Mahasiswa Banten Ngamuk: Kebijakan Pemerintah Amburadul, Biarkan 93 Ribu Anak Banten Putus Sekolah.
sorot24.id |KOTA SERANG – Di tengah gemerlapnya klaim pembangunan di Provinsi Banten, sebuah kenyataan pahit kembali menampar wajah tata kelola pemerintahan daerah. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Banten Bersatu dan BEM PTNU Banten turun ke jalan pada Senin (4/4/2026), bukan untuk merayakan prestasi, melainkan untuk melayat matinya akses pendidikan yang adil bagi puluhan ribu anak di tanah para jawara.
Aksi ini menjadi alarm keras bahwa sistem pendidikan di Banten tidak sedang “baik-baik saja”, melainkan sedang koma di bawah pengawasan pemerintah. Mahasiswa menuntut tanggung jawab pemerintah yang dianggap gagal memberikan jaminan hak dasar tersebut.
Ratusan mahasiswa ini berkumpul dan bersatu dalam aksi demonstrasi untuk menuntut pertanggungjawaban Gubernur Banten atas carut-marut struktural pendidikan. Mereka muak dengan angka-angka fantastis putus sekolah di berbagai daerah yang terus dibiarkan menganga tanpa solusi konkret.
Selanjutnya mahasiswa menilai berbagai persoalan yang ada saat ini bukanlah masalah administratif biasa, melainkan masalah struktural yang require (langkah konkret segera). Data yang dihimpun para mahasiswa menegaskan status “Darurat Pendidikan” di provinsi banten tersebut.
Sangat mengejutkan mahasiswa menunjukkan jumlah data anak putus sekolah di sejumlah wilayah Banten tergolong sangat tinggi:
Fakta di lapangan berbicara lebih keras daripada wacana pejabat. Kabupaten Pandeglang “memimpin” dengan rekor menyedihkan 42 ribu anak tidak sekolah, disusul Kabupaten Lebak dengan 22 ribu anak, Kabupaten Tangerang sekitar 21 ribu anak, dan bahkan Kota Serang selaku ibu kota provinsi menyumbang sekitar 8 ribu anak. Ini bukan sekadar data administratif; ini adalah puluhan ribu masa depan anak bangsa yang sedang “dibunuh” perlahan oleh ketidakpedulian sistem.
Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu, M. Abdurrahman, dalam orasinya menegaskan, angka tersebut adalah bukti nyata sistem yang sedang tidak baik-baik saja. “Angka putus sekolah yang tinggi, ketimpangan akses, hingga dugaan penyimpangan anggaran menunjukkan ada ketidakberesan. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Kritik tajam mahasiswa juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran dan justru memicu persoalan baru di lapangan. Sarkasme yang paling menyakitkan adalah melihat bagaimana ketimpangan akses pendidikan terus dilestarikan.
Di Pandeglang, infrastruktur masih minimalis, dan guru menjadi barang langka, bahkan di wilayah hunian sementara (huntara). Seolah belum cukup, kebijakan “Sekolah Gratis” di swasta justru menciptakan kelebihan kapasitas dan dugaan “pembuangan” siswa ke sekolah negeri yang sudah penuh sesak.
Di sisi lain, praktek pungutan liar masih ditemukan di sekolah-sekolah swasta yang notabene menerima bantuan pemerintah. Ini adalah tata kelola yang tidak hanya tidak tepat sasaran, tetapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan.
“Kami melihat ada masalah serius dalam tata kelola pendidikan, mulai dari kebijakan yang tidak tepat sasaran hingga lemahnya pengawasan di lapangan,” lanjut Abdurrahman.
Ilham Rizafi, Koordinator Wilayah BEM PTNU Banten, menambahkan kritikan terkait Ketimpangan kualitas sarana dan prasarana semakin memperlebar jurang pemisah. BEM PTNU Banten mencatat 76 persen sekolah swasta masih “telanjang” dari fasilitas dasar seperti perpustakaan dan lapangan olahraga. Lebih absurd lagi, masih banyak alumni yang ijazahnya ditahan oleh pihak sekolah karena tunggakan biaya, seolah ijazah mereka adalah barang gadai, padahal pendidikan adalah hak dasar setiap anak.
Meskipun Gubernur Banten, Andra Soni, sebelumnya sempat menebus sejumlah ijazah alumni, Ilham menegaskan persoalan ini belum terselesaikan. “Persoalan ini harus terus diangkat karena masih banyak alumni yang membutuhkan hak mereka,” tutur Ilham.
”Iham juga menyoroti Persoalan sosial di lingkungan pendidikan. Fenomena perundungan (bullying) dan kekerasan digital semakin marak, menandakan bahwa sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Pemerintah seolah alpa dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang mumpuni di dunia pendidika,” jelasnya.
Tuntutan Mahasiswa
Atas amburadulnya tata kelola tersebut, Aliansi BEM Banten Bersatu dan BEM PTNU Wilayah Banten menegaskan 11 tuntutan desakan kepada Gubernur, antara lain:
1. Evaluasi menyeluruh kebijakan pendidikan di Banten.
2. Penindakan tegas pungutan biaya di sekolah penerima bantuan.
3. Pembebasan ijazah tertahan melalui kebijakan bantuan sosial.
4.Langkah konkret menurunkan angka putus sekolah.
5. Pemerataan sarana prasarana sekolah swasta.
6. Audit menyeluruh penyaluran PIP dan tindak tegas pelaku pemotongan dana.
7. Penguatan sistem perlindungan anak dari bullying dan kekerasan digital.
8. Keterbukaan informasi publik terkait bantuan pendidikan.
9. Pemerataan distribusi guru dan evaluasi kebijakan guru non-ASN.
10. Perhatian serius pada pendidikan di huntara dan wilayah terpencil.
11. Hentikan kebijakan penghapusan program studi tanpa kajian.
Mahasiswa menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu ini sampai ada perubahan nyata, menegaskan bahwa “Pendidikan seharusnya menjadi alat pembebasan, bukan sekadar instrumen kebijakan.”
Red24🙁 RAS)
HUT Satlinmas ke-64, Pasar Kemis Jadi Sorotan Raih Juara 2 Poslinmas Terbaik se-Kabupaten Tangerang
Camat Pasar Kemis H. Nurhanudin menerima penghargaan Juara 2 Poslinmas Terbaik tingkat Kabupaten Tangerang dalam upacara HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas di Lapangan Raden Arya Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin 4/5/2026. Prestasi diraih Poslinmas RT 02/03 Kelurahan Sindang Sari. (Dok: Kecamatan Pasar Kemis/Sorot24.id)
sorot24.id|Tangerang – Kecamatan Pasar Kemis menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara Kedua Kategori Daerah Poslinmas Terbaik tingkat Kabupaten Tangerang. Penghargaan diserahkan saat upacara HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas di Lapangan Upacara Raden Arya Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin 4/5/2026.
Suasana penuh semangat dan dedikasi mewarnai Lapangan Upacara Raden Arya Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin 4/5/2026. Ribuan personel dari berbagai unsur mengikuti upacara peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas tingkat Kabupaten Tangerang.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional serta HUT Pemadam Kebakaran, menjadikannya momentum penting memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kecamatan Pasar Kemis meraih Juara Kedua Kategori Daerah Poslinmas Terbaik tingkat Kabupaten Tangerang. Penghargaan diberikan atas kinerja Poslinmas RT 02/03 Kelurahan Sindang Sari yang dinilai unggul dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban lingkungan.
Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat dan dedikasi anggota Satlinmas di wilayahnya.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan capaian ini. Poslinmas Sindang Sari memang selama ini aktif dan konsisten dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masyarakat,” ujar Nurhanudin,
Nurhanudin menegaskan pentingnya peran Satlinmas sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas lingkungan, termasuk menghadapi potensi gangguan keamanan maupun situasi darurat.
“Satlinmas memiliki peran strategis, mulai dari menjaga ketertiban hingga menjadi bagian dari sistem peringatan dini ketika terjadi bencana. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota Satlinmas di Pasar Kemis untuk terus meningkatkan kinerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nurhanudin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Satpol PP dan Satlinmas, serta apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada para petugas di lapangan.
red24-(Kanu)
Perlu Pembenahan Serius,Kebijakan Anggaran Program OPD Pemerintah Kabupaten Tangerang
Perlu Pembenahan Serius,Kebijakan Anggaran Program OPD Pemerintah Kabupaten Tangerang
Oleh : Hendra “Primitif” Jaya (Pemerhati Kebijakan Publik)
sorot24.id | TANGERANG – Pemerhati Kebijakan publik, Hendra Primitif, menyoroti kebijakan perencanaan dan penganggaran program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dinilai masih perlu pembenahan serius .
Menurutnya, besarnya alokasi anggaran yang tercantum dalam sejumlah program belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas perencanaan dan realisasi di lapangan. Ia menilai, masih ditemukan indikasi program yang disusun tanpa kajian matang sehingga berpotensi tidak tepat sasaran .
Bahwa perencanaan anggaran seharusnya tidak hanya berorientasi pada besaran angka, tetapi juga pada efektivitas, kebutuhan riil masyarakat, serta dampak jangka panjang yang dihasilkan .
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan fungsi pengawasan,agar setiap program yang dijalankan OPD benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tidak berakhir mangkrak atau minim manfaat.
Berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perencanaan anggaran, mulai dari tahap penyusunan hingga pelaksanaan.
“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama. Jangan sampai anggaran besar hanya menjadi formalitas di atas kertas, tetapi lemah dalam implementasi,” .
Semoga kedepannya seluruh OPD dapat lebih cermat dan profesional dalam merancang program, sehingga anggaran yang digunakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang .
red24
Bupati Tangerang Minta Para Kepala Sekolah SD SMP Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi
Bupati Tangerang Minta Para Kepala Sekolah SD SMP Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi
sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan arahan dan motivasi kepada para kepala sekolah SD dan SMP negeri yang baru terpilih maupun hasil rotasi. Kegiatan tersebut digelar di Aula Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Senin (4/5/26).
Dalam sambutannya, Bupati meninta para kepala sekolah SD dan SMP negeri tersebut untuk terus meningkatkan kompetensi dan berinovasi untuk kemajuan SD dan SMP masing-masing.
“Tingkatkan terus kompetensi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas sekolah dan proses belajar mengajar demi terwujudnya kemajuan pendidikan yang unggul dan berkualitas di Kabupaten Tangerang,” pinta Bupati Maesyal Rasyid.
Ia mengungkapkan bahwa proses seleksi kepala sekolah dilakukan secara detail dan menyeluruh, dengan mempertimbangkan rekam jejak, loyalitas, kapasitas, serta kesiapan mental para calon kepala sekolah. Proses penetapan kepala sekolah juga telah dilakukan secara objektif melalui pembahasan yang mendalam bersama jajaran terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan BKPSDM.
“Pengisian kepala sekolah bukan berdasarkan faktor lain, tetapi murni berdasarkan kompetensi. Semua dibahas secara matang, tidak asal tanda tangan. Satu posisi bahkan bisa ada tiga calon yang dikaji secara menye“luruh,” ungkapnya.
Dia menyebut para kepala sekolah yang terpilih merupakan sosok pilihan di antara ribuan guru di Kabupaten Tangerang. Dari ribuan guru yang ada, para kepala sekolah ini dipercaya menjadi pemimpin dan teladan di lingkungan pendidikan.
“Ini adalah amanah besar. Dari ribuan guru, Bapak/Ibu terpilih menjadi kepala sekolah, patut disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati menitipkan beberapa hal penting yang harus segera dilakukan oleh para kepala sekolah di lingkungan masing-masing. Pertama, menjaga kerapihan dan kebersihan lingkungan sekolah, termasuk memastikan tidak ada sampah dan saluran air yang tersumbat.
Kedua, mengoptimalkan program sanitasi sekolah (Sanisek) serta memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif dengan menanam berbagai tanaman seperti cabai dan tomat sebagai bentuk inovasi dan edukasi bagi siswa.
Ketiga, melakukan perbaikan sarana dan prasarana ringan secara mandiri tanpa harus menunggu anggaran dari pemerintah daerah, dengan memanfaatkan dana yang tersedia.
“Jangan menunggu, sepanjang bisa dilakukan oleh kepala sekolah, segera lakukan. Sekolah yang bersih, rapi, aman dan nyaman akan mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas,” pesannya.
Dia juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dalam proses seleksi tersebut, serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk masukan dari organisasi profesi seperti PGRI dan organisasi profesi lainnya.
SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/07-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)
red24_KDL
Rakernas Kemhan, FKBN Pertegas Peran Bela Negara Inklusif dari Desa untuk Indonesia
Pasiops FKBN Rembun Waluyo menerima simbolis dari Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan dalam Rakernas Bela Negara di Ruang Rapat Bacadnas, Jakarta, Selasa 28/4/2026. FKBN menegaskan komitmen memperkuat Bela Negara berbasis masyarakat. (Dok: FKBN/Sorot24.id)
sorot24.id| Jakarta – Korps Gabungan Potensi Pertahanan yang tergabung dalam Forum Kader Bela Negara (FKBN) menghadiri Rapat Kerja Nasional Bela Negara yang digelar Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan di Ruang Rapat Bacadnas, Jl. Salemba Raya No. 3, Jakarta Pusat, Selasa 28/4/2026.
Kegiatan ini menjadi forum strategis memperkuat sinergi komponen pertahanan negara, khususnya penguatan program Bela Negara di berbagai daerah.
Dalam Rakernas tersebut, FKBN diwakili Pasiops Rembun Waluyo, Pasilog Vianto, serta Ketua Koordinator Nasional Penggerak Desa Bela Negara, Gus Ali. Kehadiran delegasi ini mencerminkan komitmen FKBN mendukung agenda nasional di bidang pertahanan berbasis masyarakat.
“Rakernas Bela Negara kali ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi program, tetapi juga wadah pertukaran gagasan terkait penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan pertahanan modern. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai strategi implementasi nilai-nilai Bela Negara di tingkat desa hingga nasional,” ujar Pasiops FKBN Rembun Waluyo, Selasa 28/4/2026.
Pasilog FKBN Vianto menambahkan, partisipasi aktif dalam Rakernas diharapkan semakin memperkuat peran FKBN sebagai mitra strategis pemerintah.
“Melalui partisipasi aktif dalam Rakernas ini, FKBN diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran Bela Negara yang inklusif dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” kata Vianto.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah prosesi penyerahan tumpeng dari Bacadnas Kemhan kepada FKBN. Penyerahan tersebut diwakilkan kepada Pasiops Rembun Waluyo, yang menerima secara langsung di hadapan peserta Rakernas.
Tumpeng menjadi simbol kebersamaan, penghormatan, dan penguatan sinergitas antar lembaga dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rakernas Bela Negara di Bacadnas Kemhan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Avriyani (Molly)
Wabup Intan Dorong ASN Berani Speak Up Cegah Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja
Wabup Intan Dorong ASN Berani Speak Up Cegah Pelecehan Seksual di Lingkungan Kerja
sorot24.id | TANGERANG – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka seminar bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Lingkungan ASN”, dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026. Acara tersebut digelar di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Senin (04/05/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa isu pelecehan seksual di lingkungan kerja bukan lagi persoalan individu semata, melainkan persoalan serius yang berkaitan dengan relasi kuasa, budaya organisasi, serta kualitas tata kelola kelembagaan. Untuk itu, dia mendorong ASN untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai profesionalitas, integritas, dan rasa aman di lingkungan kerja.
“Lingkungan kerja yang aman adalah prasyarat utama bagi terwujudnya birokrasi yang profesional. Jika rasa aman tidak terpenuhi, maka bukan hanya individu yang terdampak, tetapi juga kinerja organisasi dan kepercayaan publik,” ujar Wabup Intan.
Dia menyampaikan keprihatinannya terhadap adanya potensi terjadinya pelecehan seksual di lingkungan internal pemerintahan. Ia secara tegas menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, baik secara verbal maupun non-verbal.
“Saya tidak ingin mendengar ada ASN yang menjadi korban pelecehan. Sekecil apapun bentuknya, baik ucapan, candaan yang merendahkan, maupun tindakan lainnya, itu tetap tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.
Ia pun meminta seluruh ASN, khususnya perempuan, untuk berani berbicara dan melaporkan jika mengalami atau mengetahui adanya tindakan pelecehan seksual.
“Jangan takut untuk speak up. Saat ini salah satu pimpinan di Kabupaten Tangerang adalah perempuan. Saya pastikan akan berdiri membela korban jika itu benar terjadi,” tandasnya.
Menurut dia, dampak kekerasan dan pelecehan seksual tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis yang bisa membekas secara jangka panjang. Pemerintah daerah berkomitmen mengatasi dan menangani persoalan kekerasan seksual, salah satunya dengan membangun fasilitas pendukung berupa layanan trauma healing bagi para korban kekerasan sosial.
“Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga tengah menyiapkan fasilitas pendukung seperti layanan trauma healing bagi korban,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman mengatakan bahwa pencegahan dan penanganan pelecehan seksual harus dilakukan secara komprehensif, melalui penguatan sistem, peningkatan kesadaran, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum dan tenaga profesional.
“Seminar ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat reformasi birokrasi yang berorientasi pada perlindungan, profesionalitas, dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Lanjut dia, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang dapat memperkaya wawasan peserta, mulai dari perspektif hukum terkait sanksi dan mekanisme pelaporan, hingga pendekatan psikologis dalam penanganan korban.
“Kami berharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja ASN yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual, serta menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan gender,” ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Polresta Tangerang dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dan para peserta dari perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/06-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)
red24_KDL
Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Terima Penghargaan Rekor MURI Perlindungan Pekerja Rentan
Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Terima Penghargaan Rekor MURI Perlindungan Pekerja Rentan
sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin upacara gabungan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Upacara tersebut digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (4/5/26).
Dalam amanatnya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk mendengar langsung kebutuhan, layanan dan aspirasi masyarakat.
“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk terus bisa hadir di tengah masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan memastikan pelayanan kita tepat sasaran,” tandas Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, peningkatan kinerja seluruh aparatur menjadi kunci bagi setiap aparatur dalam menjalankan amanah sebagai pelayanan publik tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
“Kinerja pemerintah daerah merupakan bagian dari amanah dan kepercayaan yang harus diberikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang tanpa terkecuali. Semua harus kita layani dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Ia menambahkan upacara peringatan Hardiknas yang dirangkaikan dengan HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas diharapkan juga menjadi momentum seluruh aparatur di lingkungan Pemkab Tangerang untuk terus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Semoga dengan upacara ini, kita selaku aparatur tidak pernah lelah dan tidak pernah letih dalam memberikan pelayanan secara maksimal dan optimal kepada masyarakat,” tegasnya.
Lanjut dia, peringatan Hardiknas tahun ini bertepatan juga dengan hari lahir mantan Bupati Tangerang, almarhum H. Ismet Iskandar. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Pada hari ini, 4 Mei 2026, kita melaksanakan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional, yang juga bertepatan dengan hari lahir mantan Bupati Tangerang, Bapak H. Ismet Iskandar. Mari kita doakan beliau agar senantiasa mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini sekitar 500.000 pekerja rentan di Kabupaten Tangerang telah mendapatkan perlindungan sosial dengan total anggaran mencapai sekitar Rp101 miliar.
“Pekerja rentan tersebut meliputi nelayan, ojek, sopir, petani, pedagang kecil, hingga pekerja informal lainnya. Program ini telah berjalan sejak tahun 2022, dimulai dari 50.000 pekerja dan kini meningkat menjadi 500.000 pekerja,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, program perlindungan sosial tersebut dibiayai APBD dan diharapkan para pekerja dapat beralih menjadi peserta mandiri ke depannya seiring dengan meningkatnya kemampuan ekonomi.
Adapun program BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan bahwa cakupan Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan di Kabupaten Tangerang terus ditingkatkan, sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, Wakil Bupati, para kepala OPD, camat, ASN, serta personel Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas Kabupaten Tangerang.
SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/05-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)
red24_KDL
Jika Ada Pungli Kami Tindak Tegas, Kadisdik Tangerang Jaga Sekolah Gratis di Hardiknas
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di SMP Negeri 1 Kota Tangerang, Sabtu 2/5/2026. Kadisdik menegaskan akan menindak tegas sekolah gratis yang melakukan pungli. (Dok: Disdik Kota Tangerang/Sorot24.id)
sorot24.id |Tangerang – Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menegaskan komitmennya menjaga kualitas pendidikan dan memastikan program sekolah gratis berjalan maksimal tanpa pungutan liar.
Penegasan itu disampaikan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMP Negeri 1 Kota Tangerang, Sabtu 2 Mei 2026.
“Program sekolah gratis adalah bentuk komitmen intervensi pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang merata. Jika ditemukan pungutan liar di sekolah yang sudah berkomitmen gratis, kami akan menindak tegas,” tegas Wahyudi.
Menurut Wahyudi, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya soal akses belajar. Tantangan lainnya adalah membangun karakter siswa di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial.
“Penguatan karakter menjadi hal penting di era modern saat ini. Karena itu, kami terus memastikan lingkungan sekolah aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang intelektualitas siswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, sekolah-sekolah yang telah menjalankan program “Sekolah Gratis” wajib memberikan layanan pendidikan secara optimal. Sekolah dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada peserta didik.
Wahyudi menyebut pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus difasilitasi secara baik. Tujuannya demi mencetak generasi unggul Kota Tangerang di masa mendatang.
Peringatan Hardiknas 2026 mengusung tema “Mewujudkan Kolaborasi Semesta dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Merata”. Tema ini jadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat.
molly-(avriyani)
San Siro Pesta, Thuram dan Mkhitaryan Antar Inter Milan Rengkuh Scudetto ke-21
Kapten Lautaro Martinez mengangkat trofi Scudetto bersama skuad Inter Milan usai mengalahkan Parma 2-0 di San Siro, Milan, Senin 4/5/2026. Inter memastikan gelar Serie A ke-21 musim 2025-2026. (Dok: Inter Milan/Sorot24.id)
Milan | sorot24.id – Inter Milan memastikan gelar Scudetto Serie A musim 2025-2026 usai menundukkan Parma 2-0 di Stadion San Siro, Senin 4/5/2026. Kemenangan ini membuat Nerazzurri tak terkejar di puncak klasemen dan mengakhiri upaya Napoli mempertahankan gelar.
Dua gol kemenangan Inter Milan dicetak Marcus Thuram pada menit 45+1 dan Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-80. Hasil ini sekaligus memastikan Scudetto ke-21 dalam sejarah klub.
Keberhasilan tim asuhan Cristian Chivu tak lepas dari kontribusi sejumlah pemain kunci sepanjang musim. Berikut empat sosok yang menjadi fondasi Inter Milan.
Lautaro Martinez: Kapten dan Mesin Gol
Lautaro Martinez menjadi figur sentral di lini depan Inter Milan musim ini. Meski sempat diganggu cedera, penyerang asal Argentina itu mencetak 16 gol di Serie A.
Catatan itu membuatnya kini mengoleksi 173 gol untuk klub, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah Inter. Lautaro juga menyamai capaian tiga gelar liga milik legenda Giuseppe Meazza.
Federico Dimarco: Ancaman dari Sisi Sayap
Federico Dimarco tampil menonjol dari posisi wing-back. Ia mencatatkan enam gol dan 17 assist di liga musim ini.
Jumlah assist tersebut menjadi rekor baru untuk pemain bertahan di Serie A sejak musim 2004/05. Perannya krusial dalam membuka ruang dan menciptakan peluang bagi Inter Milan.
Hakan Calhanoglu: Pengatur Irama Permainan

Hakan Calhanoglu kembali menjadi motor permainan Inter di lini tengah. Meski kerap diganggu kebugaran, ia tetap konsisten dengan sembilan gol dan empat assist dari 22 penampilan.
Gelandang Turki itu masih jadi incaran klub lain, namun Inter Milan berupaya mempertahankannya.
