Opini  

Sumpah Pemuda Bukan Sekedar Sejarah Saatnya Pemuda Bermental Pejuang Untuk Perubahan

Hendra Primitif (Penggiat Sosial dan Pemerhati Kebijakan Publik). foto/dok: pribadi. {red24} .

Sumpah Pemuda Bukan Sekedar Sejarah Saatnya Pemuda Bermental Pejuang Untuk Perubahan

Oleh : Hendra Primitif (Penggiat Sosial dan Pemerhati Kebijakan Publik)

sorot24.id |  TANGERANG – Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa dan negeri ini tidak boleh pernah padam. Semangat persatuan yang diwariskan para pendahulu harus terus hidup dalam jiwa generasi muda Indonesia, bukan hanya sebagai slogan dan seremonial tahunan, melainkan diwujudkan melalui pemikiran kritis, tindakan nyata, serta keberanian memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Bahwa pemuda dan pemudi merupakan kekuatan strategis bangsa yang memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman, tetapi harus tampil sebagai pelaku perubahan yang mampu memberikan gagasan, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan negeri.

Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada kata-kata. Pemuda harus terus berpikir, berani bertindak, dan membuktikan bahwa dirinya mampu membawa perubahan. Jangan takut menghadapi tantangan, jangan mudah menyerah pada keadaan, dan jangan pernah kehilangan kepedulian terhadap nasib rakyat serta masa depan bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan, tetapi juga sebagai perjuangan berkelanjutan untuk mewujudkan keadilan, kesejahteraan, kesempatan yang setara, serta kehidupan yang bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mengajak seluruh pemangku kebijakan agar memberikan ruang seluas-luasnya bagi kreativitas, gagasan, dan partisipasi pemuda. Sebab, bangsa yang besar bukanlah bangsa yang membungkam pemikiran kritis generasinya, melainkan bangsa yang mampu membimbing, mendengarkan dan memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk berkembang serta berkontribusi.

Pada akhirnya, Sumpah Pemuda bukan sekadar warisan sejarah yang dikenang setiap 28 Oktober. Ia merupakan amanah perjuangan yang harus diteruskan melalui persatuan, keberanian, kecerdasan, dan pengabdian. Ketika pemuda berani berpikir, bersatu dalam tindakan, dan konsisten memperjuangkan kepentingan bangsa, di situlah harapan Indonesia maju menemukan kekuatannya.

Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Berbeda pemikiran bukan alasan untuk terpecah, tetapi kesempatan untuk bersatu membangun Indonesia yang lebih adil, maju dan bermartabat.

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *