Kebersamaan Gubernur Banten Andra Soni dan istri usai salat Idul Adha 1447 H bersama warga di Masjid Al Mubarok Kreo, Larangan, Kota Tangerang, Rabu (27/5/2026). “Saya akamsi,” kata Andra Soni. Warga mengaku senang gubernur berbaur di kampung sendiri. Foto: Dok. Humas Pemprov Banten/sorot24.id
sorot24.id|TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni melaksanakan salat Idul Adha 1447 Hijriah bersama masyarakat Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, di Masjid Al Mubarok Kreo, Rabu (27/5/2026). Salat berlangsung khusyuk dan khidmat.
Andra Soni tiba di Masjid Al Mubarok sekitar pukul 06.00 WIB didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni. Kedatangannya disambut hangat warga sejak dari pintu gerbang masjid.
“Saya akamsi, anak kampung sini. Hari Raya Iduladha waktu untuk saya bersilaturahmi dengan warga di lingkungan saya,” kata Andra Soni. Ia mengaku selama menjadi gubernur memiliki keterbatasan waktu untuk bersilaturahmi dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Salat Idul Adha dipimpin Imam Yakhadi Lilwuan. Khutbah disampaikan Ustaz Abdul Khair. Dalam khutbahnya, khatib mengajak umat melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. “Ibadah kurban merupakan upaya kita melaksanakan perintah Allah,” ujar khatib.
Pengurus DKM Al Mubarok Ikbal, 52 tahun, mengaku senang bisa salat Id bersama gubernur. “Pak Gubernur Andra Soni sangat dekat dengan masyarakat,” kata Ikbal.
Penilaian senada disampaikan Marhali, 55 tahun. Menurutnya, warga menunggu momen salat Idul Adha bersama pemimpin nomor satu di Banten. “Hampir setiap ada acara masyarakat Pak Andra datang,” kata Marhali.
Camat Larangan Kota Tangerang Nasrullah mengaku mendapat kehormatan atas kehadiran Andra Soni. “Saya bahagia, dan sebuah kehormatan bagi masyarakat Kecamatan Larangan,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni (tengah, kemeja putih) didampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau lokasi pengerukan sedimentasi Situ Bulakan di Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rabu (20/5/2026).
sorot24.id|Kota Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau peningkatan kapasitas Situ Bulakan Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Peningkatan kapasitas daya tampung air situ seluas 30 hektare itu dilakukan dengan pengerukan sedimentasi dan penertiban bangunan liar di tepian situ.
“Hari saya bersama Wali Kota Tangerang Pak Sachrudin memantau pengangkatan sedimentasi atau normalisasi Situ Bulakan. Daya tampung situ saat ini kurang lebih 350 ribu kubik. Dengan upaya ini kita harapkan kapasitasnya meningkat menjadi 600 ribu kubik,” ungkap Andra Soni.
“Sehingga ada dampak positifnya untuk mengatasi atau mengurangi beban air yang masuk ke lingkungan perumahan di sekitar sini,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan normalisasi Sungai Cirarab. Sungai ini menjadi pendukung utama pengendalian banjir di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.
Andra Soni juga menekankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten untuk saling berkoordinasi dengan Dinas PUPR kabupaten dan kota. Koordinasi dilakukan agar normalisasi Sungai Cirarab bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya.
“Karena kita lihat banyak bangunan liar, pemanfaatan aliran sungai yang tidak sesuai dengan peruntukan, dan banyak hal lain yang membuat beban kita pada saat curah hujan tinggi menjadi luar biasa,” jelasnya.
“Maka upaya-upaya ini kita lakukan secara perlahan, saling berkoordinasi yang nantinya kita lanjutkan dengan balai besar,” tambah Andra Soni.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Andra Soni yang terus melakukan pemantauan dan mengantisipasi persoalan banjir Kota Tangerang.
Kepala daerah menjadi terpacu karena mendapatkan bantuan semua pihak. Termasuk, mengapresiasi atas koordinasi Pemprov Banten bersama DKI Jakarta untuk bersama menangani persoalan banjir wilayah Tangerang dan Jakarta.
“Bukan hanya itu, antisipasi banjir wilayah timur Kali Angke juga sedang berjalan atau sedang dilakukan. Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Kota Tangerang berjalan,” kata Sachrudin.
Ssmentara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, dengan pekerjaan normalisasi, daya tampung Situ Bulakan naik dua kali lipat.
Tampungan air Sungai Cirarab juga sebagian bisa masuk Situ Bulakan. Terhadap penertiban banguna liar, ia juga mengaku bersyukur karena prosesnya berjalan lancar.
“Dengan koordinasi Pemerintah Kota Tangerang, para pemilik bangunan luar menerima. Cuma mereka minta waktu untuk melakukan pembongkaran mandiri,” katanya.
Salah satu pemilik bangunan liar di pinggiran Situ Bulakan, Iwan (45 tahun) mengaku pasrah dan mendukung penertiban bangunan liar di pinggiran Situ Bulakan.
Pemilik warung yang menjual mie, kelapa muda, dan kopi itu mengaku sedang berusaha mencari lokasi baru untuk melanjutkan usaha warungnya.
“Ya bagaimana lagi, kita dukung. Kita pasrah untuk membongkar. Saya sedang mencari tempat untuk melanjutkan jualan,” ucap Iwan.
Menteri Dikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed (tengah) bersama Gubernur Banten Andra Soni, S.M, M.AP (kiri) dan Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin (kanan) saat membuka Gebyar Lomba dan Talenta Siswa tingkat Provinsi Banten 2026 di Stadion Benteng Reborn, Sabtu 9/5/2026. Kegiatan diikuti 2.000 pelajar dari 8 kota/kabupaten se-Banten. (Dok: Humas Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang Kota/Sorot24)
sorot24.id| TANGERANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti,M.Ed resmi membuka Gebyar Lomba dan Talenta Siswa tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Sabtu 9/5/2026. Kegiatan yang diikuti 2.000 peserta dari 8 kota/kabupaten ini jadi yang pertama di Indonesia.
Pembukaan Gebyar Lomba dan Talenta Siswa tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 digelar pukul 15.40 WIB di Stadion Benteng Reborn Jl. TMP Taruna Kel. Sukaasih, Kec./Kota Tangerang. Penanggung jawab kegiatan Dr. H. Jamaludin,M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional dan meliputi pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Peluncuran Sekolah Adiwiyata, serta Deklarasi Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Provinsi Banten.
Dihadiri Mendikdasmen hingga Kepala Daerah
Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Gubernur Andra Soni, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Wali Kota Sachrudin, Wali Kota Benyamin Davnie, Bupati Moch. Maesyal Rasyid, dan Forkopimda foto dimeja usai membuka Gebyar Talenta Siswa Banten 2026 di Stadion Benteng Reborn, Sabtu 9/5/2026. (Dok: Humas Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang Kota/Sorot24.id)
Acara dihadiri tamu VIP: Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti,M.Ed, Gubernur Banten Andra Soni, S.M, M.AP, Ketua DPRD Banten H. Fahmi Hakim, S.E, Sekda Banten H. Deden Apriandhi, Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin, Wali Kota Tangsel H. Benyamin Davnie, Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, Ketua DPRD Kota Tangerang H. Rusdi, Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Faisal Rizal, Wakapolresta Tangerang Kombes Pol Christian Aer, Dandim 0506/Tgr Kolonel Inf Ary Sutrisno, Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi, Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan, serta Kepala OPD Provinsi Banten dan Kota Tangerang.
Tema: Bergerak Bersama Wujudkan Pendidikan Bermutu
Kadisdikbud Banten Dr. H. Jamaludin, M.Pd dalam laporannya menyebut tema kegiatan _”Bergerak bersama wujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Kegiatan ini tidak hanya ingin mencapai kemampuan akademik dan non akademik tetapi juga untuk memperkuat pendidikan karakter, menumbuhkan kreativitas dan sportivitas serta membangun budaya sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan,” kata Jamaludin.
Ia menambahkan, peluncuran Sekolah Adiwiyata dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, hijau dan berkelanjutan. Kegiatan ini jadi simbol rangkaian kompetisi dan ajang pengembangan talenta pelajar Provinsi Banten.
Wali Kota Sachrudin: Tangerang Gratis Negeri dan Swasta
Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin bangga menjadi tuan rumah. Ia menegaskan komitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui program “Gampang Sekolah” (3G), sekolah gratis di negeri dan swasta.
