id | TANGERANG – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan Kunjungan Kerja Anggota Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan Banten III, Andi Achmad Dara dalam rangka Silaturahmi dan Sosialisasi Penguatan Ideologi Pancasila. Acara tersebut digelar di GSG RW. 10 Perum Graha Pesona Citra Raya Kec Panongan, Kamis (29/04/26).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menekankan pentingnya penanaman idiologi Pancasila di tengah derasnya informasi, gaya hidup dan iptek di era globalisasi saat ini.

“Di era serba cepat dan mudah akses saat ini, kita sulit membendung derasnya budaya, informasi dan pengetahuan. Untuk itu, nilai-nilai idiologi Pancasila perlu terus diperkuat sebagai benteng untuk kita agar tidak mudah terpengaruh dan menelan bulat-bulat informasi, gaya hidup dan pengetahuan yang bisa merugikan dan merusak tatanan,” ungkap Wabup Intan.

Menurut dia, penguatan ideologi Pancasila tersebut sangat penting di tengah dinamika globalisasi untuk menjaga persatuan dan keharmonisan sosial. Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Perum Graha Pesona Citra Raya untuk menjadi teladan bagi yang lainnya dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila

“Saya mengajak masyarakat, khususnya warga Graha Pesona ini, mari bersama-sama meningkatkan pemahaman dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jadi teladan bagi yang lain untuk jaga persatuan, kepedulian dan keharmonisan,” ajaknya

Dia mengapresiasi kegiatan tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kunjungan kerja ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan kebijakan yang diambil terus berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, dia juga menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Andi Achmad Dara menegaskan bahwa Pancasila harus tetap menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila adalah perekat utama dan permersatu bangsa yang harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan pemangku kebijakan secara langsung, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat hingga peningkatan pelayanan publik.

“Melalui forum ini diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” harapnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari anggota DPRD Kabupaten Tangerang, di antaranya M. Nur Rojab dan Ely Nurhaeni, Camat Panongan beserta Forkopimcam, Lurah Mekar Bakti, tokoh masyarakat dan warga setempat.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/47-Prokopim/IV/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Foto: Tangkapan video dari akun Instagram KemenPPPA).

 

sorot24.id |Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait pernyataannya yang menuai polemik, usai insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” kata dia melalui unggahan video dari akun Instagram KemenPPPA, Rabu (29/4/2026).

Arifah menegaskan, tidak ada maksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Dia pun memahami dalam situasi duka yang dirasakan banyak orang terkait tragedi kecelakaan KRL di Bekasi, fokus utamanya keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga korban.

Alasan Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan di Tengah Usai Tragedi Kecelakaan Kereta

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan gerbong perempuan dipindah ke tengah rangkaian KRL commuter line. Usulan itu disampaikan setelah terjadinya insiden kecelakaan antara KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.

“Kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang,” kata Arifah Fauzi di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Fauzi mengaku menyampaikan usulan ini secara langsung ke Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia saat menjenguk korban luka akibat insiden ini di RSUD Bekasi. Dia menyampaikan alasannya mengusulkan itu.

Menurutnya, posisi tengah lebih aman saat terjadi insiden. Dia menyebut langkah ini untuk menekan risiko korban perempuan.

“Kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang. Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah, untuk gerbongnya ya. Supaya juga lebih safe dan aman,” ucap dia.

Selain itu, Arifah menyoroti dampak psikologis korban. Pemulihan, katanya, tidak cukup hanya fisik, tapi juga trauma. Dia juga meminta perusahaan memberi kelonggaran bagi pekerja korban.

“Kami mengupayakan bagi mereka yang sebagai pekerja, mohon dari perusahaannya untuk memberikan keringanan, memberikan perhatian khusus, sampai betul-betul sembuh dan kembali kerja, tanpa ada potongan apapun, haknya bisa terpenuhi. Ini yang sedang kami upayakan,” tutupnya.

 

red24

Gelar Warteksi, Bupati Maesyal Rasyid : Pemkab Tangerang Subsidi Harga Untuk Ringankan Beban Masyarakat

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri sekaligus membuka program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) yang digelar di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Kec. Cikupa, Kamis (30/4/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Warteksi menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Program ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Hari ini pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melaksanakan program Warung Tekan Inflasi dengan menyediakan sembako murah. Harga tersebut disubsidi pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid .

Ia menjelaskan melalui program Warteksi ini, masyarakat dapat membeli paket sembako dengan harga jauh lebih murah, bahkan hingga separuh dari harga pasar. Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga bawang tersedia dengan sistem subsidi yang signifikan.

“Misalnya harga paket sembako di pasar sekitar Rp312.200, masyarakat bisa membeli hanya sekitar Rp172.000. Selisihnya disubsidi pemerintah. Masyarakat juga bebas memilih, bisa membeli paket lengkap atau hanya beberapa komoditas sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program Warteksi tersebut dilaksanakan secara berkala, setiap tiga bulan sekali selama tiga hari, serta menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang secara bergilir.

“Program ini kita laksanakan rutin, digilir di setiap kecamatan. Bahkan ada juga yang dilaksanakan oleh kecamatan setiap dua bulan sekali. Ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pelaksanaan Warteksi di Kecamatan Cikupa menyasar warga dari beberapa desa seperti Talagasari, Bojong, dan Pasir Jaya yang dilayani secara bergantian agar seluruh masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menjelaskan bahwa Warteksi yang digelar tersebut menyediakan delapan (8) komoditas utama dengan harga subsidi.

“Warteksi ini seperti warung pada umumnya, namun menyediakan bahan pokok dengan harga subsidi. Masyarakat bisa membeli sesuai kebutuhan, baik satu jenis maupun seluruh komoditas yang tersedia,” ungkapnya.

Adapun delapan komoditas yang disediakan meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau, dengan total pasokan mencapai sekitar 1,9 ton di dua lokasi, yakni Gerai Tangerang Gemilang Cikupa dan Pasar Curug.

Lanjut dia, sejumlah komoditas tersebut dijual dengan harga jauh di bawah harga pasaran. Beras premium 2 kilogram yang di pasaran seharga Rp30.200, dijual hanya Rp7.000. Gula pasir dari harga Rp19.000 menjadi Rp12.000, minyak goreng dari Rp23.000 menjadi Rp13.500, serta berbagai komoditas lain dengan subsidi hingga Rp20.000 perkilogramnya.

“Program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” imbuhnya.

Salah satu warga Desa Sukanegara, Ibu Nawa, mengaku sangat terbantu dengan adanya program Warteksi tersebut. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas penyelenggaraan pasar murah tersebut.

“Saya sangat senang dan bersyukur sekali. Alhamdulillah ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada pemerintah, semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan,” ujar Ibu Nawa.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/46-Prokopim/IV/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL