Hampir Setahun Tak Ada Kejelasan Korban Kasus Penganiayaan Bersama Kuasa Hukum Datangi Polsek Menes

sorot24.id | PANDEGLANG – Korban dugaan penganiayaan, MYM bersama Kuasa hukumnya Agus Triyono SH mendatangi Polsek Menes, guna mengkonfirmasi perkembangan perkara kliennya yang sudah delapan bulan belum ada titik terang bahkan terkesan diabaikan. Kedatangan mereka diterima langsung Wakapolsek Menes, AKP Sukoyo. Senin sore, 27/4/2026.

Dihadapan orang nomor dua di Polsek Menes itu, Agus menanyakan status perkara yang dilaporkan Kliennya MYM terduga korban penganiayaan pada 21 juli 2025, tahun lalu.

Menurut Agus, semestinya penyidik yang menangani pekara ini memberikan informasi perkembangan kasus atas laporan dari saudara MYM berupa SP2HP, namun hingga kini langkah prosedural itu belum dilakukan.

“Kedatangan kami ke Polsek Menes,tak lain adalah ingin menanyakan tentang perjalanan dan perkembangan kasus yang dilaporkan Klien kami, Bu Maryam terduga korban penganiayaan yang terjadi delapan bulan lalu, sampai dimana kelanjutan kasus ini dan apakah SP2HP sudah disampaikan kepada pelapor ?”, katanya.

Lanjut Agus menyampaikan, SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/Penyidikan) adalah layanan kepolisian untuk memberikan informasi tertulis kepada pelapor mengenai sejauh mana penanganan perkara tindak pidana yang dilaporkan.

“Karena SP2HP menjamin transparansi dan akuntabilitas kinerja penyidik, serta merupakan hak pelapor untuk menerimanya secara berkala, namun sampai per hari ini Klien kami menyatakan belum menerima kejelasan hukum mengenai perkembangan penyelidikan maupun langkah hukum yang diambil oleh pihak kepolisian,” kata kuasa hukum yang dikenal humoris itu kepada Wartawan di halaman Polsek Menes usai mengkonfirmasi terkait perkembangan kasus yang dilaporkan MYM Kliennya.

Agus menyampaikan bahwa dia bersama kliennya berharap agar Kapolsek Menes, Polres Pandeglang, Polda Banten dapat kembali memerintahkan penyidik Polsek Menes untuk segera menuntaskan kasus tersebut dengan memanggil terduga pelaku serta memeriksa para saksi yang mengetahui kejadian atas peristiwa kejahatan penganiayaan terhadap MYM.

“Kami akan bersinergi dengan pihak kepolisian, dan berharap dalam waktu dekat kasus ini bisa dituntaskan secara profesional dan transparan, mengingat kasus ini sudah berjalan hampir satu tahun. Kami menunggu dari pihak kepolisian, karna dari awal pelaporan, kasus ini sudah di tangani Polsek Menes,” ungkap Agus Triyono SH, Kuasa Hukum MYM Korban Penganiyaan.

Untuk diketahui, kasus penganiayaan yang menimpa MYM di Kabupaten Pandeglang hingga kini belum mendapatkan kepastian hukum. peristiwa tersebut terjadi di Kampung Jami Cemeng, Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes, Pandeglang sekira pukul 18.30 wib pada 21 Juli 2025.

Kini kasus sudah berjalan hampir satu tahun bergulir di Polsek Menes, namun pihak korban mengaku belum mendapatkan kepastian hukum. Meski telah dilaporkan kepada aparat kepolisian dengan waktu yang sudah sangat lama, pihak keluarga korban mengaku belum memperoleh perkembangan jelas terkait proses penanganan kasus tersebut dari penyidik polsek Menes.

Kepada Wartawan MYM menceritakan, peristiwa bermula dari penebangan pohon milik Mariyam di atas tanah milik dari hasil pembagian warisan orang tuanya. JN terduga pelaku yang merupakan Ipar, suami dari kakak perempuan MYM tak terima dan menegur keras kepada suami MYM.

“Awalnya saya menebang pohon lame yang ada di depan rumah saya. Sebab kami menganggap itu milik kami, namun secara aktif pihak suami dari teteh saya marah kepada saya dan suami,” ungkap Mariyam kepada wartawan,Senin, 27/04/2026 di warungnya.

Untuk menjelaskan duduk perkara yang dimasalahkan Iparnya itu, MYM mengadu kepada Kepala Desa Cilabanbulan dan meminta bantuan agar masalah yang dipersoalkan JN terduga pelaku dapat diselesaikan secara baik-baik.

“Nah hal tersebut awal kami melaporkan ke desa agar pihak dari desa bisa meluruskan permasalahan ini. Kepala Desa, RT dan Kadus kemudian datang ke rumah. Rupanya teteh saya dan suaminya (Pelaku) tak senang melihat kedatangan kepala Desa, RT dan Kadus itu,” kata MYM.

Entah kerasukan apa ? dihadapan para saksi, JN membabi buta menyerang MYM dengan melayangkan bogem mentah ke arah mulut korban, Alhasil bibir MYM pecah dan menanggalkan satu giginya hingga mengeluarkan banyak darah.

“Kaka ipar saya memukul saya dengan keras. Sehingga mulut saya mengeluarkan darah dan 1 gigi saya coplok, yang tiga masih mengalami oglek suami saya pun kena pukulan pelaku saat berusaha melerai,” cerita MYM kepada Wartawan.

Atas peristiwa itu MYM kemudian melakukan Visum dan membuat laporan ke Polsek Menes didampingi salah seorang dari Lembaga Perlindungan Hukum yang berkantor di Jiput, Pandeglang.

“Setelah kejadian itu, saya kemudian melakukan Visum, dan melaporkannya ke Polsek Menes dengan didampingi IS dari Lembaga Perlindungan Hukum yang pada bulan Juli lalu,” ungkap ibu lima anak itu kepada wartawan.

red24_RG

Soal Jembatan Penghubung Desa di Bojong Maanik,Pemkab Lebak Tak Peduli ? 

sorot24.id |LEBAK – Kondisi jembatan penghubung antara Desa Parakanbeusi, Kecamatan Bojongmanik dan Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Banten tepatnya di kampung Leuwi Awi, semakin memprihatinkan. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret dari pemerintah, meski kerusakan jembatan sudah berlangsung cukup lama, Senin (27/04/2026).

Jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu kini dalam kondisi rusak parah. Bagian lantai jembatan berlubang, Bambu dan struktur penyangga mulai lapuk, bahkan sebagian terlihat nyaris ambruk. Kondisi ini jelas membahayakan keselamatan warga yang setiap hari melintas.

Ironisnya, jembatan tersebut tetap di gunakan karena tidak ada akses alternatif lain yang memadai. Warga terpaksa mengambil risiko demi menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah hingga keperluan kesehatan.

Salah satu warga Desa Parakanbeusi, Ali Sobri, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan dari pihak terkait.

“Sudah lama rusak, tapi belum ada perbaikan. Padahal ini sangat penting untuk masyarakat. Kami seperti tidak diperhatikan. Jangan tunggu ada korban dulu baru di perbaiki,” tegasnya.

Warga pun mendesak pemerintah Kabupaten Lebak agar segera mengambil tindakan nyata. Mereka menilai, pembiaran kondisi ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat pedesaan.

Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin jembatan tersebut akan ambruk dan menimbulkan korban jiwa. Warga berharap pemerintah tidak lagi menunda dan segera melakukan perbaikan secara menyeluruh.

red24_RG

Presiden Prabowo Datangi Jenguk Korban di RSUD Kota Bekasi Sampaikan. Belasungkawa Kecelakaan Kereta Api

 

sorot24.id | Bekasi – Presiden Prabowo Subianto prihatin atas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Prabowo menyatakan pemerintah berbelasungkawa.

“Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget, dengan kecelakaan yang telah terjadi,” ujar Prabowo usai menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Prabowo kemudian menyampaikan belasungkawa. Dia juga berjanji akan melakukan investigasi.

“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” tegasnya.

Dia kemudian menyoroti perlintasan kereta api yang banyak tidak dijaga. Dia pun mengatakan segera menyetujui pembangunan flyover.

“Tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api banyak yang tidak dijaga, kita segera akan atasi,” katanya.

Peristiwa Kecelakaan

Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi, suasana di Stasiun Bekasi Timur tampak mencekam dan dipenuhi penumpang. Aksi heroik terlihat saat sesama penumpang saling bahu-membahu mengevakuasi korban di area peron.

Beberapa penumpang tampak tergeletak lemas dan terduduk di peron dalam kondisi syok usai benturan keras terjadi. Sejumlah orang juga terlihat mengalami luka di bagian kepala dan berusaha melakukan pertolongan pertama secara mandiri.

Kondisi rangkaian KRL yang tertabrak masih tertahan di sisi peron dengan pintu terbuka, namun seluruh lampu di dalam gerbong sudah dalam keadaan padam total.

Dalam potongan video lainnya, terlihat kerusakan parah pada salah satu rangkaian KRL Commuter Line yang ringsek setelah dihantam KA Jarak Jauh. Di dalam gerbong yang gelap gulita, kepanikan pecah saat sejumlah penumpang masih terjebak di dalamnya.

Suara teriakan histeris penumpang terdengar jelas dalam kegelapan gerbong, sementara beberapa orang lainnya berupaya mencari jalan keluar di tengah kondisi kereta yang mati lampu.

Red24

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Defiyan Cori: KAI dan Xanh SM Harus Bertanggung Jawab

 

sorot24.id | Jakarta – Ekonom Konstitusi Defiyan Cori menyampaikan duka cita mendalamnya atas tabrakan hebat KRL dengan KA Cepat Argo Bromo yang terjadi pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.01 WIB.

“Semoga para korban insiden tabrakan ini dapat menerima hak-haknya secara adil dan penuh sampai kesembuhannya. Apabila, ada korban meninggal dunia harus dipastikan keluarga yang ditinggalkan menerima haknya secara wajar. Semoga pemerintah dapat mengambil hikmah dari kejadian ini dan keluarga para korban mampu menghadapi musibah ini dengan kesabaran dan ketabahan,” katanya di Jakarta, Selasa (28/4).

Terkait insiden ini, ia meminta adanya investigasi menyeluruh secara empirik oleh aparat penegak hukum atas kemungkinan adanya kesalahan teknis dan kelalaian manusia (human error) sebagai petugas perjalanan kereta api yang harus berkonsentrasi penuh.

“Seharusnya komunikasi antara ruang operasi pusat KAI dengan masinis terkait tersendatnya sebuah kendaraan taksi dan arah KA Argo Bromo yang berkecepatan tinggi bisa dilakukan segera dengan mengambil keputusan resiko yang minimal,” ujarnya.

Selanjutnya, alumni Universitas Gajah Mada (UGM) ini menekankan, bahwa pengusaha taksi listrik Xanh SM untuk bertanggungjawab atas pelanggaran pemberhentian dijalur Kereta Listrik (KRL). Ketidakpatuhan menaati rambu-rambu perlintasan merupakan bentuk pengabaian hukum yang bisa saja menjadi indikator ketidakdisiplinan manajemen perusahaan taksi.

Selain itu, ia juga menuntut tanggungjawab para Direksi dan Komisaris PT. Kereta Api Indonesia (KAI) beserta jajaran pengurus DANANTARA dan BP BUMN atas kelalaian profesional dalam mengelola kinerja BUMN, termasuk dalam hal pengelolaan laba-laba BUMN yang diinvestasikan untuk cabang produksi bukan penting dan tidak menguasai hajat hidup orang banyak, seperti industri peternakan, pengolahan sampah dan perkebunan yang bisa dikelola oleh masyarakat luas.

Investasi Danantara harus diarahkan untuk tujuan penguatan BUMN strategis dengan kebutuhan permodalan yang besar dan berteknologi tinggi yang berorientasi pelayanan publik dan kepentingan industri dasar dan menengah di dalam negeri,” imbuhnya.

Salah satu diantaranya adalah pembangunan industri transportasi publik kereta api antar pulau selain untuk alokasi pembiayaan BUMN Energi dan Pertambangan.

“Oleh karena itu, tidak relevan pembentukan Danantara dan pengumpulan laba-laba BUMN hanya digunakan untuk kepentingan investasi jangka pendek atau relatif dapat diupayakan oleh badan usaha Koperasi atau pengusaha swasta nasional,” pungkas Cori.

 

LN98

Petugas Gabungan Evakuas 3 Orang Masih Terjepit 81 Korban kecelakaan Kereta KRL 7 Meninggal Dunia

sorot24.id | Bekasi – Korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 7 orang. Sementara korban luka-luka berjumlah 81 orang. Lalu masih ada tiga korban yang masih terjepit. Hal itu diungkap drektur utama KAI Bobby Rasyidin dalam jumpa pers, Selasa pagi (28/4/2026).

Sementara itu Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, evakuasi korban yang terjepit masih berlangsung. Berlangsung lama karena evakuasi tidak ingin menyebabkan cidera tambahan pada korban, karena korban yang terjepit masih memberi respons, artinya masih dalam kondisi hidup.

“Tiga korban yang masih terperangkap masih proses evakuasi,” katanya.

Jadi jumlah korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Selasa pagi, 28 April 2026, PT KAI menyebut total tujuh orang meninggal dunia dalam insiden nahas tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan proses evakuasi masih terus berlangsung karena masih ada korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.

“Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” ujarnya di Stasin Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Selain korban meninggal, puluhan penumpang juga mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Daftar Korban Meninggal Dunia
Berikut nama korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi per Selasa pagi:

1. Nuryati, perempuan, 62 tahun
2. Enggar Retno K, perempuan, 35 tahun
3. Nurlaela, perempuan, 30 tahun

Sejumlah korban kecelakaan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Daftar Korban Luka-Luka

Sebanyak 81 korban luka-luka tercatat dalam insiden ini. Berikut beberapa nama yang telah dihimpun:

1. Desvita, perempuan, 56 tahun
2. Ahmad Nur Syahril, laki-laki, 28 tahun
3. Subur Sagita, laki-laki, 51 tahun
4. Shovy Salsabila, perempuan, 24 tahun
5. Siti Maryam, perempuan, 37 tahun
6. Rivan Mandara, laki-laki, 32 tahun
7. Anggita R. Utami, perempuan, 36 tahun
8. Hari Septiansah, laki-laki, 27 tahun
9. Dwi Apriliana, perempuan, 30 tahun
10. Ratri Intan A, perempuan, 26 tahun
11. Andi Saputra, laki-laki, 30 tahun (sudah pulang)
12. Sansan Sarifah, perempuan, 29 tahun
13. Dinasti Kusuma W, perempuan, 24 tahun
14. Yuliana, perempuan, 30 tahun
15. Ira Indira Putri, perempuan, 28 tahun
16. Hari Septiyansyah, laki-laki, 30 tahun
17. R. Rustiati, perempuan, 55 tahun
18. Amalia Hasanah Ulfa, perempuan, 31 tahun
19. Vira Oktaviani Putri, perempuan, 27 tahun (dirujuk ke RS Mitra Plumbon)
20. Yuliana Nur Pratama, perempuan, 24 tahun (dirujuk ke RS Siloam)
21. Nuryati, perempuan, 41 tahun
22. Nuriah Indah Rahmati, perempuan, 21 tahun
23. Fitria Husni, perempuan, 26 tahun
24. Anggita, perempuan, 36 tahun
25. Leni Julianti, perempuan, 33 tahun
26. Purwanti, perempuan, 54 tahun
27. Yunita Endang, perempuan, 41 tahun
28. A. Regita, perempuan, 29 tahun
29. Subandi, laki-laki, 42 tahun
30. Muchlis, laki-laki, 30 tahun
31. Riki, laki-laki, 25 tahun
32. Alivia, perempuan, 25 tahun
33. Dewi Sagita, perempuan, 29 tahun
34. Stevani Sofia, perempuan, 22 tahun
35. Eri Rustiati, perempuan, 55 tahun
36. Ester Rajagukguk, perempuan, 27 tahun
37. M. Anwar, laki-laki, 30 tahun
38. Laili, laki-laki, 26 tahun
39. Rivan, laki-laki, 32 tahun
40. Ayunda R, perempuan, 24 tahun
41. Mustika Ayu Pujiana, perempuan, 43 tahun
42. Suryati, perempuan, 51 tahun
43. Evi, perempuan, 52 tahun
44. Shofie, perempuan, 24 tahun
45. Iie Suendi, laki-laki, 42 tahun
46. Dewi Suryani, perempuan, 35 tahun
47. Despita, perempuan, 48 tahun
48. Choirunnisa R, perempuan, 25 tahun
49. Rista Triana, perempuan, 35 tahun (sudah pulang)
50. Pamilang Rani Situmorang, perempuan, 32 tahun.

Penyebab kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih dalam proses investigasi. Jalur kereta di sekitar lokasi juga masih mengalami gangguan akibat proses evakuasi dan pemeriksaan.

Red24

Istighosah dan Tabligh Akbar HUT Gunung Kaler Ke-20, Bupati Tangerang Dorong Penguatan Spiritualitas dan Ekonomi UMKM

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Istighosah dan Tabligh Akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kecamatan Gunung Kaler sekaligus menutup secara resmi Festival UMKM Ngider Kecamatan, Senin (27/04/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa kegiatan istighosah menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual masyarakat seiring dengan pembangunan daerah.

“Momentum istighosah yang kita laksanakan pada hari ini merupakan sebuah bentuk ikhtiar batiniah kita sebagai hamba Allah untuk memohon pertolongan, keberkahan, dan ridho-Nya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-20 Kecamatan Gunung Kaler tidak hanya menjadi refleksi capaian pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum bersama penguatan fondasi spiritual masyarakat. Hal tersebut dinilai penting agar setiap proses pembangunan yang berjalan senantiasa mendapatkan keberkahan dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Bupati juga menyoroti potensi besar Kecamatan Gunung Kaler yang perlu didorong melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia pun mengajak seluruh elemen untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah guna mewujudkan wilayah yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi penyelenggaraan Festival UMKM Ngider Kecamatan sebagai langkah konkret dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM lokal,” katanya.

Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang harus terus didukung melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan pasar.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Karenanya, mari kita bersama-sama mencintai dan menggunakan produk-produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata, agar UMKM kita semakin tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menjelaskan bahwa Festival UMKM Ngider Kecamatan di Gunung Kaler diikuti oleh 25 pelaku usaha mikro dengan berbagai produk lokal unggulan.

“Hari ini festival UMKM Ngider Kecamatan ada di Kecamatan Gunung Kaler. Dan semuanya ini ada 25 booth, semuanya adalah produk lokal usaha mikro yang ada di Kecamatan Gunung Kaler,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan festival selama enam hari tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet pelaku usaha.

Beberapa pelaku UMKM bahkan mampu meraih pendapatan hingga jutaan rupiah per hari, sehingga kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi promosi, inovasi, dan penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan.

red24_KDL

 

 

Bupati Tangerang : Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah di Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyap Rasyid pada saat upacara dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tingkat Kab. Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (27/04/26)

“Mari kita terus perkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Bupati yang membacakan amanat Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus mendukung visi besar pembangunan nasional melalui kolaborasi yang solid.

Dia juga menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai salah satu kunci untuk meraih cita-cita bangsa

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama dalam mencapai cita-cita bangsa. Tanpa koordinasi yang baik, tujuan pembangunan tidak akan berjalan optimal,” tandasnya

Lebih lanjut, dia menyoroti sejumlah hal strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya penguatan program prioritas nasional, reformasi birokrasi berbasis digital, peningkatan kemandirian fiskal daerah, serta kolaborasi lintas wilayah dalam menangani berbagai persoalan, termasuk pengelolaan sampah dan pengentasan kemiskinan.

“Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur juga menjadi fokus utama, melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta pemberian beasiswa dan kerja sama dengan perguruan tinggi. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” imbuhnya .

Dia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah agar menjadikan Hari Otda ke-30 sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan inovasi di berbagai sektor, guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Momentum Hari Otonomi Daerah ini harus menjadi penguat komitmen kita bersama untuk terus meningkatkan kinerja, pelayanan, serta inovasi di setiap lini pemerintahan untuk masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap semangat otonomi daerah dapat terus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel, serta mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Upacara tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, perwakilan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta seluruh peserta upacara dan tamu undangan.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/42-Prokopim/IV/2026 : (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Bupati Tangerang Harap Perusahaan Bantu Masyarakat Perbaiki Jalan

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berharap perusahaan di kawasan Desa Budi Mulya Kec. Cikupa bantu masyarakat sekitar kawasan untuk bersama-sama bergotong royong memperbaiki jalan .

Hal tersebut diutarakan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri Bakti Sosial PT. Sinar Intan Putra Nusa Desa Budi Mulya Kec. Cikupa, Senin (27/04/26) .

“Saya harap perusahaan bisa bantu masyarakat untuk memperbaiki jalan. Karena ini lahan tanahnya masuk kawasan milik perusahaan, nanti akan kita undang perusahaannya untuk bisa bergotong-royong membantu memperbaiki jalan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid .

Menurut dia, perbaikan jalan tersebut perlu segera dilakukan mengingat akses jalan tersebut cukup vital, bukan hanya bagi perusahaan tapi juga masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya .

“Akses jalan ini cukup vital dan perlu segera diperbaiki supaya hasil produksi dari perusahaan ini bisa cepat juga dikirimkan dan dipasarkan. Kalau jalannya bagus, ekonomi juga cepat juga meningkat nantinya,” tandasnya .

Dia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi bakti sosial yang dilaksanakan sebagai bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab perusahaan melalui program CSR kepada masyarakat sekitar perusahaan, khususnya PT Sinar Intan Putra Nusa. Sekitar 150 orang warga mendapatkan bantuan sembako yang diberikan oleh PT Sinar Intan Putra Nusa.

“Kami, pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada pimpinan perusahaan PT. Sinar Intan Putra Nusa di Desa Budi Mulia, Kecamatan Cikupa yang telah melaksanakan sebagian dari CSR-nya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya .

Pihaknya berharap bakti sosial yang dilakukan perusahaan tersebut bisa menjadikan contoh dan menginspirasi perusahaan lainnya untuk juga dapat melakukan kegiatan serupa sebagai bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat .

“Ini menjadi contoh yang baik dan bisa menginspirasi perusahaan lainnya. Karena pegawainya sebagian besar adalah putra desa, mereka bekerja di sini membantu perusahaan, perusahaannya bantu juga dalam bentuk CSR-nya dalam bentuk sembakonya setiap tahun,” imbuhnya .

Dia juga menghimbau masyarakat di sekitar perusahaan untuk terus menjaga hubungan yang harmonis dengan perusahaan agar dampaknya dapat bersama-sama dirasakan .

“Saya mohon masyarakat bisa bersama-sama saling menjaga hubungan agar tetap harmonis dan kondusif. Semakin maju dan sukses perusahaan, pastinya masyarakatnya juga sejahtera, ada kepastian usaha dan pendapatan,” pungkasnya .

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/43-Prokopim/IV/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Srikandi FKBN Pusat Menghadiri Halal Bihalal Undangan Pengajian Bulanan Mempererat silaturrahmi

 

Sorot24.idTangerang – Srikandi FKBN Pusat menghadiri acara Halal Bihalal pengajian bulanan Dimasjid Raya Al-azhom jalan Jendral Sudirman Kota Tangerang Senin (27/04/2026)

‎Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan positif sekaligus memperkuat sinergi antar ketua Korcam sekota tangerang dan ketua majelis taklim jamaah dalam pengajian bulanan

‎Halal bihalal tersebut dinilai sebagai momentum penting, mengingat kehadiran Penceramah Bapak Ustadz Drs. H Soleh Sofyan MA dan Ketua FKU Ustadzah DRA.Hj. Jundah Ibrahim , MA serta sejumlah Srikandi FKBN dan Jamaah yang memiliki peran strategis di tingkat pusat.