“Pemkot Tangerang terus memastikan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sebagai fondasi intelektualitas siswa. Gebyar ini penuh semangat, kreativitas dan prestasi, bebas dari kekerasan, diskriminasi dan intoleransi,” ujar Sachrudin.
Gubernur: 60.705 Siswa Swasta Sekolah Gratis
Gubernur Banten Andra Soni, SM, M.AP menyampaikan indikator bidang pendidikan meningkat sejalan program sekolah gratis milik Provinsi Banten.
“Pada awal tahun 2025 Provinsi Banten telah menjalankan program sekolah gratis dengan penerima manfaat 60.705 siswa SMA, SMK, dan SKh Swasta dan bekerja sama dengan 801 sekolah swasta di Provinsi Banten. Saya yakin ini menjadi yang terbesar di Indonesia,” tegas Andra Soni.
Ia berkomitmen melanjutkan akses pendidikan kepada seluruh anak di Banten. “Pemerintah akan selalu memberikan dukungan kepada anak-anak di Provinsi Banten agar terus berkembang,” tambahnya.
Mendikdasmen: Pertama di Indonesia
Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed mengapresiasi Gubernur Banten dan seluruh jajaran. “Ini adalah yang pertama se Indonesia,” katanya saat membuka acara pukul 16.50 WIB.
Abdul Mu’ti juga mengapresiasi bantuan beasiswa tidak hanya bagi anak-anak yang gagal di sekolah negeri tapi juga bagi pelajar di sekolah swasta. “Pemerintah berkomitmen terus mendukung pendidikan di Indonesia agar seluruh anak-anak mendapat pendidikan yang layak dan adil,” ujarnya.
Ribuan pelajar dari 8 kota/kabupaten se-Provinsi Banten memadati Stadion Benteng Reborn saat Pembukaan Gebyar Lomba dan Talenta Siswa 2026, Sabtu 9/5/2026. Rangkaian Hardiknas ini meliputi O2SN, FLS2N, Peluncuran Sekolah Adiwiyata, dan Deklarasi Sekolah Aman. (Dok: Humas Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang Kota/Sorot24.id)
Kegiatan selesai pukul 17.55 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Pengamanan 38 personel dipimpin Kapam Objek Kompol Suyatno, SH, MH. Acara diikuti kontingen pelajar dari 8 kota dan kabupaten se-Provinsi Banten.
Mahasiswa Banten Ngamuk: Kebijakan Pemerintah Amburadul, Biarkan 93 Ribu Anak Banten Putus Sekolah.
sorot24.id|KOTA SERANG – Di tengah gemerlapnya klaim pembangunan di Provinsi Banten, sebuah kenyataan pahit kembali menampar wajah tata kelola pemerintahan daerah. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Banten Bersatu dan BEM PTNU Banten turun ke jalan pada Senin (4/4/2026), bukan untuk merayakan prestasi, melainkan untuk melayat matinya akses pendidikan yang adil bagi puluhan ribu anak di tanah para jawara.
Aksi ini menjadi alarm keras bahwa sistem pendidikan di Banten tidak sedang “baik-baik saja”, melainkan sedang koma di bawah pengawasan pemerintah. Mahasiswa menuntut tanggung jawab pemerintah yang dianggap gagal memberikan jaminan hak dasar tersebut.
Ratusan mahasiswa ini berkumpul dan bersatu dalam aksi demonstrasi untuk menuntut pertanggungjawaban Gubernur Banten atas carut-marut struktural pendidikan. Mereka muak dengan angka-angka fantastis putus sekolah di berbagai daerah yang terus dibiarkan menganga tanpa solusi konkret.
Selanjutnya mahasiswa menilai berbagai persoalan yang ada saat ini bukanlah masalah administratif biasa, melainkan masalah struktural yang require (langkah konkret segera). Data yang dihimpun para mahasiswa menegaskan status “Darurat Pendidikan” di provinsi banten tersebut.
Sangat mengejutkan mahasiswa menunjukkan jumlah data anak putus sekolah di sejumlah wilayah Banten tergolong sangat tinggi:
Fakta di lapangan berbicara lebih keras daripada wacana pejabat. Kabupaten Pandeglang “memimpin” dengan rekor menyedihkan 42 ribu anak tidak sekolah, disusul Kabupaten Lebak dengan 22 ribu anak, Kabupaten Tangerang sekitar 21 ribu anak, dan bahkan Kota Serang selaku ibu kota provinsi menyumbang sekitar 8 ribu anak. Ini bukan sekadar data administratif; ini adalah puluhan ribu masa depan anak bangsa yang sedang “dibunuh” perlahan oleh ketidakpedulian sistem.
Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu, M. Abdurrahman, dalam orasinya menegaskan, angka tersebut adalah bukti nyata sistem yang sedang tidak baik-baik saja. “Angka putus sekolah yang tinggi, ketimpangan akses, hingga dugaan penyimpangan anggaran menunjukkan ada ketidakberesan. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Kritik tajam mahasiswa juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran dan justru memicu persoalan baru di lapangan. Sarkasme yang paling menyakitkan adalah melihat bagaimana ketimpangan akses pendidikan terus dilestarikan.
Di Pandeglang, infrastruktur masih minimalis, dan guru menjadi barang langka, bahkan di wilayah hunian sementara (huntara). Seolah belum cukup, kebijakan “Sekolah Gratis” di swasta justru menciptakan kelebihan kapasitas dan dugaan “pembuangan” siswa ke sekolah negeri yang sudah penuh sesak.
Di sisi lain, praktek pungutan liar masih ditemukan di sekolah-sekolah swasta yang notabene menerima bantuan pemerintah. Ini adalah tata kelola yang tidak hanya tidak tepat sasaran, tetapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan.
“Kami melihat ada masalah serius dalam tata kelola pendidikan, mulai dari kebijakan yang tidak tepat sasaran hingga lemahnya pengawasan di lapangan,” lanjut Abdurrahman.
Ilham Rizafi, Koordinator Wilayah BEM PTNU Banten, menambahkan kritikan terkait Ketimpangan kualitas sarana dan prasarana semakin memperlebar jurang pemisah. BEM PTNU Banten mencatat 76 persen sekolah swasta masih “telanjang” dari fasilitas dasar seperti perpustakaan dan lapangan olahraga. Lebih absurd lagi, masih banyak alumni yang ijazahnya ditahan oleh pihak sekolah karena tunggakan biaya, seolah ijazah mereka adalah barang gadai, padahal pendidikan adalah hak dasar setiap anak.
Meskipun Gubernur Banten, Andra Soni, sebelumnya sempat menebus sejumlah ijazah alumni, Ilham menegaskan persoalan ini belum terselesaikan. “Persoalan ini harus terus diangkat karena masih banyak alumni yang membutuhkan hak mereka,” tutur Ilham.
”Iham juga menyoroti Persoalan sosial di lingkungan pendidikan. Fenomena perundungan (bullying) dan kekerasan digital semakin marak, menandakan bahwa sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Pemerintah seolah alpa dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang mumpuni di dunia pendidika,” jelasnya.
Tuntutan Mahasiswa
Atas amburadulnya tata kelola tersebut, Aliansi BEM Banten Bersatu dan BEM PTNU Wilayah Banten menegaskan 11 tuntutan desakan kepada Gubernur, antara lain:
1. Evaluasi menyeluruh kebijakan pendidikan di Banten.
2. Penindakan tegas pungutan biaya di sekolah penerima bantuan.
3. Pembebasan ijazah tertahan melalui kebijakan bantuan sosial.
4.Langkah konkret menurunkan angka putus sekolah.
5. Pemerataan sarana prasarana sekolah swasta.
6. Audit menyeluruh penyaluran PIP dan tindak tegas pelaku pemotongan dana.
7. Penguatan sistem perlindungan anak dari bullying dan kekerasan digital.
8. Keterbukaan informasi publik terkait bantuan pendidikan.
9. Pemerataan distribusi guru dan evaluasi kebijakan guru non-ASN.
10. Perhatian serius pada pendidikan di huntara dan wilayah terpencil.
11. Hentikan kebijakan penghapusan program studi tanpa kajian.
Mahasiswa menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu ini sampai ada perubahan nyata, menegaskan bahwa “Pendidikan seharusnya menjadi alat pembebasan, bukan sekadar instrumen kebijakan.”
Red24🙁 RAS)
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komitmen berantas percaloan tenaga kerja saat May Day 2026 bersama ASPSB Kabupaten Serang di lapangan PT Samator, Kawasan Modern Cikande, Minggu 3/5/2026. Gubernur menggandeng Kapolda Banten untuk menindak pelaku. (Dok: Pemprov Banten/Sorot24.id)
sorot24.id |Serang – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya menindak tegas praktik percaloan rekrutmen tenaga kerja. Hal itu disampaikan saat menghadiri May Day 2026 bersama Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang di lapangan PT Samator, Kawasan Modern Cikande, Minggu 3/5/2026.
Percaloan itu adalah kejahatan. Kami bersama Bapak Kapolda Banten sepakat untuk bersama-sama akan menindak, siapapun yang terlibat,” kata Andra Soni,
Menurut Andra Soni, percaloan tenaga kerja menjadi tantangan dalam pembuktian. Namun praktik itu kerap muncul di tengah masyarakat. Ia meminta partisipasi seluruh pemangku kepentingan untuk melapor jika melihat praktik percaloan.
Andra Soni menegaskan, masyarakat yang menemukan percaloan diminta segera melapor ke Aparat Penegak Hukum (APH). Aduan dari masyarakat menjadi tanggung jawab bersama untuk ditindaklanjuti.
“Ibu Bupati sudah membentuk Satgas. Kami juga di Provinsi sudah membentuk desk ketenagakerjaan yang di dalamnya ada Kapolda juga,” ujarnya.
Ia meminta Polda Banten, Forkopimda, dan Pemkab Serang memberikan rasa keadilan kepada warga Banten dalam memperoleh kerja layak. Andra Soni menyebut praktik percaloan harus dihentikan meski diduga melibatkan banyak pihak.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komitmen berantas percaloan tenaga kerja saat May Day 2026 bersama ASPSB Kabupaten Serang di lapangan PT Samator, Kawasan Modern Cikande, Minggu 3/5/2026. Gubernur menggandeng Kapolda Banten untuk menindak pelaku. (Dok: Pemprov Banten/Sorot24.id)
Selain percaloan, Andra Soni berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi Presiden Prabowo Subianto saat puncak May Day di Jakarta, sesuai kewenangan Pemprov Banten.
Di lokasi sama, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah berharap May Day diisi kegiatan positif. Iklim industri dan tenaga kerja yang terjaga bisa menarik investasi dan meningkatkan serapan tenaga kerja.
“Kami sudah ada SK Satgas Pungli dan sudah ada beberapa kita tindak. Ke depan ini harus terus digalakkan untuk meminimalisir percaloan pada saat perekrutan tenaga kerja. Saya minta pengawasan kepada seluruh masyarakat,” kata Ratu Rachmatuzakiyah.
Sementara itu, Ketua ASPSB Kabupaten Serang Asep Saefullah meminta Pemda serius menindak praktik percaloan dan pungli saat rekrutmen di sejumlah industri. Praktik itu disebut meresahkan dan sudah berlangsung lama.
“Mereka ada di banyak sektor industri,” tegas Asep Saefullah.
foto dok/ Gubernur Banten Andra Soni dan walikota Tangerang Sachrudin meresmikan Instalasi Kardiocerebrovaskuler
Sorot24.id | Kota Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni meresmikan operasionalisasi kerja sama layanan Instalasi Pelayanan Kardiocerebrovaskuler Terpadu (IPKT) atau layanan kesehatan pembuluh darah antara RSUD Kota Tangerang dengan BPJS Kesehatan, Sabtu (14/2/2026).
Fasilitas ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses layanan medis spesialis bagi masyarakat Banten.
Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Wali Kota Tangerang Sachrudin, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti.
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa kehadiran fasilitas IPKT yang dilengkapi dengan Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab) merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan layanan rujukan kardiovaskular.
“Kehadiran fasilitas ini adalah langkah strategis untuk memperkuat sistem kesehatan di Provinsi Banten. Kami terus mendorong sinergi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota guna memastikan layanan kesehatan yang berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Andra Soni di RSUD Kota Tangerang, Jalan Pulau Putri Raya, Kota Tangerang.
Andra juga menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek kuratif dan preventif. Menurutnya, penguatan sistem kesehatan nasional menuntut kolaborasi lintas sektor agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan yang baik, tetapi juga teredukasi dalam pola hidup sehat.
“Penanganan kuratif memang mendesak, namun yang jauh lebih utama adalah bagaimana kita secara kolektif mencegah masyarakat agar tidak jatuh sakit melalui langkah-langkah preventif dan promotif,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, memberikan apresiasi atas kelengkapan fasilitas di RSUD Kota Tangerang.
Ia menilai standar pelayanan, teknologi medis, hingga ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di lokasi tersebut telah setara dengan rumah sakit rujukan nasional.
“Fasilitasnya sangat mumpuni dan SDM-nya siap, mulai dari dokter spesialis hingga tenaga perawat. Kabar baiknya, layanan mutakhir ini dapat diakses oleh pasien BPJS tanpa dikenakan biaya. Ini adalah bentuk nyata negara hadir untuk rakyat,” tutur Benjamin.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam kasus serangan jantung dan stroke, waktu adalah faktor kunci (golden period).
Kecepatan penanganan medis maksimal enam jam sejak gejala muncul sangat menentukan tingkat keselamatan pasien.
Dengan adanya Cath Lab di Kota Tangerang, efektivitas waktu penanganan dapat ditingkatkan tanpa perlu merujuk pasien ke fasilitas yang lebih jauh.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menambahkan bahwa pengembangan RSUD Kota Tangerang akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia berkomitmen untuk terus membenahi fasilitas kesehatan agar seluruh warga Kota Tangerang mendapatkan haknya atas pelayanan medis yang profesional.
“Prinsip kami jelas, setiap warga berhak mendapatkan penanganan medis yang berkualitas tanpa terkendala oleh jarak, waktu, maupun kondisi ekonomi,” pungkas Sachrudin
foto dok/ Gubernur Banten, Andra Soni saat di replikasi pondok Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan di lebak
Sorot34.idLebak – Gubernur Banten, Andra Soni mendorong replikasi Pondok Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan yang telah menghasilkan produksi cabai. Di pesantren ini memadukan pendidikan keagamaan dengan praktik pertanian modern.
Dalam kunjungannya pada Selasa (10/2/2026), Andra Soni didampingi Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya. Rombongan melihat langsung proses budidaya cabai berbasis greenhouse.
Menurutnya, konsep pesantren agroekosistem menjadi terobosan karena mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, dan produksi pertanian dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
“Pesantren Agro-Ekosistem Raudhatul Ihsan memadukan pendidikan agama dengan pengembangan pertanian. Model seperti ini penting karena berbasis pendidikan dan bisa ditransfer ke pesantren-pesantren lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan agroekosistem di lingkungan pesantren membuka ruang kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mendukung ketahanan pangan.
“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi pertanian produktif. Ini potensi besar yang perlu diperluas,” katanya.
Pada kesempatan itu, Pesantren Raudhatul Ihsan dengan PT Laukita Bumbu melakukan penandatangan kerja sama sebagai perusahaan penyuplai kebutuhan pangan jemaah haji. Melalui kerja sama itu, hasil pertanian pesantren, khususnya cabai, akan diserap untuk kebutuhan bumbu makanan jemaah haji.
“Kolaborasi seperti ini harus diperkuat. Produksi ada, pendampingan ada, dan pasar juga tersedia. Ekosistemnya menjadi lengkap,” ujar Andra Soni.
Sementara itu, Plt Deputi Kepala Perwakilan Bank Indinesia (BI) Banten Lukman Hakim menjelaskan, pesantren tersebut merupakan bagian dari program pembinaan agroekosistem dan kelompok tani binaan BI.
Menurut Lukman, pengembangan usaha produktif di pesantren tidak hanya memperkuat ekonomi lembaga, tetapi juga membekali santri dengan kompetensi kewirausahaan di sektor pertanian.
BI Banten bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) juga telah menjalankan program pelatihan dan pendampingan budidaya cabai melalui skema program pertanian berbasis teknologi atau infratani sejak 2025. Pemanfaatan greenhouse dinilai mampu menjaga produktivitas di tengah curah hujan tinggi serta meningkatkan kualitas hasil panen.
“Usaha produktif terintegrasi yang dikembangkan pesantren mulai pertanian, peternakan hingga perikanan yang menunjukkan potensi besar pesantren dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Lukman.
Serang, sorot24.id | Gubernur Banten Andra Soni melantik 64 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pelantikan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Senin (29/12/2025).
Puluhan pejabat yang dilantik terdiri atas 59 Pengawas Sekolah, tiga Auditor, satu Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD), serta satu Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Banten Nomor 685, 697, dan 698 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Melalui Perpindahan ke Dalam Jabatan Fungsional.
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.
“Pelantikan 59 orang Pengawas Sekolah ini merupakan kado akhir tahun untuk para pendidik dan sebagai komitmen kami untuk mempercepat pelantikan Pengawas Sekolah Ahli Muda,” ungkap Andra.
Gubernur meminta para pengawas sekolah yang baru dilantik untuk memberikan perhatian khusus pada monitoring dan evaluasi sistem penjaminan mutu pendidikan. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap implementasi program sekolah gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Selain itu, Andra juga menginstruksikan pengawas sekolah agar aktif mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk tawuran antar pelajar dan perundungan (bullying).
“Harus ada upaya bersama melalui pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler yang positif, pembinaan konseling, serta kerja sama dengan orang tua. Kita harus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua pelajar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar peserta didik penerima fasilitas sekolah gratis tetap mematuhi etika dan tata tertib sekolah. Pengawas sekolah diharapkan mampu membangun sinergi dengan kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta pemerhati pendidikan guna menekan angka putus sekolah di Provinsi Banten.
Selain sektor pendidikan, Andra Soni memberikan arahan khusus kepada Auditor, PPUPD, dan Analis SDM Aparatur agar memperkuat fungsi pengawasan terhadap kinerja pembangunan daerah. Menurutnya, pengawasan yang kuat akan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Khusus kepada Analis SDM Aparatur, Gubernur menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kalian memiliki peran strategis dalam memastikan pengelolaan ASN dilakukan secara terencana, objektif, dan berbasis data,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Andra Soni menegaskan pentingnya profesionalisme dan netralitas ASN. Ia meminta seluruh pejabat fungsional yang dilantik untuk fokus pada kinerja dan tidak terlibat dalam urusan politik praktis.
“Saya minta Bapak dan Ibu fokus pada fungsi pengawas. Tidak usah mengurusi hal di luar itu, apalagi urusan politik. Kemurnian sebagai Pegawai Negeri Sipil harus dijaga. Saya menilai dari kinerja, bukan dari kedekatan,” pungkasnya.
Tangerang, sorot24.id | Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni membuka dan melepas kegiatan Fun Bike Kolaborasi Gemilang dan Gowes Desa Wisata yang digelar di SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Mauk, Minggu (28/12/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten atas inisiasinya dalam menggelar kegiatan Fun Bike yang diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Gubernur atas perhatian dan kolaborasinya dengan Kabupaten Tangerang. Kegiatan fun bike ini sangat luar biasa, diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus mendukung kegiatan olahraga masyarakat yang dikolaborasikan dengan pengembangan pariwisata desa. Salah satu contohnya adalah kegiatan Fun Bike yang menjadi ajang kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan desa wisata.
“Kami berharap dapat terus digelar secara rutin dan berkelanjutan karena manfaatnya sangat besar, baik untuk kesehatan masyarakat, promosi wisata maupun perekonomian daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya olahraga sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, selain pendidikan, olahraga merupakan faktor penting dalam membentuk masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.
“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kolaborasi antara Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang ini adalah bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gubernur Andra Soni.
Lanjut dia, kegiatan Fun Bike tersebut juga memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM lokal karena mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
“Peserta yang datang pasti berbelanja, membeli makanan dan minuman. Ini tentu memberikan manfaat langsung bagi para pelaku UMKM. Ke depan, kami ingin kegiatan bersepeda bisa digelar di berbagai destinasi wisata di Banten dengan melibatkan desa-desa,” jelasnya.
Pihaknya pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah, seraya menegaskan bahwa dengan kerja bersama dan konsistensi, tujuan pembangunan akan tercapai dan berdampak langsung kepada masyarakat.