Kapan Logo Daerah Akan Direvisi Agar Sesuai Dengan Perda No.2/2020 ?

Oleh : Akhsan
(Alumni Lemhannas RI PPNK 219)

sorot24.id | TANGERANG – Warga Kabupaten Tangerang mungkin bangga melihat logo daerahnya. Namun, jika ditelisik lebih dalam, logo yang terpampang di setiap kantor pemerintahan itu menyimpan sejumlah ironi yang tak lagi bisa ditutupi. Bukan dalam arti sengaja menipu, melainkan karena pemerintah daerah gagal menyelaraskan simbol dengan realitas hukum, geografi, dan ekonomi. Setidaknya ada lima kebohongan visual yang terpampang jelas.

Berikut ini adalah 5 (lima) ironi utama yang tak bisa lagi dibiarkan .

  1. Bambu : Sandi Tahun yang Telah Dibuang. Secara resmi, 43 ruas bambu dalam lambang Kabupaten Tangerang melambangkan tahun 1943 tahun berdiri kabupaten versi lama. Angka itu diletakkan dengan saksama sebagai penanda sejarah. Namun pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama DPRD menetapkan Perda No. 2 Tahun 2020 yang mengubah hari jadi daerah dari 27 Desember 1943 menjadi 13 Oktober 1632. Dengan terbitnya perda tersebut, maka secara legal-formal, tahun 1943 tidak lagi diakui sebagai tahun kelahiran Kabupaten Tangerang. Pertanyaannya : Mengapa lambang daerah yang merupakan produk Perda No. 10 Tahun 1987 masih dengan setia memajang angka 43 ruas bambu? Pemerintah mempertahankan simbol tahun yang sudah “dibuang” melalui perda yang lebih baru. Ini bukan sekadar kekeliruan desain, melainkan kontradiksi hukum yang gamblang.
  2. Padi dan Kapas : Tanggal yang Kadaluwarsa . Tak berhenti di situ, Lambang daerah juga memuat 27 butir padi dan 12 kuntum kapas yang secara tersirat merujuk pada tanggal 27 Desember. Angka-angka itu dulu menjadi kebanggaan karena selaras dengan hari jadi lama. Kini, setelah hari jadi berubah menjadi 13 Oktober, maka 27 butir padi dan 12 kapas itu tidak lagi memiliki korespondensi historis yang sah. Jika pemerintah tetap mempertahankannya, maka lambang daerah secara tidak sadar sedang memelihara kebohongan angka di atas simbol sucinya. Apakah rakyat harus terus dihadapkan pada lambang yang secara faktual sudah keliru ?
  3. Topi Bambu : Monumen Kerajinan yang Almarhum. Di tengah perisai, terpampang topi bambu, ikon yang dimaksud untuk melambangkan kejayaan kerajinan anyaman Tangerang. Sejarah mencatat, pada awal abad ke-20, topi bambu dari Tangerang diekspor hingga ke Paris dan Amerika Serikat. Namun fakta di lapangan bicara lain. Rumpun bambu di berbagai desa habis tergerus konversi lahan dan industrialisasi. Para pengrajin topi bambu nyaris punah,generasi penerus tak tertarik karena tidak ada jaminan pasar maupun regenerasi keterampilan. Pemerintah daerah nyaris tak terlihat memiliki program serius untuk menghidupkan kembali industri ini. Dengan demikian, topi bambu dalam logo saat ini bukan lagi simbol ekonomi rakyat yang hidup. Ia lebih layak disebut sebagai nisan (batu tanda kuburan), bagi sebuah warisan yang dibiarkan mati. Memajang topi bambu tanpa upaya nyata menghidupkan ekosistemnya hanyalah nostalgia kosong.
  4. Benteng dan Cisadane: Simbol yang “Migrasi” ke Kota Tangerang . Dua elemen paling ikonik dalam logo Kabupaten Tangerang adalah benteng bata merah (menandakan perjuangan rakyat) dan garis ombak Cisadane (melambangkan sungai besar). Masalahnya, secara administratif dan geografis, keduanya kini berada di wilayah Kota Tangerang. Benteng yang menjadi kebanggaan perjuangan rakyat Tangerang berdiri tegak di daerah yang setelah pemekaran masuk ke dalam wilayah kota. Demikian pula bagian hilir Sungai Cisadane yang paling dikenal publik melintasi pusat Kota Tangerang . Maka, ketika Pemerintah Kabupaten Tangerang masih memajang simbol benteng dan Cisadane, mereka sedang meminjam identitas yang secara fisik sudah lepas dari wilayah kekuasaannya. Ini adalah anomali geografis yang tak lazim dalam lambang sebuah daerah otonom.
  5. Perubahan Hari Jadi : Proyek Birokrasi Tanpa Perasaan Publik .

Di atas semua itu, perubahan hari jadi dari 1943 ke 1632—meski memiliki naskah akademik, menyisakan pertanyaan mendasar : Apakah rakyat Kabupaten Tangerang benar-benar merasakan ruh tahun 1632 tersebut ? Ataukah ini hanya proyek birokrasi yang berganti angka di spanduk peringatan HUT setiap tahun ?

Edukasi sejarah tentang Tiga Aria dan titah Kesultanan Banten nyaris tak terdengar di sekolah-sekolah. Masyarakat Cisoka, Sepatan, atau Balaraja merayakan 27 Desember karena sudah membudaya, sementara pemerintah memaksakan 13 Oktober tanpa sosialisasi yang membumi.

Akibatnya, terjadi disorientasi kolektif : antara lambang yang masih bicara 1943, perda yang bicara 1632, dan kebiasaan rakyat yang bicara 27 Desember.

Perlunya Kejujuran Visual

Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini tengah menyusun naskah akademik untuk perancangan logo baru. Itu kabar baik. Namun publik perlu mengingatkan: jangan sampai logo baru menjadi topeng baru yang kembali tidak jujur pada realitas.

Jika logo baru bicara soal industri, pastikan rakyat bukan sekadar penonton pabrik. Jika bicara soal religiusitas, pastikan situs-situs sejarah terawat. Jika bicara modernitas, pastikan desa-desa tak tertinggal.

Lambang daerah bukanlah ornamen mati di atas kertas. Ia adalah cermin identitas yang hidup. Dan Kabupaten Tangerang saat ini sedang berkaca pada cermin yang retak, memantulkan gambar yang sudah tak ada lagi.

Sudah saatnya kita memiliki lambang yang jujur. Bukan karena ingin membuang sejarah lama, tetapi karena rakyat berhak diwakili oleh simbol yang sesuai dengan kebijakan, geografi, dan denyut nadi zaman mereka.

red24

LSM LIRA Investigasi, Bupati Sampang Diduga Ikut Gelapkan Dana Rumpon Senilai Rp 6 Milyar

sorot24.id | JAKARTA – Skandal dugaan korupsi dana kompensasi nelayan senilai Rp 21 Milyar mengguncang kawasan Pantura Madura. LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) lakukan investigasi. Diduga, kasus ini melibatkan Bupati Sampang, Slamet Junaidi.

Informasi skandal dugaan korupsi itu, terkait dana kompensasi dana Rp 21 Milyar dari perusahaan migas Petronas Malaysia, yang seharusnya menjadi hak para nelayan kecil tersebut diduga diselewengkan oleh jaringan yang melibatkan korporasi, birokrasi, hingga elit politik lokal.

Menurut Jaringan LSM LIRA, yang dihimpun dari berbagai sumber, kasus ini bermula pada tahun 2024, ketika aktivitas perusahaan migas Petronas di perairan utara Madura Disebut menyebabkan kerusakan ekologis. Dampak paling signifikan dirasakan oleh nelayan, terutama hancurnya rumpon -alat bantu tangkap ikan – .

Sebagai bentuk tanggung jawab, dialokasikan dana kompensasi sebesar Rp 21 Milyar. Namun, dana tersebut diduga tidak pernah diterima oleh para nelayan yang berhak. Dana kompensasi itu justru mengalir ke rekening pribadi seorang berinisial “S”.

Kemudian dari rekening tersebut, uang kemudian diduga dipecah dan mengalir ke sejumlah pihak, termasuk ke Bupati Sampang, Slamet Junaidi sebesar Rp 6 Milyar. Sebesar Rp 13 Milyar disebut ditarik dan dikelola oleh Anugerah, Direktur PT Bintang Anugerah Perkasa.

Slamet Junaidi sendiri setelah merebak kasus ini ke publik, uang Rp.6 milyar berdalih sebagai pinjaman. Ia baru dikembalikan pada Agustus 2025. Sisa dana lainnya diduga kembali mengalir ke oknum internal Petronas sebagai bentuk komisi atau kickback.

“LSM LIRA akan melakukan investigasi minta penjelasan ke Perusahaan Petronas, siapa yang disebut menerima kickback dana yang menjadi hak para nelayan itu,” tegas Presiden LSM LIRA, KRH.HM.Jusuf Rizal kepada media yang juga Ketum Ormas Madas Nusantara itu.

Dikatakan LSM LIRA juga sedang membentuk tim investigasi berkolaborasi dengan Madas Nusantara karena menengarai ada hak pemda (Prusda) di Perusahaan Migas Petronas yang nilainya ratusan milyar tidak jelas siapa yang mengambil. Semestinya sesuai ketentuan pihak Prusda (Perusahaan Daerah/BUMD) dapat saham 5%.

Sumber : LSM LIRA

red24_RG

Wakil Bupati Intan Dorong Penyedia Jasa Layanan Komunikasi Relokasi Kabel Udara Fiber Optik Menjadi Bawah Tanah

sorot24.id | TANGERANG – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong pihak dan vendor penyedia jasa layanan komunikasi untuk segera menata kembali atau merelokasi kabel fiber optik jaringan udara menjadi jaringan bawah tanah sebagai bagian untuk mewujudkan tata kota yang lebih rapi, aman, dan berestetika .

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan penataan kabel udara fiber optik yang ditandai dengan simbolis pemotongan kabel fiber optik jaringan udara di Jl. Raya Syech Nawawi (Depan SMPN 5 Cikupa) Kec. Cikupa, Rabu (29/04/26) .

foto/dok : Prokopim Setda Kab.Tangerang . [red24] .

“Kami mohon para pihak dan vendor penyedia jasa layanan komunikasi, untuk segera menata ulang, merelokasi kabel-kebel jaringan udara menjadi jaringan bawah tanah. Mari kita bersama-sama menghadirkan lingkungan kota yang lebih rapih, tertib dan berestetika,” tegas Wabup Intan .

Dia menegaskan bahwa penataan jaringan utilitas, khususnya kabel udara yang selama ini terlihat semrawut, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas ruang publik serta keselamatan masyarakat. Dia menyebut bahwa kondisi jaringan kabel udara yang tidak tertata tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan .

“Penataan kabel udara menjadi jaringan bawah tanah ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kualitas ruang publik serta keselamatan masyarakat. Kita tidak ingin menunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kabel yang semrawut,” tandasnya .

Dia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 15 ruas jalan di Kabupaten Tangerang yang telah diusulkan untuk dilakukan penataan serupa, dan akan terus bertambah secara bertahap pada tahun-tahun mendatang. Pihaknya berharap melalui kegiatan penataan jaringan kabel tersebut, wajah Kabupaten Tangerang semakin tertata, memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, serta meningkatkan daya tarik kawasan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial .

“Hari ini kita memulai seremonial pemotongan kabel yang semrawut di ruas Jalan Syekh Nawawi. Target kita untuk tahun ini ada sekitar 15 ruas jalan yang akan direlokasi ke bawah tanah, dengan 10 ruas prioritas awal, termasuk ruas Legok-Karawaci dan Syekh Nawawi Tigaraksa ini”, ungkapnya .

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan penataan tersebut, khususnya para vendor dan penyedia jasa komunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) .

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, khususnya APJATEL wilayah Banten yang telah berkolaborasi mendukung program ini. Apresiasi juga atas usahanya yang pelaksanaannya didukung penuh oleh pihak asosiasi dan vendor telekomunikasi sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah”, ucapnya .

Wabup Intan juga juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, asosiasi, maupun masyarakat untuk terus mendukung program ini agar berjalan lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat .

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi penataan infrastruktur di wilayah lainnya. Dengan kerja sama dan sinergi semua pihak, ke depan Kabupaten Tangerang dapat terbebas dari kabel-kabel udara yang semrawut, khususnya di jalan-jalan protokol”, pungkasnya .

Sementara itu, perwakilan Koordinator Wilayah Banten Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Wilayah Banten, Noviana menjelaskan APJATEL Wilayah Banten dan seluruh jajarannya mendukung penuh program pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kota yang asri dan lebih baik .

Dukungan tersebut diwujudkan dengan adanya kesadaran dan dukungan pelaksanaan relokasi kabel jaringan yang sepenuhnya ditanggung pihak penyedia layanan dan para vendornya .

“Perlu kami tegaskan bahwa program relokasi kabel udara menjadi kabel bawah tanah ini tidak menggunakan dana APBD Kabupaten Tangerang. Hal ini luar biasa, karena seluruh dukungan datang dari rekan-rekan penyedia layanan telekomunikasi yang memiliki komitmen besar terhadap kemajuan Kabupaten Tangerang”, ujar Noviana .

Kedepan, APJATEL bersama seluruh rekanan telekomunikasi yang ada di Kabupaten Tangerang akan melakukan relokasi kabel, dari kabel udara menjadi kabel bawah tanah. Tujuannya adalah agar Kabupaten Tangerang menjadi lebih indah, lebih rapi, dan yang terpenting meningkatkan keselamatan serta mengurangi potensi risiko yang dapat terjadi akibat kabel udara .

“Saat ini, terdapat sekitar 40 kota dan kabupaten di Indonesia yang mengajukan program serupa. Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu daerah yang lebih dahulu merealisasikannya. Hingga saat ini, terdapat sekitar 15 ruas jalan yang telah masuk dalam rencana pelaksanaan oleh APJATEL”, imbuhnya .

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah untuk menjalin kerjasama yang saling bermanfaat bagi kedua belah pihak .

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) yang diwakili oleh Sekretaris Dinas beserta jajaran, perwakilan Dinas Perhubungan dan Satpol PP, perwakilan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Wilayah Banten, serta perwakilan Kecamatan Cikupa .

SIARAN PERS NO : 400.14.4.3/46-Prokopim/IV/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Gelar Reses Masa Persidangan ke-3 Anggota DPRD Fraksi PKB Dapil 1 Kolaborasi Bersama DPC KWRI Kabupaten Tangerang

sorot24.id | TANGERANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi PKB Dapil 1 Kabupaten Tangerang, melakukan reses masa sidang ke-3 Tahun 2025-2026,bertempat di Sekretariat Kantor DPC KWRI Desa Pesanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten .Selasa,28 April 2026.

Pada kesempatan ini, Ustur Ubadi S.Pdi menyampaikan bahwa momentum reses kali ini dimanfaatkan untuk melakukan silaturahmi dan dialog,guna menampung aspirasi masyarakat, termasuk juga para awak media,yang nantinya akan dijadikan pokok pikiran dan disampaikan kepada pemerintah daerah.

foto/dok : dpckwritangkab. [red24] .
“Kami siap menyerap,menampung serta menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat,semuanya akan dikumpulkan, disusun menjadi Pokok Pikiran DPRD; dan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan bahwa semua usulan akan diusahakan terwakili,agar pokok pikiran dewan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dari setiap daerah pemilihan.

“Kami akan memperjuangkan hal tersebut, agar dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mendengarkan aspirasi secara langsung, sehingga dapat diambil keputusan terbaik,termasuk usulan pembangunan dan hal lain yang mendukung kesejahteraan rakyat. Ia berharap seluruh anggota DPRD memanfaatkan momen ini dengan baik,semua usulan tidak sekadar ditampung,melainkan diwujudkan sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat.

“Reses adalah tugas dan kewajiban anggota DPRD; ini menjadi sarana komunikasi dua arah antara legislatif dan konstituenbyang harus dilakukan secara rutin pada setiap masa reses,” tambahnya.

Ia menekankan akan selalu melayani masyarakat dengan setulus hati .Aspirasi yang terkumpul akan diajukan dalam sidang paripurna dan akan disesuaikan dengan anggaran serta skala prioritas yang ditetapkan.

Sementara itu, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang Heri Yanto mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan .Ia berharap ke depannya dapat terus bersinergi dengan baik.

Direktur Visi Nusantara Subandi Misbah juga hadir dalam kesempatan ini. ia menyampaikan usulan dan bertukar pikiran tentang kode etik penulisan jurnalistik,agar para wartawan dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai aturan dan tidak hanya berdasarkan opini. Ia berharap pertemuan ini dapat membuat rekan-rekan media semakin baik dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini,Anggota Dewan DPRD Kabupaten Tangerang Dapil 1 Ustur Ubadi S.Pdi,nara sumber Subandi Misbah,Ketua KWRI Kabupaten Tangerang Heri Yanto,Dewan Pembina dan Dewan Kode Etik KWRI serta pengurus harian DPC KWRI Kabupaten Tangerang .

red24_KDL

Dari Titik Nol, Arah Baru Tangerang Dimulai

Oleh : H. Muhamad Pahruroji
Mantan Anggota DPRD Tinggal di Tigaraksa

sorot24.id | TANGERANG – Setiap daerah punya jantung. Dan setiap perjalanan butuh titik awal. Untuk Kabupaten Tangerang, titik awal itu kini ditegaskan lewat pembangunan Tugu Titik 0.

Terletak di pusat pemerintahan Tigaraksa, tugu ini bukan sekadar penanda kilometer. Ia adalah pernyataan sikap : bahwa dari sinilah Kabupaten Tangerang menakar langkah, mengukur arah, dan menanam visi pembangunan kabupaten Tangerang.

Kenapa Tugu Titik 0 ini penting dibangun?

  1. Simbol Pusat & Identitas
    Selama ini, Tangerang sering disebut sebagai “wilayah penyangga” Jakarta. Dengan adanya Tugu Titik 0, kita menegaskan bahwa : Tangerang punya pusatnya sendiri, punya jati diri sendiri. Desain tugunya mengangkat kearifan lokal—siluet bambu sebagai lambang kelenturan dan kekuatan, motif batik Tangerang di bagian alas, serta ruang hijau yang teduh. Biar siapa pun yang datang tahu: ini Tangerang, dengan karakter dan kebanggaannya.
  2. Titik Temu Warga, Bukan Sekadar Monumen
    Tugu Titik 0 dirancang bukan untuk dipandangi dari jauh atau hanya sebatas di gunakan untuk berselfi atau berphoto, tapi juga digunakan sebagai zona literasi digital yang tentunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kabupaten Tangerang. Dalam rencana ke depan boleh jadi di sekelilingnya bisa dibangun plaza terbuka, taman, dan koridor UMKM. Ia akan jadi ruang publik tempat anak muda berdiskusi, keluarga berekreasi, dan pelaku usaha kecil punya panggung. Karena pembangunan terbaik adalah yang bisa dirasakan dan dipakai langsung oleh warga.
  3. Kompas Pembangunan yang Merata
    Secara filosofis, dari titik nol inilah semua jarak diukur. Artinya, tugu ini jadi pengingat bagi pemerintah: setiap kebijakan, setiap jalan yang dibeton, setiap sekolah yang didirikan, harus ditarik benangnya sampai ke 29 kecamatan. Tidak boleh ada wilayah yang merasa jauh dari pusat ibukota Kabupaten Tangerang . Dari Cisoka sampai Kosambi, dari Jambe sampai Teluknaga, semua harus terasa dekat.
  4. Momentum Menuju Tangerang Semakin Gemilang.

Pembangunan Tugu Titik 0 adalah bagian dari wajah baru Kabupaten Tangerang. Ia berdiri sejajar dengan revitalisasi alun-alun, penataan pusat pemerintahan, dan penguatan pelayanan publik. Tugunya boleh diam, tapi pesannya bergerak: Tangerang tidak lagi mau hanya jadi “lintasan”. Tangerang mau jadi tujuan.

Tugu Titik 0 adalah janji yang dituangkan dalam bentuk. Janji bahwa kita tahu titik berangkatnya, dan kita paham mau ke mana: Kabupaten Tangerang yang religius, cerdas, sehat, sejahtera.

Dari titik nol ini, kita mulai melangkah. Lebih pasti, lebih merata, lebih berkeadilan.

red24

Bupati Apresiasi Baksos Satrad 401 Tanjung Kait Kecamatan Mauk

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri dan meninjau langsung kegiatan bakti sosial (Baksos) yang digelar Satuan Radar (Satrad) 401 Tanjung Kait .

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid sangat mengapresiasi bakti sosial yang dilakukan Satuan Radar (Satrad) 401 Tanjung Kait dalam rangka HUT ke-80 TNI AU di Markas Satrad 401 Tanjung Kait Kec. Mauk . Selasa,28 April 2026 .

foto/dok : protokol Setda. [red24] .
“Kami sangat apresiasi Dansatradar 401 Tanjung kait beserta jajaran di sini. Bapak bukan hanya menjalankan tugas kenegaraan selaku TNI tapi juga ikut serta mensukseskan membantu program pemerintah daerah dari sisi kesehatan dan juga dari berbagai kegiatan yang dijalankan oleh Bapak ke masyarakat di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid .

Menurut dia, baksos tersebut merupakan bentuk sinergi dan berkolaborasi bersama antara TNI, khususnya TNI AU, pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat .

“Ini adalah momentum sinergi dan kolaborasi nyata untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kepedulian sosial bagi masyarakat kita yang membutuhkan,” tandasnya .

Ia juga meminta kepada jajaran RSUD Pakuhaji, Puskesmas dan pihak yang terlibat langsung untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati, sehingga masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya merasa puas dan bahagia .

“Masyarakat cukup antusias dan ramai. Ada sekitar 500 orang yang datang memeriksa kesehatannya. Saya minta kepada pimpinan RSUD Pakuhaji dan Puskesmas melayani dengan optimal, kalau ada rujukan, langsung direspon. Kalau tidak ada obat yang belum tersedia saat ini, nanti bisa diantar langsung ke rumah-rumah,” pintanya .

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Dansatrad 401 beserta jajarannya, RSUD Pakuhaji, Puskesmas, PLTU Lontar dan Walubi dengan dokter-dokternya yang telah bersama-sama kolaborasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat .

“Kami sekali lagi sangat berterima kasih.
Momentum hari ulang tahun TNI AU yang ke-80 ini diperingati tidak dengan glamor atau hiburan, tapi berbaur dengan masyarakat langsung dan menerima pasien-pasien tepatnya pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya .

Sementara itu, Komandan Satuan Radar (Dansatrad) 401 Tanjung Kait, Letkol Aris Budi Wicaksono menjelaskan peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Udara bukan hanya sekedar momentum untuk mengenang sejarah, namun juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut adalah melalui kegiatan bakti sosial yang secara langsung menyentuh elemen masyarakat. Harapannya, kami dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Tangerang guna meningkatkan level atau tingkat kesehatan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat,” jelas Aris.

Lanjut dia, kegiatan bakti sosial tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat adanya sinergi yang erat antara TNI AU, pemerintah daerah, PLTU Lontar, Walubi dan pihak-pihak yang telah mendukung dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini dqpat meningkatkan semangat kebersamaan, gotong royong, kepedulian dan kebersamaan serta mempererat hubungan antara TNI Angkatan Udara dengan rakyat,” pungkasnya.

Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang .

red24_KDL

Hendra Primitif Dorong Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Perkuat Fungsi Pengawasan Pemerintah Daerah

sorot24.id | TANGERANG –  Pemerhati Kebijakan Publik, Hendra Primitif, menyampaikan dorongan sekaligus semangat kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang agar terus mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Daerah (Pemda). Hal ini dinilai penting demi mendorong percepatan pembangunan serta memastikan tata kelola pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel.

Menurut Hendra, DPRD memiliki peran strategis sebagai lembaga legislatif yang tidak hanya membuat regulasi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan oleh Pemda benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Fungsi pengawasan harus dijalankan secara maksimal dan berintegritas. Ini bukan hanya soal kontrol, tetapi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Hendra.

Ia menambahkan, sinergi antara DPRD dan Pemda harus dibangun secara konstruktif. Kritik dan evaluasi yang disampaikan legislatif, menurutnya, bukan bentuk oposisi semata, melainkan bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.

Hendra juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik dalam setiap proses pengawasan. Dengan transparansi, masyarakat dapat ikut serta mengawal jalannya pemerintahan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

“Ketua DPRD harus menjadi motor penggerak dalam memastikan pengawasan berjalan tegas namun objektif. Dengan begitu, setiap program Pemda bisa terukur dan tepat sasaran,” lanjutnya.

Ia berharap, komitmen pengawasan yang kuat dari DPRD Kabupaten Tangerang dapat menjadi fondasi bagi perubahan yang lebih baik, sekaligus mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.

“Ini momentum untuk bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang yang lebih maju, transparan, dan berkeadilan,” tutup Hendra.

red24_J.U

Pelatihan KDMP di Carita Berakhir Ricuh, Peserta Tuntut Transparansi Kejelasan dan Keberlanjutan Program

 

Sorot24.id|Pandeglang – Kegiatan Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan di Hotel Mutiara Carita sejak 27 hingga 28 April 2026 berakhir ricuh. Kericuhan terjadi akibat kekecewaan peserta terhadap tidak adanya solusi konkret terkait keberlangsungan program KDMP ke depannya.

Pelatihan yang diikuti oleh para pengurus atau ketua KDMP sebanyak 339 Desa kelurahan yang dilaksanakan per tahapan kegiatan yang tahapan pertama ini sebanyak 163 KDMP dan perwakilan KDMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang ini sejatinya bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi desa sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, peserta menilai kegiatan tersebut belum mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi koperasi di tingkat desa.

Forum Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pandeglang menegaskan bahwa sikap kritis yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah pusat. Sebaliknya, mereka menyatakan dukungan terhadap kebijakan nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, sepanjang dijalankan secara tepat sasaran dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Kami mendukung penuh program Bapak Presiden dan pemerintah pusat. Namun, kami membutuhkan kejelasan dalam implementasi di lapangan, yang transparan, akuntabel, serta memiliki arah keberlanjutan yang jelas bagi KDMP ke depan,” ujar Entis Sumantri perwakilan Forum KDMP Pandeglang.

Peserta juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pelaksanaan program KDMP berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu. Mereka menilai, jika tidak diawasi dengan baik, keberadaan koperasi justru dapat bergeser dari tujuan awalnya sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

“Jangan sampai kami hanya dijadikan ajang kepentingan kelompok semata. Pengurus KDMP di daerah harus ditempatkan secara profesional, bukan berdasarkan kepentingan golongan. Kami meminta penjelasan yang terbuka dan menyeluruh agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya Entis

Selain itu, peserta menyoroti kurangnya ruang dialog yang substansial selama pelatihan berlangsung, sehingga aspirasi dan keluhan dari para pengurus koperasi tidak terserap secara maksimal. Kondisi tersebut memicu ketegangan yang berujung pada kericuhan di akhir kegiatan.

Forum KDMP Pandeglang mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan dan tata kelola program KDMP di kabupaten Pandeglang ini, termasuk dalam aspek perencanaan, pendampingan, serta mekanisme pengawasan. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan kejelasan regulasi serta ROADMAP pengembangan koperasi desa yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi catatan penting bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan seremonial, tetapi juga oleh komitmen semua pihak dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat luas.

Kami juga menyatakan memboikot dan menolak kegiatan pelatihan yang di selenggarakan oleh PT. GARUDA SOLUSI KREATIF dan untuk agenda pelatihan tahapan selanjutnya untuk di stop dan tidak dilaksanakan dulu, sampai ada solusi kongkrit untuk Koprasi Desa Merah Putih (KDMP) kabupaten Pandeglang, apalagi anggran yang di gelontorkan untuk pelatihan ini per/KDMP sebesar Rp.14.980.000 yang di potong secara langsung dari desa melalui bang Penyalur Bank BJB.

Kami menuntut untuk di evaluasi total kegiatan pelatihan ini yang di selenggarakan oleh pelaksanaan kegiatan PT. GSK ini, serta kami meminta para narasumber yang di hadirkan pada kegiatan ini pihak PT AGRINAS, Pimpinan PT. GSK, Dandim 06/01, KEMENCOP RI, Dincop Provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten Pandeglang. ITu kami minta di hadirkan. Untuk menjawab solusi terkait KDMP Kabupaten Pandeglang.

 

red24-RG

One shoot, One goal, Kantor Pertanahan se-Banten Siap Pengukuran Terjadwal

 

sorot24.id |Serang – Selasa (28/4/2026), Kantor Pertanahan se-Provinsi Banten resmi melaksanakan launching program Pengukuran Terjadwal yang dilaksanakan di wilayah Serang Raya, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini melengkapi implementasi sebelumnya yang telah lebih dahulu dilaksanakan di wilayah Tangerang Raya dan Kota Cilegon.

“Hari ini, alhamdulillah, empat Kantor Pertanahan secara resmi menyusul empat kantor sebelumnya yang telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ini merupakan bentuk komitmen yang telah disepakati sebelumnya. Pada minggu lalu, masing-masing kantor telah melakukan persiapan dan menyatakan kesiapan untuk melaksanakan program pada pekan ini.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap layanan pertanahan. Menurutnya, apa yang disampaikan kepada masyarakat harus diwujudkan secara nyata.Dalam pelaksanaannya, seluruh jajaran dituntut untuk terus berinovasi, baik dalam pelayanan maupun sistem kerja, “Apa yang kita sampaikan bukan sekadar pernyataan, tetapi mengandung harapan yang harus benar-benar diwujudkan melalui kesungguhan dan komitmen bersama,” tegasnya.

Efisiensi berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk mencapai hasil maksimal. “Ibaratnya one shoot, one goal, setiap langkah harus memberikan hasil tanpa pemborosan waktu, tenaga, maupun biaya,” ungkapnya.

Selain itu, peningkatan kepastian layanan juga menjadi perhatian utama, terutama dalam hal waktu dan proses. Harison menegaskan bahwa perencanaan yang baik akan menghasilkan pelayanan yang lebih terukur dan dapat diprediksi.

Mekanisme permohonan ini dapat diakses melalui link khusus untuk pengukuran terjadwal (https://sites.google.com/view/pbtterjadwalbanten) dengan alur pertama kali melakukan pemilihan kantah sesuai dengan objeck tanah, pendaftaran online, kemudian pengunggahan berkas lengkap, verifikasi oleh petugas kemudian melakukan pembayaran dan pilih jadwal, kemudian dilakukan pengukuran oleh petugas.

Launching turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha, Maria Iriana Puji Lestari; Kepala Bidang Survei dan Pemetaan, Septein Paramia Swantika; Kepala Bidang Penetapan dan Pendaftaran Hak, Darman Satia HS; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Elfidian Iskariza; Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang; Taufik Rokhman; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak, Akhda Jauhari; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Fahmi; Ketua IPPAT Kabupaten Seran, Hilal Fitri; Ketua Maski Banten, Dhiky Hartono; Pimpinan KJSB, Raswanto serta tamu undangan lainnya.