Ustadz Drs. H Soleh Sofyan MA Beliau menyampaikan keutamaan halal bihalal dalam tausiyahnya

Bapak Ustadz Drs. H Soleh Sofyan MA Beliau menyampaikan keutamaan halal bihalal dalam tausiyahnya juga berharap usai Hari Raya Idul Fitri ini seluruh Jamaah , dan semua lapisan masyarakat tetap menjaga kerukunan , sehingga dapat bersama-sama membangun ajang silaturahmi dan positif sekaligus memperkuat sinergi antar ketua Korcam sekota tangerang dan ketua majelis taklim dalam pengajian bulanan dan meneladaninya Akhlaqul karimah harapannya

(molly)

‎BEM PTNU Banten Soroti Ketidakpastian Kerja : Industri Megah, Fondasi Buruh Retak

sorot24.id | SERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Provinsi Banten memberikan rapor merah terhadap kondisi kesejahteraan buruh di wilayah Banten menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).

‎Koordinator Wilayah BEM PTNU Banten, Ilham Rizafi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kawasan industri di Banten selama ini masih bersifat semu karena belum menyentuh aktor utama produksi, yakni para buruh. Ia menyebut adanya jurang lebar antara angka pertumbuhan ekonomi dengan fakta kehidupan pekerja di lapangan.

‎“Pertumbuhan industri di Banten ibarat gedung megah, namun buruhnya berdiri di atas fondasi yang retak—dipaksa diam demi bertahan hidup,” ujar Ilham dalam keterangannya, Senin (27/4).

‎Ilham memaparkan data yang memprihatinkan terkait stabilitas kerja di Tanah Jawara. Pada triwulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 707 pekerja di Banten mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Angka ini menempatkan Provinsi Banten pada posisi keempat tertinggi secara nasional.

‎Menurutnya, tingginya angka PHK ini diperparah oleh pola hubungan industrial yang didominasi sistem kontrak jangka pendek, outsourcing, dan fleksibilitas tenaga kerja. Hal tersebut dinilai menciptakan kerentanan bagi buruh karena posisi mereka menjadi mudah tergantikan tanpa adanya jaminan masa depan yang jelas.

‎Selain ketidakpastian status kerja, BEM PTNU Banten juga menyoroti maraknya pelanggaran hak-hak normatif. Masih banyak ditemukan praktik pengupahan di bawah standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), keterlambatan pembayaran gaji, hingga praktik “penggantungan” status buruh.

‎Rendahnya literasi hukum di kalangan buruh disinyalir menjadi celah bagi oknum perusahaan untuk melakukan penyimpangan. Namun, Ilham menekankan bahwa masalah utama terletak pada lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah.

‎“Implementasi regulasi di lapangan jauh dari optimal. Keterbatasan jumlah pengawas dan minimnya sanksi tegas menyebabkan praktik ketidakadilan terus berlangsung,” tegasnya.

‎Atas kondisi tersebut, BEM PTNU Banten mendesak Pemerintah Provinsi Banten dan Dinas Ketenagakerjaan untuk segera melakukan langkah konkret :

‎1. Meningkatkan jumlah pengawas dan transparansi kinerja pengawasan di kawasan industri.

‎2. Memperluas program literasi hukum bagi buruh agar memahami hak-hak normatif mereka.

‎3. Memberikan sanksi berat bagi perusahaan yang melanggar aturan pengupahan dan hak berserikat.

‎4. Menjamin ruang aman bagi pekerja untuk menyuarakan aspirasi tanpa ancaman PHK sepihak.

‎BEM PTNU Banten berharap,

“momentum May Day tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi titik balik bagi pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan tenaga kerja setara dengan prioritas penciptaan iklim investasi”, tutupnya.

red24_RAS