Pio Esposito: Pelapis Efektif
Pio Esposito menjadi pelapis yang efektif di lini depan musim ini. Pemain 20 tahun itu mencetak enam gol dari 31 penampilan.
Kontribusinya terasa penting saat rotasi diperlukan di tengah jadwal padat. Kehadirannya memberi dimensi baru dan menjaga keseimbangan skuad.
red24
Mahasiswi Kader HMI Menjadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual
Mahasiswi Kader HMI Menjadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual
sorot24.id | TANGERANG Dugaan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi kembali terjadi di lingkungan kos-kosan mahasiswa. Korban merupakan kader HMI Cabang Kabupaten Tangerang (CAKATA) berinisial A.A.T yang diduga menjadi korban perekaman tanpa izin saat sedang mandi di sebuah kos pada 2 Mei 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban sedang bermain di kos milik temannya yang juga merupakan kader HMI CAKATA berinisial A.M.S. Menjelang waktu azan Magrib, korban hendak mandi di kamar mandi umum yang biasa digunakan seluruh penghuni kos.
Saat sedang mandi, korban melihat sebuah telepon genggam merek iPhone yang tampak mengarah ke area kamar mandi dan diduga sedang merekam atau memfoto dirinya. Menyadari hal tersebut, korban langsung berteriak histeris dan keluar dari kamar mandi untuk meminta pertolongan.
Korban kemudian menggedor pintu kamar mandi yang berada tepat di sebelah lokasi munculnya telepon genggam tersebut, karena posisi perangkat terlihat jelas berasal dari area kamar mandi sebelah.
Teriakan korban membuat penjaga kos, tetangga kos, serta pacar terduga pelaku datang ke lokasi kejadian. Terduga pelaku diketahui berinisial F.A.F.
Di lokasi kejadian, pacar terduga pelaku sempat mempertanyakan keberadaan telepon genggam milik F.A.F. Namun, saat itu terduga pelaku tidak mengakui tuduhan tersebut. Situasi semakin mencurigakan ketika penjaga kos berupaya meminta pelaku keluar dari kamar mandi, namun pintu justru karna panik pelaku segera ingin menutup pintu dari dalam.
Penjaga kos kemudian mengancam akan mendobrak pintu apabila pelaku tidak segera keluar. Setelah beberapa saat, F.A.F akhirnya keluar dari kamar mandi dan tetap pada argumen nya bahwa pelaku tidak membawa handphone ke dalam. akhirnya saksi, korban, dan didampingi penjaga kos menggeledah kamar mandi bagian atas dan ditemukan handphone yang identik dengan ciri ciri perangkat yang sebelumnya dilihat sedang mengarah ke kamar mandi tempat dirinya mandi.
Namun, setelah handphone tersebut ditemukan, pelaku berganti argumen menjadi membawa hp tapi hanya ditaruh diatas saja dan pelaku menolak diminta untuk membuka gallery terakhir nya dan berhasil melarikan diri. argumen pelaku yang berubah ubah tersebut semakin menunjukan kebenaran adanya pelecehan seksual tersebut.
Peristiwa ini menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa dan kader organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Tangerang. Dugaan tindakan merekam seseorang tanpa izin di area pribadi dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap privasi dan bentuk pelecehan seksual yang tidak dapat ditoleransi.
Akmad Nawawi selaku Pengurus Cabang HMI Kabupaten Tangerang Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda menegaskan bahwa kasus seperti ini harus mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.
“Kami mengecam keras segala bentuk tindakan pelecehan seksual, terlebih yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mahasiswa. Lingkungan kos seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman, bukan malah menjadi ruang yang mengancam privasi serta keselamatan perempuan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar korban mendapatkan pendampingan serta perlindungan, dan meminta pihak terkait untuk menindaklanjuti dugaan kasus tersebut secara adil dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan lingkungan mahasiswa agar lebih peduli terhadap keamanan ruang privat serta berani bersuara ketika melihat ataupun mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.
Sumber : Akmad Nawawi (Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda serta Mahasiswa Universitas Insan Pembangunan Indonesia)
red24_AN
- Sebelumnya
- 1
- …
- 28
- 29
- 30
- …
- 66
- Berikutnya