 

red24-RG

Taksi listrik Green SM atau Xanh SM disebut-sebut menjadi pemicu awal kecelakaan beruntun antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo  Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 malam. 

 

sorot24.id | Bekasi – Insiden horor terjadi saat kereta menyambar mobil listrik jenis VinFast di sebuah perlintasan Bekasi Timur.

Tragedi kecelakaan pada Senin (27/4/2026) malam ini membuka fakta baru soal roda kendaraan yang tiba-tiba mengunci.

Banyak orang menyalahkan kendaraan masa depan ini karena dianggap rawan mati total di tengah jalan.

Padahal, fitur keamanan canggih pada kendaraan baterai justru bisa menjadi bumerang saat berada di atas rel besi.

Sistem manajemen baterai sejatinya didesain agar mobil memutus arus otomatis saat mendeteksi anomali listrik.

Sayangnya, perlindungan sistem ini berubah menjadi petaka ketika posisi mobil sedang melintang di perlintasan sebidang.

Kesaksian Sopir Taksi Hijau

Taksi Green SM asal Vietnam itu mendadak mogok dan sama sekali tidak bisa didorong menjauh. Sang sopir yang berhasil lolos dari maut membagikan kisah menegangkan tersebut sesaat setelah kejadian.

Melansir video viral TikTok @siapasiidia, pria tersebut langsung diamankan oleh warga setempat.

Evakuasi darurat itu terjadi tepat sebelum KRL Jakarta-Cikarang dan KA Argo Bromo menghancurkan kendaraannya.

Sopir tersebut menjelaskan secara gamblang kondisinya saat terjebak di tengah perlintasan. Ia menyebut kemudi mendadak kaku dan mobil benar-benar kehilangan tenaga tarik.

“Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin enggak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat langsung mati sendiri,” ujarnya.

“Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin enggak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat langsung mati sendiri,” ujarnya.

Misteri Baterai 12 Volt dan ICCU

Kasus ini menyoroti kelemahan teknis kendaraan setrum yang belum banyak dipahami publik luas. Analisis otomotif menyebut penyebab roda mengunci sering kali berasal dari masalah baterai 12 volt

Baterai kecil ini berfungsi mengaktifkan sistem elektronik, termasuk menyambungkan daya utama ke motor penggerak. Jika komponen ini bermasalah, mobil seketika mati total dan setir langsung terkunci rapat.

Faktor kedua adalah potensi kerusakan pada sistem Integrated Charging Control Unit atau ICCU. Komponen krusial ini bertugas mengatur aliran daya dari baterai utama ke baterai 12 volt.

Bila ICCU rusak, pasokan listrik terhenti seketika secara otomatis. Akibatnya, kendaraan berubah layaknya batu seberat ratusan kilogram yang mustahil digeser oleh tenaga manusia.

Otak Pintar Bernama BMS

Meski terlihat seperti produk gagal, pakar otomotif memiliki pandangan teknis yang jauh berbeda. Insiden ini berkaitan erat dengan cara kerja Battery Management System (BMS).

Pakar otomotif Arief Hidayat menegaskan bahwa sistem pelindung tersebut justru bekerja sebagaimana mestinya.

“Mobil EV justru lebih aman. Sistemnya otomatis mencegah kerusakan lebih jauh demi keselamatan pengemudi,” jelasnya dilansir dari Instagram Wealthyotomotif..

BMS berfungsi sebagai otak yang memantau tegangan, suhu, dan keseimbangan antar sel baterai.

Sistem cerdas ini akan langsung mematikan suplai tenaga jika terdeteksi potensi korsleting atau panas berlebih.

Tanpa proteksi canggih ini, baterai justru berisiko tinggi mengalami gagal fungsi hingga meledak. Jadi, mesin yang mendadak mati adalah bentuk perlindungan aktif dari kerusakan fatal.

Edukasi Darurat di Perlintasan

Pengguna kendaraan berbasis baterai wajib memahami indikator peringatan di layar dasbor. Peringatan suhu panas atau baterai tidak mengisi biasanya muncul sebelum sistem memutus tenaga secara paksa.

Kejadian di Bekasi Timur ini menjadi teguran keras bagi semua pihak terkait. Evaluasi standar operasional penanganan darurat di perlintasan sebidang kini sangat mendesak untuk dilakukan.

Solusi evakuasi cepat bagi kendaraan berat yang mengunci otomatis harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Sembari menunggu perbaikan sistem, kepastian penyebab pasti kecelakaan ini tetap bergantung pada hasil investigasi resmi.

red24